|

Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Kanker Nasofaring: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

 10 Jan 2019



kanker nasofaring


Kanker nasofaring adalah kanker di daerah sekitar leher dan kepala yang kasusnya jarang ditemui. Nasofaring terletak pada bagian atas tenggorokan, di belakang hidung.

 

Ketika bernafas, udara mengalir melalui hidung, menuju tenggorokan dan nasofaring, dan akhirnya ke paru-paru.

 

Kanker nasofaring juga dikenal dengan nama karsinoma nasofaring.

 

 

Penyebab Kanker Nasofaring

Para peneliti medis tidak dapat menemukan apa yang menyebabkan seseorang menderita kanker nasofaring. Namun, kanker ini sering dikaitkan dengan virus epstein-barr (EBV).

 

Infeksi EBV adalah hal yang umum terjadi, tidak semua orang yang mengalami infeksi virus ini akan mengidap kanker nasofaring. Di Amerika Serikat, kebanyakan orang yang memiliki infeksi virus EBV tidak memiliki masalah kesehatan serius secara jangka panjang.

 

Penelitian masih dilakukan untuk memastikan apakah EBV benar-benar dapat menyebabkan kanker nasofaring, namun banyak penelitian mengindikasikan DNA virus EBV dapat menyebabkan mutasi DNA sel-sel tubuh yang terletak di daerah nasofaring. Mutasi DNA ini mengakibatkan sel bertumbuh dan berkembang secara tidak normal, dan berujung pada kondisi kanker.

 

Risiko terkena kanker nasofaring meningkat bila seseorang memiliki kebiasaan diet daging atau ikan yang diawetkan dengan garam. Merokok dan konsumsi alkohol juga diketahui meningkatkan risiko. Walaupun belum ditemukan hubungan pasti antara rokok dan alkohol dengan kanker nasofaring, para peneliti percaya zat kimia yang terdapat di dalam kedua hal ini dapat merusak dan menyebabkan mutasi DNA sel.

 

 

Gejala Kanker Nasofaring

Bila Anda mengalami salah satu atau beberapa dari gejala di bawah ini, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mengetahui secara pasti apa yang Anda alami. Diagnosa dan pengobatan kanker pada tahap awal jauh lebih baik dibandingkan diagnosa dan pengobatannya pada tahap akhir.

 

Kanker nasofaring memiliki ciri dan tanda sebagai berikut:

  • Benjolan pada leher
  • Pandangan kabur
  • Terjadi infeksi telinga yang berulang
  • Kaku atau mati rasa pada wajah
  • Sakit kepala yang sering datang
  • Kehilangan pendengaran atau telinga berdengung terus-menerus
  • Sakit atau sulit membuka mulut
  • Sering mengalami mimisan
  • Tenggorokan sering terasa kering dan perih

 

Gejala kanker nasofaring ini juga dimiliki oleh kondisi dan penyakit lain. Jangan tunda mengunjungi dokter atau ahli medis untuk mendapatkan diagnosa yang tepat mengenai kondisi yang Anda sedang alami.

 

 

Diagnosa Kanker Nasofaring

Proses diagnosa kanker nasofaring akan dimulai dengan pertanyaan dari dokter atau ahli medis mengenai riwayat kesehatan dan riwayat keluarga. Setelah itu, pemeriksaan fisik secara menyeluruh akan dilakukan. Pemeriksaan detail akan dilakukan pada hidung, tenggorokan, dan telinga.

 

Dokter juga akan memeriksa leher Anda. Kebanyakan pasien kanker nasofaring memiliki benjolan pada lehernya. Ini adalah tanda bahwa kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

 

Sebuah tabung kecil dan fleksibel akan dimasukan melalui mulut Anda untuk melihat kondisi nasofaring secara lebih jelas. Prosedur ini dinamakan nasofaringoskopi. Teknik ini membantu dokter memeriksa area nasofaring untuk melihat apakah ada hal abnormal, pendarahan, atau masalah lainnya yang terjadi.

 

Jika terdapat hal abnormal dari hasil pemeriksaan, dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi. Biopsi adalah pengambilan jaringan tubuh dalam jumlah kecil untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya di bawah mikroskop.

 

Biopsi mungkin akan dilakukan di saat bersamaan dengan nasofaringoskopi. Jika saat nasofaringoskopi ditemukan adanya benjolan pada leher, biopsi mungkin akan dilakukan pada benjolan tersebut.

