Waspada! Ini Bahaya Overthinking dan Cara Mengatasinya

overthingking

Apakah Anda sering memikirkan sesuatu secara berlebihan dan terus-menerus? Atau mungkin Anda seringkali mencemaskan dan terlalu memikirkan tentang bagaimana isi pikiran orang lain? Anda mungkin adalah seseorang yang overthinking. Menjadi overthinking tentu sangat tidak nyaman dan bahkan berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Yuk, kenali bahaya dan cara mengatasinya dalam ulasan di bawah ini.

Apa itu Overthinking?

Walaupun dalam dunia psikologi dan juga medis tidak terdapat definisi khusus mengenai overthinking, keadaan ini sering diartikan sebagai suatu kecenderungan berlebihan untuk memantau, mengevaluasi, dan memikirkan suatu hal secara berlebihan. 

Seseorang yang overthinking juga menghabiskan banyak waktu untuk mencoba memahami penyebab overthinking dan arti dari pikiran mereka yang akhirnya memberi tekanan pada dirinya sendiri.

Overthinking disebabkan oleh beberapa bentuk misalnya, pertimbangan tanpa henti ketika hendak membuat keputusan yang bisa jadi kemudian mempertanyakan kembali keputusan tersebut, mencoba membaca atau menebak-nebak pikiran orang lain, mencoba memprediksi masa depan dan mencemaskannya, berusaha membaca detail tertentu dan lain sebagainya.

Orang-orang yang overthinking sering kali mengeluarkan pemikiran di kepala mereka, seperti mengkritik  dan mencemaskan apa yang mereka telah katakan dan lakukan kemarin, terlalu takut bahwa mereka terlihat buruk dan juga mencemaskan masa depan yang buruk yang belum tentu terjadi.

Baca juga: Suplemen yang Efektif untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Orang Dewasa

Dampak Buruk Overthinking terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Overthinking adalah hal yang sangat tidak nyaman dan dapat menimbulkan stres serta kecemasan. Terlalu banyak memikirkan sesuatu bukanlah kebiasaan yang baik untuk dilakukan. Terlebih jika apa yang Anda pikirkan adalah mengenai hal-hal yang cenderung negatif. Sebab hal ini dapat memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan Anda, seperti menimbulkan masalah dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan.

Overthinking juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan, lho! Hal ini disebabkan oleh kondisi kecemasan yang terus-menerus yang membuat tubuh mengalami lonjakan kortisol, yang berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. 

Berikut ini adalah dampak negatif dari overthinking, di antaranya:

1. Menyebabkan Berbagai Masalah Kesehatan Mental

Orang yang overthinking akan lebih rentan terhadap kondisi kecemasan, depresi, dan masalah terkait kesehatan mental lainnya. Hal ini disebabkan oleh adanya fokus pada perasaan dan emosi negatif, yang menyebabkan perasaan dan emosi tersebut bertahan bahkan ketika tidak ada yang salah. 

Coba fokuskan pikiran Anda pada pikiran yang lebih bahagia untuk menjaga kesehatan mental Anda. Sebab stres yang kronis menyebabkan masalah mental seperti kecemasan dan gangguan mood.

2. Mempengaruhi Sistem Kekebalan Tubuh

Terlalu banyak berpikir dapat menyebabkan Anda mengalami stres sehingga sistem kekebalan tubuh Anda akan melemah. Anda mungkin juga menyadari hal ini, misalnya saat Anda sedang stres atau cemas Anda menjadi lebih sering atau mudah jatuh sakit. 

Hal tersebut disebabkan oleh pelepasan kortisol dalam tubuh, yang selanjutnya melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika pertahanan alami tubuh tertekan, Anda menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Agar daya tahan tubuh tetap terjaga, berikut ini rekomendasi pilihan suplemen untuk Anda.

3. Berisiko Tekanan Darah Tinggi dan Penyakit Kardiovaskular

Terus-menerus memikirkan berbagai macam hal dalam hidup Anda dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. 

Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti kerusakan arteri dan demensia, bahkan dapat menyebabkan Anda terkena stroke. 

Terlalu banyak berpikir dan khawatir juga dapat membahayakan kesehatan jantung Anda.

4. Memengaruhi Sistem Pencernaan

Bahaya overthinking dapat menyebabkan stres, yang pada akhirnya juga dapat memengaruhi sistem pencernaan Anda. Paparan stres dapat mengakibatkan masalah pencernaan seperti penyakit radang usus, iritasi usus besar. Terlalu banyak berpikir dan stres juga dapat menyebabkan Anda lebih rentan sakit maag.

