Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Kurang darah? Atasi Anemia dengan Suplemen Penambah Darah

Anemia adalah penyakit yang terjadi ketika jumlah sel darah merah yang sehat dalam tubuh Anda terlalu rendah. Sel darah merah ini membawa oksigen ke semua jaringan tubuh, sehingga jumlah sel darah merah yang rendah menunjukkan bahwa jumlah oksigen dalam darah Anda lebih rendah dari yang seharusnya.

Banyak gejala anemia disebabkan oleh penurunan pengiriman oksigen ke jaringan dan organ vital tubuh. Namun, secara umum anemia terjadi akibat tiga hal, yaitu:

  • Kurangnya produksi sel darah merah yang kurang
  • Kehilangan darah secara berlebih
  • Sel darah merah hancur terlalu cepat 

Anemia diukur berdasarkan jumlah hemoglobin dan protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh.

Klasifikasi anemia

anemia adalah

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anemia diartikan sebagai kadar hemoglobin (Hb) yang kurang dari 13,0 g/dL (gram per desiliter) pada pria dewasa dan 12,0 g/dL pada wanita dewasa.

Dari hal tersebut, anemia dapat diklasifikasi melalui tingkat keparahan anemia, yaitu ringan, sedang, dan berat. Sementara itu, klasifikasi anemia juga dapat terbagi berdasarkan karakteristik bentuk sel darah merah yang diproduksi:

  • Makrositik (sel darah merah besar): contohnya anemia megaloblastik, anemia defisiensi B12 dan folat, anemia karena penyakit hati, dan anemia karena hipotiroidisme.
  • Mikrositik (sel darah merah terlalu kecil): contohnya anemia defisiensi besi, anemia sideroblastik, dan thalassemia.
  • Normositik (sel darah merah berukuran normal): contohnya anemia karena perdarahan (anemia hemoragik), anemia karena penyakit kronis atau infeksi, anemia hemolitik autoimun, anemia aplastik.

Jenis-jenis anemia

Terdapat beberapa jenis anemia berdasarkan penyebabnya, yaitu:

1. Anemia karena kekurangan zat besi

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan tubuh tidak mampu menghasilkan hemoglobin (Hb) atau sel darah merah yang sehat. Kondisi ini terjadi karena kurangnya asupan zat besi dalam makanan atau tubuh tidak mampu menyerap zat besi.

2. Anemia saat masa kehamilan

Ibu hamil memiliki nilai hemoglobin yang lebih rendah saat mengandung, sehingga membutuhkan lebih banyak zat pembentuk hemoglobin seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Jika ketiga nutrisi tersebut kurang, hal ini dapat membahayakan ibu hamil maupun janin yang dikandung.

3. Anemia karena perdarahan

Anemia dapat disebabkan karena pendarahan berat yang terjadi secara perlahan dalam waktu lama atau terjadi seketika. Penyebabnya bisa cedera, gangguan menstruasi, wasir, peradangan pada lambung, kanker usus, atau efek samping obat, seperti obat antiinflamasi non steroid (OAINS). Selain itu, perdarahan juga bisa disebabkan oleh infeksi cacing tambang yang menghisap darah dari dinding usus.

4. Anemia aplastik

Anemia aplastik terjadi ketika kerusakan pada sumsum tulang membuat tubuh tidak mampu lagi menghasilkan sel darah merah dengan optimal. Kondisi ini diduga dipicu oleh infeksi, penyakit autoimun, paparan zat kimia beracun, serta efek samping obat antibiotik dan obat untuk mengatasi rheumatoid arthritis.

5. Anemia hemolitik

Anemia hemolitik terjadi ketika penghancuran sel darah merah lebih cepat daripada pembentukannya. Kondisi ini dapat diturunkan dari orang tua atau didapat setelah lahir akibat kanker darah, infeksi bakteri atau virus, penyakit autoimun, serta efek samping obat-obatan, seperti paracetamol, penisilin, dan obat antimalaria.

