|

Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Intoleransi Laktosa: Apa itu, Gejala, dan Bisa Sembuh?

 03 Jan 2019



intoleransi laktosa


Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh seseorang dalam mencerna laktosa secara sempurna. Laktosa adalah gula yang ditemukan pada susu. Seseorang yang memiliki intoleransi laktosa akan mengalami masalah pada sistem pencernaan setelah mengkonsumsi produk olahan susu atau produk dairy.

 

Penting untuk diketahui, intoleransi laktosa tidak sama dengan alergi susu yang disebabkan oleh reaksi sistem imun terhadap protein di dalam susu.

 

Intoleransi laktosa dengan alergi susu memiliki tanda-tanda dan ciri yang sama seperti gatal-gatal atau muntah-muntah setelah minum susu.

 

 

Gejala Intoleransi Laktosa

Jika Anda mengalami intoleransi laktosa, biasanya Anda akan menunjukkan ciri intoleransi laktosa setelah 20 menit sampai 1 jam setelah mengkonsumsi susu atau produk olahan susu.

 

Beberapa gejala intoleransi laktosa yang umum terjadi yaitu:

  • Perut kembung
  • Perut menjadi bergemuruh
  • Diare
  • Mual dan muntah-muntah

 

Jika Anda merasakan gejala intoleransi laktosa lainnya seperti gatal dan penyempitan saluran pernapasan, besar kemungkinan Anda menderita alergi susu yang mana tubuh Anda memiliki resistensi terhadap protein yang terdapat pada susu.

 

Produk olahan susu dapat menjadi asupan nutrisi yang penting, karena mengandung kalsium, protein, dan vitamin seperti, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D.

 

Jika Anda mengeliminasi produk olahan susu dari menu diet Anda seluruhnya, Anda dapat mengalami komplikasi seperti kerapuhan tulang yang dapat berujung osteoporosis. Hal ini karena tubuh Anda kekurangan vitamin dan mineral yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang.

 

 

Apakah Intoleransi Laktosa Bisa Sembuh?

Intoleransi laktosa tidak dapat disembuhkan, namun ada beberapa kasus intoleransi laktosa pada bayi yang hilang sepenuhnya ketika menginjak umur 2-3 tahun.

 

Namun kabar baiknya, penelitian menyebutkan bahwa seseorang yang mengalami intoleransi laktosa masih dapat mengkonsumsi susu dengan dosis sebesar 12 gram laktosa atau sebanding dengan 1 cangkir susu, dan tidak atau sedikit mengalami gejala intoleransi laktosa.

 

Cara terbaik untuk menjaga kondisi intoleransi laktosa adalah dengan mengkonsumsi produk olahan susu dalam jumlah terbatas atau menggantinya dengan produk makanan lain yang memiliki nutrisi sebanding.

 

Contoh Makanan Produk Olahan Susu

Selain susu, ada banyak makanan olahan susu lainnya yang mengandung laktosa, seperti:

  • Es krim
  • Mentega
  • Keju
  • Krim
  • Yogurt

 

Kandungan laktosa tiap-tiap makanan berbeda-beda, sehingga mungkin aman dimakan bagi Anda yang mengalami intoleransi laktosa.

 

Diluar produk makanan olahan susu, ada juga makanan yang ditambahkan laktosa dalam proses pembuatannya. Contoh makanan tersebut adalah:

  • Sereal
  • Roti
  • Adonan pancakes, kue, dan biskuit
  • Beberapa macam saos
  • Margarin
  • Permen
  • Sup instan

 

Anda dapat mengetahui sebuah produk makanan mengandung laktosa atau tidak dari kemasannya. Sebuah makanan kemungkinan besar mengandung laktosa jika berbahan dasar susu, krim, mentega, margarin, keju, dan dadih.

 

Produk non-olahan susu seperti krim kopi dan whip cream dapat berpotensi mengandung protein susu dan laktosa.

 

 

Apa Diet yang Cocok Untuk Penderita Intoleransi Laktosa?

Apabila Anda mengalami intoleransi laktosa beberapa dekade lalu, mungkin Anda diminta untuk menghindari makanan produk olahan susu secara keseluruhan. Namun sekarang, para ahli medis dan gizi tetap merekomendasikan Anda mengkonsumsi produk seperti keju dan yogurt dalam diet Anda.
Disarankan untuk mengkonsumsi produk olahan susu bersama makanan lain untuk memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan laktosa dapat diserap oleh tubuh dengan lebih baik.

 

Sangat penting bagi penderita intoleransi laktosa untuk memiliki diet dengan nutrisi seimbang. Susu dan produk olahan susu mengandung nutrisi yang sangat penting seperti kalsium, protein, dan vitamin A, B12, dan D. Vitamin dan mineral ini berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi Anda.

 

Jika Anda melakukan diet bebas laktosa sepenuhnya, Anda dapat menggantinya dengan jenis makanan lain yang memiliki nutrisi serupa. Beberapa makanan yang tidak mengandung laktosa namun mengandung kalsium dan vitamin D yang penting untuk tulang antara lain:

  • Kacang kedelai
  • Kacang almond
  • Ikan sardin, salmon, dan berbagai jenis ikan lainnya
  • Bayam
  • Brokoli
  • Jeruk

 

Anda juga dapat meraih vitamin D dari paparan sinar matahari. Namun Anda harus perhatikan bahaya sinar UV yang berasal dari matahari. Jangan sampai terpapar sinar matahari secara berlebihan.

 

Jika Anda khawatir tidak mendapatkan asupan vitamin D dan kalsium yang cukup, harap konsultasi dengan dokter Anda. Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan suplemen makanan agar kebutuhan kalsium dan vitamin D Anda tercukupi.

 

 

Cara Menangani Inteloransi Laktosa Lainnya

Beberapa jenis pengobatan dapat membantu Anda mengkonsumsi produk susu dan olahan susu secara aman. Menggunakan suplemen makanan yang mengandung laktase begitu Anda mengkonsumsi produk olahan susu, dapat membantu tubuh Anda mencerna laktosa.

 

Beberapa penelitian menyebutkan, suplemen laktase ini dapat menghilangkan gejala intoleransi laktosa sama sekali jika Anda mengkonsumsi laktosa tidak lebih dari 20 gram per sajian.

 

Metode lainnya adalah mengkonsumsi probiotik, yogurt, dan secara perlahan mencoba meningkatkan kadar laktosa dalam diet dapat membantu menghilangkan resistensi tubuh terhadap laktosa.

 

Namun metode ini memiliki hasil yang beragam, harap konsultasi dengan dokter apabila Anda berniat untuk mencobanya.






Bagikan artikel ini :