|

Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Post


Alopecia Areata: Apa itu, Penyebab, dan Pengobatan

  18 Oct 2018

Jika Anda mendapati banyak rambut rontok pada bantal Anda ketika bangun tidur atau saat Anda keramas, mungkin Anda mengalami alopecia areata atau kebotakan yang disebabkan oleh kelainan pada sistem kekebalan tubuh kita.

 

Kondisi alopecia areata yang tidak berhasil diatasi, dapat menuju pada kebotakan total atau alopecia totalis. Kondisi ini dapat mencegah rambut untuk tumbuh kembali. Walaupun tumbuh, kemungkinan rambut akan rontok lagi. Perlu dicatat kondisi ini bervariasi pada setiap individu.

 

Alopecia areata tidak dapat disembuhkan. Namun, ada perawatan medis yang dapat mempercepat pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokkannya.

 

 

Alopecia Areata: Apa itu, Penyebab, dan Pengobatan

Alopecia areata adalah suatu penyakit kebotakan lokal, artinya seseorang hanya mengalami kebotakan pada area tertentu saja. Area-area kecil yang mengalami kebotakan ini semakin lama akan semakin terhubung dan menyebabkan kebotakan total atau alopecia totalis.

 

Alopecia areata biasanya menyerang kulit kepala. Pada beberapa kasus, kebotakan lokal juga dapat terjadi pada alis, bulu mata, wajah, dan bagian tubuh lainnya. Alopecia areata dapat berkembang secara perlahan dan terjadi selama bertahun-tahun.

 

Setiap kasus alopecia areata berbeda-beda. Kerontokan rambut dapat terjadi hanya di sebagian area saja, namun ada juga yang mengalami kehilangan rambut dalam jumlah besar di berbagai area pada tubuhnya. Seorang penderita dapat mengalami kebotakan total pada kulit kepala (alopecia totalis) atau bahkan pada seluruh tubuhnya (alopecia universalis), tapi kondisi ini jarang sekali terjadi.

 

 

Penyebab Alopecia Areata (Kebotakan)?

Kelainan yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh adalah penyebab alopecia areata. Kelainan ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat layaknya virus dan bakteri.

 

Sistem imun pada penderita alopecia areata akan menyerang folikel rambut, tempat dimana rambut tumbuh. Folikel rambut akan menjadi kecil dan lama-kelamaan tidak dapat memproduksi rambut kembali.

 

Para peneliti tidak dapat menemukan alasan mengapa sistem kekebalan tubuh ini menyerang folikel rambut. Namun kasus alopecia areata sering terjadi pada seseorang yang memiliki latar belakang keluarga dengan penyakit kelainan sistem imun seperti diabetes dan rematik (rhemutaoid arthritis). Hal inilah yang mendasari anggapan peneliti bahwa salah satu penyebab kebotakan adalah faktor genetis atau keturunan.

 

 

Gejala Alopecia Areata (Kebotakan)?

Gejala utama dari alopecia areata adalah kebotakan yang terjadi pada area tertentu pada tubuh yang memiliki rambut. Kerontokan dapat dimulai pada area yang sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata. Alopecia areata juga dapat terjadi pada daerah selain kulit kepala, seperti alis, bulu mata, kumis, janggut, bulu pada tangan, dan kaki.

 

Anda akan mengalami kerontokan rambut dalam jumlah besar setelah bangun tidur atau saat mandi, dan makin lama kebotakan yang terjadi akan membentuk area kecil (biasanya berbentuk seperti bulatan). Area ini akan membesar dan bertambah banyak jumlahnya.

 

Alopecia areata tidak dapat didiagnosa hanya dari kerontokan rambut yang dialami seseorang. Kerontokan rambut dapat terjadi karena berbagai hal selain dari kelainan sistem imun.

 

Pada beberapa kasus, seorang penderita alopecia areata dapat mengalami kehilangan rambut yang parah. Kondisi ini dapat mengindikasikan jenis alopecia lain yaitu:

  • Alopecia totalis: Kebotakan total pada kulit kepala
  • Alopecia Universalis: Kebotakan total pada seluruh tubuh
     

Seseorang dapat mengalami kebotakan di area tertentu, namun tidak di area lainnya. Sebagai contoh: Kebotakan terjadi di kaki dan kepala, namun tidak di bagian lengan.