 

Tes pengambilan gambar juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kanker dan penyebarannya. Tes pengambilan gambar kanker nasofaring dapat berupa:

  • Rontgen
  • CT Scan
  • MRI
  • Tes dengan menggunakan ultrasound

 

Jika seseorang didiagnosa dengan kanker nasofaring, tes berikutnya akan dilakukan untuk menentukan apakah kanker sudah menyebar, dan apabila sudah, kemana penyebarannya. Inilah yang menentukan hasil stadium (staging proses).

 

Kanker nasofaring dimulai dari stadium 0 atau stadium paling awal, sampai dengan stadium 4 / stadium paling akhir. Semakin rendah stadium kanker nasofaring, menunjukkan tingkat penyebaran kanker masih kecil.

  • Setiap kanker stadium 0 dinamakan carcinoma in situ, dimana sel-sel abnormal muncul pada bagian tubuh atau organ dan belum menyebar ke tempat lain.
  • Kanker nasofaring stadium 1, kanker nasofaring sudah menyebar sedikit namun belum sampai kepada kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya yang jauh.
  • Kanker nasofaring stadium 2, kanker nasofaring sudah menyebar ke kelenjar getah bening namun belum menyebar ke bagian tubuh lainnya yang jauh.
  • Kanker nasofaring stadium 3 dan 4, ukuran tumor membesar dan kanker sudah menyebar ke bagian sekitar nasofaring, kelenjar getah bening, dan juga bagian tubuh lainnya yang jauh dari nasofaring.
  • Kanker rekuren, terjadi jika kanker nasofaring menyerang kembali setelah pasien sembuh.

 

 

Pengobatan Kanker Nasofaring

Jika seseorang didiagnosa dengan kanker nasofaring, ia akan memerlukan perawatan dan penanganan secara teratur dan berkelanjutan sebelum, selama, dan setelah pengobatan selesai.

 

Pengobatan kanker nasofaring akan tergantung pada beberapa hal ini:

  • Lokasi tumor
  • Stadium kanker
  • Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan

 

Pengobatan kanker nasofaring dapat berupa:


  • Terapi radiasi

    Terapi ini menggunakan x-rays atau sinar-X untuk membunuh sel kanker dan mencegahnya tumbuh kembali. Terapi radiasi adalah pengobatan standard yang dilalui oleh pasien kanker nasofaring stadium awal.

    Namun terapi radiasi memiliki efek samping dan komplikasi berupa:

    • Mulut kering
    • Radang mulut dan tenggorokan
    • Kebutaan
    • Cedera pada batang otak
    • Kerusakan pada sel tubuh yang sehat
    • Kerusakan dan pembusukan gigi

  • Kemoterapi

    Kemoterapi membunuh sel kanker dengan menggunakan obat. Kemoterapi sendiri tidak dapat membantu mengatasi kanker nasofaring tuntas. Namun tingkat harapan hidup seorang pasien kanker nasofaring dapat diperpanjang dengan mengkombinasikan kemoterapi dengan radioterapi ataupun konsumsi obat-obatan lainnya.



  • Operasi

    Tindakan operasi untuk mengangkat tumor adalah hal yang tidak sering dilakukan karena lokasi tumor yang sering berdekatan atau menempel dengan saraf dan pembuluh darah. Kerusakan pada saraf dan pembuluh darah akibat operasi dapat menimbulkan cacat permanen pada tubuh.



  • Obat-obatan Biologis

    Konsumsi obat biologis akan mempengaruhi bagaimana antibodi tubuh melawan penyakit. Obat biologis berbeda dengan obat kemoterapi dan lebih sering digunakan pada kanker stadium lanjut atau rekuren.



  • Perawatan atau Terapi Paliatif

    Terapi paliatif memiliki tujuan lebih untuk meningkatkan kualitas hidup pasien secara mental dan psikologi.

 

 

Pencegahan Kanker Nasofaring

Walaupun kanker nasofaring tidak dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena kanker nasofaring, antara lain:

  • Menghindari atau mengurangi konsumsi daging dan ikan yang diawetkan dengan garam
  • Jangan merokok
  • Jangan minum minuman beralkohol





Bagikan artikel ini :