Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Jangan Sampai Salah, Ini 6 Cara Olahraga yang Benar untuk Balita

Bagi orang dewasa, olahraga identik dengan treadmill, berkegiatan fisik di gym, bersepeda, atau lari maraton. Sementara olahraga untuk balita atau anak-anak adalah bermain dan aktif secara fisik. Aktivitasnya pun bisa dimulai dari kegiatan yang sederhana seperti memindahkan barang atau melatih anak tengkurap.

Baca Juga: Tips Aman Olahraga di Ruang Publik Selama Masa Transisi New Normal

Meski memberikan banyak manfaat kesehatan fisik dan sosial, olahraga untuk balita harus diterapkan dengan cara-cara yang tepat. Kesalahan saat beraktivitas fisik bisa menyebabkan anak cedera dan berujung rasa malas ketika diajak bermain di luar. Untuk itu, simak pembahasan mengenai cara olahraga yang baik untuk balita yang perlu Anda tahu di artikel ini.

6 Manfaat Olahraga untuk Balita

Olahraga Untuk Balita

Kebiasaan berolahraga sejak usia balita penting dibangun untuk menjaga kesehatan anak kini dan nanti. Terlebih pada periode ini, kegiatan fisik seperti berolahraga sangat penting dilakukan demi melatih motorik kasar mereka. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang melibatkan sebagian atau seluruh anggota tubuh, seperti berjalan, menendang, atau melempar.

Inilah mengapa berbagai macam stimulasi penting diberikan supaya milestone tumbuh kembang anak tidak terlewat. Maka, gerakan olahraga untuk balita perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan masing-masing anak. Berikut ini manfaat olahraga untuk balita:

1. Menjaga berat badan tubuh


Memiliki anak yang chubby memang menggemaskan. Namun, Anda tetap harus waspada dan mengontrol kenaikan berat badan anak supaya tidak obesitas. Dengan rajin berolahraga minimal 3 kali seminggu dapat menurunkan risiko obesitas hingga 31%. Selain itu, iImbangi olahraga dengan mengonsumsi makanan bergizi dan suplemen tambahan supaya semua nutrisi terpenuhi.

2. Meningkatkan kepadatan tulang


Rutin berolahraga dapat membantu meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang anak. Manfaat ini juga akan dirasakan anak saat mereka dewasa dengan terhindar dari osteoporosis. Contoh olahraga yang tepat untuk melatih kekuatan tulang adalah melompat seperti skipping atau lompat tali.

3. Memperkuat otot dan koordinasi


Kekuatan otot bukanlah memiliki otot besar layaknya binaragawan. Sebaliknya, bagi anak balita, kekuatan otot berkaitan dengan motorik kasar dan halus mereka. Bagaimana mereka menggunakan otot dan anggota tubuh dalam beraktivitas sehari-hari. Rajin melatih otot dengan berolahraga dapat melatih otot dan kemampuan koordinasi. 


Anak yang rajin berolahraga cenderung memiliki aktivitas otak bagian prefrontal yang lebih aktif. Guna dari prefrontal adalah mengatur fungsi kognitif sehingga anak dapat dengan mudah berkonsentrasi dan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang baik. Selain itu, berolahraga juga memicu kemampuan otak dalam berkomunikasi serta menyerap informasi dengan cepat. Selain berolahraga, tambakan konsumsi vitamin omega-3 pada anak untuk meningkatkan kesehatan otak mereka.

4. Meningkatkan kemampuan kognitif


Anak yang rajin berolahraga cenderung memiliki aktivitas otak bagian prefrontal yang lebih aktif. Guna dari prefrontal adalah mengatur fungsi kognitif sehingga anak dapat dengan mudah berkonsentrasi dan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang baik. Selain itu, berolahraga juga memicu kemampuan otak dalam berkomunikasi serta menyerap informasi dengan cepat. Selain berolahraga, tambakan konsumsi vitamin omega-3 pada anak untuk meningkatkan kesehatan otak mereka.

5. Menunjang tumbuh kembang


Kegiatan fisik sangat berperan penting dalam menunjang aktivitas bermain, belajar, bersosialisasi, serta membangun rasa percaya diri. Ketika anak sudah memasuki usia sekolah, mereka akan dituntut untuk duduk dalam waktu yang lebih lama dan belajar menggunakan otot tangan untuk menulis, menggambar, atau menggunting. Semua kegiatan tersebut membutuhkan otot dan tulang yang kuat yang dapat berpengaruh pada kemampuan kognitif.

Membangun kekuatan fisik adalah sebuah perjalanan panjang yang perlu dibangun sejak usia balita. Olahraga adalah salah satu metode yang dapat mencapai tujuan tersebut. Rutinlah berkegiatan fisik bersama anak setiap harinya, supaya tumbuh kembang mereka tidak mengalami hambatan.

