Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Penyebab Stres dalam Pernikahan dan Cara Mengatasinya

Banyak yang menganggap bahwa kehidupan setelah menikah didominasi oleh kebahagian. Meskipun tidak sepenuhnya salah, namun perlu kerja keras dari kedua belah pihak dalam mencapainya. Pernikahan memiliki tantangan tersendiri karena menyatukan dua orang dan dua keluarga dengan karakteristik yang berbeda bukanlah perkara mudah. Inilah yang biasanya menjadi salah satu penyebab stres dalam pernikahan.

Masalah yang terus berlarut-larut dan tidak diselesaikan dengan baik dapat menjadi pemicu timbulnya keretakan dalam rumah tangga. Bahkan satu masalah bisa menjadi besar karena tanpa disadari masalah yang masih mengganjal membuat Anda tertekan dan stres. Maka sangat penting untuk mengetahui gejala stres dalam pernikahan serta cara mengatasinya demi mempertahankan rumah tangga agar tetap utuh dan penuh dengan kebahagiaan. Yuk, ikuti tipsnya di bawah ini!

Penyebab dan Gejala Stres dalam Pernikahan

stres dalam pernikahan

Setiap pasangan memiliki masalah yang berbeda-beda dalam rumah tangga. Sehingga ketika Anda sedang mengalami pertengkaran dengan pasangan, jangan cepat berpikir negatif terlebih dahulu. Hal ini sangat wajar terjadi, terlebih jika Anda masih berada di tahun-tahun pertama perkawinan. Maka sangat penting mengetahui penyebab stres pada suami istri dalam pernikahan supaya dapat dicarikan jalan keluar. Berikut hal-hal yang sering menjadi pemicu stres dalam kehidupan berumah tangga:

1. Keadaan finansial pasangan

Meskipun sudah sah menikah, tapi cukup banyak pasangan yang tidak terbuka mengenai keuangan. Beberapa permasalahan keuangan yang sering disembunyikan adalah jumlah utang, pengeluaran, dan kebiasaan konsumtif. Selain itu, kebutuhan yang tidak terpenuhi juga bisa menjadi pemicu pertengkaran.

2. Perbedaan metode membesarkan anak

Berasal dari keluarga yang berbeda menjadikan suami dan istri memiliki budaya dan kebiasaan yang beragam mengenai metode membesarkan anak. Ditambah lagi adanya tekanan teman dan keluarga terkait dengan milestone tumbuh kembang anak yang sering kali membuat stres orang tua.

3. Komunikasi yang tidak seimbang

Masih cukup banyak yang kurang menyadari betapa pentingnya menjaga komunikasi dengan pasangan. Padahal, salah satu pemicu frustasi adalah ketika merasa kurang dipahami oleh pasangan. Ditambah lagi maksud dan pesan yang tidak tersampaikan dengan baik saat berkomunikasi pun perlahan dapat menyebabkan stres.

4. Kehidupan seks kurang harmonis

Bagi pasangan yang sudah menikah, seks dapat menambah kemesraan dan mempererat hubungan. Pastikan Anda dan pasangan memiliki aktivitas seks yang sehat untuk menumbuhkan kepercayaan satu sama lain. Jangan ragu untuk menanyakan kepada pasangan terkait kepuasaan dan kenikmatan hubungan intim supaya kehidupan seks Anda kembali hangat.

5. Hilangnya kepercayaan

Tanpa adanya kepercayaan, sebuah hubungan akan dipenuhi dengan rasa curiga, dan kecemasan. Selain itu, perasaan takut juga akan terus membayangi dan membuat Anda dipenuhi pikiran negatif. Kondisi inilah yang nantinya menjadi penyebab stres dalam pernikahan.

Cukup banyak yang kurang menyadari bahwa dirinya terjebak dalam hubungan yang kurang sehat. Inilah yang pada akhirnya membuat stres tidak terdeteksi lebih awal dan menimbulkan depresi setelah menikah. Berikut gejala stres dalam pernikahan yang perlu Anda ketahui:

  • Perubahan pola makan
  • Merasa tidak sehat dan sering mengalami sakit kepala
  • Merasa cemas dan gelisah setiap saat
  • Sering melampiaskan emosi kepada anak
  • Peningkatan konsumsi alkohol atau rokok

Baca juga: Cara Pakai Lubricant yang Benar Saat Bercinta, Pasangan Pasti Suka!

Cara Mengelola dan Mengatasi Stres dalam Pernikahan

mengatasi stres dalam pernikahan

Rumah adalah tempat yang diharapkan memberikan kenyamanan pada penghuninya. Di sinilah Anda menghabiskan banyak waktu untuk beristirahat dan bercengkrama dengan keluarga. Ketika rumah tidak lagi memberikan kehangatan akibat dari pernikahan yang tidak harmonis, maka penghuninya pun akan mengalami stres yang berpengaruh pada kondisi kesehatan.

Stres adalah respon tubuh akan perubahan yang terjadi pada fisik, mental, maupun emosi. Saat hubungan dengan pasangan tidak lagi mesra seperti sebelumnya, tanpa disadari perubahan ini memicu timbulnya stres hingga depresi. Dampak stres dalam pernikahan tidak hanya akan mempengaruhi kondisi Anda secara personal, tapi juga interpersonal. 

Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan terganggunya kesehatan fisik, seperti sakit perut, sakit kepala, asam lambung, dan masalah dalam siklus menstruasi. Selain itu, hubungan Anda dengan pasangan dan keluarga pun akan menjadi renggang yang membuat keretakan dalam rumah tangga terjadi. Demi menjaga keutuhan hubungan Anda dan pasangan, berikut cara mengatasi stres dalam pernikahan:

1. Cari tahu penyebab stres dalam pernikahan

Saat hubungan dalam rumah tangga sudah tidak lagi erat, berbagai hal dapat menjadi pemicu timbulnya stres. Bahkan masalah kecil dapat menjadi besar ketika pikiran sudah terlanjur dipenuhi hal-hal negatif. Masalah dalam rumah tangga dan cara mengatasinya sangat penting untuk mengidentifikasi pemicu terjadinya stres pada diri Anda. Apakah karena tidak ada kepercayaan dengan pasangan, apakah karena masalah keuangan, atau karena kurangnya komunikasi. Cara menghilangkan stres bersama pasangan yang baik yaitu segeralah ajak pasangan untuk menyelesaikannya bersama.

2. Bermesraan dan berhubungan tubuh lebih sering

Seringkala frekuensi berhubungan seks menjadi berkurang karena sibuk dengan urusan anak, karir, dan rumah tangga. Padahal aktivitas intim seperti ini sangat baik dilakukan demi menjaga kemesraan dengan pasangan. Ingat kembali kapan terakhir Anda dan pasangan berhubungan seks? Apakah aktivitas seksual Anda memuaskan? Cobalah melakukan variasi dengan lubricant untuk mendapatkan sensasi bercinta yang berbeda.


3. Saling mendengarkan dan menghargai

Pemicu terjadinya pertengkaran yang umum terjadi adalah adanya pihak yang merasa kurang didengar suara dan aspirasinya. Akibatnya komunikasi dengan pasangan pun semakin terganggu dan menyebabkan berbagai pertengkaran lainnya. Cobalah menjadi pendengar yang baik dan menghargai keputusan pasangan. Hubungan yang dilandaskan perasaan saling memahami dan menghargai biasanya akan langgeng dan bahagia.

4. Perbanyak waktu berdua

Banyak pasangan yang mengeluhkan sulit menghabiskan waktu berdua karena anak yang butuh perhatian lebih. Jika diperlukan, Anda jangan ragu untuk meminta tolong orang tua ataupun anggota keluarga lain untuk menjaga anak. Saat itulah Anda dan pasangan bisa pergi berlibur berdua demi menjaga keharmonisan.

