Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 24:00 info@farmaku.com 0812 1600 1600

Jenis dan Prosedur Medical Check Up Yang Harus Anda Ketahui!

 08 Nov 2019 Kesehatan | Medical Check-Up



prosedur medical check up


Seberapa sering Anda pergi bertemu dokter? Bagi sebagian orang pergi mengunjungi dokter dilakukan hanya saat merasakan masalah pada tubuh mereka. Beberapa orang juga secara intensif bertemu dokter akibat masalah kronis yang dimiliki. Ada pula yang memutuskan bertemu dokter dengan frekuensi tertentu untuk melakukan tes kesehatan rutin atau yang biasa dikenal dengan medical check-up.

 

Apa itu medical check up?

Medical check up adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Umumnya medical check up direkomendasikan untuk orang yang diindikasikan masalah medis tertentu. Medical check up tidak hanya dapat dilakukan oleh orang dewasa, melainkan juga anak-anak lho!

 


Tujuan dan manfaat medical check up

Pemeriksaan kesehatan atau medical check up bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan, serta mengantisipasi riwayat penyakit yang dapat mungkin dapat mengalami perkembangan.

 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena biaya perawatan dan pengobatan tidak murah, maka dari itu menjaga tubuh dari serangan penyakit adalah solusinya. Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya membantu memastikan kondisi tubuh, melainkan juga membantu menemukan berbagai hal lain terkait dengan masalah medis sejak dini. Sehingga memungkinkan Anda mendapatkan peluang hidup yang lebih lama dan lebih sehat. Maka dari itu, medical check up penting dilakukan.

 

Jenis pemeriksaan yang dilakukan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Misalnya saja pemeriksaan yang dilakukan perusahaan untuk mengevaluasi kesehatan karyawannya, sebelum tindakan operasi, pada penanganan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang belum sempat terkontrol, atau pada lanjut usia yang sering mengalami beberapa keluhan.

 

 

Seberapa sering medical check up harus dilakukan?

Meski penting dan sering kali diyakini perlu untuk dilakukan secara rutin. Namun, beberapa studi penelitian menyatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan secara berkala tidak memberikan manfaat yang cukup efektif. Terlebih jika Anda sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat. Menurut American Center of Deases (CDC), medical check up sebaiknya dilakukan satu tahun sekali dan dilakukan ketika memasuki usia 18 tahun. Jika Anda berusia 40 tahun, disarankan untuk melakukan medical check-up secara rutin lebih dari satu kali dalam setahun. Tergantung pada jenis penyakit yang Anda idap.

 

 

Apa saja jenis medical check up dan bagaimana prosedurnya?

Umumnya saat melakukan medical check-up, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Mulai dari pemeriksaan standar,detail, hingga pemeriksaan berdasarkan jenis kelamin.

 

Pemeriksaan yang biasanya dilakukan, meliputi:

 

Tekanan Darah (Blood Pressure Test)

 

tes tekanan darah


Pada orang dewasa, tekanan darah normal, berada posisi 120/80. Melalui pemeriksaan ini, biasanya akan diketahui apakah tekanan darah Anda rendah (hipotensi) atau tinggi (hipertensi).

Pemeriksaan tekanan darah umumnya menggunakan alat yang bernama Sphygmomanometer. Alat ini dilengkapi dengan stetoskop, pompa dan dial, manset lengan serta perangkat digital sebagai monitor. 

 

Prosedur pemeriksaan meliputi:

  • Dokter mungkin akan meminta Anda untuk menyisingkan lengan baju, supaya manset dapat direkatkan pada pergelangan tangan.
  • Kemudian manset akan dipompa, untuk membatasi aliran darah di sekitar lengan
  • Selama beberapa detik, lengan mungkin akan terasa sedikit tertekan. Namun, tekanan akan mereda seiring setelah manset dilepaskan dari lengan.
  • Dilanjutkan dengan mendeteksi getaran arteri Anda menggunakan stetoskop
  • Tekanan pada manset akan direkam dalam 2 titik, saat aliran darah mulai kembali ke lengan.


