Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Demam Berdarah: Gejala dan Pengobatannya

 22 Nov 2018



penyakit demam berdarah: gejala dan pengobatannya


Musim hujan telah tiba. Selain membawa berkah dan rezeki, musim hujan juga membawa beberapa penyakit bersamanya. Salah satunya adalah penyakit DBD atau yang dalam istilah medis disebut sebagai demam berdarah dengue.

 

Penyakit demam berdarah telah dikenal sejak lama. Pada 1635, wabah demam berdarah diduga terjadi di Pulau Martinique dan Pulau Guadeloupe, yang keduanya merupakan bagian dari Kepulauan Karibia. Tetapi kasus demam berdarah pertama tidak terjadi hingga akhir abad ke-18. Dan menariknya, kasus demam berdarah pertama tersebut, dilaporkan berasal dari negara kita, Indonesia, di kota Batavia, yang sekarang bernama Jakarta.

 

 

Penyakit Demam Berdarah: Kenali Gejala DBD, Fase, dan Pengobatannya 

Perlu diketahui bahwa penyakit demam berdarah atau DBD tidak menular. Tidak ada obat khusus DBD yang diperlukan dalam proses pengobatannya. Hal penting yang harus diperhatikan dalam penanganan DBD adalah asupan makanan, cairan, dan istirahat total.

 

Setelah seorang penderita demam berdarah memasuki fase penyembuhan, keadannya bisa dikategorikan telah aman. Namun harus terus dipantau kadar trombosit dalam darah serta asupan nutrisi dan vitamin yang mampu membantu memulihkan kesehatannya.

 

Pada artikel ini kami akan memberikan informasi seputar penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan penyakit DBD.

 

 

 

Penyebab DBD

Sebuah terobosan besar dalam pengobatan DBD datang pada tahun 1944 ketika Dr. Albert Sabin mengisolasi dan mengidentifikasi virus dengue.

 

Segera setelah itu, komunitas ilmiah menemukan bahwa penyakit demam berdarah disebabkan oleh empat jenis virus berbeda yang saling terkait satu sama lain.

 

Virus penyebab demam berdarah adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.

 

Virus Dengue adalah virus RNA kecil, bulat, tunggal-untai dengan amplop dari keluarga Flaviviridae (69 spesies, jenis spesies demam kuning), genus Flavivirus.

 

Virus Dengue ditularkan ke manusia oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi.

 

Nyamuk Aedes aegypti sejauh ini merupakan vektor utama untuk infeksi demam berdarah dengue, tetapi nyamuk Aedes albopictus dan spesies Aedes lainnya juga dapat menularkan dengue.

 

Spesies nyamuk ini telah beradaptasi dengan tempat tinggal manusia, mereka mampu berkembang biak dalam genangan air yang ditemukan di ban bekas atau penampung apapun.

 

Penyebaran DBD terjadi dengan cepat dan luas, nyamuk Aedes aegypti cenderung menggigit orang lain di sekitarnya dan sering berakhir menginfeksi seluruh anggota keluarga atau kelompok, yang kemudian terjangkit infeksi DBD dalam 24 hingga 36 jam.

 

Nyamuk mendapatkan virus ketika mereka menghisap darah manusia yang viremic (seseorang yang sudah terinfeksi virus DBD).

 

Meskipun beberapa primata dapat terinfeksi virus dengue, manusia sejauh ini adalah infectee yang dominan.

 

Setelah diinokulasi ke inang, masa inkubasi demam berdarah (sebelum terjadinya gejala DBD) yaitu 3 hingga 14 hari.

 

Infeksi dari satu jenis virus dengue, atau serotipe, memberikan perlindungan seumur hidup dari reinfeksi serotipe yang sama, tetapi hanya perlindungan parsial dan berumur pendek dari infeksi serotipe lainnya.

 

Lalu, apa saja gejala demam berdarah yang harus kita ketahui?

 

 

 

Gejala DBD

Ciri-ciri DBD pada anak mungkin hanya berupa gejala ringan seperti flu, pada beberapa kasus, gejala DBD pada anak bahkan tidak nampak sama sekali. Di lain sisi, Gejala DBD pada orang dewasa lebih berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa.

 

Ciri-ciri demam berdarah yang utama adalah demam tinggi. Di luar demam, biasanya Anda akan mengalami setidaknya 2 gejala tambahan. Ciri-ciri DBD lainnya yaitu:

  • Sakit kepala
  • Sakit mata
  • Menggigil dan demam
  • Nyeri otot atau tulang
  • Bintik merah atau ungu di kulit
  • Pendarahan kecil di hidung atau gusi
  • Kulit menjadi mudah memar
  • Mual atau muntah

 

Demam hilang dalam 3-7 hari setelah gejala berlangsung.

