Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Bolehkan Menahan Kencing? Apa Saja Bahayanya?

 16 Nov 2018



bolehkah menahan kencing?


Mungkin kita sedang terjebak macet di jalan, atau mungkin kita sedang menonton film di bioskop, atau juga kita sedang meeting selama berjam-jam. Ya, tentunya kita pasti pernah menahan kencing.

 

Secara rata-rata, seseorang buang air kecil sebanyak 5-10 kali setiap hari, dan sekitar 1-2 kali di malam hari, ujar Dr. Tan Yung Khan, Urolog dari Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Singapura. Ada banyak faktor yang menentukan seberapa sering seseorang bolak balik ke kamar kecil untuk buang air. Aktivitas fisik, suhu ruangan, dan volume cairan yang diminum adalah beberapa alasannya.

 

Mengkonsumsi minuman seperti bir, kopi, teh, dan pemanis buatan dapat merangsang tubuh memproduksi lebih banyak urin. Beberapa kondisi iritasi dan infeksi pada kandung kemih menyebabkan produksi urin yang lebih banyak lagi.

 

Banyak orang mengklaim, menahan kencing membuatnya sakit dan nyeri pada bagian bawah perut. Pertanyaannya, apakah boleh menahan kencing? Apakah menahan kencing akan mengakibatkan kencing batu?

 

 

Mengenal Proses Buang Air Kecil

Secara biologi, kapasitas kandung kemih kita yaitu sekitar 300-400ml (atau sekitar 1-2 gelas air), lebih banyak 30ml dari volume kandung kemih anak-anak. Tidak mengherangkan bila mereka cenderung lebih cepat ingin buang air kecil.

 

Kandungan urin bukan saja minuman yang kita minum beberapa jam lalu. Dalam urin terdapat limbah dari hati, seperti urokrom, urea, dan kreatin, serta ammonia dan garam.

 

Ketika terisi penuh, kandung kemih akan mengirim signal untuk memberitahu otak, ini adalah saatnya untuk buang air kecil. Otak akan memberikan keinginan (perasaan) untuk kencing sekaligus juga memberikan instruksi kepada kandung kemih untuk dapat menahan kencing. Dalam keadaan normal, tentunya menahan kencing tidak menjadi masalah. Namun seiring bertambahnya usia, perubahan hormon, kehamilan, ataupun kendurnya otot, terutama otot lantai pelvis, kebocoran saat menahan kencing mungkin sekali terjadi.

 

Sebuah fakta unik ditulis dalam artikel Sekolah Medis Harvard yang mengatakan, jika kita membiasakan diri buang air kecil sebelum ‘kebelet’, tubuh kita akan beradaptasi dengan hal ini. Ia akan mengirim signal ke otak untuk buang air kecil saat kandung kemih masih terisi dengan volume urin yang lebih sedikit dari normal. Hal ini membuat kita akan lebih sering ke kamar kecil untuk buang air.

 

Hal sebaliknya, dengan sering menahan kencing, kita akan melatih kandung kemih untuk dapat meningkatkan volume urin yang dapat ia tampung. Seiring berjalannya waktu, hal ini membuat kita lebih jarang ke kamar kecil.

 

 

Seberapa Bahaya Menahan Kencing?

Bolehkan menahan kencing?

 

Walaupun ada kisah tentang Tycho Brahe, seorang bangsawan asal Denmark yang menolak untuk buang air kecil dan lebih memilih untuk menahannya karena alasan etiket saat ia menghadiri sebuah acara makan malam, menahan kencing sesekali tidaklah berbahaya. Secara medis, kita boleh melakukannya dan jarang sekali terjadi komplikasi dari kegiatan menahan kencing. Namun jangan membuatnya menjadi kebiasaan. Selain itu ada beberapa hal yang dapat terjadi akibat menahan kencing.

 

Pertama, menahan kencing dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. “Saya pernah menemukan ini pada seorang pasien yang menahan kencing terlalu lama akibat melakukan penerbangan yang panjang karena dia enggan menggunakan toilet di pesawat.”, kata Dr. Tan.

 

Infeksi saluran kemih dapat dikenali dengan rasa perih yang sangat dan terbakar saat buang air kecil. Selain itu, penderita infeksi saluran kemih juga akan mengalami demam dan adanya darah pada urin.

 

“Wanita cenderung lebih mudah terkena infeksi ini. Dan pengobatannya dilakukan dengan konsumsi antibiotik untuk infeksi saluran kemih.”

 

Kedua, penderita diabetes juga lebih rentan terhadap bahaya menahan kencing terlalu lama. “Pada pasien penderita diabetes yang tidak melakukan kontrol dan perawatan untuk penyakitnya dengan baik, saya menemukan masalah sistopati diabetik, dimana saraf yang menuju kandung kemih tidak membiarkan kandung kemih berkontraksi dengan seharusnya, sehingga pengeluaran urin tidak maksimal. Hal ini disebabkan oleh kandung kemih yang terlalu merenggang akibat menahan kencing terlalu lama.”, ungkap Dokter Tan.

 

 

Akibat Menahan Kencing Pada Orang Normal

Bagaimana dengan orang normal? Apakah sering menahan kencing dapat membuat kandung kemih sakit dan semakin renggang?

 

Ya, menurut sebuah penelitian yang dituangkan dalam artikel Medical News Today, kebiasaan menahan kencing dapat membuat kandung kemih menjadi renggang dalam jangka panjang. Kondisi ini dapat menyebabkan kandung kemih tidak dapat melakukan buang air secara normal.

 

Kabar baiknya, menurut penelitian yang sama, gagasan bahwa salah satu bahaya menahan kencing adalah pecahnya kandung kemih, sangat jarang terjadi.

 

 

Jadi Kesimpulannya, Menahan Kencing Aman Dilakukan?

Jika kita dalam kondisi sehat, tidak hamil, dan tidak menderita diabetes, kita tidak perlu khawatir apabila harus menahan kencing sesekali. Tapi ingat, sebaiknya jangan menahan kencing terlalu lama, maksimal adalah 3 jam.

 

Pada malam hari, tubuh kita akan memproduksi hormon yang memperlambat produksi urin oleh ginjal. Walaupun begitu, biasakan jangan minum air tepat sebelum tidur, karena walaupun produksi urin diperlambat, tetap ada kemungkinan kandung kemih menjadi penuh dan kita tanpa disadari menahan kencing saat tidur selama berjam-jam.

 

Itulah mengapa terkadang kita terbangun di malam hari untuk buang air kecil.






Bagikan artikel ini :