Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Tips Atasi Alergi Susu Sapi pada Si Kecil

Setiap orang dari segala usia dapat memiliki alergi susu sapi, tetapi alergi susu sapi lebih sering terjadi pada anak-anak atau bayi. Ketika bayi atau anak alergi susu sapi hal tersebut menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuhnya, yang biasa melawan infeksi, bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu sapi. Lalu menyebabkan reaksi alergi, di mana tubuh melepaskan bahan kimia seperti histamin.

Baca Juga: Moms, yuk Kenali Penyebab Alergi pada Bayi dan Cara Mengatasinya!

Susu sapi sebagian besar terdapat di susu formula bayi. Bayi dengan alergi susu sering menunjukkan gejala pertama mereka selama berhari-hari hingga berminggu-minggu setelah mereka pertama kali mendapatkan susu formula berbahan dasar susu sapi. Sementara bayi yang disusui Air Susu Ibu (ASI) memiliki risiko lebih rendah mengalami alergi susu daripada bayi yang diberi susu formula.

Apa penyebab alergi susu sapi?

Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi biasanya terjadi pada bayi yang berusia kurang dari 1 tahun karena ibu dari bayi yang disusui mengonsumsi susu sapi atau Anda memberikan susu formula yang mengandung protein susu sapi pada bayi. Alergi protein susu sapi (CMPA), biasa disebut sebagai alergi susu sapi adalah alergi makanan paling umum yang sering terjadi pada bayi.

Penyebab alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara abnormal terhadap protein dalam susu sapi. Lalu, hal ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh akan melindungi tubuh bayi dari patogen berbahaya seperti bakteri dan virus.

Dalam CMPA, sistem kekebalan tubuh salah mengira protein dalam susu sapi sebagai zat berbahaya dan menyerang protein tersebut. Respons abnormal ini melepaskan bahan kimia yang dapat memicu gejala yang terkait dengan alergi.

Alergi protein susu sapi dapat menyebabkan berbagai jenis reaksi, tergantung pada bahan kimia yang dilepaskan. Berikut ini kategori alergi berdasarkan penyebabnya:

  • Reaksi Immunoglobulin E (IgE)-mediated: Sistem kekebalan melepaskan histamin dan bahan kimia lain sebagai respons terhadap protein susu sapi. Gejala biasanya terjadi dalam 20 hingga 30 menit setelah mengonsumsi protein, tetapi dapat muncul hingga 2 jam kemudian.
  • Reaksi Non-immunoglobulin E-mediated: Sel T dianggap sebagai pemicu gejala, yang muncul secara bertahap, dari 48 jam hingga seminggu setelah mengonsumsi protein susu sapi.
  • Reaksi gabungan IgE and non-IgE: Ini merupakan kombinasi dari reaksi Immunoglobulin E (IgE)-mediated dan Non-immunoglobulin E-mediated.


Seberapa umum alergi susu sapi pada bayi?

penyebab alergi susu sapi

Seperti dikutip Webmd, alergi susu sapi adalah salah satu alergi makanan paling umum di Inggris, yang memengaruhi sekitar 7% bayi yang diberi susu formula atau diberi susu formula dan ASI. Hal ini juga dapat terjadi pada bayi yang disusui secara eksklusif, tetapi hanya 0,5% dari bayi ini yang terkena dan gejala yang dialami biasanya ringan atau sedang. Oleh karena itu, menyusui secara eksklusif sangat direkomendasikan oleh para ahli untuk 4 sampai 6 bulan pertama kehidupan bayi.

Namun, diperkirakan bahwa bayi yang memiliki riwayat alergi di keluarganya akan lebih cenderung memiliki alergi protein susu sapi. Hal yang sama berlaku untuk bayi dengan eksim dan asma. Mereka yang menderita asma dapat memiliki reaksi yang parah, terutama jika penyakit paru-paru mereka tidak terkontrol dengan baik.

Apa tanda-tanda bayi alergi susu sapi?

gejala alergi susu sapi

Gejala alergi susu sapi pada bayi dapat muncul tidak lama setelah mereka minum susu. Reaksi alergi ini dapat menimbulkan gejala tertentu. Berikut ini gejala atau ciri-ciri bayi alergi susu sapi:

  • kesulitan bernafas
  • batuk
  • suara serak
  • sesak tenggorokan
  • sakit perut
  • muntah
  • diare
  • mata gatal, berair, atau bengkak
  • gatal-gatal
  • pembengkakan
  • penurunan tekanan darah yang menyebabkan pusing atau kehilangan kesadaran

Tingkat keparahan reaksi alergi terhadap susu dapat bervariasi. Anak yang sama dapat bereaksi berbeda dengan setiap paparan. Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun satu reaksi ringan, reaksi selanjutnya bisa lebih parah dan bahkan mengancam jiwa anak-anak.

