Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Inilah Pro dan Kontra Rapid Test Covid-19 yang Perlu Anda Tahu!

Banyak orang tertarik untuk mencari tahu apakah mereka sebelumnya terinfeksi Covid-19. Untuk itu, banyak orang ingin mengujinya dengan melakukan tes antibodi dengan rapid test. Rapid test adalah metode skrining awal yang digunakan untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG. Kedua antibodi tersebut diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus.

Baca Juga: Mengenali Perbedaan Rapid Test dan PCR Test untuk Deteksi Covid-19

Tetapi sebelum Anda melakukan rapid test, penting untuk mengetahui pro dan kontra rapid test Covid-19 atau tes antibodi ini, serta kelebihan dan kekurangan rapid test. Semua itu akan dibahas secara lengkap dalam artikel ini. Simak terus pembahasannya di bawah ini, ya.

Apa itu pengujian antibodi?

Pro dan Kontra Rapid Test Covid-19

Tes antibodi atau yang disebut juga tes serologis adalah tes darah yang dapat mendeteksi seseorang jika orang tersebut sebelumnya terinfeksi Covid-19. Kehadiran antibodi spesifik menunjukkan bahwa seseorang telah terpapar dan tubuhnya mengembangkan protein darah yang diperlukan untuk melawan infeksi.

Tes antibodi mungkin tidak dapat menunjukkan keberadaan virus saat ini (seperti yang mungkin Anda alami dengan tes usap hidung atau tenggorokan) karena mungkin diperlukan 1-3 minggu untuk mengembangkan antibodi setelah gejala muncul.

Pro uji antibodi rapid test

keakuratan rapid test covid 19


Ada yang pro terhadap uji antibodi rapid test Covid-19 di antaranya, yaitu:

1. Untuk mengetahui status Anda

Penelitian menunjukkan bahwa banyak orang yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala penyakit ringan, sehingga tes antibodi dapat berguna dalam menentukan apakah Anda memiliki tanpa mengetahuinya. Hasil tes antibodi juga dapat membantu membimbing dokter Anda dalam membuat keputusan klinis tentang perawatan yang bisa Anda dapatkan.

2. Untuk memahami prevalensi penyakit

Tes antibodi yang tersebar luas dapat memberi para peneliti pemahaman yang lebih baik tentang berapa banyak orang yang telah terinfeksi dan seberapa mematikan virus itu sebenarnya. Para peneliti dapat menggunakan data ini untuk memprediksi bagaimana Covid-19 dapat memengaruhi kehidupan kita di masa depan, termasuk mengapa beberapa orang memiliki dampak yang lebih parah daripada yang lain.

3. Untuk terapi plasma konvalesen

Terapi plasma konvalesen menggunakan darah dan antibodi dari pasien Covid-19 yang pulih untuk membantu mengobati orang lain dengan Covid-19. Percobaan klinis terapi plasma ini seperti dilakukan Hackensack University Medical Center. Mereka menggunakan darah dari pasien Covid-19 yang selamat dan memiliki antibodi sangat besar. Meski diperlukan tekad yang kuat untuk melakukan pengujian ini.

4. Untuk membantu mengembangkan vaksin

Ketika vaksin dikembangkan itu meniru infeksi tertentu dan setelah disuntikkan itu membantu membangun pertahanan alami tubuh terhadap infeksi, menciptakan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Bagian dari pertahanan itulah termasuk produksi antibodi. Oleh karena itu, diperlukan pengujian untuk memverifikasi respons tubuh terhadap vaksin potensial. Dengan uji antibodi, hal ini bisa membantu mengembangkan vaksin.

Kontra uji antibodi rapid test

cara melakukan rapid test covid 19

Selaina ada yang pro kontra rapid test, terdapat juga bagian yang kontra terhadap uji antibodi dengan rapid test sebagai berikut:

1. Kualitas uji antibodi

Ada beberapa tes antibodi yang berbeda untuk mendeteksi Covid-19. Beberapa tes tersebut memiliki kinerja lebih baik daripada yang lain, dan sebagian besar tes masih dievaluasi oleh Food and Drug Administration (FDA) A.S. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan di sini adalah kemungkinan untuk diekspos Covid-19 dan tidak mengembangkan antibodi. Dengan tes antibodi berkualitas rendah, Anda juga dapat menerima “false positive” karena Anda memiliki jenis virus lain.

Saat melakukan rapid test, yang diperiksa adalah antibodi dalam tubuh Anda. Dalam pemeriksaan tersebut, hasil pemeriksaan bisa terjadi false positive atau false negative.Ketika hasil pemeriksaan menunjukan false negative bukan berarti Anda tidak terinfeksi virus corona. Begitu juga sebaliknya dengan false positive.