5. Luangkan waktu untuk diri sendiri

Tidak hanya waktu pacaran dengan suami yang penting dilakukan, namun Anda juga harus meluangkan waktu untuk diri sendiri. Lakukan hobi yang Anda senangi, pergi dengan teman, atau beristirahat yang cukup untuk sementara terlepas dari rutinitas. Hal ini akan membantu Anda merasa lebih segar dan lebih tenang dalam menyelesaikan masalah.

6. Selesaikan masalah sesegera mungkin

Menunda menyelesaikan masalah hanya akan membuat problematika semakin mengakar. Masalah tidak akan selesai dengan sendirinya tanpa Anda yang mengusahakannya. Maka, usahakan untuk segera menyelesaikan sesegera mungkin supaya tidak berlarut-larut.

Baca juga: Stres dan Depresi, Apakah Sama? Yuk, Kenali Perbedaan Keduanya!

Cara Mengatasi Stres yang Efektif

cara mengatasi stres yang efektif


Cara menghilangkan stres karena masalah keluarga adalah memulainya dari diri sendiri. Ketika jiwa Anda sudah siap dan sehat, baru kemudian mengatasi masalah dengan pasangan. Langkah awal adalah mengetahui pemicu yang membuat Anda stres dan langkah antisipasi untuk mencegah stres. Setelah itu, pastikan tubuh dan pikiran Anda lebih rileks dalam menghadapi berbagai masalah sehingga tidak mudah tersulut emosi. Berikut cara mengatasi stres yang efektif:

1. Berolahraga

Tidak hanya membuat sehat secara fisik, olahraga juga dapat meredakan stres. Olahraga akan menghasilkan hormon endorfin yang bertugas membuat Anda merasakan bahagia dan memberikan sensasi relaksasi.

2. Menjalani hobi

Habiskan waktu Anda pada kegiatan yang disenangi, seperti memasak, melukis, atau traveling. Menjalani hobi bisa memberikan perasaan rileks yang akan mempermudah Anda menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

3. Mengeluarkan semua keluhan

Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaan Anda kepada pasangan. Memendam perasaan hanya akan membuat masalah semakin rumit dan membuat Anda stres. Anda juga bisa mengeluarkan uneg-uneg tersebut pada buku harian atau konsultasi dengan psikolog. Jika ingin menceritakan pada teman atau keluarga terkait permasalahan dalam pernikahan, pastikan orang tersebut dapat dipercaya sepenuhnya.

4 Melakukan pola hidup sehat

Selain berolahraga, jalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, seperti buah, sayur, dan suplemen penunjang kesehatan. Tubuh yang sehat akan menghasilkan pikiran yang positif dalam menghadapi masalah.

5. Meditasi

Ketika pikiran sudah terlalu penuh, cobalah untuk melakukan meditasi. Kegiatan ini membantu Anda fokus pada hal-hal yang menjadi prioritas. Tubuh dan pikiran pun akan lebih tenang setelah melakukan meditasi sehingga tidak akan mudah terpancing emosi saat menyelesaikan masalah.

Jika berbagi tips di atas tidak dapat mengurangi stres yang Anda rasakan, segeralah mencari bantuan profesional. Depresi setelah menikah yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Namun, tentu saja semua usaha tersebut tidak akan membuahkan hasil tanpa adanya kemauan berubah dari kedua belah pihak. Jangan segan untuk pergi ke konsultan pernikahan untuk membantu Anda dalam menyelesaikan permasalahan rumah tangga.

Sherman consulting. Diakses pada September 2020. 5 Ways To Reduce Stress In Your Marriage.
https://shermanconsulting.net/reduce-stress-marriage/
Cleveland clinic. Diakses pada September 2020. Stress.
https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11874-stress
Focus on the family. Diakses pada September 2020. How to handle stress in marriage.
https://www.focusonthefamily.com/marriage/how-to-handle-stress-in-marriage/

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan