Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

8 Cara Asik Supaya Anak Gemar Olahraga

Agar anak gemar olahraga

Sama halnya dengan orang dewasa, penting bagi anak untuk berolahraga. Hanya saja saat ini frekuensi anak berada di depan layar gawai lebih banyak ketimbang bermain di luar. Laporan dari Center for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa hanya 50% anak laki-laki dan 34% anak perempuan yang memiliki tubuh sehat. Sedangkan sisanya berpotensi terserang penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya.

Namun, tentu saja membuat anak gemar olahraga tidak mudah, terlebih ketika mereka sudah cukup dewasa untuk memilih aktivitas yang disukai. Sebagai orangtua, Anda perlu mencari cara yang asik supaya anak tertarik menggerakkan tubuhnya. Dengan metode yang menyenangkan, bukan tidak mungkin olahraga menjadi aktivitas yang diminati oleh buah hati. Agar anak selalu sehat, yuk cari tahu cara membangun kebiasaan supaya anak gemar olahraga!

Kapan Bisa Mulai Mengenalkan Olahraga ke Anak?

anak gemar olahraga

 

Masih cukup banyak orang tua yang khawatir untuk mengajak bayi di bawah usia 1 tahun untuk melakukan aktivitas fisik. Faktanya, Anda dapat mengenalkan olahraga kepada anak sejak ia masih bayi. Selama kegiatan yang diberikan sesuai dengan usia dan kemampuan, anak pasti akan dengan mudah mengikuti instruksi dalam olahraga.

Bagi anak balita, Anda bisa memberikan kegiatan fisik yang melatih sensorik dan motorik anak. Olahraga pada rentang usia ini masih berkaitan erat dengan kegiatan sehari-hari, antara lain naik dan turun tangga, tummy time, menengok, melempar bola, atau memanjat. Sedangkan berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak usia 5-10 tahun sebaiknya masih diberikan aktivitas sederhana, seperti melompat, lari, atau bermain bola. Memasuki usia 11 tahun ke atas hingga remaja, anak sudah bisa mulai dikenalkan olahraga yang lebih berat, seperti basket atau gym.

Konsisten mengenalkan berbagai kegiatan fisik yang menarik merupakan salah satu cara membangun kebiasaan olahraga pada anak. Dengan terbiasa menggerakkan tubuh, anak tidak akan lagi menganggap olahraga sebagai kegiatan yang membosankan. Sebaliknya, mereka secara inisiatif meluangkan waktu untuk mencari keringat karena sadar dan merasakan efek positif dari olahraga.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini 6 Cara Olahraga yang Benar Untuk Balita

8 Tips Supaya Anak Gemar Olahraga dan Tidak Mager

nilai positif yang memacu anak untuk berolaraga

 

Setelah lelah beraktivitas seharian di sekolah, mungkin anak akan lebih memilih untuk bersantai sambil bermain dengan gadget. Keinginan untuk olahraga pun semakin kendur karena alasan ini. Padahal, dengan rutin melatih fisiknya, anak akan merasa lebih prima dan tidak mudah lelah dalam menjalani kegiatan yang padat.


Sayangnya tidak semua anak menyadari manfaat dari olahraga. Maka sangat penting memotivasi mereka untuk membangun kebiasaan anak olahraga. Sehingga mereka akan melihat olahraga sebagai sebuah kebutuhan dan bukan paksaan. Berikut 8 cara supaya anak tidak malas dan gemar olahraga.


1. Mulai dari langkah kecil


Anak yang sudah terlanjur absen lama dari kegiatan fisik pasti akan sangat berat untuk memulai olahraga. Terlebih jika Anda memaksakan buah hati untuk beraktivitas fisik dalam jangka waktu yang panjang dengan kegiatan berat di awal-awal pengenalan. Bukannya membentuk kebiasaan baik, anak justru akan trauma dan semakin enggan untuk berolahraga.

Pendekatan kepada anak, terutama pada usia remaja, membutuhkan proses yang panjang. Untuk menjaga mood, Anda bisa mengawali dengan mengajak anak berjalan 10 menit setiap hari sepulang sekolah. Perlahan menaikkan durasi olahraga anak anak sambil mencatat perkembangannya. Tunjukkan kepada mereka progres yang sudah dilalui dan jangan lupa untuk apresiasi setiap perkembangan.