False positive bukan berarti Anda terinfeksi virus corona, hal ini disebabkan karena dua faktor, yaitu adanya kemungkinan cross reactive antibody dengan berbagai virus lain (coronavirus, dengue virus) atau infeksi lampau dengan virus corona.

Baca Juga: Kenali Penyebab False Negatif dan False Positif pada Rapid Test Covid-19

2. Rasa palsu pada kekebalan

Beberapa orang berpikir memiliki antibodi Covid-19 berarti mereka kebal terhadap virus dan tidak akan tertular lagi. Saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa orang yang telah pulih dari Covid-19 kebal terhadap virus lagi. Sampai penelitian lebih lanjut dilakukan, Anda masih harus mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut jika Anda menerima hasil tes antibodi Covid-19 yang positif.

3. Infeksi Aktif


Jika hasil uji antibodi Covid-19 Anda negatif, Anda tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa Anda dapat memiliki infeksi aktif dan belum membangun antibodi terhadapnya. Hal ini berarti Anda bisa menyebarkan virus ke orang lain tanpa menyadarinya.

Kelebihan dan kekurangan rapid test

seberapa efektif rapid test corona


Selain terdapat pro dan kontra terhadap penggunaan alat rapid test Covid-19. Rapid test sendiri memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangan rapid test yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan Anda:

1. Kelebihan rapid test

Jika melihat kelebihan dari rapid test antibodi adalah tes ini dapat dengan mudah dilakukan dan cepat mengetahui hasilnya, jika dibandingkan dengan metode PCR (antigen). Oleh karena itu, cara ini dapat menjadi alternatif skrining cepat untuk mengetahui adanya virus atau tidak dalam tubuh seseorang.

PCR test memang dinilai lebih akurat daripada rapid test antibodi karena tes yang melibatkan antigen dilakukan untuk mendeteksi virus, bukan respons tubuh terhadap virus (antibodi). Meski begitu, teknik dalam pengambilan sampel PCR test lebih rumit jika dibandingkan rapid test antibodi, yang pengambilan sampel dapat dilakukan dengan mengambil darah dari ujung jari.

Selain itu, rapid test antibodi dinilai lebih mudah karena penggunaanya tidak memerlukan fasilitas laboratorium yang canggih dan hasilnya dapat diketahui dengan cepat, yaitu kurang dari 1 jam. Lebih cepat dari pemeriksaan yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu, PCR dan identifikasi urutan nukleotida virus Covid-19 yang memerlukan waktu berhari-hari.

Baca Juga: Cara Memilih Rapid Test Asli dan Mengetahui Tingkat Akurasinya

Saat ini melakukan rapid test antibodi juga sudah bisa dilakukan secara mandiri karena penggunaan rapid test sangat mudah. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan pemeriksaan rapid test covid-19 cukup dari rumah.

Dengan teknologi yang sederhana, harga alat rapid test Covid-19 juga relatif lebih murah dibandingkan dengan biaya PCR yang bisa mencapai jutaan. Jika Anda melakukan rapid test, setidaknya Anda dapat mencegah penyebaran virus corona karena dapat mendeteksi dengan cepat keberadaan virus dalam tubuh Anda.

2. Kekurangan rapid test

Sementara, kekurangan alat rapid test Covid-19 (antibodi) adalah hasil dari tes ini tidak dapat digunakan untuk langsung mendiagnosis seseorang terpapar virus Covid-19 atau tidak. Untuk itu, setelah melakukan rapid test pertama, jika seseorang dinyatakan negatif perlu melakukan tes ulang setelah 10 hari orang tersebut melakukan test pertama.

Bagaimana pelaksanaan rapid test Covid-19 (antibodi) dilakukan?

Tes antibodi adalah tes darah yang dilakukan dengan tusukan jari atau pengambilan darah. Darah kemudian diperiksa untuk dua jenis antibodi: IgM (yang berkembang sejak awal infeksi) dan IgG (yang lebih mungkin terdeteksi setelah Anda pulih). Jika IgG terdeteksi, kemungkinan besar Anda telah membangun kekebalan daripada jika IgM saja terdeteksi.