5. Merusak Kesehatan Kulit

Overthinking yang membuat Anda stres dan cemas terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan kulit. Anda mungkin juga pernah mendengar bahwa stres emosional yang disebabkan oleh kekhawatiran dapat memengaruhi atau bahkan memperburuk sejumlah gangguan kulit seperti psoriasis, dermatitis atopik, pruritus, alopecia areata, dan dermatitis seboroik. 

Stres menyebabkan peradangan pada tubuh, yang menyebabkan flare-up pada kulit. Sistem kompleks kulit yang saling berhubungan, sistem endokrin, dan sistem kekebalan dipengaruhi oleh stres kronis, yang memperburuk penyakit kulit.

6. Meningkatkan Risiko Kanker

Memikirkan sesuatu secara berlebihan dapat menyebabkan stres dan aktivasi konstan dari sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal. Ini dapat mengganggu respons kekebalan tubuh, yang menyebabkan kanker tertentu dapat berkembang di tubuh Anda.

7. Menyebabkan Gangguan Tidur

Jika Anda terlalu banyak berpikir, Anda lebih mungkin untuk mengalami masalah tidur. Hal ini disebabkan oleh berbagai pikiran yang membuat Anda merasa tidak tenang, dan berakhir menjadi sulit untuk tidur. Dengan demikian, terlalu banyak berpikir merusak kualitas tidur Anda. 

Agar tidur Anda berkualitas, berikut ini beberapa rekomendasi suplemen untuk membantu mengatasi insomnia.

Beli NATURES PLUS Dynomins Magnesium 250 mg 90S di Sini

Beli Blackmores Ginkgo Recall Botol 30 Tablet di Sini

8. Mengganggu Kemampuan Pemecahan Masalah

Orang yang terlalu banyak berpikir percaya bahwa mengulangi situasi atau masalah tertentu akan membantu mereka mengatasinya. Namun, penelitian menyatakan sebaliknya. 

Analisis yang berlebihan mengganggu kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah karena menyebabkan Anda terus memikirkan masalah dan membayangkan situasi yang mungkin tidak akan pernah terjadi, alih-alih mencari solusi.

Bahkan ketika membuat pilihan sederhana, seperti memilih pakaian untuk hari itu atau memutuskan tempat liburan berikutnya, mungkin terasa seperti situasi hidup atau mati jika Anda terlalu banyak berpikir. 

9. Berdampak Negatif pada Otak

Salah satu dampak negatif paling nyata dari memikirkan hal secara berlebihan dan stres adalah otak. Stres cenderung berdampak besar pada organ. Ini karena produksi kortisol melonjak saat stres yang dapat merusak dan membunuh sel-sel otak di hipokampus. 

Berpikir berlebihan yang kronis juga dapat mengubah fungsi otak dengan mengubah struktur dan konektivitasnya. Peneliti di University of California, Berkeley juga mengungkapkan bahwa stres kronis dapat menyebabkan masalah mental seperti kecemasan dan gangguan mood.

10. Nafsu Makan Berkurang

Dampak buruk overthinking dalam waktu singkat juga bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan. Hal karena memikirkan sesuatu yang berlebihan membuat otak sibuk dan tidak memberikan sinyal ke otak bahwa Anda lapar atau sudah waktunya makan.

Ahli kesehatan menyarankan jika stres karena terlalu banyak berpikir,sebaiknya jangan makan berlebihan. Alasannya karena kedua kebiasaan tersebut berbahaya bagi kesehatan.

Baca juga: Obat Darah Tinggi di Apotek yang Bagus dan Efektif

Tips Mengatasi Overthinking

Selain membuat Anda tidak tenang dan tidak nyaman, berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh overthinking tentu dapat membuat Anda menjadi semakin khawatir. Oleh karenanya berusaha untuk menghilangkan masalah ini adalah hal yang perlu Anda lakukan. 

Berikut ini cara mengatasi dampak buruk overthinking:

1. Sadarilah bahwa Anda sedang Overthinking

Kesadaran merupakan langkah pertama untuk mengakhiri overthinking. Saat Anda menyadari diri Anda memikirkan peristiwa secara berulang kali, atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan, akui bahwa Anda sedang overthinking sehingga Anda lebih mudah untuk mengakhirinya. Dengan menyadarinya akan membantu dalam mengendalikan pikiran Anda.

