Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 18:00 info@farmaku.com 0812 1600 1600

Vitamin Anak, Perlukah?

 09 Aug 2019 vitamin | anak



vitamin anak


Tidak sedikit orang tua yang mengkhawatirkan kondisi tubuh anak. Terlebih jika anak dalam kondisi yang kurang sehat dan berat badan yang berkurang. Sebagian besar orang tua memutuskan untuk memberikan asupan nutrisi tambahan dengan menggunakan suplemen atau vitamin anak.

 

Asupan vitamin tambahan sering dianggap sebagai zat yang mampu membuat anak menjadi lebih sehat, pintar, dan tidak mudah terserang berbagai penyakit. Namun nyatanya tidak semua anak membutuhkan asupan vitamin.

 

 

 

Kapan waktu terbaik mengkonsumsi vitamin anak ?

Sebenarnya anak tidak memerlukan tambahan suplemen dan multivitamin, selain dari makanan. Makanan adalah sumber gizi terbaik untuk anak. Beberapa sumber makanan seperti produk olahan susu, sayuran, buah, atau sumber protein hewani sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi anak.

 

Penggunaan vitamin, mungkin lebih dibutuhkan jika anak Anda mengalami beberapa kondisi atau gangguan kesehatan seperti:

 

  • Anak mengalami diare, asma, dan penyakit lainnya.
  • Anak susah makan atau mengalami gangguan pada tumbuh kembang.
  • Anak sedang menjalani program diet tertentu atau memiliki pola makan yang terbatas.


Para ahli kesehatan juga menyarankan agar pemberian vitamin pada anak harus dengan rekomendasi dari dokter.

 

 

 

Vitamin dan Mineral yang dibutuhkan oleh Anak

Untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak, kebutuhan gizi dan 6 vitamin harus terpenuhi dengan baik.

 

Vitamin A

Vitamin A bermanfaat untuk mendukung masa pertumbuhan anak. Berperan penting dalam memperbaiki jaringan dan tulang yang rusak, menjaga sistem imun, dan menjaga kesehatan mata.

 

Vitamin B

Vitamin B, memiliki peran penting dalam sistem metabolisme tubuh. Selain itu, kelompok vitamin B mampu menjaga kesehatan jantung. Sumber vitamin B dapat diperoleh dari daging ayam, daging sapi, ikan, biji - bijian dan kacang-kacangan.

 

Vitamin C

Vitamin C adalah vitamin yang banyak ditemukan pada buah jeruk, kiwi, strawberry, tomat dan sayuran lainnya yang mengandung vitamin C. Berperan dalam menjaga kekuatan otot, kulit, dan jaringan parut.

 

Vitamin D

Vitamin D disebut juga sebagai vitamin matahari. Paparan sinar matahari membantu merangsang pembentukan vitamin D pada tubuh. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan keterlambatan pada pertumbuhan anak karena vitamin D sangat penting bagi kesehatan tulang dan gigi.

Terlebih jika kekurangan vitamin D dialami oleh ibu hamil, dapat memicu risiko penyakit lainnya hingga penurunan pada fungsi kognitif bayi. Sumber vitamin D dapat diperoleh dari beberapa makanan laut seperti ikan salmon, makarel, minyak ikan, dan susu.

 

Zinc

Zinc atau seng adalah zat mineral yang dibutuhkan anak agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Berfungsi membantu menguatkan tulang pada anak-anak yang sedang mengalami pertumbuhan. Beberapa bahan makanan yang kaya akan kandungan zinc adalah produk hewani seperti daging sapi dan ayam, produk gandum, olahan susu, biji - bijian dan kacang-kacangan. Pada bayi yang belum dapat mengkonsumsi makanan, asupan zinc dapat diperoleh dari ASI. Defisiensi zinc pada anak dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga mengakibatkan keterlambatan pada pertumbuhan fisik dan intelektual anak.

 

 

 

Cara Aman Berikan Vitamin Pada Anak

Saat memberikan vitamin pada anak, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebagai orang tua. Perlu untuk dipahami, suplemen dan vitamin yang diperuntukan bagi anak umumnya dibuat dengan ragam rasa dan manis, agar disukai oleh anak - anak. Sehingga kebanyakan suplemen dan vitamin anak mengadung kadar gula dan karbohidrat yang cukup tinggi yang mana jika diberikan anak mengkonsumsinya secara terus - menerus dapat memicu risiko anak mengalami obesitas. Oleh karena itu, memberikan suplemen dan vitamin pada anak sebaiknya hanya pada saat dibutuhkan saja.

 

Baca juga: Artikel kesehatan lainnya  

 

American Academy of Pediatrics  juga tidak merekomendasi konsumsi multivitamin harian untuk anak- anak. Tetapi 200 IU vitamin D sangat direkomendasikan untuk anak-anak yang tidak minum susu dan juga 5 hingga 10 mg zat besi untuk bayi yang masih menyusui.

 

 

 

Kesimpulan

Memberikan tambahan asupan vitamin pada anak memang diperbolehkan, namun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan pada jumlah yang sesuai dengan anjuran dokter.

 

Penggunaan vitamin tambahan pada anak dibutuhkan jika anak mengalami diare, susah makan, atau mengalami penyakit tertentu.

 

 

Sumber: 

  1. https://hellosehat.com/parenting/nutrisi-anak/apakah-anak-perlu-diberikan-suplemen/, Agustus 2017
  2. https://www.aap.org
  3. http://edition.cnn.com/2008/HEALTH/dailydose/11/19/kids.vitamins/index.html




Bagikan artikel ini :




vitamin   anak