Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1 Sampai 4 yang Tidak Disadari

ciri-ciri kanker payudara

Breast cancer merupakan penyebab kematian nomor dua pada wanita yang disebabkan oleh sel kanker. Jenis penyakit ini akan menyerang jaringan pada buah dada dan dapat menyebar ke area tubuh lain jika terlambat melakukan pengobatan. Maka sangat penting untuk mengetahui berbagai gejala berdasarkan tingkat keparahannya. Untuk mencegah terjadinya kanker payudara, sebaiknya Anda perlu mengenali ciri-ciri kanker payudara yang akan dibahas di artikel ini.

Penyakit ini dibagi menjadi beberapa stadium berdasarkan seberapa besar tumor dan seberapa luas sel kanker menyebar. Semakin cepat terdeteksi, maka semakin besar pula kesempatan untuk dapat sembuh. Inilah mengapa Anda dianjurkan untuk rutin melakukan pengecekan kesehatan buah dada baik secara mandiri maupun dengan berkonsultasi ke dokter. Berikut informasi lengkap terkait kanker payudara yang penting untuk Anda ketahui!

Cara Mendeteksi Kanker Payudara

kanker payudara

Baik memiliki faktor risiko atau tidak, sebaiknya Anda tetap harus memahami tanda-tanda cancer supaya dapat melakukan deteksi sedini mungkin. Umumnya, gejala belum terlihat pada fase awal dan baru mulai terlihat ketika tumor sudah berkembang. Berikut ciri ciri kanker payudara yang mudah dikenali:

  1. Muncul benjolan pada dada atau area di bawah ketiak
  2. Payudara nyeri atau sakit
  3. Puting mengeluarkan cairan selain ASI
  4. Perubahan warna pada buah dada seperti kemerahan
  5. Puting seperti tertarik ke belakang
  6. Tekstur berubah seperti kulit jeruk yang  tebal dan keriput
  7. Bentuk dan ukuran dada berubah secara mendadak

Selain gejala umum di atas, ciri ciri kangker payudara juga bisa diperhatikan dari stadiumnya. Terdapat 5 stadium pada kanker ini, yaitu stadium 0 hingga stadium 4 dengan tanda-tanda seperti berikut:

Stadium 0

Pada stadium ini, sulit untuk melakukan pengecekan dini secara mandiri karena tanda-tanda penyakit belum tampak secara fisik. Pada fase ini, sel kanker masih berada di jaringan payudara dan belum menyebar.

Stadium 1

Stadium 1 dan stadium 2 disebut juga dengan stadium dini karena mulai muncul gejala berupa nyeri atau sakit di area puting, munculnya benjolan di payudara atau ketiak, dan perubahan kondisi buah dada. Stadium 1 dibagi menjadi 2 kategori, yaitu:

  • Stadium 1A. Ukuran tumor sudah sebesar kurang lebih 2 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 1B. Ukuran tumor di bawah 2 cm atau tidak ada tumor, namun kanker ditemukan pada kelenjar getah bening.

Stadium 2

Pada stadium 2, ciri-ciri kanker payudara stadium 2 atau awal berupa ukuran tumor yang semakin besar dan sudah mulai menyebar. Berikut pembagian stadium 2 kanker payudara:

  • Stadium 2A. Tumor berukuran 2 cm dan sudah menyebar ke 1-3 kelenjar getah bening disekitarnya, atau tumor berukuran 2-5, namun belum menyerang kelenjar getah bening.
  • Stadium 2B. Tumor berukuran 2-5 cm dan menyebar ke 1-3 kelenjar getah bening di bawah ketiak, atau tumor berukuran lebih dari 5 cm, namun belum menyerang kelenjar getah bening.

Stadium 3

Stadium 3 merupakan stadium lanjut kanker payudara dengan ukuran tumor lebih dari 5 cm. Pada stadium ini, kanker sudah semakin parah karena mulai menyerang ke hampir seluruh area payudara. Stadium lanjut dibagi menjadi 3 kategori kondisi, antara lain:

  • Stadium 3A. Kanker telah menyebar ke 4-9 kelenjar getah bening aksila (ketiak) dan telah memperbesar ukuran kelenjar getah bening di dada. Pada kondisi ini, tumor dapat berukuran berapapun. Situasi lain dikategorikan sebagai stadium 3A ketika tumor berukuran lebih dari 5 cm dan menyebar ke 1-3 kelenjar getah aksila atau kelenjar tulang dada.
  • Stadium 3B. Tumor telah menginvasi kulit pada area dada dan ada kemungkinan telah menyerang hingga 9 kelenjar getah bening.
  • Stadium 3C. Kanker ditemukan di lebih dari 10 kelenjar getah bening aksila, kelenjar getah bening dekat tulang selangka, atau kelenjar susu internal.

Stadium 4

Ciri-ciri kanker payudara stadium akhir atau stadium 4 adalah ukuran tumor beragam, namun telah menyebar ke seluruh area buah dada atau bahkan organ di sekitarnya. Beberapa organ yang sering terserang kanker payudara antara lain hati, paru-paru, tulang, hingga otak.  Saat berada pada fase ini, Anda perlu penanganan yang ketat oleh dokter karena penyakit sudah menyebar sangat membahayakan kesehatan tubuh.

Baca juga: Mengenali Gejala Kanker Payudara dan Penyebabnya

Apa Itu SADARI Kanker Payudara?

