Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Pentingnya Swab Test Antigen, Seberapa Akurat Deteksi COVID-19?

swab test antigen farmaku

Selain dengan rapid test antibody, saat ini swab test antigen juga menjadi salah satu alternatif tes untuk deteksi COVID-19 lebih cepat. Meskipun dunia masih menghadapi virus COVID-19, namun kondisi ini tidak menghentikan seseorang untuk beraktivitas. Sebagian kantor memutuskan untuk tetap bekerja dari rumah, sedangkan masih cukup banyak yang melanjutkan kegiatan dengan suasana new normal.

Kegiatan perkantoran dilakukan dengan tujuan menjaga roda perekonomian tetap berjalan sehingga terhindar dari resesi. Sehingga Anda dianjurkan untuk selalu menaati protokol kesehatan demi mencegah perluasan persebaran saat beraktivitas di luar. Pemerintah pun mencanangkan program 3 perilaku disiplin 3M yang perlu diterapkan saat beraktivitas:

  • Memakai masker

Saat ini masker scuba sudah tidak dianjurkan penggunaannya karena tidak dapat menyaring percikan air dengan optimal. Pilih masker medis atau masker kain tiga lapis untuk digunakan sehari-hari.

  • Mencuci tangan

Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir selama minimal 20 detik. Basahi dan gosok permukaan tangan, termasuk telapak dan punggung, sela-sela jari dan kuku, serta pergelangan tangan.

  • Menjaga jarak dan menghindari kerumunan

Jaga jarak fisik minimal 1 meter dan tetap gunakan masker saat bertemu dengan teman. Ikuti anjuran pemerintah untuk tidak berkumpul dalam jumlah yang besar. 

Tes untuk Deteksi COVID-19

Saat ini ada banyak cara yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus COVID-19 pada tubuh, seperti PCR, swab test antigen, dan rapid test antibodi. Berikut penjelasan lengkap untuk mendiagnosis COVID-19:

1. Polymerase Chain Reaction (PCR)

PCR merupakan metode yang dianggap memiliki hasil paling akurat dibandingkan lainnya. PCR akan mendeteksi pola genetik (DNA dan RNA) dari suatu sel, kuman, dan virus. Hanya saja dibutuhkan waktu yang cukup lama yaitu 1-7 hari untuk mendapatkan hasil.

Ditambah lagi biaya yang dikeluarkan pun tidak murah. Sehingga, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengizinkan melakukan swab test antigen karena memiliki harga terjangkau dengan tingkat keakuratan swab antigen hasil yang tinggi.

2. Swab Test Antigen

Swab test antigen adalah tes untuk mendeteksi antigen yang menunjukkan adanya infeksi virus pada saat itu. Antigen merupakan benda asing, seperti virus, racun, dan kuman, yang masuk ke dalam tubuh. Sebagai antigen yang dianggap berbahaya, tubuh pun membentuk zat kekebalan (antibodi) agar tidak timbul penyakit.

Dikenal juga dengan rapid test antigen, metode ini dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari hidung dan tenggorokan melalui proses swab. Berbeda dengan PCR, hasil tes bisa didapatkan hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam setelah pemeriksaan. Untuk tingkat akurasi swab antigen yang baik, Anda dianjurkan melakukan swab test antigen minimal 5 hari setelah timbul gejala atau kontak langsung dengan penderita COVID-19.

3. Rapid Test Antibodi

Rapid test antibodi bekerja dengan cara mendeteksi keberadaan antibodi pada tubuh. Metode ini memiliki hasil akurasi rendah dalam mengetahui adanya virus COVID-19. Inilah mengapa rapid test antibodi tidak dianjurkan untuk mendiagnosis seseorang positif terinfeksi COVID-19 atau tidak.

Baca juga:

Inilah Pro dan Kontra Rapid Test Covid-19 yang Perlu Anda Tahu!

Happy Hypoxia, Gejala Baru Covid-19

Keunggulan dan Manfaat Swab Test Antigen

Jika dibandingkan ketiga metode tersebut, saat ini swab test antigen menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin cek kesehatan. Tiga keunggulan dari tes ini adalah harga terjangkau, hasil yang cepat, dan hasil dengan tingkat akurasi swab antigen yang tinggi.

