Kenali Batuk Berdahak

 05 Jul 2019



batuk berdahak di malam hari


Batuk berdahak atau batuk produktif adalah batuk yang menghasilkan dahak atau lendir. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus ringan yang terjadi pada bagian saluran pernafasan bagian atas dan tenggorokan. Infeksi virus tersebut dapat menyebar lewat percikan lendir dari saluran pernafasan (hidung/ mulut) secara langsung atau tidak langsung melalui sentuhan tangan. 

 

 

Batuk Berdahak

Batuk bukanlah sebuah kondisi atau penyakit yang luar biasa. Meski begitu, jika yang Anda alami adalah batuk berdahak kondisi tersebut menandakan bahwa paru-paru Anda sedang mengalami infeksi.

 

Saat terinfeksi, paru-paru akan menghasilkan dahak yang dengan kadar yang melebihi batas normal. Akibatnya, ketika batuk akan ada dahak pada tenggorokan Anda.

 

 

Penyebab Batuk Berdahak

Umumnya batuk berdahak disebabkan oleh virus. Namun, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan munculnya gejala batuk berdahak: 

 

  1. Bronkitis, peradangan pada paru-paru pada lapisan dinding bronkus, atau saluran yang terletak di bawah tenggorokan dan menyambung dengan paru-paru. Penderita yang mengalami kondisi ini, umumnya akan sering mengeluarkan dahak tebal dan berwarna.

  2. Pneumonia, yaitu peradangan yang terjadi pada paru-paru disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pada kondisi ini, biasanya batuk yang muncul tidak disertai dengan dahak, namun tidak lama setelahnya, disertai dahak hingga berdarah.

  3. Penyakit paru obstruktif, kronik, kondisi penyakit yang mengakibatkan penderitanya kesulitan bernafas karena terpapar oleh zat-zat lain seperti asap kimia, asap rokok, atau polusi udara.

 
Batuk berdahak merupakan kondisi yang relatif umum dialami semua orang dari berbagai golongan usia. Namun, sebaiknya jangan mengabaikan kondisi batuk yang Anda alami. Anda perlu memeriksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami:

 

  1. Batuk terus - menerus selama lebih dari 1 minggu
  2. Batuk yang parah pada malam hari
  3. Batuk yang disertai dengan demam tinggi, sesak dan nyeri dada

 

 

Pengobatan Batuk Berdahak

Tujuan dari pengobatan batuk berdahak adalah bukan untuk meredakan batuk. Namun terlebih untuk mengencerkan dahak agar membuatnya mudah dikeluarkan sehingga tidak menghambat saluran pernafasan.

 

Cara mengatasi batuk berdahak sangat bergantung pada penyebab batuk tersebut. Batuk berdahak biasanya akan mengganggu dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada penderitanya. Obat batuk jenis mukolitik atau ekspektoran seperti bromhexine HCL dan guaifenesin dapat digunakan untuk membantu mengencerkan dan mempermudah pengeluaran dahak.

 

Bromhexine HCL

Bromhexine HCL adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak pada saluran pernapasan yang termasuk dalam golongan mukolitik. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja sel yang menghasilkan dahak atau mukus, sehingga membuat dahak lebih encer dan mudah untuk dikeluarkan. Obat ini juga dikenal dengan merek dagang Bisolvon, mucohexin Flu dan Batuk.

 

Guaifenesin

Guaifenesin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi batuk akibat gangguan di saluran pernapasan seperti flu dan bronkitis. Dapat bekerja dengan mengencerkan dahak di saluran pernapasan, sehingga melegakan pernapasan. Obat ini tidak dapat digunakan untuk mengobati batuk akibat gangguan saluran pernafasan jangka panjang, seperti emfisema. Obat ini dikenal juga dengan merek actifed, decolsin, silex, comtusi, dan promedex.

 

Jenis obat mukolitik termasuk aman, akan tetapi jika digunakan dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan efek samping berupa rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, pusing, dan sakit kepala.

 

Harap konsultasi kepada dokter apabila anak Anda ingin menggunakan obat batuk dan flu (seperti mukolitik dan ekspektoran), karena obat jenis ini seharusnya tidak diberikan kepada anak di bawah usia 6 tahun. Ikuti anjuran dokter tentang penggunaan obat batuk dan flu pada anak-anak usia antara 6-11 tahun.






Bagikan artikel ini :