 

Infeksi penyakit demam berdarah dapat menyebabkan syok dan gagal organ, seperti hati.

 

 

 

Fase DBD

Fase demam berdarah dibagi menjadi tiga.

  1. Fase Demam

    Penderita akan menderita demam tinggi secara tiba-tiba. Demam ini berlangsung kurang lebih selama 3-7 hari. Demam tinggi ini biasa disertai dengan sakit kepala, nyeri otot, dan kemerahan pada kulit.

  2. Fase Kritis

    Setelah melewati fase demam, suhu tubuh akan kembali seakan normal. Namun sebenarnya ini adalah fase paling berbahaya dari penyakit DBD. Pada fase demam berdarah ini, trombosit akan terus menurun yang apabila tidak disadari dan ditangani, dapat berakibat fatal. Fase kritis berlangsung kira-kira selama 24-48 jam.

  3. Fase Penyembuhan

    Pada Fase DBD ini, kondisi pasien mulai membaik. Tingkat trombosit menjadi stabil dan menunjukkan kenaikan. Terkadang pada fase ini, pasien masih mengalami demam ringan, namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Pada tahap ini, nafsu makan pasien mulai meningkat, sehingga kemampuan makan dan minum kembali normal.



 

 

Pengobatan DBD

Langkah awal pengobatan demam berdarah adalah diagnosis gejala DBD.

 

Dokter Anda akan menanyakan tentang gejala demam berdarah yang Anda alami, serta riwayat kesehatan dan perjalanan. Lalu, Dokter akan melakukan pemeriksaan darah dan kondisi fisik untuk memastikan infeksi DBD benar-benar terjadi.

 

 

Saat Demam Berdarah, Trombosit Dalam Darah Menurun

Pada penyakit DBD, kadar trombosit dalam darah akan menurun. Fungsi trombosit adalah untuk membekukan darah. Ketika ada bagian tubuh yang terluka, trombosit akan menuju daerah tersebut dan menghentikan pendarahan.

 

Pada orang normal, kadar trombosit dalam darah adalah sekitar 150.000 - 450.000, sedangkan pada penderita DBD, trombosit akan turun bahkan sampai di bawah 50.000.

 

Beberapa gejala dapat terjadi akibat tingkat trombosit yang rendah dalam darah, seperti mimisan, gusi berdarah, ruam / bintik-bintik kecil berwarna merah, pendarahan yang sulit berhenti, dan kelelahan.

 

Pasien demam berdarah harus mengkonsumsi cairan dalam jumlah besar dan makan dengan teratur. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah dehidrasi, menurunkan demam, serta menjaga kadar trombosit. Biasanya pasien DBD yang dirawat di rumah sakit sudah boleh pulang apabila kadar trombosit telah mengalami kenaikan.

 

 

Pasien DBD Akan Merasa Pusing, Nyeri, dan Mual

Dalam kasus DBD, dimana demam dengan suhu tinggi serta nyeri otot dan tulang yang menyerang, parasetamol dapat menjadi andalan sebagai pereda demam dan nyeri.

 

Selain itu rasa mual juga sering menyerang pasien demam berdarah. Obat mual dapat membantu pasien untuk makan dan minum dengan baik, sehingga proses pemulihan akan lebih cepat.

 

Pasien demam berdarah juga diharuskan melakukan bed rest atau istirahat total.

 

 

 

Pencegahan DBD

Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa langkah sederhana seperti:

  • Hindari terlalu sering melakukan aktivitas luar rumah selama musim hujan.
  • Tutupi kulit Anda dengan pakaian panjang, kaus kaki, dan sepatu.
  • Gunakan semprotan anti nyamuk atau lotion anti nyamuk.
  • Gunakan kelambu atau gunakan semprotan serangga.
  • Perlu diingat nyamuk lebih aktif saat pagi, siang, dan sore hari.
  • Kumpulkan air dalam ember, pot bunga, atau wadah lainnya. Nyamuk berkembang biak dengan genangan air.
  • Terapkan tindakan 3M menguras, menutup dan mengubur tempat-tempat yang memungkinkan menjadi sarang nyamuk.

 

 

Referensi

  1. Dengue Fever
  2. Chakraborty, Tirtha. “Dengue Fever.” Dengue Fever and Other Hemorrhagic Viruses, Facts On File, 2008. Health Reference Center.
  3. Dengue Fever By: Carson-DeWitt R, Horn D, Patient Education Reference Center (PERC)





Bagikan artikel ini :