Salah satu manfaat pemeriksaan ini adalah mendiagnosis apakah seseorang telah terinfeksi virus SARS-CoV-2. Dengan mengetahui sejak awal, tindakan pencegahan dan penyebaran penyakit pun dapat segera dilakukan. Jika hasil menunjukkan positif, biasanya pasien akan melakukan tes PCR untuk memastikan diagnosis.

Sedangkan terkait dengan biaya swab test antigen, setiap rumah sakit memiliki harga yang berbeda-beda dengan kisaran 350 ribu hingga 650 ribu rupiah. Biasanya yang membedakan adalah kelengkapan dokumen yang diberikan atau kelengkapan fasilitas pusat kesehatan.

Jika Anda ingin melakukan tes secara massal bagi keluarga atau rekan kantor dengan anggota lebih dari 10 orang, beberapa lokasi menyediakan layanan home care. Hal ini akan membantu Anda terhindar dari kerumunan yang dapat meningkatkan risiko penularan.

Alur Swab Test Antigen

Terdapat perbedaan alur swab test antigen untuk pasien dengan hasil tes positif dan juga negatif. Berikut adalah penjelasannya:

Hasil Swab Test Antigen Negatif

  1. Orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) dianjurkan melakukan isolasi mandiri selama 10 hari.
  2. Jika tidak muncul gejala selama masa isolasi, Anda akan dianjurkan melakukan rapid test antigen setelah 10 hari. Hasil negatif menunjukkan sakit yang diderita bukan COVID-19, sedangkan pasien dengan hasil positif akan dianjurkan melakukan tes PCR selama 2 hari berturut-turut.
  3. Namun, ketika gejala mulai muncul sebelum 10 hari, Anda akan diarahkan untuk melakukan swab test antigen ulang. Jika hasil tes negatif maka Anda melanjutkan isolasi mandiri dan kembali melakukan rapid test antibodi 10 hari kemudian. Sedangkan jika positif harus melakukan tes PCR 2 kali selama 2 hari berturut-turut.
  4. Jika hasil negatif maka Anda tidak mengalami COVID-19 dan hasil positif menunjukkan Anda terkonfirmasi COVID-19.
  5. Pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, sedangkan pasien gejala sedang akan dirujuk ke rumah sakit darurat, dan pasien dengan gejala berat akan dirawat di rumah sakit rujukan.

Hasil Swab Test Antigen Positif

  1. OTG, PDP, atau ODP yang hasil rapid test antibodi menunjukkan positif akan langsung dianjurkan melakukan tes PCR.
  2. Jika hasil negatif, maka Anda tidak menderita COVID-19. Sebaliknya, hasil positif mengkonfirmasi Anda terinfeksi virus SARS-CoV-2.
  3. Pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, sedangkan pasien gejala sedang akan dirujuk ke rumah sakit darurat, dan pasien dengan gejala berat akan dirawat di rumah sakit rujukan.

Maka, untuk mencegah penularan atau membuat cluster baru, Anda dianjurkan melakukan swab test antigen sebelum bepergian dan berkumpul. Jika hasil tes negatif, Anda dapat melakukan perjalanan dengan tetap menaati protokol kesehatan 3M. Namun, saat hasil menunjukkan positif, segera menunda segala aktivitas yang terjadwal demi keselamatan dan kesehatan bersama.

Kesehatan Kontan. Diakses pada November 2020. Swab antigen corona jadi pilihan karena murah, ini update lokasi test dan biayanya. https://kesehatan.kontan.co.id/news/swab-antigen-corona-jadi-pilihan-karena-murah-ini-update-lokasi-test-dan-biayanya?page=all.

Health Kompas. Diakses pada November 2020. Beda Alur Pemeriksaan Rapid Test Antibodi dan Rapid Test Antigen. https://health.kompas.com/read/2020/04/09/100100868/beda-alur-pemeriksaan-rapid-test-antibodi-dan-rapid-test-antigen?page=all. 

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan