|

Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Post


Penyakit Herpes. Apa itu, Gejala, Pengobatan.

  13 Sep 2018

 Herpes adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Tingkat kematian dari penyakit herpes adalah rendah. Namun penyakit herpes akan memberi pengaruh negatif pada sistem imun tubuh.

Hal ini menyebabkan tubuh lebih mudah terserang berbagai macam penyakit lainnya.

Walaupun seseorang telah terjangkit virus herpes, bisa saja seseorang tersebut tidak mengalami gejala herpes apapun dalam kurun waktu yang lama. 

Kenali apa itu herpes, gejala, dan cara pengobatannya lebih dini.

 

Apa itu Herpes? 

Apa itu herpes - Masih banyak Kawan Sehat yang bertanya apa itu herpes. Herpes adalah salah satu penyakit STD (Sexual Transmitted Disease), sebuah penyakit yang ditularkan melalui aktivitas seksual.
 

Selain itu herpes juga dapat ditularkan oleh seorang Ibu kepada bayinya saat melahirkan.

Penyakit herpes disebabkan oleh virus HSV (Herpes Simpleks Virus). Virus herpes dapat ditularkan dengan mudah melalui kulit lunak seperti area pada mulut, anus, dan kelamin.

 

Jenis virus herpes

Ada 2 jenis virus herpes yang harus Kawan Sehat ketahui, HSV - 1 dan HSV - 2.

  • HSV - 1 adalah HSV yang menjangkit daerah oral atau sekitar mulut (Oral Herpes)
  • HSV - 2 adalah HSV yang menjangkit daerah kemaluan (Herpes Genitalis).

HSV - 1 adalah virus herpes yang menimbulkan bentol pada area mulut.

HSV - 2 dapat ditularkan oleh seseorang yang mengalami gejala herpes atau yang tidak mengalami gejala sama sekali.

 

Apakah Penyakit Herpes Menular?

Ya, herpes adalah penyakit menular. Sebagian besar penyakit herpes ditularkan melalui hubungan seksual dengan seseorang yang telah terkena penyakit herpes.

Penyakit herpes juga dapat ditularkan oleh seorang Ibu kepada anaknya.

 

Apa Penyebab Penyakit Herpes?

Herpes ditularkan oleh seseorang yang telah terinfeksi. Herpes ditularkan oleh semua jenis aktivitas seksual, yaitu: vaginal, oral, dan anal.

Berikut cara penularan penyakit herpes:

  • Berhubungan seksual tanpa pengaman.
  • Melakukan oral seks dengan seseorang yang telah mengalami gejala herpes (luka di wajah atau daerah kelamin).
  • Seorang Ibu penderita herpes yang sedang melakukan proses persalinan.

Virus penyebab herpes dapat ditularkan dari seseorang yang bahkan belum atau tidak mengalami gejala herpes. Apabila gejala telah timbul, seperti luka melepuh, sangat besar kemungkinan herpes dapat ditularkan.

Jika seorang Ibu memiliki gejala penyakit herpes saat melahirkan, ada potensi penyakit herpes akan tertular kepada bayinya.

Virus herpes tidak dapat hidup lama di luar tubuh seseorang. Oleh karenanya, seseorang tidak dapat tertular virus herpes dengan cara bersentuhan dengan si penderita. Selain itu, virus juga tidak dapat ditularkan melalui dudukan pada toilet ataupun handuk.

 

Apa itu Gejala Penyakit Herpes?

Apa gejala penyakit herpes - Penyakit herpes memiliki banyak gejala yang harus diperhatikan. Sebagian besar orang yang telah terkena virus herpes tidak mengalami gejala setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah pertama kali terjangkit.

 

Gejala Pertama dari Penyakit Herpes

Penderita herpes akan merasa gatal dan terdapat luka pada area kemaluan. Dan biasanya diikuti dengan borok dan bentol berair yang mengeluarkan cairan apabila pecah.

Sebagian besar penderita tidak mengalami gejala selama berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah pertama kali tertular herpes.

Saat gejala pertama muncul, biasanya akan diikuti oleh demam, pusing, dan kondisi tubuh yang lemas.

Berikut adalah gejala herpes pertama yang harus diperhatikan.

  • Perih dan gatal di sekitar area kelamin
  • Luka dan borok di daerah vagina / kelamin
  • Ruam pada daerah sekitar mulut atau bibir
  • Demam tinggi
  • Malaise, sebuah kondisi tubuh lemas dan kurang fit
  • Bentol berair pada kulit
  • Rasa sakit ketika buang air kecil

Bentol dan borok dari gejala herpes ini, apabila ditangani dengan baik, biasanya akan hilang dan tidak berbekas.

Infeksi Berulang dari Penyakit Herpes

Seseorang yang telah sembuh dari gejala herpes, dapat mengalami gejala kembali. Gejala herpes dapat muncul kembali apabila seorang penderita sedang tidak dalam kondisi fit (seperti saat sedang stress dan lelah).

