|

Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Post


7 Antibiotik untuk Infeksi Saluran Kemih (ISK)

  19 Sep 2018

Infeksi saluran kemih lebih umum terjadi pada wanita dan jarang terjadi pada pria. ISK diperkirakan mempengaruhi sekitar 3 persen pria di seluruh dunia setiap tahunnya.

 

Beberapa kasus infeksi saluran kemih membutuhkan pembedahan. Untuk itu penting mengenal infeksi ini lebih dalam dan beberapa obat / antibiotik untuk infeksi saluran kemih yang dapat dikonsumsi selama masa pengobatan.

 

Apa itu Infeksi Saluran Kemih (ISK) ?

Infeksi saluran kemih atau kencing merupakan suatu kondisi dimana terjadinya infeksi pada kandung kemih, ginjal, dan juga saluran kemih seperti ureter dan uretra.

 

Apabila Anda mengalami rasa nyeri saat buang air kecil disertai dengan anyang-anyangan (rasa ingin buang air kecil yang terus menerus), kemungkinan besar Anda mengalami infeksi pada saluran kemih.

 

Infeksi Saluran Kemih (ISK) dapat digolongkan menjadi tiga:

  • Uretritis akut (saluran kencing)

    Saat buang air kecil, lubang saluran kemih terasa perih. Disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi saluran kemih. Uretritis juga dapat disebabkan oleh sexual transmitted disease (STD), seperti gonore dan herpes.

  • Sistitis akut (kandung kemih), infeksi kandung kemih akut

    Sistitis paling umum disebabkan oleh bakteri E.coli. Penderita akan merasa nyeri di bagian panggul dan perut bagian bawah.

  • Pielonefritis akut (ginjal), infeksi ginjal akut

    Pielonefritis adalah infeksi sistem kemih yang diakibatkan oleh bakteri atau jamur. Penderita akan merasa nyeri pada pinggang disertai sakit kepala dan mual.

 

Selain itu terdapat pula infeksi saluran kemih berulang (rekuren). Kondisi ini merujuk kepada infeksi saluran kencing yang telah sembuh, lalu terjadi infeksi kembali.

  • Kambuh (relaps), kurang dari 2 minggu pasca sembuh
  • Infeksi ulang, lebih dari 2 minggu pasca dinyatakan sembuh

Berbagai kondisi infeksi di atas memerlukan perawatan dengan mengkonsumsi obat antibiotik untuk infeksi saluran kemih.

 

Mengapa Bisa Terjadi Infeksi Saluran Kemih ?

Pada umumnya, air kencing mengandung bakteri dalam jumlah tertentu. Bakteri ini merupakan bakteri komensal (baik) yang berada pada saluran kemih. Tapi, tidak untuk ginjal atau kandung kemih.

 

Bakteri dapat naik ke kandung kemih hingga ke ginjal melalui instrumen, seperti pemasangan kateter.

 

Bakteri yang paling sering menjadi penyebab infeksi saluran kemih adalah Escherichia coli. E.coli umumnya ditemukan pada saluran pencernaan, namun bakteri ini dapat masuk ke saluran kemih karena berbagai sebab, salah satunya adalah kekeliruan saat membersihkan daerah ini.

 

Infeksi oleh kuman ini lebih jarang ditemukan pada pria dibandingkan wanita karena:

  • Jarak yang lebih jauh antara meatus uretra (lubang kencing) dan daerah perianal (daerah sekitar anus).
  • Saluran kencing (uretra) laki-laki lebih panjang dibandingkan wanita
  • Aktivitas bakterisida (perusak bakteri) cairan pada prostat pria

 

Antibiotik untuk Infeksi Saluran Kemih

Pemberian antibiotik untuk infeksi saluran kemih ini secara empiris harus berdasarkan pemahaman resistensi lokal dan riwayat pengobatan sebelumnya.

 

Berikut adalah beberapa pililhan obat dan antibiotik untuk infeksi saluran kemih:

  1. Urotractin

    Urotractin adalah antibiotik yang memiliki komposisi pipemidic acid atau asam pipemidat. Asam pipemidat pada urotractin akan menghambat perkembang biakan dari bakteri gram negatif, gram positif, dan bakteri lainnya pada infeksi saluran kemih. Urotractin dapat menghentikan penyebaran dan pertumbuhan dari bakteri infeksi saluran kemih.

  2. Ciprofloxacin

    Ciprofloxacin adalah antibiotik yang ditujukan untuk mengobati infeksi akibat bakteri, ciprofloxacin tidak dapat mengatasi infeksi akibat virus. Antibiotik ciprofloxacin akan membunuh dan menghentikan perkembangan bakteri. Ciprofloxacin cocok untuk mengobati infeksi saluran kemih. Selain itu ciprofloxacin juga dapat mengobat infeksi lainnya, seperti infeksi pencernaan, infeksi mata, dan lainnya.

  3. Levofloxacin

    Levofloxacin merupakan antibiotik untuk infeksi saluran kemih yang memiliki golongan quinolone. Levofloxacin juga bekerja dengan membunuh bakteri sekaligus menghentikan perkembangan dan penyebarannya.

  4. Doxycycline

    Doxycycline dapat mengobati infeksi saluran kemih karena merupakan golongan antibiotik tetrasiklin. Selain mengobati ISK, doxycycline juga dapat mengobat infeksi paru-paru, mulut, kulit, serta infeksi penyakit seksual seperti sifilis. Doxycycline cocok untuk mengobat infeksi akibat bakteri, bukan karena virus atau jamur.

  5. Azithromycin

    Cefila mengandung komposisi Cefixime. Kandungan cefixime pada cefila ampuh untuk membunuh bakteri dan mengobat infeksi seperti infeksi tenggorokan, telinga, dan kulit. Cefixime juga baik sebagai antibiotik untuk infeksi saluran kemih.

  6. Cefila

    Cefila mengandung komposisi Cefixime. Kandungan cefixime pada cefila ampuh untuk membunuh bakteri dan mengobat infeksi seperti infeksi tenggorokan, telinga, dan kulit. Cefixime juga baik sebagai antibiotik untuk infeksi saluran kemih.

  7. Cefat

    Cefat memiki kandungan Cefadroxil monohydrate dan memiliki fungsi sebagai antibiotik. Cefat dapat melawan bakteri gram negatif dan positif mengakibatkan ISK. Cefat juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi pada saluran pencernaan, kulit, dan pernapasan.

 

Kesimpulan

  • Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu kondisi infeksi pada ginjal, kandung kemih, dan saluran kemih lainnya (uretra atau ureter). 
  • Kondisi ini sebenarnya lebih jarang dialami oleh pria dibandingkan dengan wanita.
  • Infeksi dapat terjadi karena bakteri naik melalui saluran kemih ke kandung kemih hingga ke ginjal.
  • ISK terutama disebabkan oleh bakteri Escherichia coli.
  • Infeksi ini dapat diobati dengan antibiotik untuk infeksi saluran kemih seperti Urotractin, ciprofloxacin, dan levofloxacin.

 

Referensi

  1. DynaMed Plus [Internet]. Ipswich (MA): EBSCO Information Services. 1995 - . Record No. 904748, Cystitis and upper urinary tract infections (UTI) in men; [updated 2016 Nov 01]
  2. healthline.com
  3. MacDougall C. Sulfonamides, Trimethoprim-Sulfamethoxazole, Quinolones, and Agents for Urinary Tract Infections. In: Brunton LL, Hilal-Dandan R, Knollmann BC. eds. Goodman & Gilman's: The Pharmacological Basis of Therapeutics, 13e New York, NY: McGraw-Hill