Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Makanan Penambah Darah Untuk Obati Anemia

 22 Feb 2019



makanan penambah darah


Darah merupakan salah satu elemen terpenting bagi tubuh kita. Darah memiliki peran untuk mengalirkan oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh.

 

Tidak hanya itu, darah juga membantu menjaga kadar asam-basa serta suhu tubuh. Suhu tubuh normal manusia dapat terjaga apabila kita memiliki cukup darah di dalam tubuh kita.

 

Kekurangan darah dapat mengakibatkan kondisi bernama anemia.

 

Asupan makanan sangat penting untuk menjaga produksi sel darah merah atau eritrosit agar berada di tingkat normal.

 

Sebelum mengetahui apa saja contoh makanan penambah darah, ada baiknya kita membahas sedikit mengenai anemia.

 

 

Apa itu Anemia dan Bahayanya

Jika Anda sering merasa lemah dan mudah lelah, mungkin itu adalah gejala anemia. Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah di dalam tubuh Anda berada di bawah normal. Akibatnya, tubuh Anda akan kesulitan untuk mengalirkan oksigen serta nutrisi penting ke seluruh tubuh, terutama ke organ vital seperti otak.

 

Mengingat fungsinya, sel darah merah adalah salah satu sel terpenting dalam tubuh manusia. Setiap harinya, tubuh kita menghasilkan jutaan sel darah merah.

 

Eritrosit ini diproduksi oleh sumsum tulang dan dapat bersirkulasi di dalam tubuh kita selama kurang lebih 120 hari. Setelah itu, sel darah merah akan menuju hati untuk dihancurkan.

 

Apabila tidak diatasi, anemia dapat menjadi berbahaya dan menyebabkan berbagai komplikasi. Salah satu bahaya anemia adalah dapat menyebabkan kerusakan organ. Hal ini disebabkan karena lebih sedikitnya oksigen yang dapat disuplai ke berbagai bagian dan organ penting tubuh.

 

Kerusakan dan gagal jantung juga dapat terjadi karena anemia. Karena tubuh mengalami kondisi kurang darah untuk mengalirkan oksigen, jantung akan bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhan oksigen ke seluruh tubuh.

 

Pada Ibu hamil, anemia juga harus menjadi perhatian. Anemia pada Ibu hamil dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan pada ibu dan janin, seperti bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan bahkan kematian janin.

 

 

Makanan Penambah Darah

Diet harian sangatlah penting untuk mencegah kondisi anemia. Kita harus memperhatikan nutrisi yang terkandung dalam asupan harian kita.

 

Beberapa contoh makanan penambah darah ini dapat kita temukan sehari-hari.

  • Makanan kaya zat besi

    Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dapat meningkatkan produksi eritrosit di dalam tubuh. Beberapa contoh makanan penambah darah ini memiliki kandungan zat besi, antara lain:

    • Daging merah (contoh: daging sapi)
    • Jeroan (contoh: hati dan ginjal)
    • Sayuran hijau (contoh: bayam)
    • Kacang-kacangan
    • Kuning telur

  • Makanan kaya asam folat

    Asam folat merupakan vitamin B9 yang membantu produksi sel darah merah. Asam folat untuk Ibu hamil sangatlah penting, karena selain mencegah anemia, asam folat dapat mencegah cacat lahir pada bayi. Beberapa contoh makanan penambah darah yang mengandung asam folat adalah:

    • Roti
    • Kacang-kacangan
    • Sayuran hijau
    • Nasi
    • Sereal

  • Makanan kaya vitamin B-12

    Contoh makanan penambah darah yang mengandung vitamin B-12 adalah:

    • Daging merah seperti daging sapi
    • Ikan
    • Produk susu, seperti susu dan keju
    • Telur

  • Makanan kaya vitamin A

    Vitamin A atau retinol juga berfungsi untuk meningkatkan produksi eritrosit. Contoh makanan penambah darah yang mengandung vitamin A antara lain:

    • Sayuran hijau (contoh: kale dan bayam)
    • Ubi
    • Wortel
    • Paprika
    • Buah-buahan, seperti semangka dan jeruk

 

 

Suplemen Penambah Darah

Apabila Anda tidak mendapatkan cukup nutrisi penambah darah dalam diet Anda, mungkin Anda dapat mempertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen penambah darah.

 

Perlu diingat, beberapa kandungan di dalam suplemen penambah darah dapat memberikan interaksi dengan obat yang sedang konsumsi.

 

Oleh karena itu, harap konsultasikan dengan dokter atau ahli medis terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli suplemen vitamin penambah darah. Tujuannya agar mendapatkan pilihan suplemen yang paling cocok untuk kondisi dan kebutuhan tubuh Anda.

 

Jangan pernah menggunakan suplemen penambah darah melebihi dosis yang dianjurkan, baik yang tertera pada bagian petunjuk pemakaian di setiap kemasan atau saran medis dari dokter Anda.

