Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Obat untuk Diare Anak dan Balita

 08 May 2019



Obat diare anak dan balita


Bila anak atau balita Anda buang air lebih sering dari biasanya, disertai feses yang sangat lembek atau cair, mungkin mereka mengalami diare.

 

Akibat diare yang harus diwaspadai adalah dehidrasi. Menurut nestle, memberikan anak 10 ml cairan per kg berat badan mereka sehabis mereka BAB dapat membantu mencegah terjadinya dehidrasi. Rehidrasi oral juga dapat dilakukan melalui cairan seperti oralit.

 

Pada kebanyakan kasus, diare dapat sembuh dengan sendirinya. Kunjungan ke dokter dapat dilakukan apabila gejala diare anak tidak kunjung membaik selama 24 jam. Berikan obat diare sesuai dengan petunjuk dokter. Obat antidiare seperti loperamide HCL dapat memperlambat kerja otot usus, sehingga mengurangi frekuensi buang air besar anak.

 

 

 

 

Penyebab Diare

Diare umumnya disebabkan oleh:

  • Virus (rotavirus). Infeksi virus dapat terjadi setelah seseorang minum air yang telah terkontaminasi feses dari orang yang terinfeksi.

  • Bakteri (Salmonella). Bakteri ini dapat ditemukan pada daging mentah, daging unggas, telur, dan susu yang belum dipasteurisasi.

  • Parasit (Giardia Lamblia). Infeksi parasit ini dinamakan giardiasis. Giardiasis dapat terjadi setelah mengonsumsi air dan makanan yang telah terkontaminasi oleh feses dari orang atau binatang yang terinfeksi.

  • Keracunan makanan. Racun atau toksin yang dihasilkan oleh parasit dan bakteria pada makanan yang telah basi atau terkontaminasi dapat menyebabkan diare.

 

 

Penyebab Diare pada Balita

Sedangkan pada balita, diare mungkin disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Kelebihan konsumsi cairan. Terlalu banyak cairan dapat ‘membanjiri’ usus yang malah dapat menyebabkan diare.

  • Malabsorbsi makanan. Karbohidrat dan gula, seperti sorbitol dan fruktosa, tidak mudah dicerna sistem pencernaan balita.

  • Diet kaya fiber dan rendah lemak. Serat menyebabkan makanan lebih cepat melewati sistem pencernaan.

  • Sistem pencernaan yang belum sempurna. Saraf yang memberi signal sistem pencernaan untuk mencerna makanan mungkin belum sepenuhnya berkembang. Fakta tersebut dapat menyebabkan makanan melewati saluran pencernaan lebih cepat dari seharusnya.

  • Kekurangan zinc (jarang terjadi).

 

 

 

 

Penanganan Diare pada Anak dan Balita

Nestle memaparkan 3 prinsip penanganan diare:

  1. Rehidrasi. Ganti cairan tubuh anak dan balita yang hilang setelah mereka muntah dan BAB.

  2. Penuhi asupan nutrisi anak. Berikan ASI serta asupan makanan yang tepat selama mereka mengalami diare. Nafsu makan mungkin berkurang, namun jangan biarkan Anak tidak makan dan minum, yang malah dapat memperparah kondisi mereka.

  3. Beri obat diare seminimal mungkin. Diare biasa sembuh dengan sendirinya. Pemberian obat antidiare dan antibiotik hanya diberikan apabila memang hal tersebut berasal dari arahan dokter.

 

 

 

Waspadai Dehidrasi saat Diare Menyerang 

Dehidrasi adalah komplikasi diare paling utama harus diperhatikan khususnya pada anak dan balita. Apabila tidak ditangani, dehidrasi dapat berbahaya. Kejang, kerusakan otak, dan kematian adalah beberapa akibat dehidrasi.

 

Gejala dehidrasi yang dapat dikenali:

  • Pusing
  • Mulut kering
  • Kulit kering dan terasa lebih dingin
  • Turgor kulit berkurang, kulit tidak akan kembali ke posisi awal setelah dicubit.
  • Anak lelah dan mengantuk terus
  • Sedikit atau bahkan tidak ada air mata saat balita menangis
  • Kurang semangat
  • Frekuensi buang air kecil sangat kecil
  • Kejang (bila kekurangan elektrolit)

 

 

 

 

 

Obat yang dapat Diberikan Saat Diare untuk Anak dan Balita (Beberapa Harus Dengan Petunjuk Dokter)

Menurut alodokter, ada beberapa obat yang dapat diberikan saat anak mengalami diare.

  • Rehidrasi oral. Cairan seperti oralit dan larutan yang mengandung elektrolit dapat menggantikan kekurangan cairan dan elektrolit yang dialami tubuh setelah BAB terus menerus. Pemberian rehidrasi oral diperlukan setiap kali setelah anak muntah atau BAB untuk mencegah dehidrasi.

  • Probiotik. Pemberian probiotik (umumnya Lactobacillus dan Bifidobacterium) dapat meningkatkan fungsi pencernaan, kekebalan tubuh, serta menggantikan populasi bakteri jahat pada saluran pencernaan. Baca selengkapnya: makanan dan minuman yang mengandung probiotik

  • Antibiotik. Hati-hati dalam memberikan antibiotik untuk menangani diare. Pemberian antibiotik yang tidak tepat malah dapat memperparah diare, karena antibiotik ikut mematikan bakteri baik di dalam saluran pencernaan. Pemberian antibiotik untuk diare harus sesuai dengan petunjuk dokter. Antibiotik diperlukan untuk diare akibat infeksi bakteri.

  • Obat Antidiare. Pemberian obat antidiare seperti loperamide HCL dapat membantu mengurangi seringnya BAB. Obat ini dapat memperlambat kinerja otot usus, sehingga makanan dapat berada di saluran pencernaan lebih lama. Pemberian obat antidiare mengikuti saran dokter.

  • Obat Demam. Paracetamol dan ibuprofen dapat membantu meredakan demam yang muncul bersamaan dengan diare yang dialami.

 

Walaupun diare biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Anda perlu mengunjungi dokter atau rumah sakit apabila rehidrasi oral sudah tidak mempan lagi. Hal ini ditandai ketika anak menunjukkan gejala dehidrasi dan mencret yang makin parah. Kunjungan ke dokter diare pada anak tidak menunjukkan gejala membaik setelah kurang lebih 24 jam.

 

Anak yang mengalami diare dibarengi demam dan muntah-muntah juga diharuskan mengunjungi dokter untuk mendapatkan petunjuk pengobatan.

 

 

 

 

 

Sumber

  1. https://www.sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/tips-parenting/pencegahan-dan-pengobatan-diare-pada-anak.html
  2. https://www.alodokter.com/obat-diare-alami-untuk-pertolongan-pertama-di-rumah, Ags 2016.
  3. https://www.alodokter.com/memilih-obat-diare-untuk-anak-dengan-tepat, Jan 2018.
  4. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/diarrhea/
  5. https://www.rileychildrens.org/health-info/toddlers-diarrhea
  6. https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment, Mei 2012.
  7. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/expert-answers/diarrhea-in-infants/faq-20095632, Apr 2019.
  8. https://www.cdc.gov/parasites/giardia/index.html
  9. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-poisoning/symptoms-causes/syc-20356230, Jul 2017.





Bagikan artikel ini :