|

Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Post


Makan Ikan Mentah. Boleh Atau Tidak?

  05 Nov 2018

Ada beberapa alasan mengapa kebanyakan dari kita memasak ikan sebelum memakannya dan tidak menyajikannya mentah. Pastinya, proses memasak akan menghilangkan parasit dan bakteri yang terdapat pada ikan.

 

Namun demikian, ikan mentah memiliki tekstur dan rasa yang dianggap sebagai sebuah kelezatan tersendiri, dan banyak orang menyukainya. Di Jepang, mengkonsumsi ikan mentah dalam bentuk sushi dan sashimi adalah hal yang lumrah. Dua hidangan ini pun sudah sangat populer di berbagai belahan dunia.

 

Tetapi amankah makan ikan mentah? Kita akan meninjau risiko dan manfaat makan ikan mentah.

 

 

Kandungan nutrisi pada ikan

Ikan adalah salah satu makanan yang paling sehat di planet ini. Ikan penuh dengan nutrisi penting, seperti protein, yodium, vitamin dan mineral. Ikan, khususnya yang berlemak, juga mengandung asam lemak omega-3 yang sangat penting bagi tubuh, mata, dan otak.

 

Karena kondisi nutrisi yang tinggi ini, makan setidaknya satu porsi ikan per minggu telah dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung dan stroke.

 

Selain itu, konsumsi ikan juga dikaitkan dengan penurunan gangguan fungsi otak di usia tua. Orang yang makan ikan secara teratur juga memiliki lebih banyak materi abu-abu (grey matter) di pusat otak yang mengontrol area memori dan emosi.

 

 

Manfaat Makan Ikan Mentah untuk Kesehatan

Pertama, ikan mentah tidak mengandung kontaminan yang terbentuk akibat digoreng atau dipanggang. Ikan yang dimasak di bawah panas tinggi dan api terbuka dapat menyebabkan pembentukan senyawa produk akhir glikasi protein (advanced glycation end products) atau yang sering disingkat AGE.

 

Senyawa ini sebenarnya terbentuk secara alami seiring bertambahnya usia seseorang. Namun senyawa ini juga dapat terbentuk jika kita mengkonsumsi daging yang dimasak pada temperatur tinggi, seperti daging merah dan ikan.

 

Tingginya kandungan AGE dalam tubuh, sering dikaitkan dengan penyakit jantung, diabetes, dan alzheimer's.

 

Memasak ikan dibawah suhu tinggi juga dapat dapat memicu pembentukan amina heterosiklik. Penelitian observasional telah mengaitkan kadar amina heterosiklik yang tinggi dalam tubuh dengan meningkatkan risiko terkena kanker.

 

Kedua, menggoreng ikan dapat mengurangi jumlah asam lemak omega-3 yang sehat, seperti asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA).

 

Memasak ikan akan membentuk beberapa senyawa berbahaya, sekaligus menghilangkan kandungan nutrisi penting yang dimilikinya.

 

 

Bahaya Makan Ikan Mentah

Ikan mentah memang menyehatkan dan menguntungkan, karena kandungan nutrisinya masih lengkap dan belum hilang karena proses memasak. Namun, konsumsi ikan mentah ternyata menyimpan bahaya kesehatan dan penyakit untuk kita.

 

Yang pertama adalah parasit.

 

Infeksi parasit pada manusia banyak ditemukan di negara tropis. Banyak dari mereka terjadi akibat konsumsi air minum yang tidak higienis atau makanan yang tidak dimasak dengan benar, termasuk ikan mentah.

 

Anda dapat meminimalkan risiko ini dengan membeli ikan mentah dari penjual atau restoran terpercaya yang mampu menangani dan menyiapkan ikan dengan baik dan benar.

 

Bahaya makan ikan mentah berikutnya adalah infeksi bakteri. Bakteri dapat menimbulkan risiko keracunan makanan dengan gejala seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare.

 

Potensi bakteri berbahaya yang terdeteksi pada ikan mentah termasuk bakteri Listeria, Vibrio, Clostridium dan Salmonella.

 

Beralih ke masalah kesehatan lainnya akibat konsumsi ikan mentah, kali ini terkait dengan polusi lingkungan. Polutan organik yang persisten (POP) adalah bahan beracun yang dihasilkan dari aktivitasi industri ataupun pertanian. Beberapa di antara bahan kimia dan polutan ini antara lain polychlorinated biphenyls (PCBs) dan polybrominated diphenyl ester (PBDEs).

 

Beberapa hasil studi mengungkapkan, ikan hasil produksi budidaya, terutama salmon, juga mengakumulasi POP dalam tubuhnya. Pakan ikan yang tercemar dan mengandung bahan kimia tertentu menjadi penyebab utamanya.

 

Kontaminasi POP pada tubuh manusia telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti kemandulan, kelainan fisik, cacat mental, kanker, dan gangguan fungsi organ seperti hati, paru-paru, dan ginjal.

 

Efek samping makan ikan mentah terakhir adalah paparan logam berat beracun, seperti merkuri. Penelitian lain menemukan, ikan yang dimasak memiliki jumlah merkuri bioaccessible 50-60% lebih rendah daripada ikan mentah.

 

Memasak ikan mungkin efektif untuk mengurangi ekspos terhadap kontaminan, namun hal ini tidak bekerja untuk semua jenisnya.

 

 

Jadi Kesimpulannya, Apakah Boleh Makan Ikan Mentah?

Jawabannya, tentu boleh.

 

Namun ada beberapa hal yang harus diingat.

 

Risiko makan ikan mentah adalah infeksi parasit dan juga keracunan makanan. Tapi, Anda dapat mengurangi risiko ini dengan menerapkan beberapa hal sederhana.

 

Pertama, beli atau konsumsi ikan segar dari penjual yang selalu menjaga kualitas dan higienitas.

 

Kedua, sebelum dikonsumsi, bekukan ikan mentah dalam suhu antara -20°C sampai -35°C selama (paling sedikit) 24 jam. Proses ini bertujuan untuk membunuh beberapa jenis parasit dan menghentikan perkembangan bakteri.