Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Tolak Panu: Penyebab, Gejala, dan Cara Menghilangkannya

 07 Dec 2018




Tahukah Anda bahwa selalu ada jamur yang hidup di permukaan kulit kita. Jamur tidak mengganggu selama jumlah mereka dalam rentang yang normal. Namun ketika jumlah jamur ini terlalu banyak, mereka akan menginfeksi kulit kita.

 

Salah satu infeksi jamur pada permukaan kulit adalah panu, yang dalam istilah medis dikenal sebagai tinea versicolor atau pityriasis versicolor.

 

Panu merupakan penyakit kulit yang paling sering dialami oleh orang yang tinggal di daerah tropis dan sub tropis. Bahkan, orang yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia dapat menderita panu sepanjang tahun.

 

Maukah Anda menderita panu sepanjang tahun? Pasti jawabannya adalah tidak.

 

Artikel ini akan memberikan informasi kepada Anda tentang apa itu panu, apa saja penyebabnya, dan bagaimana cara menghilangkan panu dari kulit kita.

 

 

Apa itu Panu?

Jamur Malassezia adalah sejenis ragi yang ditemukan pada permukaan kulit. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jamur ini biasanya tidak menyebabkan masalah kesehatan apa pun.

 

Faktanya, banyak mikrobiota (organisme berukuran mikroskopik) yang hidup pada kulit Anda, termasuk jamur Malassezia, membantu melindungi Anda dari infeksi dan patogen lain yang berbahaya.

 

Mereka hidup berdampingan dengan sel-sel tubuh dalam hubungan simbiotik, saling mendukung, dan saling menguntungkan satu sama lain.

 

Meskipun demikian, ragi ini dapat tumbuh di luar kendali. Ketika ini terjadi, jamur-jamur ini akan mempengaruhi warna alami atau pigmentasi kulit kita, sehingga akan terbentuk bercak pada kulit dengan warna lebih terang atau lebih gelap dari warna kulit di sekitarnya.

 

Kondisi ini merupakan infeksi kulit yang tidak menular dan dikenal sebagai panu. Saat terjadi panu, jamur Malassezia menyebabkan infeksi dan menekan sistem kekebalan tubuh kita.

 

Lalu apa yang menyebabkan pertumbuhan jamur tersebut tidak terkendali?

 

 

Penyebab Panu

Panu terjadi ketika jamur Malassezia tumbuh dengan cepat di permukaan kulit.

 

Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan jamur ini pada kulit, antara lain:

  • cuaca panas dan lembab
  • keringat berlebih
  • kulit berminyak
  • sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • perubahan hormon

 

Panu dapat terjadi pada segala usia, namun panu lebih sering terjadi pada saat remaja dan dewasa muda.

 

Orang dewasa lebih berisiko terjangkit panu jika mereka mengunjungi daerah dengan iklim tropis atau subtropis.

 

Bila sudah terlanjur muncul di kulit, bagaimana cara menghilangkan panu tersebut?

 

 

Gejala Panu

Terdapat bercak pada kulit akibat asam yang ditimbulkan ragi. Bercak kulit ini dapat terpisah-terpisah atau berkumpul pada satu area. Bercak ini paling sering muncul di daerah leher, lengan, dada, punggung, dan wajah.

  • Bercak muncul di permukaan kulit, dapat berwarna lebih terang atau lebih gelap dari warna kulit sekitarnya
  • Umumnya bercak tidak gatal ataupun perih
  • Bercak tersebut dapat menjadi kering dan bersisik

 

 

Tips Ampuh Cara Menghilangkan Panu

Jika gejala panu Anda tidak parah, Anda dapat memilih untuk merawat kondisi Anda di rumah. Obat bebas anti jamur dalam bentuk krim atau gel efektif mengatasi panu.

 

Contoh obat untuk mengobati panu:

  • clotrimazole
  • miconazole
  • selenium sulfide
  • terbinafine

 

Dokter Anda mungkin meresepkan obat panu yang berbeda, seperti krim topikal untuk dioleskan langsung ke kulit.

 

Contoh krim topikal yang dapat mengobati panu adalah:

  • ciclopirox
  • ketoconazole

 

Ada juga obat panu dalam bentuk pil dan tablet, yaitu:

  • flukonazol
  • itraconazole
  • ketoconazole

 

Setelah menggunakan obat panu, berapa lama panu akan hilang?

 

Jika Anda didiagnosis dengan panu, pengobatannya membutuhkan waktu yang relatif panjang.

 

Bahkan setelah infeksi hilang, ada kemungkinan warna kulit Anda tidak kembali seperti normal selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

 

Panu dapat kembali menyerang ketika cuaca berubah lebih hangat atau lebih lembab.

 

Jika infeksi kembali terjadi, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat untuk mencegah gejala panu.

 

Bagi Anda yang telah didiagnosis dengan panu dan berhasil mengobatinya, berikut langkah yang dapat Anda ambil untuk mencegah infeksi terjadi kembali di masa yang akan datang.

  • menghindari panas yang berlebihan
  • menghindari berjemur atau paparan sinar matahari yang berlebihan
  • menghindari keringat berlebih
  • Melakukan perawatan kulit secara berkala dengan resep dokter

 

 

Referensi

  1. Cogen, A. L., Nizet, V., & Gallo, R. L. (2008, March). Skin microbiota: a source of disease or defence? British Journal of Dermatology, 158(3), 442-455
  2. Mayo Clinic Staff. (2015, April 22). Tinea versicolor: Definition
  3. Oakley, A. (2014, September). Pityriasis versicolor
  4. Pityriasis versicolor. (2015, July 20)
  5. Ponka, D., & Baddar, F. (2014, January). Microscopic potassium hydroxide preparation. Canadian Family Physician, 60(1), 57





Bagikan artikel ini :