Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Depresi pada Anak, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

depresi pada anak farmaku

Semua orang, termasuk anak, pasti pernah merasakan sedih, putus asa, takut, dan khawatir. Meskipun tidak semua perasaan sedih menjadi indikasi bahwa adanya gangguan kesehatan mental, tapi Anda perlu waspada ketika anak mulai terganggu aktivitasnya. Hal ini bisa jadi merupakan salah satu gejala depresi pada anak.

Layaknya orang dewasa, depresi yang dialami si Kecil pun harus segera diatasi. Jika tidak, kondisi ini akan mengganggu tumbuh kembang fisik dan mentalnya. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena depresi dapat teratasi dengan penanganan yang tepat. Supaya dapat segera disembuhkan, yuk kenali gejala depresi pada anak di bawah ini!

Tanda-Tanda Depresi pada Anak

Depresi adalah gangguan suasana hati yang mendalam dan berlangsung dalam kurun waktu tertentu yang menyebabkan rasa tidak peduli. Tanda-tanda depresi pada anak serupa dengan orang dewasa, tapi terkadang dalam bentuk yang berbeda. Dengan mengetahui gejalanya sedari awal, Anda bisa melakukan pencegahan atau perawatan dengan segera.

Berikut ciri-ciri depresi pada anak:

  • Lekas marah atas hal-hal kecil
  • Merasa sedih dan putus asa terus-menerus
  • Menarik diri dari lingkungan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sensitif terhadap penolakan
  • Perubahan pola makan, baik itu naik atau turun secara signifikan
  • Perubahan pola tidur, seperti kurang tidur atau tidur berlebih
  • Sering merasa kelelahan dan kekurangan energi
  • Merasa tidak berharga dan bersalah
  • Mulai mengalami gangguan fisik, seperti sakit kepala atau mual yang tidak responsif terhadap berbagai pengobatan
  • Turunnya performa dalam sekolah atau aktivitas lainnya
  • Merasa ingin mengakhiri hidup

Sering kali perubahan emosi anak secara signifikan kurang diperhatikan oleh orang tua. Hal ini disebabkan si Kecil dianggap belum memiliki permasalahan serius yang bisa membuatnya stres. Padahal, banyak kejadian sehari-hari yang dapat mengakibatkan anak merasa tertekan.

Faktor Risiko Depresi pada Anak

Berikut faktor yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami depresi:

Riwayat keluarga

Anak dengan riwayat kesehatan orang tua memiliki depresi atau gangguan psikis berisiko mengalami hal yang sama. 

Stres atau Trauma

Saat anak mengalami perubahan besar secara mendadak juga bisa menjadi salah satu penyebab kesehatan emosinya terganggu. Beberapa contoh di antaranya adalah pindah rumah, perceraian, atau masalah keluarga. Selain itu, pengalaman kurang menyenangkan seperti pelecehan seksual dan fisik pun dapat mengakibatkan trauma.

Faktor Lingkungan

Lingkungan rumah yang tidak ramah anak bisa memicu timbulnya stres, seperti keadaan tempat tinggal dan sekitar yang kacau, penuh dengan kekerasan, dan tidak stabil.

Penindasan

Sering mengalami penindasan dari teman atau orang terdekat lambat laun akan membuat anak mengalami kesedihan terus-menerus. Jika tidak ditangani, kondisi ini mengakibatkan kestabilan emosinya terganggu.

Baca juga:

10 Ide Olahraga untuk Anak yang Membuat Semangat Gerak!

Daftar Makanan Ini Bisa Mempengaruhi Mood Si Kecil, Wajib Tau Moms!

Moms, Ini Pentingnya Jaga Kesehatan Mental Anak Saat School from Home!

6 Cara Mengatasi Depresi Berat pada Anak

Penanganan depresi pada anak akan sedikit berbeda dengan orang dewasa. Pasalnya, tidak semua anak dapat mengungkapkan perasaannya dengan baik. Sehingga, perlu pendekatan untuk membuatnya terbuka kepada orang tua maupun terapis.

Berikut 5 cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi depresi pada anak:

1. Memberi Dukungan dengan Penuh Kasih Sayang

Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan dukungan positif dari orang tua berisiko lebih kecil mengalami depresi. Meskipun anak mendapat dukungan dari teman, namun kunci kesehatan mental berawal dari rumah. Maka, orang tua diharapkan secara konsisten memberikan dukungan, mengutamakan memahami sikap anak dibandingkan mengoreksi, dan menegur dengan kasih sayang.

2. Mengajarkan Anak Kemampuan Sosial dan Emosional yang Baik

Layaknya orang dewasa, anak juga akan mengalami berbagai permasalahan sosial, seperti bertengkar dengan teman atau kekasih. Namun, emosi yang belum stabil membuat kondisi ini bisa mengganggu kesehatan mentalnya. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengajarkan anak mengenai mindfulness atau teknik relaksasi yang dapat membantunya meregulasi emosi.

