Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Pengobatan Diare Agar Tubuh Tidak Dehidrasi

 26 Dec 2018



pengobatan diare


Diare biasanya hanya berlangsung beberapa hari tanpa perlu adanya pengobatan. Namun diare akut dapat berlangsung lebih lama dan memerlukan pengobatan diare yang serius serta konsultasi dokter lebih lanjut.

 

Perlu diingat juga bahwa pengobatan diare orang dewasa berbeda dengan pengobatan diare pada anak. Harap kunjungi dokter anak untuk mendapatkan rekomendasi pengobatan diare untuk anak yang paling tepat.

 

 

Diare Mengakibatkan Tubuh Dehidrasi

Komplikasi diare paling berbahaya dan sering terjadi adalah dehidrasi. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkannya. Ketika dehidrasi terjadi, tubuh kita tidak cukup cairan untuk berfungsi seperti normal.

 

Setiap orang dapat mengalami dehidrasi, namun dehidrasi lebih sering dan lebih berbahaya apabila terjadi pada anak-anak dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

 

Beberapa gejala dehidrasi yang harus diketahui:

  • merasa haus
  • buang air kecil lebih jarang dari biasanya
  • urin yang berwarna keruh
  • tubuh merasa lelah dan capek
  • merasa pusing
  • kelenturan kulit menurun (saat kulit dicubit, lalu dilepas, kulit tidak kembali rata secepat biasanya)

 

Tanda-tanda dehidrasi ini harus diperhatikan, khususnya bagi para orang tua yang anaknya mengalami dehidrasi akibat diare. Karena dehidrasi dapat berakibat fatal.

 

Pada kasus umum, dehidrasi memberi tekanan kepada jantung dan paru-paru yang berujung pada terjadinya syok. Hal ini dapat mengancam jiwa.

 

Jika Anda mengalami diare, ada beberapa hal yang dapat membantu meringankan parahnya diare, sekaligus mencegah dehidrasi akibat diare.

 

 

3 Cara Pengobatan Diare Yang Paling Umum

  1. Minum Banyak Cairan dan Air Selama Diare

    Ketika mengalami diare, tubuh akan kehilangan cairan dan garam dengan cepat dalam jumlah yang banyak. Bila tubuh kita mengalami dehidrasi, diare akan menjadi semakin parah dan tubuh kita tidak dapat berfungsi dengan normal. Ada beberapa jenis cairan yang boleh dan tidak dikonsumsi selama diare.


    • Konsumsi minuman olahraga (isotonik atau hipertonik)

      Minuman isotonik mengandung konsentrasi garam dan gula yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Gula dan garam yang terkandung dalam minuman isotonik membuat air yang tergabung bersamanya menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh. Anda bisa membuat minuman isotonik sendiri di rumah dengan menambahkan satu sendok teh garam ke dalam 500 sampai 750 ml jus apel.

    • Konsumsi air putih atau cairan bening

      Air putih ataupun kuah kaldu bening dapat menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tidak dehidrasi. Hindari konsumsi cairan kental ataupun berwarna tidak jernih karena mereka biasanya mengandung lebih sedikit air.

    • Hindari kopi dan alkohol

      Minuman yang mengandung banyak gula, seperti soda, malah dapat membuat diare semakin parah. Hal ini juga berlaku dengan minuman berkafein seperti kopi dan juga minuman beralkohol.

      Produk susu juga patut dihindari. Susu dapat menyebabkan diare semakin parah karena saat diare, tubuh mengalami intoleransi laktosa (gula yang terdapat dalam susu).


  2. Coba Untuk Makan Makanan Lunak 

    Saat berhadapan dengan diare, dianjurkan agar kita mengkonsumsi makanan yang lunak, seperti nasi dan pisang. Tambahkan makanan lunak ke dalam diet setelah mengkonsumsi hanya cairan selama 24 jam.

    Makanan yang mengandung probiotik dinilai baik dikonsumsi saat diare terjadi. Bakteri probiotik dapat membantu memerangi bakteri jahat yang berkoloni dalam tubuh dan sistem pencernaan kita. 

    Apabila diare berlangsung lebih dari beberapa hari. Periksa makanan yang Anda konsumsi. Karena beberapa makanan justru menyebabkan perut tidak nyaman dan memperparah diare.

    Beberapa jenis makanan yang harus dihindari saat diare ini antara lain. 

    • makanan yang tinggi serat

    • makanan goreng-gorengan yang mengandung banyak minyak

    • makanan manis, terutama yang mengandung sorbitol. Makanan manis yang berasal dari sorbitol diketahui menyebabkan diare semakin parah. Sorbitol banyak ditemukan pada buah-buahan, es krim, dan permen.


  3. Konsumsi Obat OTC Diare

    Obat diare yang dijual bebas dapat membantu meringankan gejala diare yang kita alami. Obat diare seperti loperamide dan bismul subsalisilat dapat membantu mengatasi diare tanpa bantuan resep dokter. Loperamide membuat gerakan usus menjadi lebih lambat sekaligus membuat feses menjadi lebih padat. Hal ini membantu mencegah terjadinya dehidrasi, karena frekuensi buang air besar menjadi berkurang. Perlu diingat, obat diare ini tidak boleh digunakan lebih dari 2 hari berturut-turut.

 

Jika Anda menduga diare yang Anda alami menjadi parah akibat makanan tertentu, coba untuk eliminasi makanan tersebut dari menu diet Anda. Jika tidak, Anda dapat dengan bebas mengkonsumsi makanan tersebut. Jangan kesampingkan makanan yang tidak menyebabkan bertambah parahnya diare, karena tubuh Anda memerlukan asupan vitamin dan mineral selama diare.

 

 

 

Referensi

  1. Dehidrasi caused by diarrhea





Bagikan artikel ini :