Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Simak, 5 Kebiasaan Buruk Penyebab Osteoporosis!

Osteoporosis adalah kondisi pengeroposan atau pelemahan kekuatan tulang yang umumnya menyerang saat usia senja. Memang benar, penyebab osteoporosis adalah faktor penuaan menjadi salah satu faktor utama, terutama pada wanita pada masa menopause. Namun jangan kaget, karena osteoporosis juga dapat menyerang beberapa orang yang berusia muda. Osteoporosis pada usia muda bisa disebabkan oleh gaya hidup yang buruk, yang dilakukan terus-menerus, hingga diadopsi menjadi kebiasaan.

Lalu, apa saja kebiasaan-kebiasaan penyebab osteoporosis? Osteoporosis disebabkan oleh kepadatan tulang yang menurun dapat berdampak pada kondisi fatal yakni tulang menjadi keropos dan rentan mengalami keretakan.Tulang retak dan keropos dapat terjadi di beberapa anggota tubuh seperti tulang belakang, pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut, terutama di tulang belakang.

Kepadatan tulang-tulang memiliki periode terbaiknya saat seseorang memasuki usia 20 tahun. Namun, seiring bertambahnya usia kualitas kepadatan tulang menjadi menurun yang disebabkan oleh beberapa kondisi dan faktor risikonya. Oleh sebab itu, simak 7 kebiasaan buruk berikut ini agar Anda bisa terhindar dari bahaya osteoporosis.

1. Malas bergerak atau berolahraga

malas bergerak penyebab osteoporosis

Apakah Anda termasuk orang yang malas melakukan aktivitas fisik atau berolahraga? Jika demikian, Anda termasuk ke dalam orang yang berisiko terserang osteoporosis. Hal ini karena usaha memiliki tulang yang kuat dan sehat tidak pernah bisa diraih apabila hanya menghabiskan waktu berduduk santai atau berbaring di ranjang yang nyaman sambil berselimut hangat. Justru, osteoporosis bisa dihindari saat kita melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara rutin.

Bukan saja hanya otot-otot saja yang akan menguat saat berolahraga, melainkan kondisi tulang yang akan ikut terjaga kokoh dan ketebalannya. Jangan tunggu sampai osteoporosis menyerang, lakukanlah aktivitas atau berolahraga mulai dari sekarang. Anda bisa berolahraga setidaknya 2-3 jam dalam seminggu seperti berjalan kaki, jogging, naik-turun tangga, senam aerobik, push-up, squats, latihan mendorong beban dengan kaki (leg press), berenang, melakukan gerakan-gerakan yoga, hingga olahraga ekstrim seperti panjat tebing untuk merawat tulang selalu dalam kondisi terbaiknya.

2. Sedikit memperoleh asupan kalsium dan vitamin D

asupan kalsium

Kalsium dan vitamin adalah kandungan wajib yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan tulang. Tanpa kalsium, tubuh tidak dapat memberi asupan bagi tulang-tulang untuk berkembang dan membangun struktur tulang baru. Sejalan dengan ini, kekurangan asupan vitamin D akan membuat tulang gampang melemah, lunak, dan keropos. Untuk mengatasi sedikitnya asupan kalsium dan vitamin D, Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi jenis-jenis makanan yang tinggi 2 kandungan tersebut atau melengkapinya dengan menggunakan suplemen.

Berikut ini jenis-jenis makanan yang cocok untuk mencegah pelemahan dan pengeroposan tulang:

  • Tahu
  • Tempe
  • Ikan salmon atau sardin
  • Hati sapi
  • Kacang merah
  • Kuning telur
  • Susu kedelai

3.Berhenti merokok dan batasi konsumsi minuman keras

berhenti merokok

Dua kebiasaan yang tergolong buruk ini paling sering disarankan jika kita ingin sehat. Sebuah penelitian menunjukkan perokok memiliki tingkat kepadatan tulang yang rendah. Hal ini disebabkan partikel-partikel atom pada rokok yang disebut radikal bebas bertugas membunuh sel-sel yang mengkonstruksi tulang. Terlebih lagi, pada pasien patah tulang yang merokok, proses penyembuhan akan berlangsung lebih lama karena efek rokok yang langsung merusak pembuluh-pembuluh darah.

Baca juga: artikel kesehatan lainnya

Adapun kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol membuat tubuh memproduksi terlalu banyak kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres atau yang dihasilkan saat berolahraga. Alkohol juga menurunkan hormon testosteron pada laki-laki dan estrogen (perempuan) yang berisiko mengakibatkan pelemahan tulang. Kandungan alkohol juga menyebabkan mabuk. Nah, saat mabuk risiko terjatuh pada penderita osteoporosis akan meningkatkan terjadinya patah tulang.

4. Jarang terpapar sinar matahari

terpapar sinar matahari

Sinar matahari atau ultraviolet di pagi hari memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Akan tetapi, jika Anda terlalu sering bersembunyi di dalam rumah atau menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan, maka rasanya sangat sulit untuk meraup keuntungan dari paparan sinar matahari.


Paparan sinar matahari membantu tubuh untuk memproduksi vitamin D. Vitamin D sangat penting agar tubuh dapat menyerap kalsium. Proses ini yang akan membantu dalam memperkuat gigi dan tulang, yang dampaknya bisa mencegah osteoporosis.

Perlu diketahui, sinar matahari yang sehat bisa didapatkan sekitar jam 7-10 pagi. Di luar waktu tersebut, sebaiknya Anda menghindari paparan sinar matahari secara langsung dan terlalu lama. Sebelum bermandi matahari pagi, dianjurkan untuk mengoleskan tabir surya ke bagian tubuh atau kulit. Kemudian, berjemurlah kira-kira 10 menit untuk meraup manfaat dari sinar matahari pagi.

5. Suka makan makanan asin atau tinggi garam

makanan tinggi garam

Kebiasaan mengonsumsi makanan-makanan mengandung garam memang tidak disarankan bagi kesehatan. Seorang dokter dari Institut Kanker John Wayne di Santa Monica, California, menunjukkan korelasi antara asupan garam yang tinggi dengan penurunan kepadatan tulang. Proses penurunan kepadatan tulang ini dimulai ketika asupan garam atau sodium meningkat di dalam tubuh, maka tubuh akan melepas lebih banyak kalsium di dalam urine.

Selain 5 kebiasaan buruk diatas yang menjadi penyebab osteoporosis, ada sejumlah kondisi medis yang tidak bisa dihindarkan yang membuat seseorang berisiko mengalami osteoporosis. Sejumlah kondisi medis ini adalah orang yang menderita penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis atau ankylosing spondylitis, sindrom Cushing, gangguan kelenjar tiroid menjadi lebih aktif (hipertioridisme), gangguan kelenjar pituitari, produksi hormon testosteron atau estrogen di bawah normal, hingga gangguan penyerapan mineral atau penyakit celiac.

Jika mengalami gejala-gejala osteoporosis seperti nyeri pada punggung, berat badan berangsur-angsur berkurang, postur tubuh menjadi bungkuk, hingga mudah mengalami patah tulang, maka sudah saatnya untuk mengunjungi dokter. Sebelum gejala osteoporosis makin parah, penanganan bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan tulang dengan cara screening seperti metode rontgen. Penanganan dini terhadap pelemahan dan pengeroposan tulang juga membantu proses penyembuhan berlangsung lebih cepat serta mencegah osteoporosis makin parah.

www.everydayhealth.com/hs/osteoporosis-bone-health/bad-habits
www.healthline.com/health/osteoporosis#outlook
www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis
www.medicalnewstoday.com/articles/155646.php

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan