|

Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Post


Penyakit Jantung Koroner

  03 Oct 2018

Penyakit jantung koroner terjadi karena gangguan aliran darah pada pembuluh darah arteri yang membawa darah ke jantung. Penyakit jantung koroner ini merupakan bentuk penyakit jantung yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia.

 

Kondisi ini juga menjadi penyebab kematian nomor satu baik pada laki-laki ataupun perempuan. Bahkan di Amerika Serikat, 16,5 juta penduduk berusia di atas 20 tahun mengalami penyakit jantung koroner. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan survey mengenai penyakit jantung koroner tahun 2014, penyakit jantung koroner menyebabkan kematian sebesar 12,9% untuk semua umur di Indonesia. Angka ini adalah yang tertinggi setelah penyakit stroke.

 

Serangan jantung adalah suatu kondisi akut dimana sel otot jantung mengalami kematian dan sebagian besar disebabkan karena penyakit jantung koroner yang tidak mendapatkan pengobatan.

 

Untuk itu sebaiknya kita mengetahui apa itu penyakit jantung koroner, dampak apa saja yang dapat ditimbulkan oleh kondisi ini, penyebab jantung koroner, bagaimana mencegahnya, dan bagaimana pengobatan kondisi ini.

 

 

 

Kenali Gejala, Penyebab, Pecegahan, dan Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Pembuluh darah arteri jantung (arteri koroner) membawa darah yang kaya oksigen ke otot jantung. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan kondisi dimana terdapat sumbatan atau penyempitan pada arteri-arteri ini.

 

Jika terjadi sumbatan menyeluruh dari lumen (saluran) arteri, maka area otot jantung tertentu akan mengalami kekurangan oksigen yang berujung pada kerusakan hingga kematian sel otot jantung.

 

Apabila sel otot jantung mengalami kematian, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung yang juga dikenal sebagai infark miokard (MI).

 

 

 

Seberapa Bahayakah Penyakit Jantung Koroner

Kondisi ini merupakan suatu awal dari penyakit jantung lainnya. Kondisi sel jantung yang kekurangan oksigen dapat menyebabkan penyakit jantung lainnya seperti:

  • sindrom koroner akut
  • infark miokard dengan ST-elevasi (STEMI)
  • gagal jantung akut
  • kematian jantung mendadak (henti jantung)
  • atrial flutter
  • atrial fibrilasi

 

Semua kondisi di atas merupakan komplikasi yang dapat terjadi bila kondisi PJK tidak mendapatkan pengobatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penderita PJK memiliki risiko mengalami komplikasi sebesar 15%-21% pada satu tahun pertama setelah PJK terdiagnosis.

 

Selain itu, kondisi ini masih memiliki tingkat kematian yang tinggi. Untuk serangan infark miokard pertama, tingkat kematiannya adalah 5% sedangkan pada serangan jantung kedua, tingkat kematiannya adalah 10%.

 

 

 

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Kondisi yang menyebabkan PJK antara lain:

  • Penebalan dinding-dinding pembuluh darah arteri jantung
  • Perkembangan plak lemak (aterosklerosis) di dalam arteri koroner
  • Penyempitan (spasme) tiba-tiba dari arteri koroner
  • Penyempitan arteri koroner
  • Peradangan dalam arteri koroner
  • Terbentuknya bekuan darah (trombus) di dalam arteri koroner yang menghalangi aliran darah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh pecahnya plak lemak di dalam lumen arteri

 

 

Gejala Penyakit Jantung Koroner

Apabila ada gangguan pada aliran darah dari lumen arteri ke jantung, hal tersebut dapat menyebabkan gejala-gejala seperti di bawah ini:

  • Rasa sakit atau nyeri pada dada (angina) : Angina dapat berlangsung selama beberapa menit. Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila Angina / nyeri di dada tidak kunjung hilang.
  • Denyut nadi menjadi tidak stabil : Kondisi ini dapat menyebabkan henti jantung (sudden cardiac arrest) dan berpotensi menyebabkan kematian.