Anak-anak juga dapat memiliki:

  • Intoleransi terhadap susu di mana gejalanya seperti terdapat darah dalam kotoran, menolak untuk makan, atau mudah marah atau kolik yang muncul beberapa jam hingga beberapa hari kemudian.
  • Intoleransi laktosa, yaitu saat tubuh kesulitan mencerna susu

Jika anak Anda mengalami gejala dan tanda-tanda tersebut atau Anda tidak yakin apakah anak Anda memiliki intoleransi terhadap alergi, maka segera bicarakan dengan dokter.

Kapan alergi susu sapi hilang?

ciri ciri bayi alergi susu sapi

Alergi susu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru melihat protein susu sebagai sesuatu yang harus diperangi tubuh, sehingga menimbulkan reaksi alergi. Kemudian menyebabkan bayi menjadi rewel dan mudah marah, menyebabkan sakit perut dan gejala lainnya.

Sebagian besar anak-anak yang alergi terhadap susu sapi juga bereaksi terhadap susu kambing dan susu domba, dan beberapa dari mereka juga alergi terhadap protein dalam susu kedelai.

Biasanya alergi susu hilang dengan sendirinya pada saat seorang anak berusia 3 hingga 5 tahun, tetapi beberapa anak tidak pernah melebihi itu. Alergi susu tidak sama dengan intoleransi laktosa (ketidakmampuan untuk mencerna gula laktosa) yang jarang terjadi pada bayi dan lebih sering terjadi pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.

Bagaimana cara mengatasi bayi yang alergi susu sapi?

anak alergi susu sapi

Untuk menghindari alergi susu sapi pada bayi atau anak Anda, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, yaitu:

1. Jika Anda menyusui

Jika bayi Anda alergi terhadap susu dan Anda menyusui, penting untuk membatasi jumlah produk susu yang Anda konsumsi karena protein susu yang menyebabkan reaksi alergi dapat masuk ke dalam ASI Anda.

Untuk itu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi tentang sumber alternatif kalsium dan nutrisi penting lainnya untuk menggantikan kalsium dan nutrisi dari produk susu.


2. Jika Anda memberi susu formula

Jika Anda memberi susu formula, dokter Anda mungkin menyarankan untuk beralih ke formula berbasis protein kedelai. Namun, jika bayi Anda tidak dapat menoleransi kedelai, dokter mungkin akan meminta Anda beralih ke formula hypoallergenic atau formula berbasis asam amino, sehingga dapat meminimalisir reaksi alergi susu pada bayi Anda.

Terdapat dua jenis utama formula hypoallergenic pada susu formula untuk bayi, yaitu:

  • Formula yang dihidrolisis secara ekstensif memiliki protein susu sapi yang dipecah menjadi partikel-partikel kecil sehingga lebih sedikit alergi dibandingkan seluruh protein dalam formula biasa. Kebanyakan bayi yang mengalami alergi susu dapat mentoleransi formula ini, tetapi dalam beberapa kasus, mereka masih memicu reaksi alergi.
  • Formula bayi berbasis asam amino, yang mengandung protein dalam bentuknya yang paling sederhana (asam amino adalah blok pembangun protein). Formula ini mungkin disarankan jika kondisi bayi Anda tidak membaik, bahkan setelah beralih ke formula terhidrolisis.
Susu untuk bayi yang alergi susu sapi


Contoh susu formula yang berbasis asam amino dan memiliki formula hypoallergenic adalah Neocate LCP. Susu ini merupakan susu formula yang mengandung bahan dasar asam amino murni 100 persen dan memiliki formula hypoallergenic yang cocok untuk sumber protein bagi bayi usia 0 -12 bulan.

Tidak hanya itu, Neocate LCP juga sangat cocok sebagai susu untuk bayi yang alergi susu sapi atau tidak bisa menoleransi protein. Selain memiliki protein dalam formula asam amino dan hypoallergenic, susu Neocate LCP juga diperkaya dengan kandungan lain seperti Asam Linoleat (Omega 3), Asam Alpha, Linolenat (Omega 6), bebas laktosa, bebas protein susu sapi, dan AA & DHA.

Baca Juga: Susu Formula Untuk Bayi: Pilihlah yang Cocok

Namun, jika Anda masih kesulitan menemukan formula yang tepat untuk mengatasi alergi susu pada bayi Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk bekerja sama dalam memilih formula susu yang aman dan tepat untuk si kecil. (SR)

Webmd. Diakses pada Juli 2020. Could My Infant Have Cows’ Milk Allergy? https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-cow-milk-allergy#1
Kids Health. Diakses pada Juli 2020. Milk Allergy in Infants. https://kidshealth.org/en/parents/milk-allergy.html
Rady Children's Hospital San Diego. Diakses pada Juli 2020. Milk Allergy in Infants. https://www.rchsd.org/health-articles/milk-allergy-in-infants/

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Ibu & Anak