Empty Cart

Total:
Rp. 0 

Bahan Aktif AHA, BHA, Dan PHA Apa Bedanya ?

 09 Apr 2019



perbedaan aha, bha, dan pha



Belakangan ini semakin banyak produsen produk kecantikan wajah yang memilih bahan-bahan alami sebagai kandungan dari produk unggulan mereka. Namun diluar itu, penggunaan bahan aktif seperti AHA, BHA, dan PHA pada skin care tidak jarang dijadikan sebagai kandungan utama. Farmafriend pasti sering dong mendengar ketiga istilah tersebut ? Lalu apa ya bedanya?

 

Apa itu AHA, BHA dan PHA?

 
AHA (Alpha Hydroxy Acid) adalah senyawa asam yang larut dalam air. Senyawa AHA memiliki ukuran molekul yang kecil yang bekerja dengan menembus permukaan kulit sehingga dapat dengan mudah memproses pengelupasan kulit atau disebut dengan eksfoliasi.

 
Eksfoliasi sendiri merupakan proses yang sangat dibutuhkan oleh kulit, hal ini disebabkan karena setiap harinya kulit wajah memproduksi sel kulit baru dan mengganti sel kulit lama. Namun, sayangnya kulit mati yang menempel pada kulit wajah akan terus menempel. Untuk itu kulit membutuhkan bantuan senyawa kimia untuk pengelupasan kulit mati.
Eksfoliasi aman untuk dilakukan, karena pengelupasan hanya dilakukan pada lapisan permukaan kulit atau lapisan terluar kulit saja.

 

BHA adalah senyawa asam bersifat lipofilik yang dapat larut dalam minyak. Bentuk molekul yang dimiliki sedikit lebih besar dan mengandung minyak sehingga dapat dengan mudah masuk ke permukaan kulit dan membersihkan pori-pori lebih dalam dan mengangkat kulit mati yang berada jauh lebih dalam.

 

Sejenis dengan AHA dan BHA, PHA juga merupakan senyawa asam yang digunakan untuk eksfoliasi kulit dengan lembut jika dibandingkan dengan AHA dan BHA. Hal ini dikarenakan molekul yang dimiliki oleh PHA lebih besar dimana proses penyerapannya pun lebih lama sehingga tidak membuat kulit perih dan iritasi. Biarpun proses penetrasinya lebih perlahan, namun PHA tetap mampu mengangkat sel kulit mati secara maksimal dan hasil yang diciptakan lebih merata.

 

Apa Fungsi AHA, BHA, dan PHA ?

 

AHA berperan penting untuk meningkatkan kadar air dalam kulit, mengangkat sel-sel kulit mati serta memperbaiki keadaan kulit akibat paparan sinar matahari. Oleh karena itu mengapa AHA sangat direkomendasikan bagi kamu yang memiliki jenis kulit normal, kering dan kombinasi.

 

Selain itu, AHA juga dapat meremajakan kulit, sekaligus membantu mengurangi tanda-tanda penuaan kulit sejak dini karena proses regenerasi kulit yang dihasilkan oleh AHA.

 


BHA bermanfaat untuk mengangkat kotoran yang menyumbat pori-pori dan sel kulit mati. BHA efektif untuk menghilangkan komedo pada wajah, menormalkan lapisan pori serta berperan sebagian antibakteri sehingga dapat mencegah timbulnya jerawat diwajah. Itulah mengapa BHA biasanya cocok digunakan untuk kamu yang memiliki jenis kulit oily atau berminyak.

 

Sedangkan PHA, memiliki fungsi yang sama dengan AHA dan PHA yaitu membantu proses eksfoliasi atau pengelupasan kulit namun yang membedakan adalah kandungan yang dimiliki oleh PHA lebih ringan dan lembut sehingga sangat cocok digunakan untuk kulit sensitif. Selain itu PHA mengandung unsur pelembab yang dapat mencegah kulit kering.

 

Bagaimana Cara Menggunakan AHA, BHA, Dan PHA ?

 

Dalam penggunaanya, AHA memiliki hasil akhir yang berbeda-beda tergantung pada jumlah konsentrasinya pada produk yang kamu gunakan FarmaFriends.

 

Penggunaan AHA bagi pemula sebaiknya dilakukan setiap hari, hal ini akan membantu kulit kamu terbiasa dengan pengelupasan oleh bahan kimia sehingga mengurangi risiko terjadinya iritasi dan efek samping lainnya pada kulit.

 

Hal penting lainnya yang perlu untuk diperhatikan adalah tidak lupa untuk menggunakan sunscreen (bersamaan dengan AHA?). Perlu kamu ingat nih FarmaFriends, bahan aktif AHA dapat meningkatkan sensitivitas sinar matahari ke kulit maka dari itu kulit tetap perlu dilindungi.

 

Konsentrasi BHA dalam tiap produk perawatan bervariasi, sehingga bagi pemula sebaiknya menggunakan BHA paling tidak seminggu sekali dengan cara mengoleskan atau mengusapkan perlahan ke wajah untuk mengurangi risiko terjadinya iritasi ringan.

 

Menurut artikel sociolla mengenai exfoliating toner, penggunaan eksfoliator seperti AHA dan BHA yang terlalu sering dapat menyebabkan inflamasi dan penuaan kulit lebih cepat.


Meskipun BHA bersifat tidak sensitif terhadap matahari namun penggunaan sunscreen tetap diperlukan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang menyebabkan penuaan.

 

Sama dengan AHA, penggunaan PHA dapat dilakukan setiap hari agar kulit lebih terbiasa. Kandungan PHA yang melembabkan baik jika digunakan setiap hari sebagai moisturizer. PHA dapat ditemui pada produk yang kita gunakan sehari-hari seperti toner, cleanser, dan cream moisturizer. Pastikan juga kamu tetap melapisi wajah dengan sunscreen setelah menggunakan PHA.

 

Amankah AHA, BHA, Dan PHA Digunakan Bersamaan ?


AHA dan BHA sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan. Berilah waktu jeda dalam penggunaannya. Misalnya dalam sehari gunakan AHA di pagi hari dan BHA di malam hari.
Penggunaan AHA dan BHA secara bersamaan dapat menyebabkan kulit menjadi kering, iritasi, dan menjadi kemerahan.

 

Beda halnya dengan PHA yang dapat digunakan secara bersamaan dengan AHA dan BHA. Menurut penjelasan dermatologis New York Dr. Hadley King, menggunakan PHA bersamaan dengan AHA atau BHA tidak akan memberikan efek membahayakan, namun manfaat PHA yang didapat akan berkurang karena kandugan PHA lebih lembut dibanding keduanya. Baik atau buruknya penggunaan ketiga bahan tersebut tergantung pada jenis kulitmu FarmaFriends.


Source Image : www.yeouth.com 






Bagikan artikel ini :