 

Beberapa suplemen penambah darah yang mungkin dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah Anda, antara lain:

  • Suplemen zat besi

    Kekurangan zat besi adalah salah satu penyebab rendahnya produksi eritrosit di dalam tubuh manusia. Per harinya, rata-rata seorang wanita memerlukan 18 mg zat besi, sedangkan pria memerlukan sekitar 8 mg zat besi.
    Nature's Plus Iron 40 mg

  • Suplemen vitamin C

    Sebenarnya, vitamin C tidak secara langsung berperan sebagai nutrisi penambah darah untuk tubuh. Namun vitamin C dapat membantu tubuh untuk menyerap zat besi dengan lebih baik. Rata-rata orang dewasa memerlukan 500 mg vitamin c setiap hari.
    blackmorse vitamin C 500 mg

  • Suplemen vitamin A

    Vitamin A banyak terkandung pada sayur dan buah seperti wortel dan anggur. Agar produksi sel darah optimal, wanita memerlukan asupan nutrisi vitamin A sebanyak 0,7 mg per hari.

    Pria memerlukan sedikit lebih banyak vitamin A daripada wanita, yaitu 0,9 mg per hari.


  • Suplemen vitamin B-12

    Kita sering mengenal vitamin B-12 dengan nama kobalamin. Selain untuk menambah produksi sel darah merah, kobalamin juga dapat meningkatkan kinerja sistem saraf.

    Orang dewasa memerlukan sekitar 2,4 mcg kobalamin setiap hari. Khusus untuk Ibu hamil dan menyusui, kebutuhan vitamin B-12 harian dapat meningkat, sekitar 2,6 - 2,8 mcg per hari.
    blackmorse Executive B

  • Suplemen Asam Folat (Vitamin B-9)

    Orang dewasa memerlukan suplai asam folat harian sebesar 100 - 250 mcg setiap hari. Bagi wanita yang akan merencanakan kehamilan, dianjurkan untuk mengkonsumsi 400 mcg asam folat setiap harinya. Selama masa kehamilan, Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi asam folat dalam rentang 400 - 800 mcg setiap hari untuk mencegah cacat lahir pada bayi.
    Blackmores i-folic

  • Suplemen Vitamin B-6

    Wanita memerlukan sekitar 1,5 mg vitamin B-6 setiap hari, sedangkan pria dianjurkan untuk memiliki konsumsi vitamin B-6 harian sebanyak 1,7 mg.


  • Suplemen vitamin E

    Rata-rata orang dewasa memiliki kebutuhan harian vitamin E sebanyak 15 mg.
    Blackmores Natural E

 

 

 

Selain Makanan Penambah Darah, Perubahan Gaya Hidup dan Olahraga Penting untuk Cegah Anemia

Jika Anda sudah mengkonsumsi makanan penambah darah secara konsisten dalam diet Anda dan kebutuhan nutrisi penambah darah seperti zat besi, vitamin C, dan vitamin A sudah tercukupi, Anda berarti sudah berada di jalur yang tepat.

 

Namun perlu diingat, ada beberapa hal di luar konsumsi makanan penambah darah yang harus diperhatikan agar Anda tidak mengalami anemia atau kekurangan darah.

  1. Gaya hidup

    Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol dapat mengurangi kadar sel darah merah dalam tubuh Anda. Wanita dianjurkan untuk mengkonsumsi maksimal 1 sajian alkohol. Sedangkan pria boleh mengkonsumsi tidak lebih dari 2 sajian alkohol.

    Satu sajian alkohol adalah setara dengan 14 gram alkohol murni yang kira-kira terkandung dalam: 300 - 350 ml bir dengan kandungan 5% alkohol, 100-125 ml anggur atau wine dengan kandungan 12 % alkohol, dan 40 - 45 ml minuman keras (whiskey, vodka, dan lain-lain) dengan kandungan 40% alkohol.


  2. Berolahraga

    Selain meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh secara menyeluruh, ternyata olahraga berperan meningkatkan produksi sel darah merah.

    Berolahraga menyebabkan tubuh kita membutuhkan lebih banyak oksigen. Saat tubuh memerlukan oksigen, ia akan memberikan signal kepada otak untuk memproduksi eritrosit lebih banyak.

    Beberapa olahraga yang dapat meningkatkan produksi eritrosit adalah:


 

 

Kesimpulan

Sel darah merah adalah salah satu komponen paling penting dalam tubuh. Konsumsi makanan penambah darah yang cukup setiap hari.

 

Apabila Anda masih mengalami gejala anemia, segeralah periksakan diri ke dokter. Dokter Anda mungkin akan menganjurkan Anda melakukan beberapa perubahan terkait diet, konsumsi suplemen penambah darah, dan perubahan gaya hidup.

 

Pada kasus anemia kronis, mungkin Anda harus menjalani pengobatan anemia secara intensif.

 

 

 

 

Referensi

  1. healthline - food that increases blood cells 





Bagikan artikel ini :