|

Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Post


Kanker Serviks: Apa itu, Gejala, dan Pengobatan

  28 Sep 2018

- Bahaya Kanker Serviks - Asosiasi Kanker Amerika memperkirakan bahwa pada tahun 2017, sekitar 12.820 wanita Amerika didiagnosa menderita kanker serviks dan 4.210 akan meninggal akibat penyakit tersebut. Sebagian besar kasus kanker serviks terjadi pada wanita yang berusia antara 20 dan 50 tahun.

 

Di Indonesia sendiri, kasus kanker serviks mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut laporan CNN mengenai jumlah kasus kanker serviks di tanah air, terdapat 21 ribu kasus kanker serviks di Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kasus kanker serviks terbanyak nomor satu di Asia dan nomor dua di dunia.

 

Terdapat sekitar 13.762 kasus kanker serviks yang tercatat pada tahun 2018 di Indonesia, dimana 7.493 kasus berujung pada kematian.

 

Karena besarnya tingkat kematian yang disebabkan oleh kanker serviks, maka sangat penting untuk mengetahui apa itu kanker serviks, faktor penyebab, gejala dan bagaimana pengobatannya.

 

Kanker Serviks: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Sebelum Anda bertemu dengan jawaban atas pertanyaan apa itu kanker serviks maka sebaiknya Anda perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan serviks.

 

Apa itu serviks?

Serviks adalah bagian dari rahim wanita. Bagian ini berada pada bagian bawah rahim yang menyempit dan menghubungkan rahim dengan vagina. Serviks secara awam disebut juga sebagai leher rahim.

 

Lalu, bila ditanyakan apa itu kanker serviks? Maka jawabannya adalah proses keganasan (malignansi) yang terjadi pada serviks atau leher rahim ini.

 

Penyebab Kanker Serviks

Biasanya, sel-sel dalam tubuh membelah secara teratur. Kanker terjadi ketika sel-sel tersebut membelah tanpa kendali atau tanpa berurutan. Jika sel-sel terus membelah tak terkendali maka akan banyak sel-sel baru tidak diperlukan, sel-sel ini akan membentuk banyak jaringan, yang disebut tumor.

 

Istilah kanker mengacu pada tumor ganas. Tumor yang ganas ini dapat menyerang jaringan di sekitarnya. Kanker yang telah menyerang jaringan di dekatnya kemudian dapat menyebar ke bagian lain pada tubuh.

 

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa virus yang ditularkan secara seksual, seperti human papillomavirus (HPV), dapat menyebabkan sel-sel serviks untuk memulai perubahan yang dapat menyebabkan kanker.

 

Selain penyebab di atas, terdapat pula berbagai hal yang dapat menyebabkan seseorang berpotensi terkena kanker serviks. Mengenal faktor penyebab atau faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker serviks sama pentingnya dengan mengenal apa itu kanker serviks secara utuh.

 

Faktor penyebab atau faktor risiko kanker serviks antara lain:

  • Infeksi HPV — faktor risiko utama untuk kanker serviks
  • Riwayat displasia serviks, yang merupakan kondisi prakanker
  • Anak perempuan dari seorang ibu yang mengkonsumsi obat diethylstilbestrol (DES) selama kehamilan
  • Infeksi HIV
  • Hubungan seksual tanpa pelindung
  • Memiliki banyak pasangan seksual
  • Aktivitas seksual sebelum usia 18
  • Merokok
  • Kegemukan / obesitas
  • Kehamilan pertama sebelum usia 20
  • Kemoterapi kanker payudara
  • Penggunaan jangka panjang kontrasepsi (KB) hormonal

 

Gejala dan Ciri Kanker Serviks

Tanda-tanda kanker serviks biasanya tidak muncul sampai sel-sel abnormal menjadi kanker. Setelah menjadi kanker, mereka akan menyerang jaringan di sekitarnya. Ketika ini terjadi, ciri dan gejala yang paling umum adalah pendarahan abnormal termasuk:

  • Perdarahan antara periode menstruasi yang teratur
  • Perdarahan setelah hubungan seksual, nyeri saat berhubungan seksual, atau saat pemeriksaan panggul
  • Menstruasi yang berlangsung lebih lama dan lebih berat (lebih banyak perdarahan) dari biasanya
  • Pendarahan vagina setelah menopause
  • Meningkatnya keputihan yang bukan darah
  • Rasa tidak nyaman pada panggul atau sakit punggung

 

Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks ada beberapa metode. Beberapa pengobatan kanker serviks antara lain:

  • Operasi

    Tumor atau kanker, jaringan di dekatnya, dan mungkin kelenjar getah bening di dekatnya dapat diangkat melalui operasi. Dokter mungkin hanya mengangkat tumor dan jaringan normal terdekat jika tumor terdapat di dalam serviks. Dalam beberapa kasus, prosedur histerektomi (operasi pengangkatan seluruh rahim) diperlukan.

    Jika kanker berada pada tahap / stadium selanjutnya, akan ada lebih banyak jaringan yang harus diangkat. Jaringan ini mungkin termasuk indung telur (ovarium) dan tuba fallopi.



  • Terapi radiasi

    Terapi radiasi adalah penggunaan radiasi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan tumor. Radiasi dapat diberikan dalam dua cara:

    • Terapi radiasi eksternal — radiasi yang diarahkan pada tumor dari sumber di luar tubuh.
    • Terapi radiasi internal — bahan radioaktif yang ditempatkan di dalam atau di dekat sel kanker.


  • Kemoterapi

    Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan kemoterapi dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan ini dapat diberikan dalam berbagai bentuk, yaitu: pil, injeksi, dan melalui selang (kateter). Obat-obatan akan memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Obat kemoterapi ini akan membunuh sebagian besar sel kanker, tetapi juga sel-sel yang sehat.

    Pengobatan kanker serviks dengan kemoterapi saja dapat dikombinasikan dengan operasi dan/atau radiasi.

    Kemoterapi dapat digunakan untuk membantu mengontrol rasa sakit dan pendarahan ketika penyembuhan kanker tidak mungkin lagi tercapai.


Pencegahan Kanker Serviks

Di akhir artikel ini Anda tentu sudah mengetahui apa itu kanker serviks, apa faktor penyebab atau risikonya, gejala kanker serviks, dan apa saja pilihan pengobatannya.

 

Satu hal penting lainnya yang harus diketahui adalah fakta bahwa tingkat harapan hidup penderita kanker serviks sangat tinggi bila kondisi ini dapat diketahui sejak dini (sejak stadium awal).

 

Ketika kanker telah menyebar atau bermetastasis ke daerah panggul, tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun turun menjadi 57 persen. Jika kanker menyebar di luar area ini, angka itu turun menjadi 16 persen.

 

Secara rutin melakukan pemeriksaan pap smears sangat penting. Pap smears dapat membantu mengidentifikasi kondisi prakanker serviks. Kondisi prakanker serviks yang diketahui lebih dini dapat diobati secara total sebelum prakanker berubah menjadi kondisi kanker yang ganas.

 

 

 

Referensi

  1. DynaMed Plus [Internet]. Ipswich (MA): EBSCO Information Services. 1995 - . Record No. 114831, Cervical cancer;
  2. acog.org - FAQ about cervical cancer
  3. esmo.org - Cervical cancer guide
  4. cdc.gov - Cervical Cancer guide
  5. cancer.org