Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Merasa Sesak dan Batuk saat Pandemi? Bisa jadi Psikosomatis

Pernahkah Anda merasa sesak nafas, batuk-batuk atau gatal pada tenggorokan setelah membaca berita terkait dengan pandemi COVID-19? Jika iya, jangan dulu panik ya FarmaFriends. Bisa jadi itu hanya gejala gangguan psikosomatis.

Ditengah pandemi virus corona yang semakin mengkhawatirkan ini, beragam informasi seakan memenuhi lini media sosial hampir setiap harinya. Baik berita pasien positif, pasien yang berhasil sembuh hingga maraknya aksi kemanusiaan seperti donasi yang mungkin dapat membuat Anda dapat bernafas lebih lega.

Apa itu gangguan psikosomatis?

Psikosomatis dapat diartikan juga sebagai gangguan pada psikis yang mempengaruhi fisik. Biasanya kondisi psikosomatis berawal dari rasa cemas, stres dan depresi.

Reaksi fisik yang muncul pada gangguan tersebut bisa bermacam- macam tergantung penyakit yang dipikirkan oleh si penderita. Pada psikosomatis akibat virus corona, gejala yang muncul antara lain sesak nafas, batuk-batuk, tenggorokan kering atau gatal, bahkan hingga demam.

Nyatanya, saat ini sebagian besar berita didominasi oleh berita yang kurang baik bahkan yang menakutkan, contohnya kematian pasien. Hal ini bisa berpengaruh pada kondisi psikis Anda dan memicu timbulnya keluhan fisik yang disebut sebagai gangguan psikosomatis.

Psikosomatis timbul karena rasa cemas

Selama pandemi, kecemasan masyarakat menyebar lebih cepat dibandingkan dengan penyakit itu sendiri. Terlebih, frekuensi berita terkait penyakit yang hadir lebih sering dari biasanya.

Gangguan psikosomatis dapat menular melalui emosional baik secara pribadi maupun ketika orang-orang disekitar Anda membicarakan hal-hal yang menimbulkan rasa cemas atau ketakutan pada diri Anda melalui berbagai media. Oleh karena itu, membatasi interaksi sosial merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Rasa cemas dan takut adalah respon normal yang terjadi pada tubuh, ketika merasakan ancaman, yang terbentuk untuk menjaga rasa aman. Hal tersebut bisa terjadi karena ancaman secara emosional, sosial hingga fisik. Mengapa respon tersebut terjadi?

Ketika tubuh mengenali ancaman, maka secara tidak tidak sadar respon untuk menghindari atau melawan dapat timbul. Nah, respon tubuh yang timbul terkait psikosomatis akibat virus corona adalah dengan merasakan gejala-gejala dari gangguan tersebut pada tubuh Anda. Anda mungkin akan merasa tenggorokan kering secara tiba-tiba, batuk-batuk kecil, sakit kepala hingga demam. Padahal, gejala tersebut timbul diakibatkan rasa takut dan panik karena faktor lingkungan atau sosial di sekitar Anda.

Oleh sebab itu, saat pandemik seperti ini pastikan tidak hanya kesehatan tubuh yang terjaga melainkan juga kesehatan mental Anda. Terapkan pola hidup bersih dan sehat, konsumsi vitamin, rajin mencuci tangan, lakukan physical distancing. (PR)

World Health Organization Diakses pada April 2020. Coronavirus Disease (COVID-19) Advice for The Public.https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public.
Healthline. Diakses pada April 2020. Worried Sick: Health Anxiety and the Do-I-Have-This Disorder. https://www.healthline.com/health/health-anxiety-OCD

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait COVID-19