Melakukan tes IgM ini dapat mengetahui hasilnya dengan cepat, yaitu dalam waktu 10-15 menit. Sementara hasil tes IgG membutuhkan darah untuk diambil dan perlu dikirim ke laboratorium. Tes IgG bisa memakan waktu hingga 7 hari untuk mendapatkan hasilnya. Jika Anda ingin melakukan tes cepat (rapid test), kini tersedia Femometer Rapid Test Covid-19 Cassette, alat ini merupakan alat untuk mendeteksi antibodi Anda sebagai upaya dalam mencegah penularan virus Covid-19.

rapid test

Bagaimana tata cara penggunaan rapid test Covid-19?

https://www.youtube.com/embed/-2JDaSIFzQ0

Prinsip kerja rapid test Covid-19 untuk mengetahui adanya virus atau tidak dengan menggunakan IgG dan IgM yang terdapat di dalam darah. Kedua antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh apabila ada paparan virus. Dengan kata lain, jika antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus. Akan tetapi perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa sampai berminggu-minggu.

Hasil dari rapid test yang dilakukan dengan menggunakan sampel darah ini dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM yang terbentuk pada tubuh pasien. Namun, jika hasil yang muncul pada rapid test menunjukkan hasil positif atau adanya infeksi. Hal tersebut bukan menandakan bahwa pasien tersebut terinfeksi virus Covid-19 karena bisa saja itu merupakan jenis lain selain virus corona.

Baca Juga: Ketahui Apa itu Rapid Test dan Cara Kerjanya!

Oleh karena itu, pasien dengan hasil rapid test yang positif perlu melakukan tes ulang. Pemeriksaan lanjutan yang bisa dilakukan berupa pemeriksaan swab hidung atau tenggorokan yang dinilai lebih akurat sebagai patokan dalam melakukan diagnosis, karena virus Covid-19 dapat menempel di tenggorokan bagian dalam atau hidung saat masuk ke tubuh seseorang.

Namun, jika Anda ingin mencoba menggunakan rapid test, berikut ini cara melakukan rapid test Covid-19 menggunakan alat rapid test Cassette yang baik dan benar:

  1. Sebelum mulai menguji, alat tes dan spesimen perlu menyeimbangkan suhu (15 – 30 derajat C atau 59 – 86 derajat F).
  2. Lepaskan Cassette tes dari kantong yang disegel. Kemudian, pijat ujung jari Anda untuk mendorong aliran darah. Lalu, gunakan pad alkohol untuk melakukan desinfeksi. Setelah itu, gunakan jarum yang telah dibersihkan untuk menusuk kulit pada ujung jari Anda. Setelah darah keluar dari ujung jari Anda, gunakan pipet untuk mengumpulkan darah tersebut.
  3. Pegang pipiet secara vertikal dan tuangkan tetes darah pada alat uji. Tambahkan 2 tetes pengencer pada alat uji.
  4. Tunggu sampai garis pada rapid test muncul. Lihat hasil tes dalam waktu 15 menit. Jangan membaca hasil tes setelah 20 menit.

Berapa harga rapid test Covid-19?

Beberapa fasilitas kesehatan yang dapat melakukan rapid test memberikan harga yang berbeda tergantung dengan paket yang ditawarkan oleh fasilitas kesehatan masing-masing. Namun, Anda bisa melakukan rapid test di rumah dengan membeli alat rapid test sendiri. Rapid test Cassette sendiri dihargai dengan 150.000 untuk 1 kali tes. Selain Anda bisa melakukannya di rumah, rapid test ini juga dapat digunakan dengan mudah dan mengetahui hasilnya dengan cepat. (SR)

Hackensack Meridian Health. Diakses pada Juli 2002. COVID-19 Antibody Testing: Pros & Cons.
https://www.hackensackmeridianhealth.org/HealthU/2020/05/02/covid-19-antibody-testing-pros-cons/

Webmd. Diakses pada Juli 2020. What Is an Immunoglobulin Test?:
https://www.webmd.com/a-to-z-guides/immunoglobulin-test#1

ABS CBN News. Diakses pada Juli 2020. Explainer: What’s the difference between PCR-based and rapid test kits for COVID-19?
https://news.abs-cbn.com/news/04/01/20/different-kinds-of-coronavirus-test-kits-used-in-the-philippines

ScienceMag. Diakses pada Juli 2020. The standard coronavirus test, if available, works well—but can new diagnostics help in this pandemic?: https://www.sciencemag.org/news/2020/03/standard-coronavirus-test-if-available-works-well-can-new-diagnostics-help-pandemic#sidebar

E-medicine health. Diakses pada Juli 2020. Polymerase Chain Reaction (PCR) Test:
https://www.emedicinehealth.com/pcr_polymerase_chain_reaction_test/article_em.htm

Department of Health Rhode Island. Diakses pada Juli 2020.
2019-NOVEL CORONAVIRUS (COVID-19) SPECIMEN COLLECTION KIT INSTRUCTIONS:
https://health.ri.gov/publications/instructions/COVID-19-Specimen-Collection-Kit.pdf

Sumber

Comments 1

  1. Habibi says:

    Bagus sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait COVID-19