Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 18:00 info@farmaku.com 0812 1600 1600

Mengenal Hipertensi dan Cara Mencegah Komplikasi Hipertensi

 15 Sep 2020 Kesehatan | Jantung




Darah tinggi merupakan salah satu penyakit berbahaya yang sering kali tidak menunjukkan gejala. Sehingga, cukup banyak penderitanya yang terlambat menyadari dan mengetahui setelah stadium akhir. Keterlambatan penanganan hipertensi dapat memicu terjadinya komplikasi organ yang berujung kematian.

 

Baca Juga: Hipertensi (Darah Tinggi): Gejala dan Penyebab

 

Meskipun sudah ada obat untuk menangani darah tinggi, namun perawatan yang dilakukan hanyalah membantu menurunkan risiko penyakit semakin parah. Hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menghilangkan penyakit darah tinggi. Ini lah mengapa sangat penting untuk melakukan pencegahan supaya darah tinggi tidak menyebabkan penyakit jantung dan komplikasi lainnya. Yuk, baca informasi lengkap terkait komplikasi hipertensi di bawah ini!

 

Bagaimana Proses Darah Tinggi Bisa Sebabkan Penyakit Jantung?

 

komplikasi hipertensi

 

Hipertensi yang terus dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik dapat memicu terjadinya komplikasi. Beberapa komplikasi yang ditimbulkan dari darah tinggi antara lain stroke, gangguan ginjal, kerusakan retina, penyakit pembuluh darah tepi, gangguan saraf, dan gangguan otak. Selain keenam penyakit tersebut, kasus yang cukup sering ditemukan adalah darah tinggi menyebabkan penyakit jantung. Hal ini terjadi karena menyempitnya pembuluh darah sehingga asupan darah ke jantung menjadi berkurang.

 

Namun, setiap jenis penyakit jantung memiliki penyebab yang berbeda-beda. Berikut, hubungan darah tinggi dan penyakit jantung yang perlu diketahui:

 

1. Serangan jantung

 

Tekanan darah yang tinggi dalam waktu yang lama mengakibatkan rusaknya pembuluh darah arteri. Akibatnya, aliran darah menuju otot-otot jantung terhambat dan memicu terjadinya serangan jantung.

 

2. Jantung koroner

 

Ketika pembuluh darah rusak, mengeras, dan mengencang; aliran darah ke jantung jadi terhalang. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasa sesak napas dan nyeri pada dada. Kedua gejala tersebut adalah tanda-tanda penyakit jantung koroner.

 

3. Gagal jantung

 

Hipertensi mengakibatkan jantung bekerja lebih keras dari kondisi normal. Hal ini menyebabkan dinding dan otot jantung menebal, sehingga jantung mengalami kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut dengan gagal jantung.

 

4. Aneurisma

 

Salah satu dampak dari hipertensi adalah dinding arteri melemah dan munculnya kantung rapuh pada pembuluh darah arteri atau disebut dengan aneurisma. Jika tidak kunjung diobati, perlahan tekanan darah yang tinggi menyebabkan kantung menjadi pecah dan menimbulkan kerusakan organ hingga kematian.

 

5. Penyakit arteri perifer

 

Dampak yang ditimbulkan dari rusaknya pembuluh darah akibat hipertensi adalah aliran darah ke beberapa organ berkurang. Efek yang ditimbulkan adalah bagian tubuh yang terdampak tidak dapat berfungsi dengan sempurna.


Cara Mencegah Komplikasi Hipertensi

 

komplikasi hipertensi

 

Bagi Anda penderita darah tinggi, pengobatan harus terus dilakukan guna mencegah terjadinya komplikasi hipertensi. Konsumsi obat hipertensi sesuai dengan dosis dan petunjuk dokter. Perawatan yang tidak rutin dan disiplin akan menimbulkan gangguan pada organ tubuh lainnya. Terlebih dampak hipertensi pada penyakit jantung bisa mengakibatkan kerusakan permanen dan kematian. Berikut tips untuk mencegah komplikasi:

 

1. Mengonsumsi makanan bergizi

 

Makanan yang direkomendasikan adalah sayuran, buah, dan susu rendah lemak untuk membantu menurunkan tekanan darah. Hindari minuman beralkohol dan merokok untuk menjaga kesehatan Anda.

 

2. Berolahraga teratur

 

Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari untuk mencegah hipertensi dengan menurunkan tekanan darah. Olahraga yang cocok bagi Anda penderita hipertensi adalah aerobik, jogging, jalan, berenang, dan bersepeda.

 

3. Rutin cek tekanan darah

 

Kesalahan fatal pasien hipertensi adalah menghentikan pengobatan dan tidak rutin melakukan cek tekanan darah karena merasa tidak ada gejala yang menyerang. Kelalaian ini akan berakibat penyakit semakin parah dan menimbulkan komplikasi.

 

4. Kelola stres

 

Pikiran yang terlalu penuh dapat meningkatkan tekanan darah pada tubuh. Kondisi ini tentunya akan menghambat proses pengobatan atau bahkan memperburuk hipertensi dan memicu terjadinya komplikasi. Pastikan Anda berada di lingkungan suportif untuk menjaga kesehatan mental.

 

Cara Mencegah Komplikasi Penyakit Jantung

 

penyakit jantung

 

Sama halnya dengan hipertensi, penyakit jantung juga dapat memicu penyakit lainnya. Umumnya komplikasi penyakit jantung memberikan tanda-tanda berupa sesak napas dan nyeri dada. Kondisi ini terjadi karena pasien tidak disiplin mengonsumsi obat dan tidak mengubah gaya hidupnya.

