Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

7 Suplemen dan Obat Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui

Obat pelancar ASI

Produksi air susu ibu (ASI) yang tidak lancar selama proses menyusui bisa membuat ibu menyusui menjadi cemas. Hal ini wajar saja karena ASI merupakan makanan terbaik yang memiliki banyak manfaat untuk bayi, terutama selama masa awal kehidupan bayi hingga berusia 6 bulan. Masalah ASI tidak lancar ini tentu bisa diatasi dengan berbagai cara, salah satunya adalah konsumsi obat pelancar ASI atau ASI booster

Baca Juga: Mengenali Susu Soya untuk Anak yang Alergi Susu Sapi

Obat pelancar ASI dalam dunia medis disebut sebagai laktogogue (galactogogue). Laktogogue merupakan obat atau zat yang dipercaya dapat membantu merangsang atau meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Pada umumnya, indikasi alasan penggunaan laktogogue yang sering terjadi adalah produksi ASI yang berkurang pada ibu dengan bayi prematur atau bayi sakit yang dirawat di unit perawatan intensif.

Jenis-jenis obat pelancar ASI yang ampuh

obat pelancar ASI yang ampuh

 

Jika selama proses menyusui, ASI tidak lancar dan Anda memutuskan untuk mencoba konsumsi ASI booster. Sebaiknya Anda perlu mengenali obat pelancar ASI terutama jenis-jenis laktogogue yang umum dipakai sebelum mencobanya. Berikut ini jenis-jenis zat pelancar ASI.

Domperidon

Domperidon merupakan obat yang diindikasikan untuk mengatasi masalah pada saluran pencernaan, seperti mual atau muntah. Namun, sejak tahun 1983 obat ini pertama kali dilaporkan bisa dijadikan sebagai laktogogue karena dapat meningkatkan hormon prolaktin (hormon untuk meningkatkan produksi ASI). 

Namun, terdapat beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi domperidon, yaitu mulut kering, gatal, sakit kepala hingga kram perut. Selain itu, domperidon sebaiknya tidak diberikan pada ibu menyusui yang memiliki riwayat sensitif terhadap obat ini dan ibu menyusui dengan gangguan saluran cerna seperti perdarahan saluran cerna, sumbatan mekanik, atau perforasi.

Dosis penggunaan obat ini, yaitu 10-20 mg 3-4 kali per hari selama 3-8 minggu. Namun, bisa juga sekitar 24 jam sampai 2-3 minggu untuk mendapatkan efek maksimal.

Baca Juga: Atasi Payudara Berat Sebelah Saat Menyusui

Metoclopramide

Metoclopramide adalah obat yang awalnya dipakai sebagai obat antipsikotik. Lalu di tahun 1975, penggunaan obat ini dipakai sebagai laktogogue, yang dapat meningkatkan produksi ASI dengan cara menghambat pelepasan dopamin di susunan saraf pusat, sehingga mengakibatkan peningkatan kadar prolaktin. 

Dosis yang dipakai untuk obat ini, yaitu 30-45 mg per hari dibagi dalam 3-4 dosis. Sementara selama 7-14 hari dengan dosis penuh, lalu diturunkan bertahap selama 5-7 hari. Penggunaan metoclopramide yang lebih lama dapat meningkatkan depresi

Selain itu, efek samping dari konsumsi obat metoclopramide yang biasa terjadi di antaranya mengantuk,  kelelahan, dan diare. Namun, Anda tidak perlu menghentikan penggunaan obat ini jika efek samping tersebut terjadi. Sedangkan penggunaan obat ini harus dihentikan jika muncul gejala ekstrapiramidal (penurunan kesadaran), kebingungan, sakit kepala, pusing, gelisah, hingga depresi. 

Selain itu, penggunaan obat metoklopramid juga tidak boleh diberikan pada ibu menyusui yang menderita epilepsi atau sedang menjalani pengobatan antikejang, memiliki riwayat depresi atau menjalani pengobatan antidepresi, mempunyai hipertensi tidak terkontrol, pendarahan hingga riwayat alergi terhadap kandungan metoklopramid.