6. Anemia akibat penyakit kronis

Penyakit dapat memengaruhi proses pembentukan sel darah merah, terutama bila berlangsung dalam jangka panjang, misalnya penyakit Crohn, penyakit ginjal, kanker, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS.

7. Anemia sel sabit (sickle cell anemia)

Anemia sel sabit disebabkan akibat mutasi (perubahan) genetik yang terjadi pada hemoglobin. Hal ini menyebabkan hemoglobin menjadi lengket dan bentuknya tidak normal seperti bulan sabit. Seseorang yang mengidap anemia sel sabit, dapat terjadi apabila memiliki kedua orang tua juga sama-sama mengalami mutasi genetik tersebut.

8. Thalasemia

Thalasemia disebabkan akibat mutasi gen yang memengaruhi produksi hemoglobin. Seseorang dapat menderita thalasemia jika salah satu atau kedua orang tuanya memiliki kondisi yang sama.

Gejala Anemia

Gejala anemia dapat dikenali dengan tanda-tanda berikut ini:

  • Mudah marah
  • Tubuh lemah atau mudah lelah saat berolahraga
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi atau berpikir

Jika penyakit anemia semakin parah, akan muncul kondisi seperti berikut:

  • Warna biru sampai putih pada mata
  • Kuku mudah rapuh
  • Pusing ketika berdiri
  • Kulit pucat
  • Sesak napas
  • Lidah terasa sakit
  • Muncul keinginan untuk makan es batu, tanah, atau hal-hal lain yang bukan makanan. Kondisi seperti ini dinamakan pica

Apa penyebab penyakit anemia?

Sumsum tulang merupakan jaringan lunak di tengah tulang yang membantu pembentukan semua sel darah. Sel darah merah yang sehat ini dapat bertahan antara 90 sampai 120 hari. Setelah itu, sel darah yang sudah tua akan diganti dengan yang baru. Proses ini dapat berlangsung secara terus-menerus.

Di dalam tubuh terdapat hormon yang disebut erythropoietin (EPO). Hormon ini dibuat di ginjal dan tugasnya adalah memberikan sinyal kepada sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak sel darah merah.

Hemoglobin merupakan protein yang membawa oksigen dalam sel darah merah dan protein, sehingga memberikan warna merah pada sel darah merah. Bagi penderita anemia, mereka tidak memiliki hemoglobin yang cukup.

Penyebab anemia dapat terjadi karena beberapa kemungkinan berikut ini:

  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Adanya eliminasi yang terjadi lebih awal dari biasanya pada sel darah merah, yang disebabkan oleh masalah kekebalan tubuh
  • Punya riwayat penyakit kronis seperti rheumatoid arthritis, ulcerative colitis, kanker, dan ginjal
  • Sedang hamil
  • Mengidap beberapa jenis anemia, seperti anemia sel sabit atau thalasemia
  • Punyai masalah kesehatan dengan sumsum tulang seperti multiple myeloma, limfoma, anemia aplastik atau myelodysplasia, dan leukemia

Bagaimana cara menyembuhkan penyakit anemia?

penyebab anemia

Terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi anemia berdasarkan penyebabnya. Anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi, folat, dan vitamin B12 dapat diobati dengan rajin mengonsumsi suplemen dan makanan yang dapat membantu menambah darah.

Selain melalui makanan, penambahan vitamin B12 dapat dilakukan dengan suntikan pada beberapa kasus. Hal tersebut dilakukan agar vitamin mudah diserap oleh tubuh dan kadarnya tidak berkurang akibat proses yang terjadi di saluran pencernaan.

Baca Juga: Makanan Penambah Darah Untuk Obati Anemia

Pada kasus anemia yang sudah parah, mengonsumsi makanan penambah darah saja tidak cukup, Anda membutuhkan suntik eritropoietin untuk meningkatkan produksi sel darah merah di sumsum tulang belakang.

Sedangkan, jika kadar hemoglobin Anda terlalu rendah atau terjadi perdarahan, maka Anda membutuhkan transfusi darah.

Apa saja makanan yang harus dihindari penderita anemia?