 

 

Diagnosa Alopecia Areata (Kebotakan)

Dokter akan melakukan biopsi pada kulit kepala untuk mengetahui kondisi lain penyebab kebotakan seperti infeksi jamur. Biopsi memerlukan pengambilan jaringan lunak untuk dilakukan pemeriksaannya pada laboraturium. Dalam hal biopsi kulit kepala, dokter mungkin akan mengambil sampel kulit kepala Anda untuk dianalisa.

 

Tes darah akan dilakukan apabila sistem kekebalan tubuh diduga sebagai penyebab kebotakan. Dokter ingin melihat keberadaan antibodi abnormal pada tubuh Anda, yang mana jika benar ditemukan, kemungkinan besar Anda memiliki kelainan sistem imun.

  

Bagaimana Cara Mengobati Alopecia Areata (Kebotakan)

Sebenarnya tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan alopecia areata, tapi ada beberapa perawatan medis ataupun alami yang dapat memperlambat terjadinya kerontokan dan membantu pertumbuhan rambut yang lebih cepat.

 

Pengobatan Alopecia Araeta Secara Medis

Anda dapat menerapkan obat pada kulit kepala dan merangsang pertumbuhan rambut. Beberapa cara mengobati alopecia areata secara medis antara lain:

  • Minoxidil

    Obat topikal yang dapat digunakan sebagai salah satu cara mengatasi kebotakan. Minoxidil dapat mencegah rambut rontok dengan mengoleskannya pada kulit kepala dan daerah lain yang mengalami kerontokan. Minoxidil adalah obat yang aman, namun hasilnya dapat terlihat sampai satu tahun setelah pemakaian yang rutin.

  • Kortikosteroid

    Kortikosteroid dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti salep, tablet, dan suntik. Kortikosteroid dapat mengurangi peradangan yang terjadi pada folikel rambut.

  • Anthralin

    Anthralin dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala yang memacu pertumbuhan rambut.

  • Immunoterapi

    Immunoterapi diberikan kepada penderita alopecia areata yang mengalami kerontokan dan kehilangan rambut dalam jumlah besar. Beberapa zat kimia akan diterapkan pada kulit kepala untuk memberikan reaksi alergi. Jika berhasil, reaksi alergi ini justru dapat merangsang rambut tumbuh kembali. Immunoterapi dapat menyebabkan gatal dan kemerahan pada kulit kepala. Terapi ini biasanya bersifat berkelanjutan untuk hasil yang optimal.

 

 

Pengobatan Alopecia Areata Secara Alami

Selain bersifat medis, ada beberapa cara mengatasi kebotakan secara alami. Ini adalah pengobatan alopecia areata alternatif yang sebagian besar hasilnya belum dapat dibuktikan secara klinis, ada pasien yang rambutnya berhasil tumbuh kembali dan ada juga yang tidak. Walaupun menggunakan bahan alami, efek samping yang dihasilkan pada tubuh dapat berdampak negatif. Sebelum melakukan pengobatan alopecia areata alami ini, harap konsultasi kepada dokter.

 

Beberapa alternatif cara mengobati kebotakan secara alami antara lain:

  • aromaterapi
  • probiotik
  • terapi laser
  • vitamin: zinc dan biotin
  • lidah buaya dan obat topikal alami lainnya
  • minyak esensial: lavender, rosemary, dan peppermint
  • minyak lainnya: minyak olive dan kelapa
  • pijat kepala
  • suplemen herbal: ginseng dan teh hijau

 

 

 

Alopecia areata bukan penyakit yang berbahaya, namun dapat mempengaruhi sisi emosional penderitanya. Kebotakan dapat menyebabkan seseorang tidak percaya diri yang berujung pada depresi. Mengenali gejala dan cara mengatasi kebotakan lebih dini, dapat membantu untuk mencegah keparahan alopecia areata yang dialami.