Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

8 Tips Memilih Produk Perawatan Kulit Bayi yang Sensitif

Kulit bayi sangat lembut dan tipis, sehingga hal ini dapat menyebabkan kulit bayi rentan mengalami iritasi, kekeringan, radang, ruam, dan kulit bayi merah. Namun, Anda tak perlu khawatir karena ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk melindungi kulit bayi Anda dari berbagai masalah kulit.

Baca Juga: Rambut Bayi Tipis dan Jarang, Jangan Sepelekan Penyebabnya!

Baca dan simak tulisan ini untuk mengetahui penyebab kulit bayi Anda sensitif, cara merawat kulit bayi yang sensitif, hingga pilihan produk bayi yang aman untuk buah hati Anda.

Mengapa kulit bayi sensitif?

perawatan kulit bayi sensitif

Kulit bayi terutama kulit bayi yang baru lahir rentan mengalami masalah kulit karena bayi memiliki kulit yang sensitif. Penyebab kulit bayi sensitif dapat terjadi oleh banyak faktor, yaitu:

  • makanan
  • pemakaian popok
  • penggunaan sabun, sampo, lotion, dan deterjen
  • air yang kurang bersih
  • debu dan udara yang kurang bersih
  • bakteri pada pakaian

Jika kulit bayi Anda terkena penyakit kulit, iritasi, atau kulit bayi merah karena masalah kulit sensitif, maka perlu mengambil tindakan pencegahan agar tidak timbul masalah yang lebih serius pada kulit bayi Anda.

Cara merawat kulit bayi yang sensitif 

cara merawat kulit bayi yang sensitif

Untuk mencegah terjadinya kulit bayi merah dan masalah pada kulit bayi sensitif yang rentan mengalami iritasi. Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan untuk merawat kulit bayi yang sensitif.

1. Cuci baju bayi

Anda harus selalu mencuci pakaian bayi yang baru sebelum digunakan. Cara ini dapat membantu menghilangkan potensi iritasi yang disebabkan oleh toko atau pabrik yang dapat mengganggu kulit bayi Anda.

Namun, saat mencuci baju bayi sebaiknya gunakan deterjen cair dengan formula yang ringan, hypoallergenic, dan bebas dari pewarna.”Jika menyangkut deterjen bayi, lebih sedikit aroma, lebih sedikit pewarna,” kata Nanette Silverberg, kepala dermatologi anak di New York City.

2. Jangan terlalu sering memandikan bayi

Bayi tidak perlu mandi terlalu sering karena hal ini dapat menghancurkan penghalang kulit, menjadikan kulit bayi kering, dan menghilangkan minyak serta zat lain yang melindungi kulit bayi dari infeksi dan iritasi.

Menurut Karl Neumann dokter anak di Forest Hills Pediatric Associates dan kontributor Kids Travel Doc, sebaiknya bayi mandi dua atau tiga kali seminggu. Selain itu, saat memandikan bayi, jangan gunakan air yang terlalu hangat. Hal ini dapat mempercepat hilangnya kelembaban di lapisan pelindung kulit. Lalu gunakan pembersih yang ringan dan memiliki pH netral.

3. Pilih produk khusus perawatan bayi

Gunakan produk bayi seperti sabun mandi bayi untuk kulit sensitif dan sampo yang khusus diformulasikan untuk bayi, “Sampai bayi berusia sekitar satu tahun,” kata Dr. Neumann.

“Umumnya, produk-produk bayi ‘tidak beracun,’ tidak mengandung atau sedikit pewarna, deodoran, alkohol, dan bahan-bahan lain yang dapat berbahaya bagi kulit bayi Anda,” lanjutnya.

Hindari penggunaan produk orang dewasa pada bayi karena produk orang dewasa dapat merusakan kulit bayi yang tipis, halus, dan rentan iritasi. Ketika Anda bingung mencari produk bayi, sebaiknya Anda melihat label dan memilih produk dengan kandungan bahan kimia paling sedikit.

4. Cek kandungan produk

Sebelum membeli, cek dan baca kandungan yang terdapat pada kemasan produk untuk menghindari kandungan yang dapat menyebabkan iritasi dan masalah kulit. Beberapa kandungan yang perlu dihindari, yaitu:

  • Bebas pewangi dan pewarna
    Produk yang mengandung zat pewangi dan pewarna dapat berpotensi mengiritasi kulit bayi, terutama kulit bayi yang sensitif.
  • Tidak mengandung antibakteri dan antimikroba
    Walau bisa membunuh kuman, produk yang mengandung antibakteri dan antimikroba tidak baik untuk kesehatan kulit bayi. Oleh karena itu, pilih produk dengan bahan yang lembut tanpa mengandung alkohol.
  • Bebas paraben dan phthalates
    Paraben merupakan zat pengawet. Sedangkan phthalate biasa digunakan sebagai pelembut pada produk perawatan kulit. Namun, kedua bahan tersebut dapat berisiko membuat kulit bayi mengalami alergi dan gangguan pada tumbuh kembangnya.
  • Label hypoallergenic
    Keterangan “hypoallergenic” pada produk perawatan bayi menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki risiko yang lebih rendah untuk membuat bayi mengalami reaksi alergi.
  • Bebas alkohol
    Pada kemasan produk perawatan kulit bayi, kandungan alkohol biasanya ditulis dengan nama ethyl alkohol atau etanol. Jenis alkohol ini dapat mengiritasi kulit bayi yang sensitif. Namun, ada pula produk yang mengandung alkohol, tapi tidak menyebabkan kulit bayi iritasi atau kering, jenis alkohol ini ditulis dengan nama cetearyl alcohol dan fatty alcohol.
  • Sesuai pH kulit bayi
    Kulit bayi memiliki tingkat asam basa (pH) sekitar 5,5. Untuk itu, pilihlah produk perawatan kulit bayi yang memiliki pH yang mendekati angka 5,5. Meski begitu, memilih produk dengan pH netral juga tidak bermasalah selama kulit bayi tidak kering dan sehat.
  • Bahan dasar alami
    Produk perawatan tubuh bayi umumnya berbahan dasar alami sehingga aman untuk digunakan pada bayi. Namun, ada juga beberapa bahan alami yang memiliki risiko mengakibatkan iritasi dan alergi. Apalagi jika si kecil memiliki alergi atau riwayat alergi dalam keluarga.

5. Cek kondisi kemasan pada produk

Sebelum menggunakan produk perawatan pada si kecil, cek tanggal kadaluarsa dan lama produk bertahan setelah kemasan dibuka. Selain itu, pastikan kemasan produk masih disegel dan kemasan produk tidak rusak.

6. Gunakan lotion pelembab khusus bayi

Kulit bayi cenderung kering, jika Anda ingin menjaganya agar tetap lembab, saat bayi Anda selesai dimandikan, segera oleskan pelembab.

“Pelembab tidak menambah kelembaban pada kulit, tapi mencegah kelembaban yang sudah ada di kulit agar tidak menguap,” kata Dr. Neumann.

“Oleskan pelembab sesering yang diperlukan. Tidak apa-apa untuk meletakkan lapisan tebal pada bayi,” lanjutnya.

7. Gunakan tabir surya

Tabir surya tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah enam bulan. “Tabir surya tidak disetujui untuk bayi di bawah usia enam bulan karena mereka belum diuji untuk kelompok usia ini,” kata Dr. Neumann.

Tetapi sebagian besar ahli percaya bahwa dalam situasi langka di mana paparan sinar matahari diperlukan untuk bayi, menggunakan tabir surya lebih aman daripada tidak menggunakan tabir surya.

Selain itu, menurut Estee Williams seorang dokter kulit di New York City mengatakan bahwa, “Bayi menghasilkan lebih sedikit melanin, sehingga lebih sensitif terhadap matahari.”

Oleh karena itu, bayi di bawah 6 bulan harus menggunakan topi, lengan panjang, dan celana panjang saat bepergian. Namun, setelah bayi mencapai enam bulan, cari tabir surya dengan filter anorganik seperti titanium dioxide atau zinc oxide, karena kandungan tersebut tidak akan mengiritasi kulit dan mata bayi.

Oleskan sedikit tabir surya yang mengandung titanium dioxide atau zinc oxide dengan minimal SPF 15 ke wajah bayi dan punggung tangannya.

8. Lihat aturan pakai pada label

Agar menghindari penggunaan produk yang salah dan berlebihan, sebelum digunakan. Baca dan ikuti petunjuk pemakaian serta peringatan yang ada pada kemasan produk. Sebelum menggunakan produk baru pada kulit si kecil, Anda bisa lakukan tes kulit sebelumnya dengan cara mengoleskan sedikit produk pada kaki bayi Anda. Tunggu hingga sehari agar melihat apakah produk menimbulkan ruam atau tidak.

Produk Perawatan Kulit Bayi yang Aman

Berikut ini rekomendasi produk kulit bayi sensitif yang aman, mulai dari sampo bayi, lotion bayi, hingga sabun bayi.

1. Sebamed Baby Shampoo

Sebamed baby shampoo merupakan sampo khusus bayi yang digunakan untuk menjaga rambut bayi dan anak-anak tetap sehat. Produk sebamed baby shampoo mengandung chamomile yang dapat membantu mengurangi iritasi dan menenangkan kulit kepala.

Selain itu, sampo ini memiliki pH 5,5 dan bebas dari senyawa nitro mochus formaldehida, nitrosamin, dioxa, dan tanpa aditif warna. Sebamed baby shampoo juga memiliki surfaktan extra mild sehingga membersihkan rambut bayi secara lembut.

Lalu, formula pada sampo ini tidak mengiritasi mata. Apabila digunakan setiap hari, kulit kepala bayi akan sehat dan pertumbuhan rambut pun semakin bagus.

2. Sebamed Baby Body Lotion

Sebamed Baby Body Lotion

Sebamed baby body lotion merupakan lotion untuk bayi yang dapat digunakan untuk menyegarkan kulit bayi setelah mandi. Lotion ini mengandung emolien yang mudah diserap dengan 7% lipids. Menurut penelitian Molnar K, Siklos K, Szal, efek dari body lotion ini dapat bertahan lebih lama. Kandungan glycerin, propylene glycol dan sorbitol pada lotion ini dapat menjadikan kulit lebih lembut.