2. Batasi waktu di depan layar

Musuh utama membesarkan anak di era digital adalah kebiasaan anak yang sulit lepas dari gadget. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, anak menghabiskan waktunya di depan layar hampir sehari penuh untuk bersekolah online dan bersantai. Di tengah kegiatan online, cobalah mengajak anak untuk bergerak selama 10 menit dengan push-up, squat, skipping, atau aktivitas lain yang sedang anak sukai.

Pastikan juga Anda pun memberi batasan pada diri sendiri dalam menggunakan gawai di depan anak. Contohkan pada mereka bagaimana membagi waktu antara aktivitas online dengan berolahraga. Cara ini akan membuat anak merasa tidak sendiri dalam memulai pola hidup sehat dan semakin semangat dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Bangun suasana yang menyenangkan

Jika anak Anda sedang dalam fase mengamati hewan, ajaklah mereka berjalan keliling perumahan sambil mengamati burung, kucing, dan satwa yang ditemui. Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak pergi hiking dan berkemah untuk menyalurkan kegemarannya. Selalu memberikan variasi dalam beraktivitas fisik tentunya akan membuat mereka semangat dalam berolahraga.

4. Ajak teman untuk berolahraga

Saat usia sekolah, peran teman sangat penting bagi anak. Mereka lebih nyaman untuk berbagi cerita dengan teman dan lebih semangat ketika beraktivitas bersama. Anda bisa undang teman dekat anak Anda untuk bersepeda, pergi ke taman, atau mendaftar klub bersama. Cara ini akan membuat anak semangat berolahraga karena dapat beraktivitas dengan temannya.


5. Jadilah role model dan beraktivitas bersama

Children see, children do memang ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana anak akan mencontoh perilaku yang Anda tunjukkan di depan mereka. Untuk membuat anak gemar olahraga, Anda harus memulai dari diri sendiri dengan menunjukkan gaya hidup sehat yang dijalani.

6. Bebaskan anak memilih kegiatan

Dengan membebaskan anak memilih aktivitas apa yang akan dijalani, secara otomatis mereka akan lebih semangat dalam berolahraga. Ketika anak sedang senang berlari, Anda bisa memodifikasi dengan kegiatan treasure hunt atau petak umpet supaya aktivitas semakin menyenangkan. Libatkan anak dari awal hingga akhir supaya mereka tidak hanya gemar berolahraga tapi juga berlatih bertanggung jawab.

7. Daftarkan dalam klub olahraga

Jika anak mulai menunjukkan ketertarikan akan olahraga tertentu, Anda bisa menawarkan kepada mereka untuk bergabung dengan klub. Selain anak akan rutin berolahraga, mereka akan memiliki hobi baru yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, bagi anak dengan karakter tidak menyenangi kompetisi, carilah klub yang bisa dilakukan sendiri seperti bersepeda, fitness, atau berenang.

8. Wajibkan anak berolahraga

Bagaimana jika anak tidak kunjung gemar berolahraga? Bagi anak usia sekolah dan remaja, Anda bisa memaksa mereka. Buatlah ini sebagai aturan yang tidak bisa dinegosiasi lagi dan harus dilakukan bersama dengan anggota keluarga lain. Bersama-sama melakukan olahraga akan membuat anak tidak merasa bahwa aktivitas fisik adalah sebuah hukuman, tapi sebuah momen kebersamaan yang penuh manfaat.


Macam-macam Olahraga yang Baik Untuk Anak Berdasarkan Usia

cara membangun kebiasaan olahrga pada anak

 

Sangat penting memilih olahraga yang baik untuk anak supaya dapat menghindari risiko terjadinya cedera. Jika perlu, Anda bisa berkonsultasi pada dokter, trainer, atau psikolog mengenai kegiatan apa yang cocok bagi buah hati. Jangan lupa libatkan anak dalam memilih untuk memastikan bahwa olahraga yang dilakukan sesuai dengan minat mereka. Berikut bermacam-macam aktivitas fisik yang seru untuk si kecil.


