Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Happy Hypoxia, Gejala Baru Covid-19

happy hypoxia

Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung saat ini memang merupakan penyakit baru yang masih terus diteliti secara pasti. Namun, akhir-akhir ini, istilah ‘happy hypoxia‘ seringkali muncul dan dikaitkan dengan infeksi virus corona. Meski memiliki nama yang terkesan positif, hipoksia ini perlu diwaspadai karena bisa dibilang fenomena baru yang cukup berbahaya.

Salah satunya adalah gejala hipoksia yang diduga membuat sejumlah pasien Covid-19 di Indonesia mengalami kematian tanpa menunjukan gejala sama sekali. 

Baca juga: Gejala Awal Terinfeksi Virus Corona dari Hari ke Hari

Apa Itu Happy Hypoxia? 

happy hypoxia

 

Happy Hypoxia adalah kondisi penurunan kadar oksigen dalam darah, namun pasien sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda kesulitan bernapas. 

Pada dasarnya, ketika kadar oksigen dalam darah dikatakan rendah, seseorang mungkin akan mengalami sesak napas atau dalam dunia medis dikenal dengan dispnea. 

Sementara itu, studi terbaru dari Loyola University Health System yang ditulis Science Daily menyatakan bahwa pasien mengidap covid-19 yang mengalami gejala terbaru tersebut masih bisa beraktivitas seperti biasa layaknya orang normal tanpa mengalami masalah sesak napas sama sekali. Oleh sebab itu, fenomena tersebut diketahui telah membingungkan banyak dokter karena dianggap bertentangan dengan biologi dasar. 

 

Penyebab Happy Hypoxia

happy hypoxia

Sebetulnya ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami hipoksia, penyebab happy hypoxia antara lain: 

  • Terjadi gangguan fungsi paru-paru (asma, pneumonia, bronkitis atau kanker paru-paru)
  • Mengalami kelainan jantung
  • Gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur
  • Anemia

Beberapa teori menyebutkan bahwa happy hypoxia gejala terjadi akibat peradangan pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh virus corona, ada pula yang menilai bahwa hal ini dapat terjadi karena terdapat gangguan pada sistem saraf yang berperan mengatur fungsi pernapasan dan kadar oksigen di dalam darah. 

Hal yang sama juga disebutkan oleh dr. Martin J Tobin, seorang profesor  kedokteran paru dan perawatan kritis di Loyola University Medical Center yang ditulis dalam sebuah studi penelitian. Dalam penelitian yang dilakukan pada 16 pasien Covid-19  dengan tingkat kadar oksigen yang rendah yang tidak mengalami gejala sesak napas, ditemukan bahwa bagaimana respon otak terhadap tingkat oksigen yang rendah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pasien Covid-19 tidak merasakan gejala apapun saat mengalami hipoksia jenis ini. 

Selain itu dr. Tobin juga mencurigai bahwa virus SarS-CoV-2 (coronavirus) bisa saa mempengaruhi reseptor tubuh sehingga pada kadar kadar oksigen yang rendah tubuh tidak merespon apapun. Hal ini dikatakan juga dengan kurangnya indera penciuman yang ditemukan pada beberapa pasien covid-19. 

 

Diam- diam Mematikan

Happy hypoxia disebut juga sebagai silent hypoxia kondisi gangguan pada saluran pernapasan yang diam-diam mematikan. Perlu diketahui bahwa kadar oksigen dalam darah ada pada rentang 95-100% atau sekitar 75- 100 mmHG. Bila kadar oksigen berada di bawah 60 mmHg, hal itu menunjukan bahwa tubuh memerlukan oksigen tambahan. Sedangkan jika kadar oksigen dalam dalam kurang dari angka tersebut, maka tubuh bisa dianggap mengalami hipoksemia atau hipoksia. 

 

Gejala Hypoxia Pada Umumnya

gejala happy hypoxia

 

Sebagian besar penderita yang mengalami hipoksia akan mengalami beberapa gejala sesak napas, badan lemas, bibir dan kuku tampak kebiruan diikuti dengan warna kulit yang pucat.

