Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Dermatitis Kontak pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

dermatitis kontak pada bayi farmaku

Dermatitis kontak pada bayi adalah kondisi kulit yang cukup umum. Maka, Anda harus waspada ketika kulit si kecil sering timbul kemerahan dan ruam. Imunitas yang masih berkembang dan kulit yang tipis mengakibatkan bayi mudah mengalami iritasi.

Hampir semua bayi bisa terkena penyakit ini, tapi penderita dermatitis atopik memiliki risiko yang lebih tinggi. Ketika sedang kambuh, bayi akan mengalami rasa gatal yang bisa mengganggu kenyamanan. Sehingga sangat penting bagi orang tua mengetahui penyebab timbulnya penyakit ini supaya dapat dilakukan pencegahan. Berikut berbagai informasi terkait dermatitis kontak pada bayi:

Apa Penyebab Dermatitis Kontak pada Bayi?

Dermatitis kontak adalah peradangan berupa ruam pada kulit akibat kontak dengan benda atau zat yang menyebabkan alergi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, namun sangat umum dialami oleh bayi dan anak-anak. Dilansir dari Stanford’s Children Health, dermatitis kontak pada bayi dibagi menjadi dua tipe. Pembagian ini berdasarkan zat yang mengakibatkan ruam, yaitu iritan dan alergen. 

Dermatitis Kontak Alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi saat kulit bayi bersentuhan dengan zat pemicu alergi atau alergen. Kondisi ini mengakibatkan imun tubuh mengeluarkan pertahanan sehingga timbul gejala. Berikut beberapa jenis alergen yang sering menyebabkan eksim pada bayi dan anak-anak:

  • Metal

Nikel, krom, dan merkuri termasuk dalam metal yang dapat memicu terjadinya penyakit ini. Kandungan-kandungan tersebut biasa ditemukan pada perhiasan imitasi, gesper ikat pinggang, jam tangan, kancing, ritsleting, dan mainan. 

  • Lateks

Lateks banyak ditemukan pada mainan karet, balon, bola, sarung tangan karet, perban, dan dot.

  • Kosmetik

Produk yang mengandung pewarna cenderung memicu timbulnya alergi pada kulit. Adapun kosmetik dengan bahan pewarna antara lain parfum, cat kuku, lipstik, tabir surya, dan pewarna rambut.

  • Obat-obatan

Kandung neomisin yang sering ditemukan pada krim antibiotik dan anestesi lokal dapat menjadi salah satu faktor pemicu alergi.

  • Tanaman ivy, sumac, dan oak yang mengandung minyak penyebab alergi kulit. 

Baca Juga: Rambut Bayi Tipis dan Jarang, Jangan Sepelekan Penyebabnya!

Dermatitis Kontak Iritan

Sesuai dengan namanya, dermatitis ini mengakibatkan kulit mengalami iritasi dan peradangan saat bersentuhan dengan zat iritan. Dua penyebab umum iritan adalah:

  • Zat kimia, seperti deterjen, cairan pemutih, sabun mandi, pelembab, dan minyak wangi.
  • Zat relatif yang sering kontak dengan kulit, seperti ruam popok akibat kulit terlalu lama lembap akibat air seni atau bibir pecah-pecah karena sering dibasahi ludah.

Baca juga: 8 Tips Memilih Produk Perawatan Kulit Bayi yang Sensitif

Apa Gejala Dermatitis Kontak pada Bayi?

Setiap bayi memiliki gejala yang berbeda-beda saat terserang dermatitis atopik. Kondisi akan semakin parah saat anak menggaruk ruam karena rasa gatal yang tidak tertahankan. Jika tidak segera diobati, kulit akan mengalami iritasi, bengkak, kulit mengelupas, dan berdarah. Alhasil, ruam akan semakin tersebar dan meluas.

