Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Cara Menjaga Kesehatan Seksual pada Wanita Berdasarkan Usia yang Penting untuk Diketahui!

Masih banyak yang menganggap bahwa kesehatan seksual terbatas pada alat reproduksi dan hubungan intim. Faktanya, WHO mendefinisikan kesehatan seksual sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan seksualitas. Kesehatan seksual mensyaratkan adanya pendekatan positif dan penghormatan dalam seksualitas dan relasi seksual, sehingga tercapai pengalaman seksual yang menyenangkan, aman, bebas diskriminasi, dan bebas kekerasan.

Topik seksualitas di Indonesia masih sangat tabu untuk dibicarakan, terutama jika berkaitan dengan seksualitas wanita. Padahal, sangat penting menjaga kesehatan seksualitas dan alat reproduksi sedari dini. Setiap rentang usia memiliki langkah yang berbeda dalam menjaga kesehatan seksual yang disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi kesehatan, terutama wanita. Berikut ini cara menjaga kesehatan organ reproduksi pada wanita yang penting untuk Anda ketahui.

Cara Menjaga Kesehatan Seksual Wanita Berdasarkan Umur

Kesehatan seksual wanita

Menjaga kesehatan seksual erat hubungannya dengan usia karena dipengaruhi kondisi organ reproduksi, hormon, dan situasi sosial serta finansial. Maka penting untuk dilakukan persiapan yang tepat supaya tidak memberikan dampak buruk bagi tubuh dan mental. Kesehatan seksual juga tidak bisa lepas dari keluarga berencana karena program ini dapat membantu merancang jarak kehamilan yang akan berdampak pada kesiapan dan kesehatan organ reproduksi.

1. Untuk usia 20 tahun ke atas

Pada usia ini, kondisi alat reproduksi sedang berada di masa prima karena puncak hormon seks seperti estrogen, progesteron dan testosteron sedang meningkat. Untuk itu perlu perhatian yang khusus supaya kesehatan seksual tetap terjaga mengingat mengingat usia 20an merupakan momen eksplorasi.

Beberapa cara menjaga kesehatan organ reproduksi adalah dengan memastikan Anda melakukan hubungan seksual yang aman. Risiko penyakit menular seksual (PMS) sering terjadi karena berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom. Selain itu, pastikan Anda sudah vaksin HPV (human papillomavirus) untuk menurunkan kemungkinan terjangkit kanker serviks dan penyakit kelamin lainnya. Rutinlah melakukan check up ke dokter untuk mengetahui kondisi alat reproduksi Anda.

Jika ingin memulai program keluarga berencana di usia ini, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Menurut BKKBN, keluarga berencana bukan sekedar membatasi jumlah anak, tapi juga mengatur jarak kehamilan. Secara fisik, sel telur pada umur 20an dalam kondisi terbaik sehingga risiko cacat lahir dan keguguran sangat kecil. Namun, mengingat umumnya secara finansial masih dalam fase membangun karir, penting merencanakan jarak kehamilan.

2. Untuk usia 30 tahun ke atas

Pada usia 30an, wanita berada pada momen sudah mendapatkan kenyamanan seksual dengan pasangan. Aktivitas seks umumnya dilakukan demi menjaga keharmonisan hubungan dan kesehatan.

Yang perlu menjadi perhatian adalah hamil pada usia 30an memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan pada usia 20an. Beberapa kemungkinan yang bisa terjadi adalah tingginya angka keguguran, muncul komplikasi, hingga kondisi janin yang kurang sehat. Inilah mengapa semakin penting menerapkan keluarga berencana saat memasuki usia kepala tiga. Pada rentang usia ini, dua hal yang penting diperhatikan terkait kesehatan seksual antara lain:

  • Menentukan keluarga berencana
    Rajinlah berkonsultasi dengan dokter untuk mengontrol kelahiran dan menjaga kesehatan alat reproduksi.
  • Memiliki hubungan seksual yang setara dan sehat dengan pasangan
    Bukan tidak mungkin aktivitas seks menyebabkan nyeri saat berhubungan. Demi kenyamanan kedua belah pihak, pastikan Anda berdiskusi dengan pasangan untuk menjaga keharmonisan.

3. Untuk Usia 40 tahun ke atas


Memasuki usia perimenopause (5-10 tahun sebelum menopause), hormon akan naik turun dan menyebabkan libido rendah, menstruasi tidak teratur, serta vagina kering. Di usia ini juga masih memungkinan terjadinya kehamilan, sehingga penggunaan alat kontrasepsi demi penerapan keluarga berencana masih sangat penting dilakukan.