Hasil dari pemeriksaan biasanya dapat langsung Anda ketahui, baik dari praktisi kesehatan atau pada layar monitor digital.

 

Tes Kadar Kolesterol (Cholesterol Level Test)

tes kolesterol

 

 

Tes ini dilakukan dengan mengamati partikel LDL yang terdapat di dalam tubuh untuk mengukur potensi potensi penyakit jantung. Pengukuran kadar kolesterol dalam darah juga berfungsi untuk mengurangi risiko stroke.

 

Sebelum Anda melakukan pemeriksaan ini, biasanya dokter akan meminta Anda untuk tidak mengkonsumsi makanan apapun (kecuali minum air) selama kurang lebih 14 jam. Hal ini dilakukan agar hasil yang didapatkan lebih akurat.

 

Berikut prosedur pemeriksaanya:

  • Diawali dengan dokter mengambil sampel darah menggunakan alat tes kolesterol yang dilengkapi dengan jarum dan pen pencoblos (lancing pen).
  • Jarum kemudian ditusukan ke ujung jari Anda, lalu darah yang keluar akan diresapkan pada strip pengukur.
  • Ujung jari kemudian akan dibersihkan kembali dengan kapas beralkohol.

Pemeriksaan ini menggunakan alat dengan layar digital sehingga hasil bisa langsung Anda ketahui.


Atau dokter mungkin akan menyarankan prosedur lainnya seperti dibawah ini:

  • Sampel darah akan diambil dari vena di lengan Anda menggunakan Tourquite (band elastis) yang diikatkan di sekitar lengan tepat diatas siku.
  • Jarum kemudian dimasukkan ke dalam vena di lengan Anda di dekat bagian dalam siku.
  • Setelah jarum diposisikan, sejumlah kecil darah ditarik dan dikumpulkan dalam botol atau jarum suntik.
  • Setelah darah dikumpulkan, jarum dan Tourniquet akan dilepaskan dari lengan Anda.
  • Bola kapas kecil ditekan di atas lokasi tusukan untuk menghentikan pendarahan.

 

Tes Kadar Gula Darah (Blood Glucose Test)

 

alat tes gula darah


Tes ini dilakukan dengan mengukur kadar gula didalam darah menggunakan alat tes gula darah digital, untuk mengetahui apakah kadar gula yang terkandung di dalam darah Anda tinggi (hiperglikemia) atau rendah (hipoglikemia). Kadar gula darah dikatakan normal apabila pada kisaran 70-130 mg/ DL sebelum makan,dan 140 mg/DL sesudah makan.

Sebelum Anda melakukan pemeriksaan ini, biasanya dokter akan meminta Anda untuk tidak mengkonsumsi makanan apapun (kecuali minum air) selama kurang lebih 14 jam. Hal ini dilakukan agar hasil yang didapatkan lebih akurat.

 

Prosedur pemeriksaan gula darah kurang lebih sama dengan kolesterol yaitu sebagai berikut: 

  • Pertama, dokter atau praktisi kesehatan Anda akan memilih salah satu jari yang sebagai tempat untuk mengambil sampel darah. 
  • Sebelumnya, ujung jari akan dibersihkan dengan kapas beralkohol agar ujung jari lebih steril. 
  • Jarum yang sudah dipasangkan pada lancing pen, ditusukan ke ujung jari. 
  • Darah yang keluar kemudian diletakan pada strip pengukur
  • Hasil dapat langsung diketahui pada layar monitor. 

 

Adapun prosedur lain yang mungkin disarankan oleh dokter seperti pengambilan sampel darah melalui laboratorium. 

 

tes kadar gula darah pada medical check up

 

  • Dokter atau praktisi kesehatan akan membersihkan area yang akan diambil sampel darahnya.
  • Kemudian band elastis akan diikatkan pada lengan Anda, hingga tertekan dan mengeluarkan darah.
  • Setelah pembuluh vena ditemukan, jarum steril akan dimasukan ke dalamnya
  • Darah akan ditarik, lalu dimasukan ke dalam tabung
  • Sampel darah kemudian dikirim ke laboratorium untuk pengujian.

 

Test Detak Jantung

 

pemeriksaan detak jantung


Rata-rata detak jantung normal pada manusia bernilai kisaran 60-100. Namun, ada juga manusia yang detak jantungnya di bawah 60 dan masih dalam tahap normal. Dengan menggunakan stetoskop, biasanya dokter akan memeriksa detak jantung sekaligus kondisi paru-paru.

 

 

Tes Kesehatan Mata (Eye Test)

 

prosedur tes mata medical check up


Biasanya tes ini dilakukan sebagai bentuk pemeriksaan mendetail. Tes ini dilakukan untuk menguji tekanan mata dan memeriksa kondisi dalam mata dengan melebarkan bola mata. Menurut seorang spesialis mata di Nashville, Rebecca Taylor.MD, pemeriksaan juga dapat menemukan tanda-tanda penyakit lain yang mungkin mempengaruhi mata Anda, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

 

 

Pap Smear Test

 

prosedur tes pap smear


Pemeriksaan pap smear merupakan salah satu pemeriksaan tambahan untuk wanita. Dilakukan sejumlah pemeriksaan pada beberapa bagian yang berkaitan dengan organ kewanitaan seperti panggul, vagina, vulva dan leher rahim. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan human papillomavirus (HPV) yang menjadi penyebab dari kanker rahim.

Prosedur pemeriksaan pap smear adalah sebagai berikut:

  • Tahap pertama, dokter akan menggunakan Spekulum vagina untuk menahan dinding vagina Anda agar terpisah
  • Dilanjutkan dengan mengambil sampel sel. Sample sel dari leher rahim akan diambil dan dikumpulkan menggunakan kuas dan spatula kecil yang sudah di sterilisasi.
  • Kuas dan spatula kemudian dibilas di dalam botol yang berisi air.
  • Botol berisi cairan tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk melalui tahap pengujian.

 

Mammogram Test

 

pemeriksaan payudara


Sama seperti pap smear test, mammogram juga diperuntukan bagi wanita. Pemeriksaan mammogram dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya masalah pada payudara. The United States Preventive Services Task Force, merekomendasikan agar tes mammogram dilakukan dua tahun sekali, karena risiko kanker payudara yang diidap oleh wanita.

 

Prosedur pemeriksaan mammogram adalah sebagai berikut:

  • Anda akan diminta untuk berdiri di depan sinar X-ray. 
  • Dokter atau praktisi kesehatan selanjutnya akan menempatkan bagian dada
  • Kemudian sebuah kompresor akan menekan payudara ke bawah untuk meratakan jaringan. Tahap ini akan menunjukan bagaimana tampilan dari payudara Anda.
  • Selama prosedur pemeriksaan, dokter akan melihat hasil gambar yang ditampilkan oleh ditampilkan di layar pemindai dan meminta teknisi radiologis untuk mengambil beberapa gambar tambahan jika hasil yang sudah ada terlihat kurang jelas atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Persiapan sebelum melakukan medical check-up

Agar medical check-up berjalan dengan maksimal, ada beberapa hal yang dapat Anda persiapkan, diantaranya:

 

  • Tinjau riwayat medis keluarga Anda
  • Cari tahu apakah Anda akan mendapatkan pemeriksaan umum atau vaksinasi
  • Catatlah segala masalah atau gangguan medis yang Anda alami

 

Sumber: 

  1. medlineplus.gov
  2. health.com
  3. cdc.gov
  4. emedicinehealth.com





Bagikan artikel ini :




Kesehatan   Medical Check-Up