2. Fokus pada Pemecahan Masalah secara Aktif

Terlalu memikirkan masalah Anda secara berlebihan tidak akan membantu memecahkan permasalahan. Hal yang harus Anda lakukan adalah mencari solusinya. 

Tanyakanlah pada diri Anda langkah apa yang dapat Anda ambil untuk belajar dari kesalahan atau menghindari masalah. Dibandingkan mempertanyakan mengapa sesuatu terjadi, tanyakan pada diri Anda apa yang dapat Anda lakukan. Jika tidak sanggup, maka carilah bantuan orang lain.

3. Berlatih Mindfulness

Mindfulness adalah teknik yang memusatkan pikiran untuk hadir sepenuhnya (‘here’ and ‘now’), menyadari di mana Anda berada dan apa yang Anda lakukan, dan tidak terlalu reaktif atau dengan apa yang terjadi di sekitar Anda. 

Menyadari bahwa diri Anda tidak mungkin untuk mengulangi hari kemarin dan tidak perlu mengkhawatirkan hari esok ketika Anda hidup di masa sekarang. Berkomitmen untuk menjadi lebih sadar di sini dan saat ini.

Sadarilah bahwa beberapa hal berada di luar kendali Anda  termasuk memprediksi masa depan. Jika Anda menghabiskan saat ini dengan mengkhawatirkan masa depan, Anda dapat kehilangan waktu Anda yang sekarang. 

Alih-alih menghabiskan waktu memikirkan masa depan cobalah untuk menikmati kehidupan saat ini. Anda juga bisa melakukan teknik relaksasi lainnya seperti yoga untuk membantu menenangkan pikiran.

4. Bersyukur

Bersyukur dapat membantu Anda untuk mengurangi berbagai perasaan negatif dalam diri. Cobalah untuk menghabiskan waktu Anda dengan positif seperti mensyukuri apa pun yang ada dalam hidup Anda. Misalnya Anda bisa menuliskan daftar hal-hal yang Anda syukuri setiap harinya untuk membantu Anda melakukan aktivitas dengan lancar

5. Alihkan Pikiran Anda

Mengendalikan diri sendiri untuk berhenti memikirkan sesuatu terkadang justru bisa menjadi bumerang. Semakin Anda mencoba untuk menghindari pikiran memasuki otak Anda, semakin besar kemungkinannya untuk terus bermunculan. 

Cobalah untuk mengalihkan pikiran Anda dengan cara melakukan aktivitas atau hobi yang Anda sukai. Melakukan hobi atau aktivitas dapat membantu Anda untuk menjauhi berbagai macam pikiran yang mengganggu.

6. Meditasi

Meditasi bisa menjadi cara yang sangat baik untuk mengarahkan pikiran ke arah yang lebih positif. Saat bermeditasi, usahakan untuk fokus pada napas. Tujuannya bukan untuk menjernihkan pikiran, melainkan memfokuskannya pada sesuatu dan berlatih mengalihkan fokus setiap kali memikirkan sesuatu.

Dengan meditasi, Anda akan lebih mudah menghentikan pemikiran berlebihan sebelum menjadi masalah yang lebih serius. Meditasi selama 10 menit dapat menjadi cara efektif untuk menghentikan pikiran dan kekhawatiran yang mengganggu pikiran Anda.

Baca juga: Rekomendasi Suplemen yang Bagus untuk Kesehatan Jantung

7. Dapatkan Terapi

Apabila tidak mampu berhenti overthinking, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional. Terlalu banyak berpikir mungkin mengindikasikan adanya masalah kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan. Di sisi lain, hal ini juga meningkatkan kerentanan terhadap masalah kesehatan mental.

Seorang ahli kesehatan mental mungkin dapat membimbing Anda keterampilan yang akan membantu berhenti terobsesi, merenung, dan memikirkan hal-hal yang tidak berguna. Anda juga akan diajarkan menemukan cara yang cocok untuk Anda, seperti kewaspadaan atau latihan fisik.

Overthinking adalah sesuatu yang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk diri Anda. Tetapi jika Anda memiliki sistem pertahanan yang bagus untuk menghadapinya, Anda setidaknya dapat mengurangi beberapa pemikiran negatif seperti stres dan kecemasan berlebihan.

Namun, jika cara di atas masih tidak membantu Anda cobalah untuk menemui dan berbicara dengan terapis atau psikolog yang dapat memberi Anda perspektif baru dan menyadari bahwa sesuatu yang tampaknya buruk sebenarnya tidak serumit yang Anda pikirkan.