 

Sulpiride

Sulpiride adalah obat anti-depresan dan obat antipsikotik yang bekerja dengan meningkatkan hormon pelepas prolaktin. Di Zimbabwe, Afrika Selatan dan Chili, penggunaan obat sulpiride sebagai obat untuk membantu laktasi. Meski begitu, penggunaan obat ini juga memiliki efek samping serupa dengan penggunaan metoclopramide. Untuk menggunakan obat ini, dosis yang dianjurkan yaitu  50 mg dua atau tiga kali per hari.

 

Chlorpromazine

Chlorpromazine adalah obat antipsikotik yang dapat digunakan juga sebagai lactogogue. Pada sebuah laporan kasus, chlorpromazine dengan dosis 25 mg tiga kali sehari selama 1 minggu mampu meningkatkan produksi ASI. Bentuk molekul chlorpromazine ini serupa dengan molekul dopamin, dan memiliki kemampuan untuk mengikat reseptor dopamin. Dengan begitu, kadar prolaktin ikut meningkat.

Penggunaan antipsikotik seperti chlorpromazine dalam meningkatkan proses laktasi telah dilakukan, namun penggunaan zat ini masih terbatas karena efek sampingnya, termasuk kemungkinan reaksi ekstrapiramidal.

 

Rekomendasi suplemen dan obat pelancar ASI di apotek

obat pelancar asi herbal

Setelah mengenal obat dan jenis pelancar ASI di atas, Anda juga bisa menambah suplemen atau obat pelancar ASI yang ampuh untuk ibu menyusui dan bisa ditemukan di apotek berikut ini:

 

Herbana Relief Sari Powder Daun Katuk

Herbana Relief Sari Powder Daun Katuk adalah obat pelancar ASI alami dari Herbana dengan bentuk serbuk dan mengandung ekstrak daun katuk. Daun katuk sendiri sudah dikenal sejak lama sebagai salah satu bahan alami yang berkhasiat dalam meningkatkan produksi ASI. 

Selain berfungsi untuk meningkatkan produksi ASI, daun katuk juga dipercaya dapat membantu mengatasi atau mencegah anemia. Untuk mengonsumsi Herbana Relief Sari Powder Daun Katuk, Anda tinggal campurkan dengan segelas air, lalu aduk sebelum diminum. 

Dapatkan Herbana Relief Sari Powder Daun Katuk di Sini!

Lactamor

Lactamor adalah suplemen yang digunakan oleh ibu menyusui untuk membantu memperlancar ASI. Suplemen ini mengandung bahan herbal dari ekstrak biji fenugreek dan ekstrak biji daun katuk, yang dilengkapi dengan vitamin B12. Kandungan ekstrak biji fenugreek dalam Lactamor juga dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol. 

Sementara ekstrak biji daun katuk mampu meningkatkan jumlah produksi ASI. Sedangkan vitamin B12 berguna untuk pembentukan protein, sel darah, dan jaringan. Tergolong obat bebas, Lactamor dapat diperoleh dan digunakan tanpa menggunakan resep dokter.

Dapatkan Lactamor Harga Terbaik di Sini!

Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold

Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold adalah suplemen yang mengandung minyak ikan dan 20 nutrisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil dan menyusui seperti iodium, asam folat, zat besi, kalsium dan DHA (Docosahexaenoic acid) sehingga bisa dijadikan sebagai ASI booster

Selain itu, Blackmore Pregnancy & Breastfeeding Gold juga tidak menyebabkan rasa mual dan gangguan pencernaan karena sudah dilengkapi dengan kandungan zat besi dalam bentuk Ferrous Bisglycinate.

Dapatkan Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold di Sini!

Itulah suplemen atau obat pelancar ASI yang ampuh yang bisa Anda dapatkan di Apotek Farmaku. Nikmati juga promo gratis ongkir setiap pembelian obat atau suplemen di Farmaku.

Breastfeeding Support. Diakses pada Maret 2020. https://breastfeeding.support/what-is-a-galactagogue/
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada Maret 2020. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/laktogogue-seberapa-besar-manfaatnya

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Ibu & Anak