Adapun gejala dermatitis kontak pada bayi antara lain gatal, nyeri, kulit kemerahan, bengkak, kulit kering dan pecah-pecah, berdarah, dan muncul gelembung berisi cairan. Biasanya, kulit yang bersentuhan dengan iritan dan alergen akan memiliki ciri-ciri paling parah. Ketika buah hati mulai menunjukkan rasa tidak nyaman, segeralah untuk menghubungi dokter untuk memulai pengobatan dan perawatan.

Cara Mencegah Dermatitis Kontak pada Bayi 

Sebagai pencegahan, Anda harus menghindari bayi dari iritan dan alergen. Amati bahan makanan yang menimbulkan gejala setelah mengonsumsinya. Selain itu, perhatikan reaksi kulit bayi sesaat penggunaan detergen, parfum, atau lotion. Jika terbukti menyebabkan peradangan, segera hentikan penggunaan zat-zat tersebut.

Saat iritasi mulai terjadi, Anda dapat memulai perawatan untuk meredakan ruam. Tenangkan kulit bayi dengan melembapkannya menggunakan salep berbahan dasar minyak. Hal ini bertujuan mencegah penyakit tidak menyebar dengan cepat.

Sebaiknya perawatan disesuaikan dengan usia, gejala, dan kondisi kesehatan. Di samping itu, tingkat keparahan iritasi juga akan mempengaruhi langkah-langkah untuk meredakannya. Berikut cara mengurangi gejala dermatitis kontak pada bayi yang bisa Anda terapkan di rumah:

  • Mencuci kulit bayi dengan sabun dan air setelah bersentuhan dengan iritan dan alergen. Bersihkan seluruh area, termasuk wajah, leher, tangan, dan sela-sela jari.
  • Untuk mengurangi iritasi dan peradangan, kompres kulit dengan kain basah dan dingin.
  • Jika ada kulit yang mengeluarkan cairan, balut dengan perban basah dan segera ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
  • Bila dermatitis diakibatkan tumbuhan, cuci baju yang baru dikenakan dan mandikan hewan yang bersama Anda. Minyak pada tumbuhan yang menempel pada pakaian dan bulu hewan dapat memicu timbulnya alergi jika tersentuh.
  • Oleskan krim atau salep kortikosteroid pada kulit agar gatal dan gejala lain berkurang.
  • Berikan obat antihistamin yang bisa meredakan rasa gatal. Perlu diingat bahwa obat dalam bentuk apa pun sebaiknya harus dalam pengawasan dan petunjuk dokter.

Baca juga: Moms, Inilah Cara Memilih Produk Bayi dengan Kulit Sensitif yang Tepat dan Aman!

Pengobatan Dermatitis Kontak pada Bayi

Sebelum pemberian obat, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit. Dokter akan menanyakan riwayat medis dan gejala yang timbul. Selanjutnya, pasien akan diberi obat untuk meredakan. Beberapa obat yang sering diresepkan, seperti:

  • Krim pelembap yang dioleskan sesudah mandi saat kulit masih basah. Gunakan minimal dua kali sehari atau sesering mungkin.
  • Krim steroid topikal ringan untuk mengatasi peradangan.

Pastikan Anda mengingat makanan dan benda apa saja yang baru saja dikonsumsi dan bersentuhan dengan bayi. Hal ini akan membantu dokter dalam memberikan diagnosis. Anda pun akan lebih mudah melakukan pencegahan jika mengetahui sumber iritan dan alergen.

Meskipun beberapa obat dermatitis bisa didapatkan tanpa resep, sebaiknya Anda tetap mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum pemberian. Kondisi kesehatan bayi yang masih rentan membuatnya sensitif terhadap bahan-bahan kimia. Gunakan sesui petunjuk kemasan atau anjuran dokter.

Stanford’s Chidrens. Diakses pada November 2020. Contact Dermatitis in Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=contact-dermatitis-in-children-90-P01679

Skinsight. Diakses pada November 2020. Irritant contact dermatitis. https://www.skinsight.com/skin-conditions/infant/irritant-contact-dermatitis

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Ibu & Anak