Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 18:00 info@farmaku.com 0812 1600 1600

Dyslexia Pada Anak

 22 Aug 2019 Dyslexia | kesehatan



dyslexia pada anak


Dyslexia adalah gangguan dalam proses belajar mengajar yang menyebabkan seseorang kesulitan dalam membaca, menulis, atau mengeja kata-kata. Kondisi dyslexia umumnya terjadi pada anak - anak. Kemampuan berpikir setiap anak pasti berbeda. Ada yang dapat berpikir dengan cepat dan kreatif disertai dengan sistem penalaran yang kuat.

 

Akan tetapi, anak yang menderita dyslexia  akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kata - kata yang ia lihat, baik mengubahnya menjadi huruf atau kalimat. Mereka pun kesulitan untuk mengingat kata - kata dan bunyi yang baru saja didengar.

 

Dyslexia merupakan gangguan yang terjadi pada sistem saraf otak yang berfungsi untuk memproses dan mengolah bahasa, maka dari itu dyslexia dapat dikategorikan sebagai masalah linguistik dan bukan visual. Dyslexia dapat terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa atau anak - anak. Meski kondisi ini berkaitan dengan masalah neurologis bagian otak, namun dyslexia tidak terkait dengan tingkat kecerdasan seseorang.

 

 

 

Penyebab Dyslexia

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab utama dyslexia pada anak, namun diduga gangguan ini dipicu oleh 2 faktor sebagai berikut:

 

  1. Genetik
    Kondisi dyslexia pada anak biasanya karena diwariskan oleh kedua orang tuanya. Orang tua yang mengalami dyslexia kemungkinan akan memiliki keturunan (anak laki - laki) dengan kondisi serupa sebesar 40%. Kondisi ini ditandai dengan gangguan pada bagian otak sebelah kiri yang berfungsi mengatur fungsi bahasa.

  2. Penyakit
    Dyslexia pada anak dapat juga disebabkan oleh beberapa masalah gangguan lainnya yang dialami anak setelah dilahirkan seperti cedera kepala, stroke, dan traumatik.

 

 

 

Ciri-Ciri Dyslexia Pada Anak

Dyslexia dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, tergantung pada umur berapa kondisi ini diderita oleh seseorang. Dyslexia pada anak, sering terjadi saat usia anak 1 - 2 tahun atau setelah anak tumbuh dewasa.

 

Baca juga: Artikel kesehatan lainnya 

 

Pada usia balita, gejala mungkin akan sangat sulit diidentifikasi, akan tetapi setelah anak mulai masuk sekolah, gejala mungkin akan terlihat terutama jika anak sudah masuk tahap membaca. Berikut ciri-ciri anak penderita dyslexia yang dapat Anda ketahui:

 

  • Kesulitan dalam membaca, mengeja, dan berhitung
  • Kesulitan dalam mengingat bunyi yang baru didengar
  • Kesulitan dalam mengucapkan kembali kata - kata asing
  • Kesulitan untuk menerjemahkan bunyi atau suara
  • Kesulitan mengingat atau membedakan huruf abjad, warna, dan angka
  • Sering salah dalam menyebutkan nama
  • Menulis kata dengan terbalik, misalnya kata "top" menjadi " pot"
  • Sulit memahami dan mengikuti arah (kanan dan kiri)
  • Menulis dengan pola yang tidak teratur
  • Sulit berkonsentrasi

 

 

 

Apakah Dyslexia Pada Anak Bisa Disembuhkan?

Dyslexia yang dialami oleh anak tidak dapat disembuhkan. Gangguan belajar ini akan tetap dimiliki oleh anak seiring bertambahnya usia. Bahkan pada orang dewasa sekali pun, kehadiran gangguan terkadang tidak disadari oleh mereka. Namun, anak dengan dyslexia dapat tetap belajar dan berkarya dengan dukungan dan perawatan yang tepat. Salah satunya dengan pemberian terapi.

 

 

Terapi Dyslexia

Karena dyslexia adalah masalah linguistik pada anak, maka terapi yang tepat adalah terapi fonik. Terapi fonik adalah terapi yang dikhususkan untuk anak penderita dyslexia karena jenis terapi ini dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis anak melalui identifikasi suara. Perawatan dyslexia melalui terapi fonik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 

 

  • Mengenalkan bunyi kata yang terdengar sama
  • Membaca dan menulis dari tingkat kesulitan yang paling rendah
  • Memahami arti dan makna dari setiap kata yang disebutkan

Sebagai orang tua Anda juga dapat mendukung proses peningkatan kemampuan anak melalui beberapa cara sederhana seperti:

 

  • Berbicara dalam suara keras dan jelas di hadapan anak
  • Berkoordinasi dengan guru di sekolah
  • Memberi semangat agar anak berani menulis dan membaca
  • Sediakan waktu yang banyak untuk belajar dengan suasana yang menyenangkan
  • Konsultasi pada dokter mengenai perkembangan kemampuan anak

 

 

 

Kesimpulan:

Dyslexia adalah gangguan belajar yang disebabkan oleh kelainan atau gangguan pada saraf otak. Kondisi ini umumnya dialami oleh anak - anak pada kisaran usia 1 -2 tahun, dan orang dewasa. Dyslexia pada anak adalah kasus yang paling banyak ditemukan. Penyebab utamanya sulit untuk diketahui, namun faktor genetik, cedera atau masalah medis lain yang dialami oleh anak dapat memicu terjadinya dyslexia pada anak .

 

Ditandai dengan kemunculan beberapa gejala yang berkaitan dengan kemampuan linguistik. Dyslexia pada anak sayangnya tidak dapat disembuhkan. Meski begitu dapat dilakukan terapi fonik dan dukungan orang tua agar kemampuan anak dalam belajar dapat meningkat.

 

 

 

Sumber: 

  1. understood.org. Treatment for Kids With Dyslexia.




Bagikan artikel ini :




Dyslexia   kesehatan