Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 18:00 info@farmaku.com 0812 1600 1600

Cuci Tangan pakai Hand Sanitizer atau Sabun, Mana yang Lebih Efektif?

 07 Feb 2020 | Sanitizer



mencuci tangan dengan benar


Hand sanitizer adalah alternatif yang sering kali digunakan untuk membersihkan tangan saat berpergian karena tidak memerlukan air dan dapat diletakan dimana saja. Terlebih jika Anda ingin membuat tangan bersih secara cepat. Akan tetapi meski pembersih tangan berbasis alkohol (persentase alkohol dengan kadar konsentrasi 45- 95% atau lebih) hanya dapat mengurangi jumlah kuman belum pasti dapat membantu mencegah penyebaran virus.

 


Kelebihan dan kekurangan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer

 

manfaat hand sanitizer

 

Hand sanitizer atau pembersih tangan berbasis alkohol dinilai dapat menonaktifkan bakteri dengan sangat efektif apabila digunakan dengan cara yang benar. Namun pada nyatanya, banyak orang yang menggunakan hand sanitizer dengan volume yang cukup (direkomendasikan selama 40-60 detik).

 

Menurut seorang ahli kesehatan Universitas Kedokteran Massachusett, dr. Richard Ellison, sanitizer dapat mengganti sabun dan air jika terlihat di tangan. Antibakteri yang terkandung dalam alkohol akan membunuh organisme. Namun, tahukah Anda bahwa alkohol harus langsung menyentuh bakteri atau mikroorganisme tersebut. Jika jumlah kotoran pada tangan sangat banyak, sanitizer mungkin tidak akan mencapai mikroorganisme yang ada di bawah kotoran.

 

Kandungan alkohol yang cukup tinggi pada sanitizer, mungkin efektif membersihkan tangan sekaligus membunuh kuman, bakteri, atau mikroorganisme yang bersembunyi di bawah kotoran. Namun, disamping manfaatnya, sebuah studi menemukan kasus sejumlah siswa sekolah di Amerika Serikat mengalami keracunan akibat makan dari tangan setelah menggunakan hand sanitizer. Bahkan berdasarkan info dari National Data System, sekitar 70.669 anak di bawah usia 12 tahun terkena dampak penggunaan hand sanitizer.

 

Kelebihan dan kekurangan mencuci tangan dengan sabun dan air

 

sabun cuci tangan

 

Center Disease of Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun jika memungkinkan. Penggunaan hand sanitizer mungkin tidak seefektif mencuci tangan.

 

Meski penelitian menunjukan bahwa hand sanitizer memiliki aktivitas antibakteri yang lebih mudah cepat. Namun hand sanitizer tidak memiliki kemampuan yang dihasilkan sabun dan air, yakni menghilangkan semua jenis kuman yang bersemayam pada kotoran sehingga tidak cukup efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.

 

Hand sanitizer mungkin tidak akan bekerja seefektif sabun ketika tangan tampak kotor dan berminyak. Menurut CDC, penelitian menunjukan hand sanitizer dapat bekerja dengan baik apabila tangan bersentuhan langsung dengan kuman tetapi umumnya tidak dalam kondisi yang sangat kotor atau berminyak (menangani makanan, berolahraga, bekerja di kebun, dan lain-lain).

 

Selain itu, hand sanitizer mungkin tidak akan menghilangkan bahan kimia berbahaya seperti pestisida, dan logam berat dari tangan. Setelah tangan bersentuhan langsung dengan bahan kimia berbahaya, segeralah cuci kedua tangan menggunakan sabun secara hati-hati. Seperti yang diarahkan oleh Poison Control Center  atau pusat pengendali racun Amerika.

 

Mana yang lebih baik, mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun?

pakah hand sanitizer sama efektifnya atau lebih baik dari mencuci tangan dengan sabun? Jawabannya adalah tergantung.

 

Sebetulnya hand sanitizer dan sabun (disertai air), memiliki peran yang sama yaitu sebagai agen pembersih. Hand sanitizer terbukti mampu membunuh virus dan bakteri. Alkohol pada hand sanitizer bekerja dengan melunakan bakteri menjadi tidak efektif. Di sisi lain tujuan utama sabun adalah menghilangkan kuman dan bakteri bukan membunuhnya. Namun bedanya, saat mencuci tangan dengan sabun, kotoran dan kuman yang terperangkap dalam minyak alami kulit terangkat dan tersuspensi dalam air.

 

Kapan sebaiknya menggunakan hand sanitizer ?

Seperti yang sudah dibahas diatas, hand sanitizer yang berbasis alkohol, direkomendasikan oleh CDC sebagai alternatif sabun dan air saat kondisi tangan Anda tidak cukup bersih namun jauh dari sumber air atau jika Anda memiliki profesi yang memang diminta untuk selalu dalam keadaan steril.

 

Kapan sebaiknya mencuci tangan dengan sabun dan air?

Pada situasi yang lain, mencuci tangan secara menyeluruh menggunakan sabun lebih disarankan. Contohnya setelah menggunakan toilet, kemungkinan besar tangan Anda terkontaminasi mikroorganisme yang berasal dari kotoran. Nah! sabun dirancang untuk menghilangkan kontaminan tersebut secara efektif.

 

Sayangnya, banyak orang yang tidak mencuci tangan mereka secara menyeluruh sebagaimana mestinya. Padahal, mencuci tangan yang paling baik adalah dengan menggosok tangan selama 20 detik penuh, meski akan terasa lebih lama dari yang Anda kira.

 

Jadi, membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer atau dengan sabun. Keduanya memiliki efektifitas di masing-masing situasi dan kondisi. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air sebenarnya merupakan solusi yang paling ideal, namun dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk menggunakan sabun dan air, menggunakan sanitizer lebih baik daripada tidak sama sekali

 





Bagikan artikel ini :




   Sanitizer