Sebamed baby lotion juga mengandung chamomile dengan pH 5,5 dan bebas dari senyawa nitro-mochus, formaldehida, nitrosamin, dioxan sehingga sangat tepat dan cocok untuk kulit bayi yang sensitif. Selain itu, kandungan allantoin dapat menjaga kulit bayi tetap lembut dan kenyal.

Sebamed baby lotion sangat direkomendasikan untuk negara tropis. Untuk proteksi maksimal, gunakan Sebamed baby facial cream di wajah dan Sebamed baby lotion di badan sesudah mandi menggunakan Sebamed baby bubble bath.

3. Sebamed Baby Bubble Bath

Sebamed Baby Bubble Bath


Sebamed baby bubble bath adalah sabun bayi yang bagus untuk kulit sensitif karena sabun ini tidak menimbulkan alergi pada kulit bayi yang sensitif, mengandung pembersih tubuh ultra mild dan hypoallergenic yang sangat cocok untuk kulit bayi dibandingkan pembersih tubuh untuk dewasa. Sehingga tidak heran, Sebamed baby bubble bath menjadi pembersih No. 1 di Jerman.

Sabun ini juga memiliki formulasi busa yang aman, sehingga membuat mandi menjadi sangat menyenangkan untuk si kecil. Formula extra mild pada sabun ini menjadikan Sebamed sabun yang membersihkan kulit tanpa merusak lipid. Lalu, formulanya juga tidak pedih di mata, sehingga sangat cocok untuk bayi baru lahir.

4. Sebamed Baby Diapers Cream

Sebamed Baby Diapers Cream


Sebamed baby diapers cream merupakan cream bayi untuk kulit sensitif yang biasa di gunakanan untuk mencegahkan dan menyembuhkan gatal pada kulit bayi yang disebabkan oleh popok. Krim ini mengandung lipid complex dengan squalene dan lecithin, serta panthenol sehingga membantu menyembuhkan luka dan membantu regenerasi kulit bayi.

Baca Juga: Ruam Popok Datang? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Selain itu, kandungan chamomile pada krim ini dapat meredakan dan melawan pembengkakan di kulit. Kandungan titanium dioxide dan paraffin juga membantu membangun pelindung kulit dari kotoran badan.

Sebamed baby diapers cream bebas dari senyawa nitro-mochus, formaldehyde, nitrosamines dan dioxan. Pada penelitian Professor J. Wetzel menunjukkan peningkatan kondisi kesehatan kulit secara signifikan hanya dalam 3 minggu dengan menggunakan produk Sebamed baby diapers cream.

5. Sebamed Baby Cream Extra Soft

Sebamed Baby Cream Extra Soft

Sebamed baby cream extra soft merupakan pelembab kulit yang vital untuk menjaga kulit tubuh bayi atau anak dari lingkungan luar yang berbahaya. Pelembab ini kaya akan panthenol dan allantoin sehingga menjaga kulit agar tidak kering dalam ruangan ber-AC.

Begitu lahir kulit bayi biasanya memiliki pH netral atau alkali. Pengasaman baru terjadi setelah 24 jam setelah kelahiran. Kemudian meningkat dari minggu ke minggu, bulan ke bulan, dan akhirnya stabil pada usia 3 sampai 6 tahun dengan tingkat pH (keasaman) diantara 4,8 sampai 5,9.

Kondisi ini berisiko pada bayi untuk terserang penyakit kulit seperti eksim (eczema), peradangan kulit dan ruam popok. Oleh karena itu produk sebamed baby cream extra soft diformulasikan memiliki pH 5.5 untuk meminimalkan hal tersebut. Produk baby Sebamed juga ideal digunakan dari newborn hingga usia 5 tahun.

Kulit bayi sangat sensitif, untuk itu Anda perlu melakukan perawatan secara benar dengan memastikan produk kulit bayi sensitif yang dipakai aman. Gunakan tips di atas untuk mencari dan memilih produk perawatan kulit bayi Anda.

Selain itu, perlu diingat untuk mencari produk bayi yang tidak mengandung banyak komposisi bahan kimia yang terkandung sehingga tidak menyebabkan kulit bayi merah atau iritasi. Bila perlu, Anda bisa konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk menemukan produk yang tepat. (SR)

Thebump. Diakses pada Juni 2020. Baby Skin Care 101. https://www.thebump.com/a/baby-skincare-101
thebump. Diakses pada Juni 2020. 7 Rules for Protecting Baby’s Skin. https://www.thebump.com/a/baby-sensitive-skin-tips
pubmed. Diakses pada Juni 2020. Phthalate Exposure and Children's Health. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23429708/
babycentre. Diakses pada Juni 2020. Choosing baby skincare products. https://www.babycentre.co.uk/a25011409/choosing-baby-skincare-products
webmd. Diakses pada Juni 2020. What Baby Skin Care Products Does Your Newborn Need? https://www.webmd.com/parenting/baby/what-baby-skin-care-products-do-you-need-your-newborn

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Ibu & Anak