Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Tips Menjaga Kesehatan Mental Orang Tua dan Anak Saat WFH

Beraktivitas dari rumah selama masa pandemi virus coron membuat kita seakan melakukan aktivitas yang sama dari hari ke hari. Termasuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Hal ini tentu dapat melelahkan fisik dan mental baik Anda maupun anak.

Bagaimana tidak, selain harus mengurus pekerjaan kantor, orang tua juga harus mengerjakan pekerjaan rumah, mengawasi sekaligus membimbing anak yang sekolahnya diliburkan di tengah pandemi COVID-19.

Sama halnya seperti orangtua, anak yang notabene butuh waktu bermain dan mengeksplorasi kegiatan di luar rumah bersama teman, kini tidak bisa lagi dilakukan Anak dengan leluasa. Selain itu, anak juga lebih mudah dilanda kebosanan saat terus-terusan di rumah. Lebih lanjut, anak belum mampu mengelola stres dan meredakan emosi yang muncul.

Baca juga: Mengelola Stres Selama Wabah Virus Corona

Eli Lebowitz, psikolog klinis di Yale School of Medicine yang merawat kecemasan anak mengatakan dalam kondisi pandemi seperti itu, orang tua disarankan melakukan tugasnya sebaik mungkin dengan tetap memberikan waktu luang bagi diri mereka sendiri untuk relaksasi.

” Karena tidak mungkin bagi orang tua untuk tiba-tiba dapat menyulap segalanya menjadi 100% hadir, untuk mengawasi homeschooling anak- anak mereka dengan penuh efisiensi” dikutip dari Live Science.

Dalam situasi seperti inilah peran penting orang tua sebagai pengasuh untuk menjaga kesehatan mentalnya sendiri beserta mental anak.


Berikut cara menjaga kesehatan mental orang tua dan anak selama dirumah.


Menjaga kesehatan mental orang tua selama wfh

1. Perhatikan kesehatan jiwa pribadi

kesehatan mental orang tua


Seorang psikiater anak dan remaja bernama Renville Reynaldi menjelaskan, kesehatan mental anak berkaitan erat dengan kesehatan ,mental orang tuanya. Oleh sebab itu, orang tualah yang pertama kali harus memiliki kesehatan mental yang baik yang ditunjukan dengan pembawaan dan suasana yang nyaman dan menenangkan di rumah.

Selain itu Renville juga menyarankan agar orang tua agar tidak mendekati anak saat emosi sedang tidak baik. Alangkah baiknya, tenangkan diri terlebih dahulu sebelum menemui anak.

Cara menjaga kesehatan ibu dan anak khususnya kaum ibu menjadi kunci utama mendampingi proses belajar anak dari rumah.

Tantangan mendidik anak belajar di rumah saat orangtua harus menjalani WFH memang berpotensi menimbulkan stres. Maka dari itu, penting membagi waktu yang jelas bagi anggota keluarga, jam orang tua mendampingi anak, dan jam berapa orang tua harus bekerja. Selain perlu dibiasakan hal ini juga perlu dikomunikasikan pada semua anggota keluarga.

2. Tetap update informasi dengan tenang

mencegah stres saat pandemi

Pada kondisi yang kurang kondusif seperti saat ini, sebaiknya Anda sebagai orang tua tetap menjalin hubungan sosial sebaik mungkin dan terkoneksi langsung dengan teman, rekan kerja, maupun keluarga. Tidak ada salahnya saling bertukar informasi dan memberikan semangat satu sama lain. Tetap aktif dan beraktivitaslah seperti biasa.


3. Manfaatkan waktu luang untuk aktivitas relaksasi

cara untuk menjaga kesehatan mental

Apabila informasi di berbagai media atau tekanan pekerjaan membuat Anda terlampau khawatir dan panik, coba manfaatkan waktu luang dengan melakukan beberapa aktivitas fisik yang dapat merelaksasikan tubuh Anda. Hal ini bisa membuat emosi Anda lebih mudah terkontrol dengan baik dan tenang. Terlebih jika Anda harus wfh sambil mendampingi anak belajar dirumah.