4. Untuk Usia 50 tahun ke atas

Umumnya wanita mulai menopause pada usia sekitar 51 tahun dengan karakteristik kondisi kekeringan vagina, libido rendah, dan perubahan suasana hati. Untuk mendapatkan hubungan seksual yang nyaman, Anda bisa menggunakan pelumas dan pelembab vagina. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mengelola gejala menopause dengan baik.

5. Untuk Usia 60 tahun ke atas

Rutin melakukan hubungan seks di usia 60an terbukti dapat berdampak baik pada kesehatan. Aktivitas seksual biasanya akan memakan waktu lebih lama, sehingga penting untuk melakukan foreplay dengan pasangan. Jika dibutuhkan, rundingkan dengan dokter penggunaan obat disfungsi ereksi untuk kehidupan seksual yang lebih aktif dan nyaman.

Sedangkan untuk usia lebih muda di bawah 20 tahun, melakukan hubungan seksual bisa berisiko pada kesehatan fisik dan mental. Kehamilan usia remaja pun bisa berdampak pada kesehatan ibu dan janin, seperti berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, terkena darah tinggi pada ibu, anemia, serta tingginya kemungkinan mengalami depresi paska melahirkan. Untuk itulah berhubungan seks di usia yang tepat dan matang sangat penting.


Pentingnya Check up Alat Reproduksi Secara Berkala

karakteristik kesehatan seksual wanita


Kegunaan dari rutin memeriksakan kesehatan adalah untuk mencegah terjangkit penyakit serius. Karakteristik kesehatan organ reproduksi wanita juga berbeda di tiap periode umur, maka sangat penting check up alat reproduksi disesuaikan dengan kondisi Anda.

Remaja usia 13-18 tahun

Pada periode pubertas, muncul banyak sel-sel baru pada organ reproduksi yang memungkinkan terjadinya kista pada rahim. Cara merawat rahim sejak dini yaitu dengan rutin melakukan pemeriksaan yang tepat pada usia ini adalah USG rahim dan payudara sehingga dapat mengetahui siklus menstruasi dan mencegah penyakit.

Dewasa usia 19-39 tahun

Cek kesehatan lengkap Mammography dan Pap Smear penting dilakukan karena pada usia ini sel telur berbuah sangat aktif. Risiko timbulnya kanker serviks dan kanker payudara meningkat dibanding rentang usia lainnya. Lakukan pap smear setidaknya 3 tahun sekali atau 5 tahun sekali jika hasil tes normal. Bagi yang memiliki riwayat kanker payudara, mamografi penting dilakukan setahun sekali.

Lanjut usia 40-64 tahun

Karakteristik kesehatan seksual wanita pada usia ini berbeda karena sudah memasuki masa menopause. Pap Smear dan Colposcopy (pemeriksaan leher rahim) adalah metode paling pas untuk mengetahui apakah organ reproduksi masih dalam keadaan sehat. Colscopy bisa dilakukan setiap 6 bulan atau sesuai dengan anjuran dokter.

Manfaat Aktivitas Seksual Bagi Wanita

konsultasi kesehatan seksual

Belum banyak yang menyadari pentingnya berhubungan seks dengan pasangan. Profesor dari Columbia University, Hilda Hutcherson, M.D, mengatakan bahwa aktivitas seks tidak hanya menjaga keintiman dengan pasangan tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa manfaat seks bagi wanita:

  • Mengurangi Stres
  • Menstruasi jadi lebih teratur
  • Kualitas tidur membaik
  • Terhindar dari kanker serviks
  • Meningkatkan kesehatan kulit
  • Menjaga kekebalan tubuh

Ada baiknya hubungan intim dilakukan 1-2 kali dalam seminggu agar manfaat yang dirasakan tubuh lebih optimal. Tapi, kekhawatiran terjadinya kehamilan di luar rencana membuat wanita enggan melakukannya terlalu sering. Penggunaan alat kontrasepsi bisa menjadi salah satu jawaban akan permasalahan ini.

Baca Juga: Cara Jitu Meningkatkan Gairah dan Menjaga Kesehatan Seksual Pria

Beberapa metode kontrasepsi yang populer di Indonesia adalah pil KB, cincin vagina, suntikan, dan intrauterine devices (IUD). Setiap alat kontrasepsi tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Supaya Anda tidak salah dalam memilih, ada baiknya konsultasikan dengan dokter supaya bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan seksual, program keluarga berencana, dan karakteristik Anda.


Tips Berhubungan Seks yang Aman Bagi Wanita

check up alat reproduksi secara berkala

Seks aman merupakan aktivitas seksual yang minim risiko penularan penyakit kepada pasangan. Demi kesehatan seksual, jangan ragu untuk melakukan tindakan preventif supaya terhindar dari kehamilan di luar rencana dan tertular penyakit.

  • Pilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan Anda. Pastikan Anda tetap merasa nyaman dalam menggunakannya.
  • Berkomunikasilah dengan pasangan. Sesuai dengan definisi WHO, kesehatan seksual dapat tercipta jika aktivitasnya dilakukan tanpa paksaan dan penuh penghormatan satu sama lain. Jika merasakan nyeri saat berhubungan, beri tahu pasangan Anda.
  • Gunakan kondom untuk terhindar dari penyakit menular, baik kondom pria maupun wanita.
  • Hindari berganti pasangan seks dalam satu waktu karena sangat berisiko pada kesehatan seksual.
  • Jaga kesehatan organ intim setelah seks demi terhindar dari bakteri dan kuman. Sebaiknya tidak menggunakan sabun anti bakteri atau cairan pembersih kewanitaan karena dapat meningkatkan terjadinya infeksi dan iritasi. Cukup bersihkan dengan air dan ganti pakaian dalam.
  • Kontrol rutin ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan seksual Anda karena beberapa penyakit seksual tidak menunjukkan gejala apapun hingga bertahun-tahun. Ikuti saran dokter dan konsumsi obat yang diresepkan dengan menebusnya melalui fasilitas tebus resep online di Farmaku.

Penting juga diperhatikan keamanan hubungan seks pada saat hamil. Kandungan harus dalam keadaan sehat supaya terhindar dari infeksi, ketuban pecah, dan terbukanya mulut rahim. Seks saat trimester awal dan empat minggu sebelum kelahiran juga tidak disarankan karena dapat memicu kontraksi. Lakukan dengan posisi yang aman bagi ibu hamil dan janin seperti posisi miring, duduk, atau wanita di atas.

Zat-zat yang Dapat Merusak Organ Seksual Wanita

Terkadang demi mendapatkan kepuasaan saat berhubungan seks, berbagai macam alat dipilih dan dicoba untuk eksplorasi. Tapi sebelum menggunakannya, ada baiknya memperhatikan kandungan pada alat supaya terhindar dari infeksi dan iritasi yang dapat mengganggu kesehatan organ seksual Anda.

  • Zat Iritan
    Zat iritan banyak ditemukan pada sabun, salep, krim, pelembut kain, pembersih kewanitaan, dan deterjen. Zat ini bisa menimbulkan iritasi, ruam kulit, dan gatal pada organ seksual wanita.
  • Alkohol dan pewangi
    Banyak terkandung pada sabun kewanitaan, alkohol dan pewangi bisa menyebabkan iritasi dan membunuh bakteri baik pada vagina.
  • Petrokimia
    Berhati-hati dalam menggunakan lubrikan yang memiliki wangi khusus dan memberikan sensasi hangat. Kandungan propilen glikol, polietilen glikol, dan petroleum yang biasanya ada pada lubrikan bisa membahayakan organ kewanitaan dan menimbulkan iritasi.
  • Pengawet buatan
    Pastikan lubrikan yang digunakan tidak mengandung jenis pengawet paraben, benzil alkohol, dan asam sitrat yang bisa memberikan efek samping berupa rasa panas dan gatal.

Efek samping penggunaan bahan-bahan tersebut bisa muncul sesaat sesudah penggunaan atau bahkan beberapa hari setelahnya. Maka penting untuk memperhatikan reaksi tubuh Anda secara berkala selepas penggunaan alat baru supaya dapat segera melakukan pengobatan jika terjadi iritasi.

Baca Juga: Cara Memakai Kondom yang Benar Agar Pasangan Tidak Hamil

Demi terhindari rusaknya organ seksual wanita, Anda juga bisa melakukan konsultasi kesehatan seksual pada dokter. Tidak hanya terkait dengan aktivitas seks, Anda bisa mendiskusikan dengan dokter mengenai persiapan hubungan seks sebelum menikah. Selanjutnya, konsultasi kesehatan seksual dapat terkait dengan program keluarga berencana, kepuasaan seksual, dan gangguan pada organ intim.

Menjaga kesehatan seksual wanita sangat penting diperhatikan karena berdampak pada kondisi fisik, mental, dan keharmonisan dengan pasangan. Jangan ragu untuk konsultasi kesehatan seksual dan berbincang dengan pasangan demi mendapat kenyamanan saat berhubungan seks.

WHO. Diakses pada Agustus 2020. Sexual Health
https://www.who.int/topics/sexual_health
BKKBN. Diakses pada Agustus 2020. Keluarga Berencana Tidak Sekedar Kontrasepsi dan Pembatasan Jumlah Anak.
https://www.bkkbn.go.id
Healthline. Diakses pada Agustus 2020. A Woman’s Guide to Safe Sex Basics
https://www.healthline.com/health/womans-guide-safe-sex-basics
Healthline. Diakses pada Agustus 2020. The Hidden Health Benefits of Sex
https://www.womenshealthmag.com/health/a19982263/health-benefits-of-sex/

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan