Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 24:00 info@farmaku.com 0812 1600 1600

Baquinor 250 Mg Tab

Rp 8,600 /tablet

hemat

11%


Rp 9,700
 1 ulasan

Bonus 0 Point Rewards.


+
In Stock

Produk ini hanya dapat dibeli melalui tebus resep.
Silahkan menebus resep di Tebus Resep.

Informasi Baquinor 250 mg Tab

Deskripsi

Baquinor adalah obat yang diindikasikan untuk berbagai masalah infeksi, seperti infeksi saluran kencing, gastroentitis, osteomielitis akut, infeksi ginjal tidak rumit, cystitis, gonore akut, dan infeksi lainnya (kulit, jaringan lunak, pernafasan, dan persendian). 

Baquinor mengandung Ciprofloxacin Hydrochloride. Ciprofloxacin merupakan antibiotik golongan fluorokuinolon, bekerja dengan cara mempengaruhi enzim DNA gyrase bakteri. Ciprofloxacin merupakan antibiotik untuk bakteri Gramnegatif dan Gram-positif yang sensitif. 

Bakteri Gram-positif yang sensitif:

Enterococcus faecallis, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes.

Bakteri Gram-negatif yang sensitif:

Campylobacter jejuni, Citrobacter diversus, Citrobacter freundii, Enterobacter cloacae, Escherichia coli, Haemophillus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Morganella morganii, Neisseria gonorrhoeae, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, Providencia rettgeri, Providencia stuartii, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhosa, Serratia marcescens, Shigella flexneri, Shigella sonnei.

Indikasi Infeksi saluran pernafasan, infeksi jaringan lunak dan kulit, cystitis, pielonefritis, uretritis gonokokal, servisitis, prostatitis, radang panggul, infeksi tulang dan persendian, demam tifoid, infeksi perut bagian dalam, infeksi saluran kencing yang rumit
Kategori Antibiotik
Komposisi Ciprofloxacin 250 mg
Golongan Obat keras
Perlu resep Ya
Kontraindikasi
  • Penderita yang hipersensitif terhadap Ciprofloxacin atau antibiotik derivat kuinolon lainnya.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Anak-anak di bawah usia 12 tahun
Rute obat Oral
Cara penyajian

Dewasa: 

  • Infeksi ringan/sedang saluran kemih: 2 x 250 mg sehari.
  • Infeksi berat saluran kemih: 2 x 500 mg sehari.
  • Infeksi ringan/sedang saluran napas, tulang, sendi, kulit dan jaringan lunak: 2 x 250-500 mg sehari.
  • Infeksi berat saluran napas, tulang, sendi, kulit dan jaringan lunak: 2 x 500-750 mg sehari.
  • Prostatitis kronis: 2 x 500 mg.
  • Infeksi saluran cerna: 2 x 500 mg.
  • Gonore akut: 250 mg dosis tunggal.
  • Untuk mendapatkan kadar yang adekuat pada osteomielitis akut, dosis tidak boleh kurang dari 2 x 750 mg sehari.
  • Lama pengobatan bergantung pada beratnya infeksi, kemajuan klinis dan bakteriologis. Untuk infeksi akut, lamanya pengobatan biasanya 5-10 hari. Pada umumnya pengobatan harus diteruskan sampai minimal 3 hari, setelah gejala klinis hilang. 

 

Dosis pada gangguan fungsi ginjal: 

Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 ml/menit, maka dosis normal hanya diberikan 1 kali sehari atau jika diberikan 2 kali sehari, dosis harus dikurangi separuhnya.

Perhatian
  1. Jika selama menggunakan fluorokuinolon pasien mengalami rasa nyeri, pembengkakan, serta peradangan pada tendon dan tendon rupture, maka agar: 
    • Segera menghentikan penggunaan obat ini. 
    • Segera menghubungi dokter untuk mengkonsulta sikan alternatif obat pengganti. 
    • Menghindari aktivitas olahraga dan aktivitas lain yang menggunakan tendon yang terkena dampak. 

     

  2. Ciprofloxacin harus ditelan dengan air secukupnya untuk mencegah kristaluria.
  3. Hati-hati pemberian pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal (lihat DOSIS).
  4. Pemberian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  5. Ciprofloxacin harus diberikan dengan hati-hati pada penderita di usia lanjut. Pada kasus epilepsi dan pasien yang pernah mengalami gangguan SSP (misalnya ambang kejang rendah, riwayat konvulsi, aliran darah ke otak berkurang dan stroke), Ciprofloxacin hanya diberikan jika manfaatnya lebih besar dibanding risikonya, karena pasien demikian mungkin akan menderita efek samping SSP.
  6. Meskipun diminum sesuai dengan resep dokter, obat ini dapat mengganggu respon pasien, kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin. Gangguan ini akan lebih berat jika diminum bersama alkohol.
  7. Seperti halnya antimikroba lainnya, pemberian jangka lama dapat mengakibatkan pertumbuhan berlebihan dari mikroorganisme yang kurang peka.Hindarkan penderita dari sinar matahari yang berlebihan. Bila terjadi fototoksisitas pengobatan harus segera dihentikan.
Efek samping
  • Efek terhadap saluran cerna: mual, diare, muntah, gangguan pencernaan, dispepsia, nyeri abdomen, kembung, anoreksia, disfagia. Kalau terjadi diare berat atau persisten selama atau sesudah pengobatan, segera konsultasi pada dokter karena gejala tersebut mungkin menutupi kelainan yang lebih serius (kolitis pseudomembran) yang memerlukan tindakan segera. Kalau ini terjadi, pemberian Ciprofloxacin harus segera dihentikan dan diganti dengan obat lain yang lebih sesuai (misalnya vankomisin per oral 4 x 250 mg sehari). Obat-obat yang menghambat peristaltik merupakan kontraindikasi. 
  • Efek terhadap sistem saraf: pusing, sakit kepala, rasa letih, insomnia, agitasi, tremor. Sangat jarang: paralgesia perifer, berkeringat, kejang, ansietas, mimpi buruk, depresi, halusinasi, gangguan pengecapan dan penciuman, gangguan penglihatan (misalnya penglihatan ganda, warna-warni). Reaksi kadang-kadang timbul setelah pemberian Ciprofloxacin untuk pertama kalinya. Dalam hal ini Ciprofloxacin harus segera dihentikan dan segera konsultasi pada dokter. 

  • Reaksi hipersensitifitas: reaksi kulit seperti drug eruption, urtikaria, makula eritema, Sindrom Steven-Johnson, kemerahan pada kulit, pruritus, drug fever. Reaksi anafilaktik/anafilaktoid (seperti edema pada wajah, vaskuler dan laring, dispnea yang bertambah berat sehingga terjadi syok yang mengancam jiwa). Dalam hal ini Ciprofloxacin segera distop, tindakan kedaruratan medis (misalnya mengatasi syok) harus segera dilakukan. 

  • Efek terhadap renal/urogenital: nefritis interstisiel, gagal ginjal, termasuk gagal ginjal yang transien, poliuria, retensi urin, pendarahan uretal, vaginitis dan asidosis. 

  •  Efek terhadap hati: kelainan hati yang luas seperti nekrosis hati. 

  • Efek terhadap sistem kardiovaskuler. Jarang: takikardia, palpitasi, atrial flutter, ventricular ectopy, syncope, hipertensi, angina pektoris, infark miokard, cardiopulmonary arrest, trombosis serebral, wajah merah dan panas, migren, pingsan. 

  • Efek pada darah: Eosinofilia, leukositopenia, leukositosis, anemia, granulositopenia. Sangat jarang: trombositopenia, trombositosis, kelaan protrombin 

  • Efek pada nilai laboratorium/deposit urin: kadar transaminase dan alkalin fosfatase dalan darah mungkin meningkat untuk sementara; ikteru kolestatik dapat terjadi terutama pada pasien yang pernah mengalami kelainan; peningkatan kadar urea kreatinin dan bilirubin darah secara transien; hiperglikemia; pada kasus tertentu: kristaluria dan hematuria.

  • Dari kasus-kasus yang telah dilaporkan, risiko efek samping tendonitis tidak segera hilang meskipun penggunaan fluorokuinolon dihentikan. Efek samping pada tendon dapat terjadi sampai beberapa bulan setelah pengobatan dihentikan.

  • Lain-lain: nyeri sendi, lemas seluruh tubuh, nyeri otot, tendovaginitis, fotosensitifitas ringan, tinitus, gangguan pendengaran terutama untuk frekuensi tinggi, epistaksis, laringialgia atau edema paru, hemoptisis, dispnea, bronkospasme, emboli paru.
Interaksi obat
  • Obat-obat yang mempengaruhi keasaman lambung (antasida) yang mengandung alumunium atau mag nesium hidroksida akan mengurangi absorpsi Ciprofloxacin. Karena itu, Ciprofloxacin harus ditelan 1 - 2 jam sebelum atau minimal 4 jam sesudah meminum antasida. Pembatasan ini tidak berlaku pada antasida yang tidak mengandung alumunium atau magnesium hidroksida.
  • Pemberian Ciprofloxacin bersama teofilin dapat meningkatkan kadar teofilin dalam plasma sehingga dapat menimbulkan efek samping teofilin. Apabila kombinasi ini tidak dapat dihindarkan, kadar teofilin dalam plasma harus dimonitor dan dosis teofilin harus dikurangi. Jika kadar teofilin tidak dapat dimonitor, pemberian Ciprofloxacin harus dihindari.
  • Kenaikan kadar kreatinin serum untuk sementara terlihat pada pemberian Ciprofloxacin bersama siklosporin. Dalam hal ini, kadar kreatinin serum harus sering dipantau (dua kali seminggu).
  • Harus dipertimbangkan kemungkinan terjadinya interaksi pada pemberian Ciprofloxacin bersama probenesid
  • Pemberian bersama Ciprofloxacin dan antikoagulan oral dapat memperpanjang waktu pendarahan.
  • Pemberian bersama metoklopramid mempercepat absorpsi Ciprofloxacin.
Kemasan Dus isi 2 strip @ 10 kaplet
Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C

Dibuat oleh PT CAPRIFARMINDO LABS
Pabrik PT SANBE FARMA

5/5


Total dari 1 ulasan
1
0
0
0
0
ULASAN PRODUK
Filter Ulasan :

Sip banget dah

Nyampenya cepet :))

5/5


Total dari 1 ulasan
1
0
0
0
0
ULASAN PRODUK
Filter Ulasan :

Sip banget dah

Nyampenya cepet :))