Contohnya Anda bisa melakukan meditasi, olahraga yoga, membaca atau melakukan hal positif lainnya.

Baca juga: 7 Gerakan Yoga Atasi Cemas dan Stres Selama Pandemi Corona

4. Mengantisipasi tekanan dengan tertawa

tips mencegah stres

Suatu hal yang normal jika Anda merasa khawatir dan stres saat membaca atau mendengar berita terkait pandemi virus corona. Berita bisa bersumber dari siapa saja, termasuk dari keluarga sendiri. Apalagi jika Anda dikondisikan untuk wfh (work from home), tekanan tentu bisa menimpa Anda.

Maka itu, penting bagi Anda dan pasangan untuk saling mengingatkan dan menjaga kesehatan mental. Dimulai dari mengurangi kebiasaan buruk yang dapat membuat emosi dan mood menjadi tidak stabil.

Atau Anda juga dapat mengantisipasi tekanan selama whf di rumah dengan banyak tertawa bersama keluarga. Hanya dengan tersenyum, Anda dapat memperbaiki mood yang sedang buruk. Bila tersenyum saja sudah mempu memberikan efek positif seperti itu, bayangkan apa dampak tertawa.

Tertawa adalah obat stres yang paling ampuh, mudah, dan gratis. Ketika tertawa, asupan asupan oksigen yang kita hirup akan bertambah dan hal ini menstimulasi pelepasan hormon endorfin. Endorfin adalah hormon untuk menghilangkan stres dan meredakan rasa sakit.

Untuk itu, cobalah sesekali untuk meluangkan waktu untuk sekedar saling bertukar cerita, bercanda tawa dengan pasangan atau anak-anak Anda dirumah.


5. Membuat rutinitas baru

belajar di rumah saat WFH


Sebagai awal yang baik Anda bisa membuat rutinitas bar di rumah. Pilihnya kegiatan yang disenangi juga oleh anak. Pastikan semua rutinitas pagi berlangsung seperti biasanya. Buatlah rencana dan jadwal untuk anak yang memiliki tugas sekolah.

Jadwal ini akan membantu Anda serta anak untuk tetap teratur mengerjakan pekerjaan sekolahnya, disamping mereka tetap bisa melakukan aktivitas lain di luar tugas tersebut. Selain itu, sebagai orangtua yang disibukan oleh tuntutan pekerjaan, ‘ lupa akan sesuatu’ sangat mungkin terjadi. Nah, dengan dibuatnya jadwal Anda akan lebih mudah mengingat dan mengontrol rutinitas yang Anda lakukan.

Kesehatan mental anak selama di rumah juga penting

menjaga kesehatan mental anak


Sama seperti orang dewasa, anak juga memiliki rasa cemas, khawatir, dan bosan selama di rumah. Penting bagi orang tua untuk memperhatikan kesehatan mental anak agar tetap terjaga. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan anak yang bisa Anda ikuti, antara lain:

1. Berempati dengan anak

berempati dengan anak

Memahami masalah anak memang sulit sebab anak belum dapat secara pasti mengungkapkan emosi dan perasaan yang mereka hadapi. Untuk dapat memahami masalah yang dihadapi anak, orangtua mesti berempati dengan keadaan anak.

Cobalah untuk memahami keadaan anak bahwa mereka untuk saat ini tidak dapat mengeksplorasi diri dengan bebas bermain di ruang terbuka.

Pahami respon anak tersebut dengan menunjukan respon yang baik dan tenang. Hindari bentuk respon yang cenderung kesal hingga marah.

Psikolog Seto Mulyadi yang lebih akrab disapa Kak Seto menganjurkan orang tua bersama anak untuk tetap menjaga energi positif dalam keluarga selama isolasi diri dan bekerja di rumah (work from home/ WFH).

Menurutnya, untuk menghadapi anak orang tua harus sediakan kekuatan sabar yang melimpah disertai kreativitas. Kesabaran ekstra sangat diperlukan bagi anak karena orang tua mengambil pesan guru ketika anak harus belajar di rumah.

2. Memberikan edukasi

mengedukasi Covid-19 pada anak

Jika anak menunjukan stres atau khawatir tentang Covid-19, tanyakan kepada anak apa yang mereka ketahui dan mengerti. Di era yang serba digital seperti saat ini membuat informasi semakin mudah diakses. Sehingga tidak menutup kemungkinan banyak informasi yang kurang tepat di dengar anak dari teman sebaya, atau mereka telah salah menafsirkan sesuatu yang didengar dari orang dewasa.

Terimalah segala bentuk kekhawatiran anak berikan penjelasan mengenai pandemi Covid-19 dengan bahasa yang mudah dipahami dan cara yang menyenangkan mulai dari penyebaran hingga pencegahannya. Jelaskan pada mereka mengapa Anda harus bekerja di rumah, mengapa mereka harus ‘bersekolah’ dari rumah, atau jelaskan bahwa berada di rumah demi keamanan dan keberlangsungan hidup bersama.

Ajarakan pula setiap kali anak selesai bermain di halaman rumah untuk selalu mencuci tangan pakai sabun. Dan jika terpaksa keluar rumah, ajarkan anak untuk menggunakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain.

Baca juga: Cara Menggunakan Masker Kain Yang Benar untuk Cegah Covid-19

3. Berikan penghargaan pada anak

menjaga kesehatan mental anak di rumah

Setiap kali anak selesai mengerjakan sesuatu, berikan apresiasi sebagai bentuk penghargaan kepada anak. Memberikan anak pujian akan berefek baik pada mental anak. Apresiasi pada anak dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memacu motivasi anak.


4. Dampingi dan arahkan anak dengan pendekatan

kegiatan selama physical distancing

Untuk Anda yang memiliki balita, Matthew Cruger, direktur senior pusat pembelajaran dan pengembangan di Child Mind Institute merekomendasikan agar Anda mendampingi dan mengarahkan permainan untuk memunculkan ide-ide sang anak.

Ketika Anda perlu melakukan tugas lainnya (bekerja), tetaplah berada di dekat anak Anda dan beri tahu anak tersebut untuk bermain sendiri dan sesekali bertanya apakah mereka perlu bantuan. Cruger juga merekomendasikan agar mengajak anak untuk terlibat dalam rutinitas yang sering Anda lakukan di rumah seperti memasak atau membersihkan rumah bersama.


5. Pastikan nutrisi anak tetap terpenuhi

menambah nustrisi anak

Selama berada di rumah orang tua dan anak juga dihimbau untuk tetap mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi. Seperti yang kita ketahui, tubuh yang sehat akan menghasilkan mental yang sehat pula.

Baca juga: Yuk Ketahui Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak


Nah, itulah beberapa tips yang dapat Anda terapkan agar selama WFH di rumah kesehatan mental Anda dan anak tetap terjaga. Selain kesehatan mental, pastikan selalu tubuh Anda dan keluarga selalu dalam kondisi bugar ya FarmaFriends. Rutinlah mengkonsumsi vitamin agar kekebalan tubuh selalu terjaga, rajin mencuci tangan dan jangan lupa untuk selalu membawa survival kit jika harus keluar rumah terutama di tengah aturan ‘the new normal‘ yang akan di berlakukan. (PR)

Livescience. Diakses pada Juni 2020. Tips for handling work and kids during COVID-19 isolation. https://www.livescience.com/coronavirus-tips-for-homebound-kids-parents.html

Cnn Indonesia. Diakses pada Juni 2020. Tips 'Gembira' Orang Tua dan Anak Saat WFH ala Kak Seto. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200404112430-284-490277/tips-gembira-orang-tua-dan-anak-saat-wfh-ala-kak-seto

Childmind. Diakses pada Juni 2020. Tips for handling work and kids during COVID-19 isolation. https://childmind.org/news/tips-for-handling-work-and-kids-during-covid-19-isolation/

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait COVID-19