 

Pencegahan komplikasi penyakit jantung serupa dengan langkah-langkah preventif terjadinya komplikasi hipertensi. Kunci dari tetap terjaganya kesehatan dan tekanan darah stabil adalah pengaplikasian pola hidup sehat. Konsumsi makanan bernutrisi, berhenti merokok, serta rajin berolahraga. Tidak hanya itu, Anda juga harus memperhatikan kesehatan mental karena stres dapat memicu terjangkitnya darah tinggi dan penyakit jantung.

 

Baca Juga: Diagnosis Hipertensi: Membaca Hasil Tes dan Klasifikasi

 

Pastikan juga Anda mengonsumsi obat penyakit jantung sesuai dengan petunjuk dan arahan dokter. Jangan menghentikan dan melanjutkan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu karena bisa berdampak pada proses penyembuhan. Lakukan skrining dan pengecekan kesehatan jantung supaya dapat segera dilakukan tindakan jika kondisi semakin buruk.

 

8 Makanan yang Baik untuk Penderita Hipertensi

 

makanan yang baik untuk penderita hipertensi

 

Hipertensi adalah penyakit yang bersifat silent killer karena sering kali tanpa tanda-tanda dan terdeteksi ketika sudah parah. Akibat darah tinggi, pembuluh darah mengalami gangguan yang kemudian berujung terjadinya komplikasi. Inilah mengapa penting bagi Anda yang memiliki faktor risiko tinggi untuk menjaga kesehatan.

 

Ada beberapa faktor risiko penyebab hipertensi, yaitu faktor yang tidak bisa diubah, seperti usia dan riwayat keluarga. Lalu yang kedua adalah faktor yang bisa dikontrol seperti asupan makanan yang juga memiliki andil seseorang terserang darah tinggi. Supaya tekanan darah Anda stabil, berikut 8 makanan yang baik untuk penderita hipertensi:

 

1.Sayuran hijau

 

Kandungan potasium pada sayuran hijau dapat mengurangi kelebihan sodium pada tubuh melalui urin serta menurunkan tekanan darah tinggi. Sayuran yang termasuk pada kelompok ini antara lain bayam, kale, selada, dan bit hijau. Hindari mengonsumsi sayuran dalam kaleng karena biasanya mengandung sodium tinggi.

 

2. Oatmeal

 

Oatmeal baik bagi kesehatan karena tinggi serat, rendah lemak, dan rendah sodium. Tiga komposisi tersebut dapat menurunkan tekanan darah pada tubuh. Konsumsi oatmeal dengan cara menambahkan madu serta buah-buahan yang juga memiliki efek baik bagi tekanan darah seperti pisang dan berries.

 

3. Pisang

 

Pisang merupakan buah kaya akan potasium yang baik untuk penderita hipertensi. Anda bisa memakannya bersama telur rebus atau bersama oatmeal sebagai menu sarapan maupun cemilan.

 

4. Coklat hitam

 

Penelitian dari cardiovasculare disease (CD) mengungkapkan bahwa coklat hitam bisa menurunkan risiko terserang penyakit jantung. Pada coklat hitam, 60% kandungannya adalah coklat sehingga kadar gulanya pun masih aman bagi tubuh.

 

5. Salmon, makarel, dan ikan mengandung Omega-3

 

Ikan adalah hewan yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Ikan makarel mengandung tinggi protein, sedangkan ikan berlemak dan mengandung omega-3 berguna untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan penyakit lainnya.

 

6. Susu skim dan yogurt

 

Susuk skim yang mengandung kalsium tinggi dan rendah lemak bisa menurunkan tekanan darah. Penelitian American Heart Association membuktikan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi susu ataupun yogurt menurunkan risiko terserang hipertensi sebanyak 20%.

 

7. Berries

 

Berries, terutama blueberry, kaya akan flavonoid yang dapat mencegah terjadinya hipertensi dan membantu menurunkan tekanan darah. Anda bisa mengonsumsi blueberry, stroberi, atau raspberry dengan menambahkan pada oatmeal atau mengolahnya sebagai minuman.

 

8. Delima

 

Banyak manfaat yang didapat dengan mengonsumsi buah delima. Penelitian menunjukkan bahwa rutin minum jus delima setiap harinya dapat menurunkan tekanan darah dalam waktu yang singkat. Namun, pastikan olahan delima yang Anda konsumsi tidak mengandung banyak gula.

 

Selain mengonsumsi makanan sehat, Anda juga dianjurkan mengurangi gula, garam dan lemak pada makanan. Ketiga bahan tersebut merupakan sumber utama yang memicu penyakit jantung. Tidak kalah penting, Anda juga harus memperhatikan kesehatan mental. Stres yang berlebihan berkontribusi akan tingginya tekanan darah.

 

Untuk mempercepat proses penyembuhan, Anda dianjurkan berada di lingkungan yang mendukung memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik. Selain itu, sangat penting melakukan pemeriksaan tekanan darah secara mandiri di rumah dan berkonsultasi ke dokter untuk menghindari terjadinya komplikasi. Ingat, kunci dari mencegah darah tinggi semakin parah adalah disiplin dalam pengobatan dan menjalani gaya hidup sehat.

 

Sumber:

 

 

  • Heart. Diakses pada Agustus 2020. How High Blood Pressure Can Lead to a Heart Attack.
    https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/health-threats-from-high-blood-pressure/how-high-blood-pressure-can-lead-to-a-heart-attack
  • WHO. Diakses pada Agustus 2020. Blood pressure control: complication prevention.
    https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/254746/9789290618034-hyp-mod7-eng.pdf?sequence=7&isAllowed=y
  • Healthline. Diakses pada Agustus 2020. Food good for high blood pressure.
    https://www.healthline.com/health/foods-good-for-high-blood-pressure#foods-to-try




Bagikan artikel ini :




Kesehatan    Jantung