Olahraga untuk anak usia sekolah dan remaja


Pada usia ini umumnya anak sudah mengetahui apa saja yang mereka sukai. Ada yang menyukai aktivitas melibatkan tim dengan kompetisi tinggi, tapi ada juga yang lebih nyaman olahraga tanpa melibatkan orang lain. Inilah berbagai pilihan kegiatan fisik yang cocok bagi anak remaja:

  • Basket
  • Tennis
  • Voli
  • Baseball
  • Sepak bola
  • Bulu tangkis
  • Karate
  • Judo
  • Gymnastic
  • Panjat dinding
  • Renang
  • Pingpong
  • Yoga

Olahraga untuk anak pra sekolah dan taman kanak-kanak

Usia prasekolah biasanya dimulai pada umur 3-5 tahun. Memasuki usia ini, anak sudah mulai bisa dikenalkan olahraga yang sesungguhnya dengan instruksi sederhana. Berikut olahraga yang cocok bagi anak usia prasekolah:

  • Basket
  • Baseball
  • Gymnastic
  • Renang

Olahraga untuk anak batita

Cukup banyak orang tua yang kebingungan dalam memberikan olahraga bagi anak batita. Pada rentang usia 0-3 tahun, biasanya aktivitas yang diberikan masih sederhana dan berkaitan dengan kegiatan sehari-hari. Pastikan aktivitas yang Anda pilih dapat melatih sensori dan motorik anak karena pada usia golden age kemampuan inilah yang akan berpengaruh pada kognitif anak.

  • Melempar
  • Menangkap
  • Lompat
  • Berjalan/berlari

Baca juga: 10 Ide Olahraga untuk Anak yang Membuat Semangat Gerak!


Manfaat Kesehatan Mental dengan Berolahraga

manfaat olahraga sejak dini

 

Banyak yang melihat manfaat anak olahraga dari kesehatan fisik semata. Faktanya, sudah cukup banyak penelitian yang membuktikan bahwa olahraga juga berdampak positif pada kesehatan mental. Anak gemar olahraga akan terlatih kemampuan sosial, disiplin, komitmen, dan kesehatan jiwa. Berikut manfaat gemar olahraga yang dirasakan anak bagi psikologisnya:

1. Mencegah stres dan depresi

Stres dan depresi tidak hanya dapat dirasakan oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak. Olahraga anak dapat membantu produksi hormon endorfin yang memberikan perasaan bahagia. Inilah mengapa rutin beraktivitas fisik dapat mencegah stres dan menjaga suasana hati tetap ceria.

2. Meningkatkan rasa percaya diri

Ketika anak dapat berpartisipasi dengan tim dan melakukan olahraga dengan baik, maka kepercayaan dirinya pun akan meningkat. Olahraga terbukti dapat membuat anak pemalu lebih berani untuk tampil di muka umum dengan terlibat pada kegiatan kelompok.

3. Meningkatkan kemampuan memimpin

Nilai positif yang memacu anak untuk berolahraga lainnya adalah terciptanya jiwa kepemimpinan. Sering terlibat dalam kerja sama tim akan melatih anak memecahkan masalah dan membiasakan anak menghadapi menang-kalah dengan bijak.

4. Membangun karakter

Anak gemar olahraga akan terbiasa bermain dengan adil dan terbiasa menghadapi kemenangan maupun kekalahan. Situasi ini membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, kuat, dan dapat diandalkan. Selain itu mereka juga dapat mengatur emosi yang baik ketika menghadapi situasi di luar rencana.

Manfaat Kesehatan Tubuh dengan Berolahraga

umur yang pas untuk mengenalkan olahraga pada anak

 

Manfaat olahraga sejak dini juga akan dirasakan pada anak hingga mereka dewasa, terutama terkait dengan kekuatan dan kesehatan fisik. Gemar berolahraga membuat tubuh sehat dan memiliki imunitas baik. Apalagi kekuatan fisik sangat dibutuhkan di tengah pandemi seperti saat ini. Berikut manfaat olahraga bagi tubuh anak:

1. Meningkatkan kepadatan tulang

Rajin melatih kekuatan tulang dengan melakukan gerakan melompat saat berolahraga akan memberikan manfaat positif bagi tulang. Anak yang rajin beraktivitas fisik cenderung terhindar osteoporosis saat dewasa. Tunjang kesehatan tulang anak dengan rutin memberikan susu setiap harinya.

