Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Pantangan Bagi Penderita Asam Urat

 26 Apr 2019



pantangan untuk penderita asam urat


Strategi diet pasien penyakit asam urat adalah berfokus mengurangi jumlah asam urat di dalam tubuh. Karena asam urat berkaitan erat dengan senyawa kimia bernama purin, mengurangi konsumsi makanan kaya purin dapat menjadi pertimbangan yang utama.

 

Asam urat adalah limbah hasil dari tubuh setelah memecah purin. Purin adalah senyawa kimia yang secara alami terdapat di dalam tubuh dan berbagai makanan.

 

Normalnya, asam urat dikeluarkan oleh tubuh melalui urin. Namun, kadar asam urat yang terlalu tinggi di dalam darah dapat menyebabkan pembentukan kristal pada area-area persendian.

 

Ketika kristal asam urat ini semakin menumpuk pada jaringan lunak dan sendi, mereka dapat menimbulkan serangan asam urat yang memiliki gejala seperti rasa nyeri dan bengkak pada sendi.

 

Baca selengkapnya: gejala dan penyebab serangan asam urat.

 

 

 

 

Manajemen Diet Bagi Penderita Asam Urat

Pantangan penderita asam urat adalah makanan dengan kandungan purin yang tinggi.

 

Seorang peneliti nutrisi dari Tufts University di Boston, Laura Rall, PhD mengatakan, “Pertama, hindari makanan yang tinggi purin dan kurangi makanan yang memiliki kandungan purin dalam jumlah sedang. Jika serangan asam urat tidak muncul, Anda boleh menambahkan makanan dengan purin yang sedang dan sesekali menambahkan makanan yang tinggi purin ke dalam diet. Panduan ini dapat menentukan jumlah purin yang cocok untuk tubuh Anda tanpa menimbulkan serangan asam urat.”

 

Mengeliminasi purin dalam diet keseharian adalah hal yang hampir mustahil, karena purin terdapat di dalam berbagai jenis makanan.

 

Oleh karena itu, penderita asam urat harus berusaha membatasi konsumsi purin dalam diet dan terus menerus melakukan trial and error sampai ia tahu makanan apa yang menyebabkan serangan asam urat dan berapa jumlah purin yang aman bagi tubuhnya.

 

 

 

Makanan yang Dapat Menjadi Pantangan bagi Pasien Asam Urat

Menurut arthritis.org, di bawah ini adalah beberapa makanan dengan kandungan purin tinggi dan sedang yang berpotensi meningkatkan produksi asam urat di dalam darah.

 

Makanan dengan kandungan purin tinggi:

  • Bagian dalam tubuh hewan atau jeroan. Berbagai jenis jeroan seperti hati, ginjal, bagian isi perut, otak, dll, adalah makanan yang tinggi kandungan purinnya.
  • Hidangan laut. Beberapa boga bahari yang kaya purin adalah ikan tuna, ikan sarden, ikan teri, dan kerang.
  • Alkohol. Minuman yang mengandung alkohol seperti bir, anggur, dan minuman keras dapat meningkatkan risiko serangan asam urat. Karena setelah mengkonsumsi alkohol, tubuh akan bekerja membuang alkohol terlebih dahulu daripada asam urat. Keadaan ini dapat mengakumulasi jumlah asam urat di dalam tubuh.
  • Beberapa daging merah. Daging merah hasil berburu dan biasanya memiliki aroma yang kencang seperti daging rusa, domba, dan kambing, mengandung level purin yang tinggi.
  • Minuman manis. Hindari minuman dengan gula tambahan seperti minuman bersoda, minuman kemasan, es krim, dan permen. Batasi juga konsumsi jus buah-buahan yang manis dan kaya fruktosa.

 

Makanan dengan kandungan purin sedang:

  • Daging, seperti daging sapi, babi, ayam, dan bebek.
  • Seafood, seperti udang dan lobster.

 

 

 

Kesimpulan

Dapat kita lihat bahwa purin banyak terkandung pada berbagai jenis makanan. Penderita asam urat harus terus bereksperimen sekaligus berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan untuk mengetahui makanan apa yang harus dihindari dan yang baik dikonsumsi untuk meminimalkan risiko serangan asam urat.

 

Rekomendasi program diet menurut mayoclinic.org sebenarnya mengikuti prinsip diet sehat pada umumnya, yaitu untuk:

  • Mengurangi berat badan. Turunnya berat badan berkaitan erat dengan penurunan risiko serangan asam urat. Selain itu, berat badan yang berkurang dapat mereduksi stres pada persendian.
  • Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.
  • Jaga tingkat hidrasi tubuh dengan perbanyak minum air. Asam urat yang berlebihan dapat keluar dari tubuh melalui urin.
  • Kurangi konsumsi lemak jenuh, seperti lemak pada daging merah dan produk susu.
  • Perbanyak konsumsi protein yang rendah lemak.

 

Manajemen diet ini dapat mengurangi produksi asam urat di dalam tubuh. Namun, program diet sendiri saja tidak cukup. Dalam keseluruhan terapi, pengobatan medis diperlukan untuk mengurangi konsentrasi asam urat, mengatasi kondisi metabolik seperti hiperuricemia (asam urat yang terlalu tinggi di dalam darah), dan meredakan peradangan serta gejala asam urat lainnya saat serangan terjadi.

 

 

 

 

Sumber

  1. https://www.arthritis.org/living-with-arthritis/tools-resources/expert-q-a/gout-questions/food-for-gout.php
  2. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gout-diet/art-20048524, Mei 2018.
  3. https://www.webmd.com/arthritis/gout-diet-curb-flares, Apr 2017.
  4. https://www.healthline.com/nutrition/best-diet-for-gout, Sep 2017.
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Purina





Bagikan artikel ini :