Terdapat makanan tertentu yang dapat membantu meningkatkan sel darah merah, namun ada beberapa makanan yang juga harus dihindari penderita anemia karena dapat menghambat penyerapan zat gizi yang membentuk penyerapan darah sehingga memperparah penyakit anemia.

Berikut makanan yang harus dihindari penderita anemia, yaitu:

1. Tanin

Tanin merupakan zat alami yang terdapat pada tumbuhan seperti teh hijau atau teh hitam, biji-bijian, kopi, anggur dan jagung. Konsumsi makanan tersebut dapat mengganggu penyerapan nutrisi dari sayuran-sayuran berdaun hijau gelap.

Saat seseorang memiliki penyakit anemia, kemudian dia mengonsumsi kafein dalam kadar berlebihan. Hali ini dapat menyebabkan anemia yang dimiliki semakin parah. Oleh karena itu, hindari konsumsi minum teh atau kopi saat makan, karena minuman ini dapat menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh.

2. Gluten

Gluten dapat ditemukan pada makanan seperti gandum, selai, pasta dan biji-bijian. Jika seseorang menderita anemia, lalu mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, hal ini dapat mengakibatkan nutrisi seperti folat dan zat besi tidak terserap sepenuhnya.

3. Kalsium

Mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium dapat mengganggu penyerapan zat besi. Untuk itu, hindari konsumsi kalsium bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi. Hindari minum susu, yoghurt dan keju.

4. Asam oksalat

Makanan yang mengandung asam oksalat dapat mengganggu penyerapan zat besi. Orang yang menderita anemia disarankan untuk menghindari semua makanan yang mengandung oksalat.

Beberapa makanan yang mengandung asam oksalat contohnya bayam, kacang tanah, dan coklat. Kadar kafein yang tinggi biasanya ditemukan pada biji cokelat sebelum diolah. Sementara, untuk cokelat olahan yang beredar di pasaran biasanya kadar kafeinnya berkurang akibat proses pengolahan.

Rekomendasi suplemen penambah darah

gejala anemia

Berikut ini suplemen untuk anemia yang bisa membantu menambah darah penderita anemia.

1. Sangobion

Sangobion adalah suplemen vitamin penambah zat besi. Sangobion diberikan kepada penderita kekurangan zat besi akibat haid, kehamilan, anemia, aktivitas donor darah, dan pendarahan.

2. Vitabiotics Feroglobin

Vitabiotics Feroglobin merupakan vitamin zat besi yang dapat membantu mendukung hemoglobin dan sel darah merah Anda. Kapsul Feroglobin adalah suplemen zat besi lembut dengan zinc dan vitamin B, diformulasikan untuk memberikan jumlah zat besi yang ideal untuk tubuh. Diformulasikan untuk memberikan jumlah zat besi yang ideal ke tubuh sambil tetap lembut di perut. Selain penting bagi darah Anda, zat besi juga berkontribusi pada fungsi normal sistem kekebalan tubuh dan fungsi kognitif Anda.

3. Nutrimax Vital

Nutrimax Vital merupakan suplemen zat besi (Ferrous Glycinate) yang diperkaya dengan Folic Acid, Vitamin C (Calcium Ascorbate), Copper, Cobalt, Selenium, Vitamin B5, B6 & B12. Menggunakan teknik Chelated Hydrolized Protein untuk memudahkan penyerapan zat besi agar mampu mencukupi kebutuhan tubuh dalam pembentukan hemoglobin (pigmen sel darah merah yang membawa oksigen) tanpa menyebabkan iritasi lambung terutama pada penderita maag. (SR)

Healthline. Diakses pada Juli 2020. What You Need to Know About Anemia. https://www.healthline.com/health/anemia#outlook
Webmd. Diakses pada Juli 2020. Anemia. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-basics#1
Hematology. Diakses pada Juli 2020. Anemia. https://www.hematology.org/Patients/Anemia/
Healthline. Diakses pada Juli 2020. Everything You Need to Know About Thalassemia. https://www.healthline.com/health/thalassemia

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan