Empty Cart

Total:
Rp. 0 

5 Tips Mengontrol Tekanan Darah di Luar Pengobatan

 18 Apr 2019



tips mengontrol tekanan darah di luar pengobatan medis


Bagi Anda yang terdiagnosis mengalami hipertensi, dokter mungkin akan meresepkan Anda obat darah tinggi untuk Anda konsumsi.

 

Mengkombinasikan gaya hidup sehat dengan pengobatan medis dapat meningkatkan efektifitas program terapi hipertensi. Selain itu, pola hidup sehat dapat mengurangi kebutuhan pengobatan medis dalam jangka panjang.

 

 

 

Perubahan Pola Hidup untuk Mengontrol Tekanan Darah

 

  1. Kurangi berat badan

    Menurut Dr. Naomi Deirdre Fisher, MD, Direktur layanan dan klinik spesial hipertensi dari dari Brigham dan Woman's Hospital yang juga seorang rekan profesor dari sekolah medis Harvard, salah satu cara paling efektif mengurangi tekanan darah adalah dengan menurunkan berat badan.

    Tekanan darah meningkat seiring meningkatnya berat badan. Target program penurunan berat badan adalah untuk mencapai berat badan ideal dengan BMI antara 18,5 - 24,9. Bagi orang yang kelebihan berat badan, setiap turunnya 10 kg berat badan, sistole akan turun sebesar 5 - 20 poin.

    Kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan sleep apnea. Sleep apnea adalah terganggunya pernapasan saat tidur, yang dapat menyebabkan naiknya tekanan darah.



  2. Mulailah bergerak (berolahraga)

    "Lakukanlah sesuatu yang Anda sukai, bila tidak, Anda akan meninggalkannya," kata Dr. Fisher. Olahraga dan kegiatan ringan seperti bersepeda, jogging, jalan pagi, bahkan berkebun dengan jumlah waktu 30 menit, 5 hari seminggu, sudah cukup memberikan perubahan positif bagi kesehatan.

    Bagi seseorang dengan tekanan darah yang tinggi, berolahraga ringan 150 menit setiap minggu berpotensi menurunkan tekanan darah sekitar 5 sampai 8 mm Hg.

    Kuncinya adalah konsistensi. Rutin berolahraga dapat membuat kerja jantung menjadi lebih efisien, dimana jantung akan bekerja lebih ringan untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kerja jantung yang efisien otomatis akan mengurangi tekanan darah pada dinding arteri.



  3. Hilangkan stres

    Hormon stres dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, alhasil tekanan darah meningkat. Reaksi atau respon terhadap stres juga perlua menjadi perhatian. Stres yang berkepanjangan mungkin dapat memicu perubahan gaya hidup yang negatif, seperti konsumsi alkohol, merokok, kurang tidur, makan berlebihan, bahkan penyalahgunaan obat-obatan. Gaya hidup demikian sangat berpotensi memperparah kesehatan jantung dan kondisi tekanan darah.



  4. Kurangi jumlah konsumsi sodium (garam)

    Umumnya, jumlah asupan sodium harian yang ideal untuk orang dewasa adalah 1.500 mg sodium per hari. "Tidak sulit mencapai 1.500 mg sodium per hari, hanya 3/4 sendok teh garam.." kata Dr. Fisher.

    Bagi pasien yang menderita tekanan darah tinggi, mengurangi sedikit sodium dalam diet sehari-hari dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi tekanan darah hingga 5 - 6 mm Hg.

    Pertama, mulailah dengan membatasi asupan sodium harian hingga 2.300 mg. Dari situ, kurangi secara perlahan sampai ke angka ideal (1.500 mg sodium / hari).

    Beberapa tips dari mayoclinic.org untuk membantu mengurangi asupan sodium harian kita.

    • Membaca label daftar gizi dari setiap makanan yang ingin kita beli. Bacalah jumlah sodium yang terkandung dari makanan tersebut, cari alternatif lain dengan kadar sodium yang lebih rendah jika diperlukan.
    • Kurangi konsumsi makanan instan dan makanan kaleng. Berikut adalah makanan dengan kandungan garam yang tinggi menurut hellosehat, beberapa di antaranya dapat dibeli dengan mudah dengan harga terjangkau, seperti jus kemasan rasa buah dan mie instan.
    • Kurangi garam secara perlahan. Kurangi sodium dalam diet secara perlahan, indra pengecap mulut kita lama kelamaan akan menyesuaikan.
    • Jangan tambahan garam bila kurang asin. Satu sendok teh garam saja sudah mengandung sekitar 2.300 mg sodium. Bila ingin menambah rasa, gunakan herba atau bumbu lainnya yang sedikit atau tidak mengandung sodium sama sekali.


  5. Kurangi konsumsi alkohol

    Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, dapat mengakibatkan tekanan darah melonjak. Setiap konsumsi 10 gram alkohol, tekanan darah akan meningkat 1 mm Hg. Cobalah untuk mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang standar (sekitar 14 gram alkohol).

    Berapakah standar rekomendasi konsumsi alkohol harian?

    Tabel 1. Konsumsi Standar Alkohol
    Jenis Dalam ons Dalam ml Kadar alkohol
    Bir 12 354 5%
    Anggur 5 145 12%
    Minuman keras 1.5 44 40%

    Selain berpengaruh negatif pada tekanan darah, mengkonsumsi terlalu banyak alkohol dapat mengurangi efektifitas berbagai obat, salah satunya obat darah tinggi.

    Minum alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang juga akan memberikan berbagai efek negatif pada kesehatan seperti terganggunnya kesehatan liver dan obesitas.

 

 

Baca juga: Bagaimana diagnosis hipertensi?

 

 

 

 

Sumber

  1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20046974, Jan 2019.
  2. https://www.healthline.com/health/high-blood-pressure-hypertension/lower-it-fast#14, Mar 2015.
  3. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/6-simple-tips-to-reduce-your-blood-pressure, Mar 2018.
  4. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/5-lifestyle-tips-to-lower-high-blood-pressure, Apr 2007.
  5. https://www.alodokter.com/sleep-apnea, Jun 2015.
  6. https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/makanan-mengandung-garam-tinggi/, Sept 2016.
  7. https://www.alcoholrehabguide.org/alcohol/effects/





Bagikan artikel ini :