6. Menjaga kesehatan mental

Olahraga membantu mengeluarkan hormon endorfin yang dapat memberikan sensasi tenang dan bahagia. Anak yang sering berolahraga akan memiliki jadwal tidur teratur dan memiliki kemampuan yang baik dalam meregulasi emosi.

Baca juga: Sumber Serat yang Baik Untuk Si Kecil, Moms Simak Deh!

Kapan Waktu Olahraga yang Baik untuk Balita?

olahraga yang baik untuk balita

Tidak perlu menunggu anak luwes berdiri dan berlari untuk mengajak mereka berolahraga. Justru kegiatan fisik sebaiknya dilakukan sejak anak lahir untuk melatih kekuatan otot mereka dalam berguling, merangkak, atau duduk. Olahraga yang baik untuk balita adalah kegiatan yang tidak hanya mengasah fisik mereka namun juga berdampak pada tumbuh kembang. Maka, supaya anak terus tertarik berolahraga, pemilihan waktu dan aktivitasnya pun harus tepat. Berikut ini tips mencari waktu yang tepat untuk mengajak anak olahraga:

  • Lakukan saat mood anak baik, sehingga mereka antusias dan tidak kapok untuk berolahraga.
  • Pilih waktu di pagi hari sembari berjemur di bawah sinar matahari. Anak sehat dan kuat karena mendapat asupan vitamin D yang cukup saat olahraga.
  • Sesuaikan dengan jadwal orang tua. Tidak hanya aktivitas fisik yang perlu diperhatikan, namun bonding dengan orang tua akan menjadi salah satu alasan anak menikmati waktu olahraga.
  • Berolahraga 30-60 menit secara rutin setiap harinya dan siapkan ide-ide permainan menarik yang membuat anak semangat mengikuti arahan.
  • Supaya anak tidak bosan, waktu olahraga bisa dibagi menjadi beberapa waktu dalam sehari dengan variasi kegiatan yang berbeda-beda.

Baca juga: Panduan Lengkap Jalani Pola Hidup Sehat yang Baik dan Benar

Bagaimana Cara Olahraga yang Benar untuk Balita?

aktivitas yang baik untuk balita

Memilih aktivitas fisik untuk balita tentunya memerlukan kehati-hatian supaya aman dan tidak menimbulkan cedera. Ada macam-macam olahraga untuk balita,  namun pemilihan kegiatan harus disesuaikan dengan usia dan kondisi anak. Metode yang tepat pun tak kalah penting diterapkan agar anak tidak jenuh dan berakhir enggan beraktivitas fisik. Untuk itulah, sebelum Anda memulai olaharaga bersama anak Anda, perhatikan cara-cara yang tepat di bawah ini:

1. Perhatikan kondisi anak


Sebelum mengajak berolahraga, pastikan anak dalam keadaan sehat dengan mood yang baik. Ketika anak sudah menunjukkan kelelahan, segera beristirahat untuk menghindari cedera. Memaksakan beraktivitasfisik bisa membuat anak trauma dan enggan berolahraga.

2. Sesuaikan dengan usia anak


Setiap rentang usia anak memiliki milestone yang berbeda-beda. Supaya dapat memicu tumbuh kembang anak, pemilihan kegiatan harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sebagai contoh, anak usia 1-3 tahun mulai senang mengeksplorasi karena kaki dan tangannya sudah mulai kokoh. Kegiatan yang bisa menunjang keingintahuan mereka adalah melompat, kereta-kerataan, atau memanjat. Sedangkan kemampuan berjalan dan berlari anak usia 3-5 tahun sudah mulai mantap. Variasi aktivitas fisik pun makin beragam, seperti berenang, karate, atau bersepeda. 

3. Rutin berolahraga setiap hari


Jika orang dewasa dianjurkan berolahraga minimal 30 menit perhari, anak balita membutuhkan waktu 60 menit untuk menyalurkan semua energinya. Lakukan secara rutin supaya anak memiliki kebiasaan baik hingga kemudian hari.

4. Atur suasana yang menyenangkan

Selalu beraktivitas di tempat yang sama tentunya akan membuat anak mudah bosan karena semua sudut ruangan sudah tereksplorasi. Sesekali Anda bisa mengganti suasana dengan pergi ke taman atau lapangan yang luas. Tempat dan teman baru yang ditemui akan menjadi awal ketertarikan anak memulai olahraga.

5. Cari tahu aktivitas kesukaan anak


Pada usia balita, bermain masih menjadi aktivitas dominan anak. Mengenalkan anak dengan aktivitas fisik dapat membuat mereka cepat bosan jika olahraga hanya dilakukan satu jenis saja seperti berlarian. Untuk itu, coba variasikan dengan hal-hal yang mereka sukai, seperti berlari sambil mencari mainan tersembunyi, membunyikan barang-barang sekitar, atau dengan mengikuti irama lagu kesayangan.

