|

Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Cara Mencegah Demensia di Usia Muda. Mulailah Sekarang!

 31 Dec 2018



cara mencegah demensia


Demensia adalah penyakit gangguan pada otak. Hilangnya fungsi neuron secara progresif menyebabkan gangguan kognitif ini. Gejala demensia yang paling umum adalah hilangnya ingatan.

 

Ada beberapa tipe demensia. 60-80% kasus demensia yang terjadi di dunia adalah alzheimer. Hal ini menjadikan alzheimer sebagai jenis demensia yang paling sering terjadi di dunia. Mungkin inilah yang membingungkan banyak orang mengenai hubungan demensia dan alzheimer. Kenyataannya, alzheimer adalah salah satu tipe demensia yang paling sering dijumpai.

 

Beberapa penyakit kognitif dapat diobati, namun kebanyakan, seperti alzheimer, penyakit progresif yang menyerang otak tidak dapat disembuhkan. Selain itu, demensia dapat menyulitkan hidup penderitanya. Pasien demensia sangat bergantung pada orang lain dalam membantu aktivitasnya sehari-hari sepanjang hidupnya.

 

Walaupun terdengar menakutkan, kita bisa mencegah demensia di masa yang akan datang dengan mulai melakukan perubahan gaya hidup sekarang juga.

 

 

8 Gaya Hidup Yang Dapat Kita Mulai Sebagai Upaya Mencegah Demensia

 

  1. Hindari Cedera Pada Otak

    Para peneliti menunjukkan cedera pada otak dalam tingkat yang sedang sampai parah dapat meningkatkan risiko seseorang terkena alzheimer dan beberapa tipe demensia lainnya. Cedera otak yang paling sering terjadi disebabkan benturan di kepala akibat terjatuh atau benda tumpul.

    Hindari melakukan olahraga ekstrem dan berhati-hati dalam melakukan kegiatan keseharian yang dapat meningkatkan peluang cedera pada otak, seperti mengganti lampu ataupun membersihkan debu di tempat tinggi yang sulit dijangkau.



  2. Berhenti Merokok

    Sudah bukan hal asing lagi bahwa merokok menyebabkan banyak masalah kesehatan. Pertama, kebiasaan merokok akan menyebabkan masalah pada paru-paru dan bagian lainnya, sampai meningkatkan risiko terkena demensia berkali-kali lipat. Merokok juga dapat meningkatkan risiko kita terkena serangan stroke, kanker, dan diabetes tipe 2.



  3. Jaga Berat Badan Agar Ideal

    Obesitas diketahui secara signifikan dapat meningkatkan risiko demensia. Penelitian membuktikan, menjaga berat badan agar tetap ideal dapat mencegah demensia, atau setidaknya menunda kita terkena penyakit kognitif tertentu seperti demensia.

    Mengapa obesitas dapat menyebabkan demensia? Obesitas dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi pada penderitanya. Selain itu obesitas juga dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Kedua hal ini menjadi faktor penyebab penyakit alzheimer dan demensia vaskuler (salah satu tipe demensia)



  4. Jaga Kesehatan Jantung

    Makanan yang sehat serta berolahraga adalah dua cara umum dan mudah untuk menjaga kesehatan jantung. Penting disadari, kesehatan jantung sangat penting untuk berbagai aspek kesehatan kita. Khususnya bagi orang yang pernah mengalami serangan stroke, kesehatan jantung menjadi hal utama yang harus diperhatikan.

    Stroke dapat meningkatkan seseorang terkena demensia vaskuler. Demensia vaskuler dapat terjadi apabila aliran darah yang membawa oksigen ke otak terhambat, persis seperti pada kasus stroke. Inilah alasan mengapa penelitan menyebutkan bahwa orang yang pernah mengalami stroke, 9 kali lebih mungkin terkena demensia daripada orang yang belum pernah mengalami stroke.

    1 dari 4 orang penderita stroke akan mengalami demensia dalam waktu kurang dari setahun.



  5. Miliki Pola Makan Yang Sehat

    Makanan makanan yang bernutrisi adalah contoh salah satu cara mencegah demensia yang dapat Anda mulai hari ini juga. Pola makan seimbang juga membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2, obesitas, kanker, penyakit jantung dan juga serangan stroke yang telah kita ketahui pada bagian sebelumnya adalah salah satu penyebab demensia.

    Kurangi konsumsi gula dan garam dalam menu diet kita. Gula dapat meningkatkan risiko diabetes yang dapat berujung pada kondisi alzheimer. Di sisi lain, garam dapat mempengaruhi secara negatif kesehatan jantung kita.

    Jangan lupa untuk minum 6-8 gelas air putih, minuman bebas gula, ataupun susu rendah lemak untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh per hari.



  6. Kurangi Konsumsi Minuman Beralkohol

    Sering mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol dapat meningkatkan risiko kanker, stroke, penyakit jantung, gagal hati, dan kerusakan pada sistem saraf otak.

    Jangan mengkonsumsi lebih dari 14 sajian per minggu, serta bagi dosis menjadi beberapa hari. Jangan konsumsi alkohol secara berlebihan pada satu hari, hal ini lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan pada otak secara permanen.



  7. Tingkatkan Frekuensi Berolahraga

    Kebiasan berolahraga dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Sirkulasi darah yang baik menyebabkan otak memperoleh nutrisi dan oksigen secara maksimal, sehingga risiko terkena radang otak dapat jauh berkurang.

    Berolahraga secara rutin juga membantu meningkatkan efisiensi kerja jantung dan mencegah demensia, karena berolahraga membantu menghindarkan kita dari obesitas, penyakit jantung, dan diabetes. Semua kondisi ini adalah faktor risiko penyakit demensia.



  8. Latih Otak Anda

    Lakukan kegiatan sederhana yang dapat melatih otak dan mental Anda secara menyenangkan seperti memecahkan puzzle, teka teki silang, ataupun kuis. Mempelajari bahasa baru juga membantu melatih ingatan serta kognitif kita.

    Kegiatan ini menyebabkan otak dalam kondisi aktif. Otak yang aktif memiliki risiko terkena demensia lebih rendah.






Bagikan artikel ini :