3. Membangun Hubungan Positif

Membangun hubungan positif dimulai dari rumah antara orang tua dan anak. Selanjutnya, pastikan anak berada pada lingkungan baik dengan teman yang mendukung. Memiliki hubungan yang sehat akan memudahkannya mengatasi berbagai rasa cemas, takut, dan khawatir.

4. Meluangkan Waktu dengan Anak

Salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan si Kecil adalah dengan menghabiskan waktu bersamanya. Rutin berkomunikasi dan terbuka satu sama lain akan membuatnya terbuka akan emosi yang sedang dihadapi. Anda pun akan dengan mudah mendeteksi dini jika ada perbedaan sikap pada anak.

5. Memenuhi Kebutuhan Dasar Anak

Cara mengatasi depresi juga bisa dilakukan dengan memastikan anak sehat secara fisik. Mulailah menerapkan gaya hidup sehat pada seluruh anggota keluarga. Dimulai dari rutin mengonsumsi sayur, buah, susu, maupun multivitamin. Ajaklah keluarga untuk olahraga bersama supaya tubuh tetap bugar, pikiran bahagia, dan hubungan satu sama lain semakin erat.

6. Memastikan Lingkungan Sekolah Mendukung

Selain rumah, anak menghabiskan sebagian harinya di sekolah. Maka, pastikan teman dan guru menjadi pendukung dalam menjaga kesehatan psikis. Tidak hanya itu, sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah juga perlu menjadi perhatian. Tekanan akan tugas dan target yang kurang sesuai dengan kondisi anak akan membuatnya stres. Kombinasi situasi ini lambat laun dapat mengakibatkan depresi pada anak.

Cara Mengobati Depresi pada Anak

Saat mengetahui buah hati mengalami depresi, banyak orang tua yang merasa khawatir karena anaknya akan diberi banyak obat untuk mengatasinya. Padahal, ada banyak macam bentuk perawatan anak yang mengalami depresi, antara lain pengobatan, psikoterapi, perubahan gaya hidup, atau kombinasi. Sebelum memulainya, dokter akan melakukan tes depresi supaya dapat merancang pengobatan yang tepat dengan kondisi anak.

Perhatikan kapan gejala depresi pada anak mulai terlihat. Jika kondisi ini terjadi lebih dari dua minggu, maka Anda harus segera mengunjungi dokter. Kemudian, evaluasi kesehatan mental akan dimulai dengan melakukan wawancara pada anak, orang tua, guru, atau teman sekolah. Jika dibutuhkan, anak akan dimintai melakukan serangkaian tes psikologi.

Pengobatan

Antidepresan merupakan obat yang sering diberikan untuk membantu mengembalikan kesehatan mental anak. Umumnya, pemberian obat dibarengi dengan terapi dan kontrol rutin. Dalam pemberiannya, antidepresan harus sesuai dengan petunjuk dan resep dokter karena memberikan efek samping berupa perilaku hiperaktif.

Selain itu, Food and Drug Administration (FDA) memperingatkan bahwa mengonsumsi antidepresan juga dapat meningkatkan keinginan untuk mengakhiri hidup. Maka, sangat penting untuk selalu memenuhi jadwal kunjungan dokter. Orang tua juga harus meningkatkan pengawasan ketika pengobatan dan perawatan dimulai.

Terapi

Salah satu jenis terapi yang dilakukan adalah cognitive-behavioral therapy (CBT). Terapi ini membantu anak mengidentifikasi pikiran dan perasaan negatif supaya dapat menjadikannya kembali positif. CBT juga dapat mengatasi rasa takut yang berlebihan atas suatu kejadian traumatis yang pernah dialami.

Mengatasi penyakit kesehatan mental pada anak tentu membutuhkan kesiapan psikis dan fisik dari orang tua. Maka, Anda pun jangan ragu untuk mencari bantuan dengan mengikuti forum atau kelompok yang dapat memberikan dukungan. Dengan adanya support, Anda dan keluarga akan merasa lebih mudah dalam mengatasi permasalahan ini.

Greater good. Diakses pada November 2020. Five Ways Parents Can Help Prevent Teen Depression. https://greatergood.berkeley.edu/article/item/five_ways_parents_can_help_prevent_teen_depression.

CDC. Diakses pada November 2020. Anxiety and Depression in Children. https://www.cdc.gov/childrensmentalhealth/depression.html.

Web MD. Diakses pada November 2020. Depression in Children. https://www.webmd.com/depression/guide/depression-children#1.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Ibu & Anak