6. Pilih olahraga yang Anda suka


Children see, children do adalah sebuah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana anak membangun kebiasaan sehari-hari. Orang tua yang berolahraga biasanya memiliki anak yang senang beraktivitas dengan fisik mereka. Tidak hanya memberi contoh, dengan melakukan kegiatan yang Anda senangi, kegiatan olahraga bisa menjadi momen antara anak dan orang tua untuk lebih dekat dan erat.


Tips Memilih Olahraga untuk Balita

tips olahraga untuk anak

Ada banyak aktivitas yang baik untuk balita, yang dapat Anda kenalkan pada anak Anda. Namun, kesesuaian kegiatan dengan tumbuh kembang anak juga perlu diperhatikan sebelum memilih permainan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir ketidakcocokan yang membuat anak enggan mencoba karena merasa tidak mampu, atau bahkan membuat bosan karena merasa sudah menguasai materi. Berikut ini contoh permainan olahraga untuk balita yang bisa Anda terapkan di rumah. 

Usia 0-12 bulan


Sebelum merangkak dan berjalan, bayi banyak menghabiskan waktunya dengan tiduran. Berolahraga akan meredakan pegal pada tubuh sekaligus menstimulasi otot-otot badan. Olahraga untuk balita periode usia ini pun hanya dengan melakukan aktivitas-aktivitas fisik yang sederhana, antara lain:

  • Memindahkan mainan : Bagi bayi baru lahir, memindahkan mainan ke kiri dan ke kanan akan membantu menguatkan otot leher. Permainan ini juga bisa diterapkan bagi bayti 6 bulan ke atas untuk mengajak mereka belajar merangkak. Pilihlah mainan yang penuh warna supaya anak tertarik mengejar dan bermain.
  • Tummy time : Tummy time atau tengkurap bisa memperkuat otot punggung, perut, dan leher anak. Pancing si kecil dengan memanggil nama mereka atau menggerakkan mainan kesayangan untuk mendongakkan kepala.
  • Angkat beban: Pilih mainan yang bisa digenggam atau mengeluarkan suara supaya bisa dimainkan dengan mengangkatnya. Otot tangan dan lengan akan terbentuk dengan permainan ini.
  • Gerakan mengayuh sepeda: Kekuatan otot kaki bisa dilatih dengan melakukan gerakan mengayuh sepeda. Olahraga ini bisa diterapkan sambil bernyanyi atau menggunakan mainan untuk membuatnya semakin seru.

Usia 1-3 tahun

Pada usia 1 tahun, anak memasuki tahap awal perkembangan motorik kasar dengan berlatih mengangkat badan dan berjalan. Sedangkan pada usia 2-3 tahun, otot tubuh dan keseimbangan mulai stabil sehingga berbagai macam kegiatan bisa diterapkan. Berikut olahraga untuk balita usia 1 -3 tahun:

  • Rajin menuntun anak ketika belajar berjalan untuk memperkuat otot kaki
  • Ajak anak melompat di trampolin atau kasur
  • Belajar naik dan turun anak tangga
  • Bermain lempar tangkap bola
  • Bersepeda atau bermain otopet
  • Memanjat dan meniti balok
  • Menari dan berlari mengikuti irama lagu
  • Meniru gerakan hewan

Usia 3-5 tahun


Periode usia 3-5 tahun adalah saat di mana anak siap untuk menerima informasi lebih banyak. Kemampuan motorik, bahasa, dan bersosialisasi menjadi salah satu tahapan tumbuh kembang anak. Inilah mengapa penting memilih kegiatan yang bisa memfasilitasi kebutuhan tersebut. Berikut olahraga untuk balita usia 3 -5 tahun:

  • Naik dan turun tangga
  • Bermain sepeda
  • Lompat tali
  • Berenang
  • Lari
  • Sepak bola, basket, atau bulutangkis
  • Gimnastik

Secara fisik, olahraga untuk balita memberikan manfaat yang baik seperti kebugaran jantung, memperkuat otot, keseimbangan, koordinasi, dan fleksibilitas. Keuntungan sosial pun bisa dirasakan anak dengan berolahraga, seperti kerjasama, disiplin, kepemimpinan, dan keadilan. Teruslah melakukan variasi dalam memilih kegiatan fisik supaya anak selalu menikmati saat olahraga dan demi tercapainya milestone motorik. Ajak anak playdate dengan temannya atau berkenalan dengan teman baru di taman supaya anak terbiasa bersosialisasi dengan baik.


Kidshealth. Diakses pada Agustus 2020. Exercise
https://kidshealth.org/en/parents/exercise.html
Parents. Diakses pada Agustus 2020. 10 Benefits of physical activity
https://www.parents.com/fun/sports/exercise/10-benefits-of-physical-activity/
Kidshealth. Diakses pada Agustus 2020. Fitness an your 2-3 years old
https://kidshealth.org/en/parents/fitness-2-3.html


Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Ibu & Anak