Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 18:00 info@farmaku.com 0812 1600 1600

Allopurinol 100 Mg Tab IF

Rp 400 /tablet

hemat

20%


Rp 500

Bonus 0 Point Rewards.


+
Out Of Stock

Informasi Allopurinol 100 mg Tab IF

Deskripsi

Allopurinol adalah obat yang digunakan untuk mengobati asam urat. obat ini sebaiknya digunakan dalam jangka panjang agar pengobatan lebih efektif. tergolong obat keras yang hanya diperoleh dengan resep dokter. efek samping yang mugkin terjadi yaitu ruam kulit, sakit kepala, dan demam.

Cara Kerja Obat: 
Allopurinol dan metabolitnya, oxipurinol (alloxanthine), dapat menurunkan produksi asam urat dengan menghambat xantin oksidase, yaitu enzim yang dapat mengubah hipoxantin menjadi xantin dan mengubah xantin menjadi asam urat. Dengan menurunkan konsentrasi asam urat datam darah dan urin, allopurinol mencegah atau menurunkan endapan urat sehingga mencegah terjadinya gout artritis dan urate nephropathy.

Indikasi
  • Hiperurisemia primer: gout.
  • Hiperurisemia sekunder: mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat. Produksi berlebihan asam urat antara lain pada keganasan, polisitemia vera, terapi sitostatik.
Kategori Asam urat
Komposisi Allopurinol 100 mg
Golongan Obat keras
Perlu resep Ya
Kontraindikasi Hipersensitif komponen obat, serangan gout akut.
Rute obat Oral
Dosis

Penderita dengan fungsi ginjal normal 

Dewasa:

  • Dosis awal: 100-300 mg sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 200-600 mg sehari.
  • Dosis tunggal maksimum 300 mg. Bila diperlukan dapat diberikan dosis yang lebih tinggi, maksimat 900 mg sehari. Dosis harus disesuaikan dengan cara pemantauan kadar asam urat dalam serum/air seni dengan jarak waktu yang tepat hingga efek yang dikehendaki tercapai yaitu selama ± 1-3 minggu, atau:
    - Untuk kondisi ringan: 2-10 mg/kg BB sehari, atau 100-200 mg sehari.
    - Kondisi sedang: 300-600 mg sehari.
    - Kondisi berat: 700-900 mg sehari.

Anak-anak: 

10-20 mg/kg BB sehari atau 100-400 mg sehari. Penggunaan pada anak-anak khususnya pada keadaan malignan, terutama leukemia serta kelainan enzim tertentu, misalnya sindrom Lesch-Nyhan.

 

Penderita dengan gangguan fungsi ginjal


Jumlah dan interval pemberian perlu dikurangi disesuaikan dengan hasil pemantauan kadar asam urat dalam serum.

Dewasa: 

  • Bersihan kreatinin 2-10 ml/menit, dosis: 100 mg sehari atau dengan interval lebih panjang.
  • Bersihan kreatinin 10-20 ml/menit, dosis: 100-200 mg sehari.
  • Bersihan kreatinin > 20 ml/menit, dosis: dosis normal.
  • Dosis yang dianjurkan pada penderita dengan dialisis: allopurinol dan metabolitnya dikeluarkan dengan dialisis ginjal. Jika dialisis perlu dilakukan lebih sering, dapat dipertimbangkan pemberian allopurinol dengan dosis alternatif 300-400 mg segera setelah dialisis tanpa pemberian lagi di antara interval waktu.
Cara penyajian Sesudah makan
Perhatian
  • Efek allopurinol dapat diturunkan oleh golongan salisilat dan urikosurik, seperti probenesid.
  • Hentikan penggunaan bila timbul gejala kemerahan pada kulit atau gejala alergi.
  • Hindari penggunaan pada penderita kelainan fungsi ginjal atau penderita hiperurisemia asimptomatik.
  • Pada penderita kerusakan fungsi hati, dianjurkan untuk melakukan tes fungsi hati berkala selama tahap awal perawatan.
  • Keuntungan dan risiko penggunaan allopurinol pada ibu hamil dan menyusui harus dipertimbangkan terhadap janin, bayi atau ibunya.
  • Allopurinol dapat menyebabkan kantuk. Hati-hati penggunaan pada penderita yang harus bekerja dengan konsentrasi penuh, termasuk mengemudi dan menjalankan mesin.
  • Sebaiknya allopurinol diminum setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung.
  • Dianjurkan untuk meningkatkan pemberian cairan selama penggunaan allopurinol untuk menghindari terjadinya batu ginjal.
  • Bila terjadi gatal-gatal, anoreksia, serta berkurangnya berat badan, harus dilakukan pemeriksaan fungsi hati.
Efek samping
  • Gejala hipersensitivitas seperti ekspoliatif, demam, limfodenopati, artralgia, eosinofilia.
  • Reaksi kulit: pruritus, makulopapular.
  • Gangguan gastrointestinal, mual, diare.
  • Sakit kepala, vertigo, mengantuk, gangguan mata dan rasa.
  • Gangguan darah: leukopenia, trombositopenia, anemia hemolitik, anemia aplastik. 
Interaksi Obat 
  • Allopurinol dapat meningkatkan toksisitas siklofosfamid dan sitotoksik lain.
  • Allopurinol dapat menghambat metabolisme obat di hati, misalnya warfarin.
  • Allopurinol dapat meningkatkan efek dari azatioprin dan merkaptopurin, sehingga dosis per hari dari obat-obat tersebut harus dikurangi sebelum dilakukan pengobatan dengan allopurinol.
  • Allopurinol dapat memperpanjang waktu paruh klorpropamid dan meningkatkan risiko hipoglikemia, terutama pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Efek allopurinol dapat diturunkan oleh golongan salisilat dan urikosurik, seperti probenesid.
Kemasan Tablet 100 mg x 10 x 13
Pabrik Indofarma

BELUM ADA ULASAN

BELUM ADA ULASAN