Akan tetapi pada Covid-19 yang dasarnya merupakan penyakit pernapasan akibat virus, infeksi virus tersebut dapat mengurangi jumlah asupan oksigen di dalam darah yang seharusnya diserap oleh paru-paru. Itulah sebabnya kadar oksigen darah yang sangat rendah  ditemukan pada sejumlah pasien positif Covid-19. 

Kondisi ini jelas berbahaya dan dapat mengakibatkan risiko terburuk yaitu apabila kadar oksigen dalam dalam terus mengalami penurunan, maka organ-organ tubuh seperti  otak, ginjal, dan organ vital lainnya  akan mati sehingga dapat mengancam nyawa. 

Baca juga: Waspada! Ini Bedanya Antara ISPA dan Pneumonia

Bagaimana Penanganan Happy Hypoxia? 

gejala happy hypoxia

 

Hingga saat ini belum ditemukan karakter atau kriteria khusus yang menandai seseorang mengalami penyakit happy hypoxia. Menurut dokter ahli paru intervensi dr. Udit Chaddha yang dikutip pada halaman Today.com, Kondisi hipoksia tanpa gejala ini hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan kadar oksigen dalam tubuh menggunakan pulse oximeter sebagai pemeriksaan awal penyakit happy hypoxia. Alat ini berfungsi mengukur saturasi oksigen yang dibawa dalam sel darah merah seseorang. Biasanya, Anda akan diminta untuk menempelkan ujung jari agar kadar oksigen dalam tubuh Anda dapat terbaca oleh alat ini. 

Pada kasus hipoksia baik yang bergejala maupun tidak tetap perlu segera ditangani oleh dokter atau praktisi kesehatan dengan segera. Penanganan happy hypoxia umumnya dokter akan memberikan penambahan oksigen melalui selang atau masker oksigen. Bagi banyak orang, cara ini cukup untuk membuat tingkat oksigen dalam tubuh kembali normal.  

Baca juga : Alami Gejala Virus Corona? Berikut Protokol Kesehatan yang Perlu Dipahami

Jika Anda merasa mengalami gejala covid-19 atau pernah kontak dengan pasien positif, pastikan Anda mengkonsultasikan keluhan dengan benar pada dokter. Karena jika Anda dinyatakan terinfeksi virus corona namun tidak menunjukan gejala apapun, bisa saja terjadi karena kondisi happy hypoxia.

 

rumah sakit rujukan covid-19

 

Fenomena hipoksia yang tidak biasa ini bukanlah kondisi yang perlu Anda takutkan. Akan tetapi tetap wajib diwaspadai dengan meningkatkan upaya preventif covid-19. Pastikan Anda selalu rajin mencuci tangan selama 20 detik, menggunakan masker (jika harus keluar rumah), dan menjaga jarak paling tidak 1-2 meter dengan orang lain. Jangan lupa untuk selalu menjaga sistem imun dengan rutin mengkonsumsi vitamin dan suplemen yang bisa dengan mudah Anda temukan di apotek online terdekat #SehatJadiMudah bukan FarmaFriends? (PK) 

Mayo Clinic. Diakses pada Oktober 2020. Symptoms. Hypoxemia.https://www.mayoclinic.org/symptoms/hypoxemia/basics/when-to-see-doctor
Medical News Today. Diakses pada Oktober 2020. COVID-19: How do we explain 'happy' hypoxia?.https://www.medicalnewstoday.com/articles/covid-19-how-do-we-explain-happy-hypoxemia#Informal-survey
Science Daily. Diakses pada Oktober 2020. Study explains potential causes for 'happy hypoxia' condition in COVID-19 patients.
Today. Diakses pada Oktober 2020. What is 'silent hypoxia'? Experts weigh in on COVID-19 symptom. https://www.today.com/health/happy-hypoxia-meaning-experts-discuss-coronavirus-symptom-signs-t181080


Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait COVID-19