 

 

 

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Kondisi ini dapat dicegah dengan melakukan beberapa tindakan terkait dengan pola hidup sehat, antara lain:

  • Pertahankan berat badan yang sehat dan ideal.
  • Makan diet sehat jantung yang rendah lemak jenuh, daging merah dan daging olahan, dan kaya biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.
  • Mulailah program olahraga yang aman sesuai saran dari dokter Anda.
  • Jika Anda merokok, diskusikan dengan dokter Anda tentang cara berhenti merokok.
  • Obati tekanan darah tinggi dan/atau diabetes Anda.
  • Obati kolesterol tinggi atau trigliserida tinggi.
  • Tanyakan kepada dokter Anda tentang manfaat mengkonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari.
  • Kurangi kondisi stres

 

Pencegahan kondisi ini juga sangat terkait dengan pola diet sehingga berikut ini adalah beberapa makan yang baik dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung koroner.

 

 

 

Makanan yang Baik untuk Penderita Jantung Koroner

Menurut American Heart Association (AHA), Anda dapat mengurangi kemungkinan Anda terkena penyakit jantung dengan makan makanan sehat.

 

Kebiasaan makan terkadang sulit diubah. Anda mungkin khawatir Anda tidak akan dapat menikmati makanan 'yang enak-enak' lagi. Tidak demikian, karena perubahan kecil saja dalam pola makan Anda dapat membuat perbedaan besar bagi kualitas hidup Anda.

 

Apa artinya makan makanan yang sehat untuk jantung? Diet jantung sehat mencakup berbagai macam makanan bergizi, beberapa di antaranya mungkin sudah Anda nikmati. AHA merekomendasikan mengkonsumsi makanan berikut untuk meningkatkan kesehatan jantung jangka panjang Anda:

  • Buah-buahan
  • Sayur-sayuran
  • Gandum
  • Kacang-kacangan
  • Produk susu rendah lemak
  • Unggas
  • Ikan yang mengandung omega-3
  • Kacang-kacangan

AHA juga merekomendasikan untuk membatasi konsumsi daging merah, juga makanan dan minuman manis.

 

Selain makanan yang baik tentu ada makanan yang buruk bagi kesehatan jantung Anda. Berikut ini adalah makanan yang sebaiknya Anda hindari demi menjaga kesehatan jantung Anda.

 

 

 

Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Jantung Koroner

Berikut ini adalah makanan yang harus dihindari oleh penderita penyakit jantung koroner:

  • Daging olahan
  • Makanan cepat saji
  • Makanan yang digoreng
  • Margarin
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • makanan dan minum yang mengandung banyak

 

lalu, bagaimana dengan pengobatan penyakit jantung koroner?

 

 

 

Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Jika Anda didiagnosis dengan PJK, sangat penting untuk mengurangi atau mengendalikan faktor risiko dan mencari pengobatan untuk menurunkan kemungkinan serangan jantung atau stroke.

 

Pengobatan juga tergantung pada kondisi kesehatan Anda saat ini, faktor risiko, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

 

Misalnya, dokter Anda mungkin akan menganjurkan untuk mengobati kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi, atau Anda mungkin diharuskan mengkonsumsi obat untuk mengontrol gula darah jika Anda menderita diabetes.

 

Perubahan gaya hidup juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung seperti yang dijabarkan pada bagian pencegahan.

 

Beberapa kondisi mungkin mengharuskan Anda menjalani tindakan untuk mengatasi kekurangan oksigen pada otot jantung. Tindakan tersebut antara lain:

  • Balon angioplasti : untuk memperlebar arteri yang tersumbat dan menghilangkan penumpukan plak lemak, biasanya dilakukan dengan memasukkan stent (ring) untuk membantu menjaga lumen pembuluh darah tetap terbuka setelah prosedur dilakukan.

  • Operasi pencangkokan pembuluh arteri koroner : untuk mengembalikan aliran darah ke jantung dengan tindakan operasi dada terbuka.

 

 

 

Waspada dan Kenali Bahaya Penyakit Jantung Koroner

Pendapat semua orang tentang penyakit jantung koroner berbeda. Anda memiliki peluang lebih besar untuk mencegah kerusakan yang luas pada jantung Anda, jika Anda dapat memulai perawatan atau menerapkan pola gaya hidup sehat lebih awal.

 

 

Referensi

  1. DynaMed Plus [Internet]. Ipswich (MA): EBSCO Information Services. 1995 - . Record No. 116156, Coronary artery disease (CAD); [updated 2018 Sep 28]
  2. healthlibrary.epnet.com
  3. familydoctor.org
  4. informedhealth.org