Periksa payudara sendiri atau SADARI merupakan program pemerintah untuk membuat masyarakat, terutama wanita, rutin melakukan pengecekan kondisi buah dadanya. Hal ini bertujuan supaya kanker dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga dapat segera memulai pengobatan. SADARI dianjurkan dilakukan 4-7 hari setelah menstruasi setiap bulannya dengan menerapkan langkah-langkah di bawah ini:

  1. Berdiri di depan cermin dengan posisi bahu lurus dan kedua tangan di pinggang.
  2. Perhatikan kondisi payudara Anda apakah ada perubahan warna, tekstur, atau bentuk.
  3. Angkat kedua tangan dan perhatikan kembali buah dada.
  4. Tekan puting dan lihat jika ada cairan bening yang keluar.
  5. Berbaring dan raba dada kanan dengan tangan kiri. Tekan dengan gerakan memutar dan cek jika terdapat benjolan. Lakukan hal yang sama untuk sisi kiri.
  6. Ulangi metode di atas dalam keadaan duduk atau berdiri.

Untuk hasil yang lebih akurat dalam mendeteksi kanker di stadium awal, Anda bisa melakukan mamografi. Mamografi adalah pengambilan gambar area dada dengan X-ray dengan cara menekan payudara dengan mesin khusus. Beberapa wanita akan merasa tidak nyaman dengan metode ini karena buah dada akan ditekan dalam beberapa saat sampai gambar dapat terpindai dengan sempurna.

Meskipun hasil menunjukkan normal, mamografi harus tetap menjadi aktivitas rutin untuk mengetahui perubahan payudara. Bagi Anda yang berusia 20 tahun, mamografi cukup dilakukan setiap tiga tahun sekali. Sedangkan wanita berusia di atas 40 tahun atau memiliki risiko, pemeriksaan mamografi dianjurkan diambil setiap tahun. Namun, jika hasil mamografi menunjukkan kondisi tidak normal, biasanya akan dilakukan pengecekan tambahan dan dilanjutkan merancang program pengobatan.

Baca juga: Stres dan Depresi, Apakah Sama? Yuk, Kenali Perbedaan Keduanya!

Akibat Kanker Payudara Terhadap Kesehatan Mental

mendeteksi kanker payudara

Ketika kanker payudara sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ disekitarnya, biasanya akan mulai mempengaruhi kesehatan fisik penderitanya. Gejala yang muncul berbeda tergantung dari bagian tubuh yang terserang. Beberapa tanda-tanda yang muncul berupa nyeri pada tulang, mual, pusing, bengkak di kaki, atau meriang seperti flu.

Namun, yang tidak kalah penting untuk diwaspadai adalah kesehatan mental penderita kanker payudara. Sesaat setelah terdiagnosis, umumnya pasien akan mengalami serangkaian emosi seperti marah, syok, putus asa, atau sedih. Stigma tidak ada harapan hidup membuat penderita penyakit ini sangat rentan terserang depresi dan penyakit non fisik lainnya, seperti:

Depresi

Seseorang yang mengalami depresi memiliki suasana hati yang penuh tekanan, penuh dengan kesedihan dan kekosongan, dan merasa tidak lagi bisa bahagia. Jika Anda atau orang terdekat yang merupakan penderita breast cancer dan memiliki tanda-tanda tersebut, segeralah mencari bantuan dari ahlinya. Tidak hanya fisik kuat yang diperlukan untuk melawan penyakit kanker, melainkan harus ditunjang dengan kesiapan dan kekuatan mental.

Gangguan stress pasca trauma (PTSD) 

PTSD merupakan rasa trauma yang dialami oleh seseorang setelah mengalami kejadian tertentu, seperti perang atau kecelakaan, atau setelah mengalami cedera. Sebuah penelitian di Jerman membuktikan bahwa wanita yang terdiagnosis memiliki kanker pada tubuhnya akan mengalami PTSD.

Gangguan kecemasan umum

Sekitar 32% pasien akan mengalami gangguan kecemasan umum di mana mereka terus-terusan merasa cemas walaupun tidak ada ancaman. Hari-hari pengidap gangguan ini akan dipenuhi dengan kekhawatiran yang lambat laun mempengaruhi kondisi fisik, seperti gelisah, sulit tidur dan makan, dan ketegangan otot.

Bagi penderita kanker payudara, memiliki fisik dan mental yang kuat sangat dibutuhkan saat melakukan perawatan. Apalagi bagi pasien pada stadium lanjut atau akhir yang umumnya harus melewati pengobatan dalam waktu yang lama. Maka, pastikan Anda memberikan dukungan yang cukup bagi diri sendiri atau orang terkasih yang terserang penyakit ini. 

Jaga asupan makanan bernutrisi yang diimbangi dengan suplemen yang dapat menunjang imunitas dan vitamin yang membantu penyembuhan inflamasi. Sedangkan psikis yang sehat dapat diberi asupan dengan terus memberikan perhatian dan konsultasi pada psikolog. #sehatjadimudah dengan saling peduli dan mendukung terhadap pasien kanker payudara.

Healthline. Diakses pada Oktober 2020. Breast cancer
https://www.healthline.com/health/breast-cancer

CDC. Diakses pada Oktober 2020. What is Mammogram?
https://www.cdc.gov/cancer/breast/basic_info/mammograms.htm

Mayoclinic. Diakses pada Oktober 2020. Breast cancer
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/symptoms-causes/syc-20352470

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan