Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Dampak Positif Puasa Untuk Daya Tahan Tubuh

Bulan suci ramadhan akan tiba sebentar lagi. Namun ada yang berbeda, Ramadhan kali ini dijalani di tengah pandemi COVID-19. Selain ibadah tarawih dihimbau untuk dijalankan di rumah saja, berbuka puasa ditiadakan. Sementara physical distancing juga diimbau terus dilaksanakan secara ketat.

Benarkah puasa dapat menurunkan imunitas?

Menjelang Ramadhan, rupanya beberapa orang mempertanyakan bagaimana sebetulnya menjalankan ibadah puasa di tangan pandemi virus corona seperti ini. Ada yang mengkhawatirkan jika puasa dapat menurunkan daya tahan atau imunitas tubuh seseorang. Sementara Covid-19 mudah menyerang pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Lalu, benarkah puasa dapat menurunkan imunitas?

Seperti yang dilansir dari Telegraph, beberapa tahun lalu peneliti di University of Southern California mempelajari hubungan antara puasa dan daya tahan tubuh. Hasil penelitian menemukan bahwa rasa lapar dapat memicu sel-sel induk dalam tubuh memproduksi sel darah putih baru untuk melawan infeksi.

Menurut penelitian tersebut, tubuh akan menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak atau tidak efisien lagi selama berpuasa. Terlebih, puasa yang dilakukan secara berkelanjutan seperti halnya bulan Ramadhan ini, akan memaksa tubuh untuk menggunakan cadangan glukosa dan lemak. Selain itu, puasa juga mampu mengganti sel darah putih yang lama. Hal ini jelas memicu regenerasi sel induk untuk membuat sel sistem kekebalan tubuh yang baru.

Meskipun ada salah satu penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Frontiers Immunology, yang menyebut bahwa puasa dapat mempengaruhi sistem daya tahan tubuh, itu pun pengurangannya tidak secara signifikan dan tidak mempengaruhi kesehatan seseorang.

Artinya, memang benar daya tahan tubuh akan terpengaruh oleh puasa namun tidak signifikan yang disebutkan sebelumnya.

Saat puasa, mungkin sistem kekebalan tubuh mungkin akan mengalami penurunan karena kurangnya asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 13 jam lamanya sehingga tubuh akan terasa lemas lesu, dan kurang bersemangat. Karena pola makan dan minum berubah, oleh karena itu penting bagi Anda untuk dapat mengatur kedua pola tersebut dengan benar.

Namun perlu dipahami, berpuasa bagi orang yang terinfeksi virus corona (COVID-19), tergantung pada saran dokter. Apabila dokter merekomendasikan bahwa puasa dapat membahayakan penderita, maka sebaiknya saran dari tenaga kesehatan yang harus diikuti karena merekalah yang lebih memahami kondisi medisnya.

Dampak positif puasa untuk imunitas tubuh

Biarpun menyebabkan tubuh terasa lemas dan kurang bersemangat, namun sesungguhnya puasa memiliki dampak positif bagi tubuh. Salah satunya adalah meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Berikut ini beberapa dampak positif puasa:

1. Memperbaiki metabolisme tubuh

Berpuasa juga berarti mengistirahatkan kerja usus dan sistem pencernaan secara umum. Cara ini tentu saja dapat membantu mempercepat metabolisme dan memperbaiki gerakan usus. Hal ini disebabkan karena pada saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan, metabolisme belajar untuk membakar lemak dan mengubahnya menjadi energi secara lebih efisien. Dengan kata lain, mengingatkan tubuh untuk menjalani proses pencernaan yang semestinya.


2. Menaikan kadar sel darah putih

Tidak hanya baik untuk detoksifikasi, berpuasa juga bermanfaat bagi regenerasi sel darah putih. Menurut penelitian yang dilakukan oleh seorang Valter Longo, profesor di USC Davis School of Gerontology, saat berpuasa tubuh mengalami penurunan kadar sel darah putih, tapi ketika saatnya berbuka, sel darah itu kembali naik ke level yang lebih tinggi.

Seperti yang kita ketahui, sel darah putih berperan untuk melawan dan mendeteksi adanya bahaya atau penyakit dalam tubuh.


3. Membantu menurunkan berat badan

Saat berpuasa tubuh akan dipaksa untuk menyimpan lemak, gula, dan ketone. Ketone itu sendiri diproduksi saat tubuh mengubah lemak menjadi energi atau bahan bakar dan memegang peranan penting dalam membantu proses penurunan berat badan.


4. Mampu menurunkan kadar stres

Umumnya, kegiatan beribadah yang dijalani selama bulan puasa juga dapat meningkatkan spiritualitas seseorang. Michael Torosian, ahli bedah kanker di Philadelphia berpendapat bahwa ada dua alasan yang memicu hal ini. Pertama yaitu respon relaksasi. Saat tubuh manusia relaks, denyut jantung, tekanan darah serta tingkat pernapasan juga menurun sehingga membuat tubuh lebih tahan terhadap stres. Spiritualitas juga dapat membantu fungsi kekebalan tubuh secara langsung.