2. Mencegah obesitas

Anak chubby memang membuat semua orang gemas kepadanya. Tapi, Anda harus berhati-hati dengan memastikan kenaikan berat badan anak tidak melebih chart ideal. Olahraga anak secara rutin dapat menurunkan risiko anak terkena obesitas hingga 31%. Jangan ragu untuk selalu berkonsultasi terkait berat badan anak kepada dokter.

3. Meningkatkan kesehatan jantung

Rutin berolahraga terbukti berdampak positif pada kesehatan jantung anak hingga mereka dewasa. Jenis olahraga aerobik merupakan aktivitas yang paling cocok untuk melatih jantung karena dapat meningkatkan denyut jantung sehingga oksigen yang terdistribusi pun semakin banyak. Contoh olahraga aerobik adalah basket, sepeda, renang, dan sepak bola.

4. Menguatkan otot

Melatih kemampuan motorik kasar dan halus penting dilakukan sejak anak lahir ke dunia. Olahraga yang berfokus pada motorik akan melatih kekuatan otot dan meningkatkan kemampuan koordinasi. Kecakapan motorik anak menjadi salah satu tolok ukur tumbuh kembang mereka, sehingga jika Anda melihat tanda-tanda keterlambatan segeralah berkonsultasi ke dokter.

5. Meningkatkan kemampuan kognitif dan memori

Kecerdasan anak tidak semata-mata didapat dengan tekun belajar, tapi juga bisa dengan berolahraga. Anak gemar olahraga memiliki aktivitas otak bagian prefrontal, bagian yang bertanggung jawab akan kognitif, yang lebih aktif. Akibatnya anak dapat dengan mudah berkonsentrasi dan mengingat sesuatu.

Olahraga juga menyebabkan aliran darah ke otak semakin lancar, sehingga kemampuan menyimpan memori pun akan menjadi lebih baik. Jika perlu, Anda bisa membekali anak dengan berbagai suplemen yang membantu mengoptimalkan tumbuh kembang otak. Meskipun Anda bisa mendapatkan obat ini dengan baik di pasaran, tapi lebih baik untuk diskusikan dengan dokter untuk menyesuaikan dengan kebutuhan anak.

Supaya anak  enggan menjalani olahraga, Anda bisa memulainya dengan mengajak ia diskusi mengenai manfaat yang dapat dirasakan oleh tubuh. Libatkan anak dalam memilih aktivitas, menyusun jadwal, dan melakukan persiapan sehingga mereka akan merasa dihargai. Tidak hanya itu, anak juga menantikan waktu berolahraga karena akan melakukan kegiatan yang disukainya. Penting untuk diingat bahwa anak-anak pasti akan merasa jenuh di tengah jalan dengan rutinitas barunya. Tugas Anda di sini adalah memastikan bahwa anak dapat mengatasi rasa bosan dengan baik sehingga mereka menjadi anak yang gemar olahraga. 

MD Anderson. Diakses pada September 2020. Tips to get kids to exercise.https://www.mdanderson.org/publications/focused-on-health/tips-to-get-kids-to-exercise.h17-1589046.html
Web MD. Diakses pada September 2020. Even babies need exercisehttps://www.webmd.com/parenting/baby/features/even-babies-need-exercise#1
Unicef Kid Power. Diakses pada September 2020. Fun sports activities Games resources kids.https://www.unicefkidpower.org/fun-sports-activities-games-resources-kids/
IDAI. Diakses pada September 2020. Manfaat olahraga pada anak dan remaja.https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/manfaat-olahraga-bagi-kesehatan-anak-dan-remaja#:~:text=Aktivitas%20fisik%20atau%20olahraga%20tidak,darah%2C%20dan%20mengontrol%20berat%20badan.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Ibu & Anak