Seorang wanita penderita herpes juga berpotensi terkena gejala kembali saat sedang masa haid.

Kabar baiknya, gejala berulang yang timbul kembali tidak separah gejala pertama yang dialami.

Secara umum, gejala berulang tidak akan berlangsung lebih dari 10 hari. Gejala - gejala ini adalah:

  • Rasa terbakar dan gatal di area kemaluan
  • Luka di daerah serviks
  • Bentol dan luka di area mulut atau bibir

Lambat laun, gejala akan semakin jarang terjadi dan tidak bersifat ganas.

 

Apa Pengobatan Penyakit Herpes? Agar gejala herpes tidak muncul kembali.

Apa itu herpes dan bagaimana cara pengobatannya masih menjadi misteri bagi banyak orang.

Gejala herpes dapat disembuhkan, tapi tidak dengan penyakit herpes itu sendiri. Sekali Anda terkena penyakit herpes, virus herpes akan tinggal di dalam tubuh Anda seumur hidup.

Ada beberapa metode pengobatan untuk gejala herpes.

 

Pengobatan / Penanganan gejala herpes yang dapat dilakukan di rumah.

Anda bisa menangani gejala herpes sendiri di rumah dengan melakukan hal-hal berikut.

  • Mandi dengan air garam dapat membantu menghilangkan sakit yang timbul dari gejala herpes.
  • Jangan menggunakan baju yang ketat. Ruam atau luka dari gejala herpes yang bergesekan dengan pakaian dapat menimbulkan rasa perih.
  • Hindari panas matahari yang berlebihan.
  • Jaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah menyentuh area kelamin atau kemaluan.
  • Jangan berhubungan seksual selama mengalami gejala herpes.
  • Pakai krim atau lotion di daerah kelamin apabila mengalami sakit saat buang air kecil.
  • Apabila ingin memakai es batu untuk membantu menghilangkan rasa sakit pada luka, lapisi es batu dengan kain, hindari kontak langsung es batu dengan permukaan kulit.

Pengobatan Medis Penyakit Herpes

Tidak ada obat yang dapat menghilangkan virus herpes. Namun virus bisa dihambat pertumbuhannya dengan obat antiviral.

Obat antiviral seperti obat Acyclovir dapat membantu mengurangi dan mengobati gejala herpes.

Dokter biasanya menyarankan untuk mengkonsumsi obat antiviral saat pertama kali seseorang terjangkit gejala herpes. Yang kedua kali dan seterusnya, gejala herpes akan semakin ringan dan pengobatan medis untuk gejala herpes biasanya tidak diperlukan.

Pengobatan Herpes Berkelanjutan

Bagi seseorang yang terjangkit gejala herpes lebih dari 5 kali selama setahun, kemungkinan besar dokter akan menganjurkan penderita untuk mengkonsumsi obat antiviral setiap hari seumur hidup.

Fungsi dari pengobatan ini adalah agar si penderita tidak terjangkit gejala herpes kembali.

Pengobatan herpes berkelanjutan ini dapat mengurangi penularan herpes kepada orang lain. Walaupun begitu, resiko penularan akan tetap ada.

 

Bagaimana Cara Mencegah Terkena Penyakit Herpes

Cara mencegah agar seseorang tertular atau menularkan penyakit herpes sebenarnya cukup sederhana. Berikut adalah tips bagaimana cara mencegah terkena penyakit herpes.

  • Gunakan pengaman atau kondom saat berhubungan seksual.
  • Jangan berhubungan seksual ketika Anda atau partner memiliki gejala herpes.
  • Jangan berciuman ketika Anda atau partner memiliki gejala herpes berupa bentol dan borok pada area mulut atau bibir.
  • Setia pada pasangan Anda, jangan beraktivitas seksual dengan banyak partner.
  • Hindari kondisi stress dan lelah, untuk menghindari gejala herpes muncul kembali.
  • Lakukan tes darah (untuk Anda dan pasangan Anda), untuk mengetahui apakah Anda dan pasangan terbebas dari penyakit herpes.

Kesimpulan

Banyak orang masih bertanya apa itu herpes. Berikut kesimpulan mengenai apa itu herpes, gejala, dan pengobatannya.

  • Herpes adalah STD (Sexual Transmitted Disease), yang sebagian besar ditularkan dari aktivitas seksual dengan orang lain.
  • Herpes disebabkan oleh virus HSV (Herpes Simpleks Virus).
  • Herpes tidak dapat disembuhkan. Virus herpes akan tinggal di dalam tubuh si penderita seumur hidup.
  • Namun, gejala herpes seperti bentol berair dan borok pada area mulut / bibir dan kelamin dapat disembuhkan.
  • Gunakan pengaman saat melakukan aktivitas seksual dengan pasangan Anda untuk menghindari resiko terkena herpes.
  • Bagi Anda penderita herpes, biasakan gaya hidup sehat dan hindari kondisi stress agar gejala herpes tidak muncul kembali.