5. Meningkatkan sensitivitas insulin

Berpuasa juga mampu menciptakan lingkungan yang sehat bagi tubuh guna meregulasi hormon. Salah satunya adalah hormon insulin. Insulin adalah hormon yang mengendalikan kadar gula dalam darah yang berperan mengubah glukosa dari makanan yang kita konsumsi menjadi energi dan disebarkan keseluruh tubuh.

Saat berpuasa, terjadi peningkatan pada sensitivitas hormon insulin. Hal ini membuat tubuh bisa mentoleransi karbohidrat dengan lebih baik. Sehingga kadar gula darah bisa terkontrol dengan baik.

6. Memperbaiki pola makan

Jika Anda memiliki gangguan pola makan tidak teratur atau malah berlebihan, puasa bisa membantu mengatasi masalah ini. Selama puasa, kita makan dengan waktu yang terbatas. Sehingga lebih terlatih untuk makan dengan secukupnya dengan waktu yang terjadwal.

7. Mengatasi jerawat

Siapa yang menyangka, puasa ternyata juga mampu membuat kulit Anda jadi lebih bersih lho FarmaFriends! Ketika tubuh beristirahat dalam proses mencerna makanan, sistem regeneratif sel bekerja lebih baik dalam menjaga kesehatan kulit.

Baca juga: 4 Tips Menjalankan Puasa dengan Aman selama Ramadan

Cara meningkatkan sistem imun tubuh saat puasa

Lemas saat puasa bukan menjadi alasan Anda untuk tidak bergerak aktif. Anda bisa melakukan beberapa cara ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tetap bugar menjalani aktivita sehari-hari saat puasa.

1. Penuhi asupan nutrisi saat puasa

asupan nutrisi saat puasa

Saat Anda menjalankan ibadah puasa pola makan akan berubah. Hal ini mungkin akan membuat Anda kekurangan asupan nutrisi seperti biasanya. Selain karbohidrat, nutrisi lain yang juga diperlukan tubuh selama puasa adalah vitamin C dan zinc. Keduanya merupakan perpaduan yang tepat untuk menjaga sistem imun tubuh tetap sehat.

Vitamin C dapat Anda peroleh dengan mengkonsumsi buah-buahan (jeruk, apel, pepaya, mangga, atau kiwi) dan sayur (kembang kol, bayam, tomat, dan brokoli). Sementara sumber makanan yang mengandung zinc seperti daging ayam, daging sapi, dan sayuran hijau.

Bila perlu, saat sahur dan berbuka Anda bisa mengonsumsi suplemen  yang kaya akan zinc atau vitamin C, supaya asupan keduanya tetap terjaga dengan baik.

2. Tidur yang cukup

manfaat tidur untuk puasa

Durasi tidur yang dianjurkan untuk orang dewasa yakni tidak kurang dari tujuh jam. Tapi saat puasa, Anda mungkin akan kesulitan untuk melakukannya, karena harus bangun di waktu sahur. Untuk mengatasi hal tersebut, cobalah untuk mengatur jadwal tidur dan bangun saat puasa, agar tidur menjadi lebih teratur dan dapat menjaga kesehatan kekebalan tubuh Anda.

3. Mengelola stres dengan baik

cara mengurangi stres

Sama halnya dengan kurang tidur, stres juga berpotensi meningkatkan hormon kortisol yang dapat menghambat kerja sistem imun tubuh. Stres memang hal yang wajar, namun Anda harus bisa mengelolanya dengan baik supaya tidak berlarut-larut dan tidak mudah terserang penyakit. Sehingga ibadah puasa dapat berjalan baik.

Baca juga: Mengelola Stres Selama Wabah Virus Corona

4. Tetap berolahraga

olahraga saat puasa

Cobalah olahraga secara teratur dan ringan selama menjalani puasa, seperti berjalan kaki setiap hari sekitar 30 menit. Ini dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda.

Jika Anda tidak berolahraga secara teratur, sistem kekebalan tubuh Anda mudah lemah, akibatnya Anda jadi lebih mudah sakit. Olahraga juga dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak, yang keduanya baik untuk sistem kekebalan Anda.

Setelah tahu bahwa puasa banyak memberikan manfaat dan dampak positif bagi tubuh, Anda sudah semakin semangat menjalani ibadah puasa bukan? (PR)


Medicaldaily. Diakses pada April 2020. Fasting Diet Leads To Healthier Aging And Immune System Improvements. http://www.medicaldaily.com/fasting-diet-leads-healthier-aging-and-immune-system-improvements-316246
Collective-evolution. Diakses pada April 2020. Scientists Explain How Fasting Fights Cancer, Triggers Stem Cell Regeneration & Changes Your Brain (In A Good Way). http://www.collective-evolution.com/2016/08/27/scientists-explain-how-fasting-fights-cancer-triggers-stem-cell-regeneration-changes-your-brain-in-a-good-way/
Total Health Institute. Diakses pada April 2020. Spiritually Can Boost Your Health. http://www.totalhealthinstitute.com/spirituality-can-boost-your-health/
Health Harvard. Diakses pada April 2020. Staying Healthy- How to Boost Your Immune System. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system diakses 19 April 2018.


Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan