Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

8 Obat Diabetes yang Umum Diresepkan Dokter

obat diabetes di apotek

Diabetes adalah penyakit kronis di mana kadar gula darah (glukosa) terlalu tinggi dan menumpuk di dalam darah, sehingga memicu berbagai masalah pada organ tubuh. Namun bila dikontrol dengan baik, pasien diabetes tetap dapat hidup sehat dan normal. Di artikel ini Farmaku merangkum obat penyakit diabetes yang biasa diresepkan dokter dan bisa ditebus di apotek online! 

Pilihan Obat Penyakit Diabetes di Apotek

Pengobatan diabetes bertujuan untuk mengontrol kadar gula darah agar mendekati normal sehingga pasien dapat tetap beraktivitas dengan normal.

Berikut ini daftar obat diabetes paling ampuh di apotek yang bisa membantu mengontrol kadar gula darah:

1. Metformin

Obat diabetes Metformin

Obat ini mengandung metformin HCl 500 mg yang digunakan untuk penanganan pertama pada pengidap diabetes tipe 2. Metformin bekerja dengan cara mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Dengan begitu, glukosa bisa mudah diserap oleh sel-sel di tubuh dan tubuh bisa menggunakan insulin lebih efektif. 

Obat Metformin memiliki efek samping yang mungkin terjadi seperti diare, mual, dan menurunkan berat badan. Efek tersebut dapat hilang saat tubuh bisa beradaptasi dengan obat ini.

Apabila penggunaan obat ini tidak cukup membantu mengendalikan gula dalam darah, biasanya dokter akan meresepkan obat injeksi atau oral sebagai kombinasi untuk penanganan diabetes.

Beli Metformin di Sini

2. Amaryl

amaryl

Obat ini mengandung glimepiride, yang termasuk obat antidiabetes golongan sulfonilurea. Amaryl bekerja dengan cara mendorong produksi insulin dan membantu tubuh dalam menggunakannya.

Amaryk tidak dapat digunakan pada pasien diabetes tipe 1 yang tidak bisa memproduksi insulin secara alami.

Obat ini tergolong obat keras dan memiliki efek samping yang umum terjadi seperti muntah, mual, diare, nyeri pada ulu hati, dan sembelit. 

Beli Amaryl di Sini

3. Metrix 2 mg

Metrix

Obat diabetes produksi Kalbe ini mengandung glimepiride 2 mg. Kandungan tersebut dapat memberikan dorongan kepada pankreas untuk memproduksi insulin sekaligus membuat tubuh menggunakan insulin lebih efisien.

Obat Metrix khusus untuk pasien diabetes tipe 2 dan tidak efektif bagi penderita diabetes tipe 1.

Obat ini tergolong obat keras dan perlu konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat. 

Beli Metrix 2 mg di Sini

4. Glucophage

Glucophage

Obat ini mengandung metformin hydrochloride 750 mg yang bekerja dengan cara menekan produksi glukosa pada hati. Glucophage diperuntukan bagi orang dengan kelebihan berat badan (obesitas).

Tidak hanya itu, obat ini juga dapat dijadikan sebagai terapi prediabetes, yang merupakan pengobatan untuk orang berisiko terkena penyakit diabetes tipe 2.

Glucophage biasanya diberikan bersamaan dengan insulin atau obat antidiabetes lainnya. Namun, tergolong obat keras penggunaan glucophage harus sesuai dengan resep dokter.

Perlu diketahui juga, obat ini memiliki efek samping yang umum terjadi seperti diare, mual, kram perut, sering kentut, hingga muntah.

Beli Glucophage di Sini

5. Kombiglyze XR 500 mg

Kombiglyze

Obat ini dapat digunakan sebagai obat terapi komplementer pada penderita diabetes mellitus tipe 2 yang sedang menjalani program diet agar kadar glukosa darah tetap terkontrol.

Kombiglyze XR mengandung kombinasi saxagliptin dan metformin Hcl Extended-Release.

Saxagliptin bekerja dengan cara membantu mengontrol kadar glukosa dalam darah dengan meningkatkan incretins (hormon metabolisme alami tubuh). Sedangkan, metformin HCl bekerja dengan cara menurunkan kadar gula darah dengan menekan produksi glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi penyerapan glukosa di saluran pencernaan.

Tergolong obat keras, Kombiglyze bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Beli Kombiglyze XR 500 mg di Sini

6. Trajenta Duo

Trajenta Duo

Obat ini mengandung metformin 500 mg dan linagliptin 2.5 mg untuk mengendalikan kadar gula darah. Trajenta Duo bekerja dengan cara mengatur kadar insulin yang diproduksi tubuh sesudah makan.

Selain itu, obat ini juga dapat mengakibatkan meningkatkan sekresi insulin sekaligus pengurangan sekresi glukagon. Dengan begitu, bisa meningkatkan homeostasis kadar glukosa tubuh.

Obat ini tergolong obat keras dan memiliki efek samping berupa, diare, muntah, batuk, gatal, hingga nafsu makan menurun.

Beli Trajenta Duo di Sini

7. Acarbose

Acarbose

Obat ini merupakan obat terapi kombinasi diet bagi penderita diabetes. Memiliki kandungan acarbose, obat ini bekerja dengan cara membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam usus halus supaya mampu menurunkan kadar gula darah sesudah makan.

Acarbose biasanya digunakan bersamaan dengan obat diabetes lain seperti insulin, glibenklamid, dan metformin untuk mengendalikan kadar gula darah.

Meski begitu, obat ini tergolong obat keras dan butuh resep dokter untuk mengonsumsinya.

Beli Acarbose di Sini

8. Glurenorm Strip

Glurenorm Strip

Obat ini mengandung gliquidone 30 mg yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Tergolong obat keras, Glurenorm harus diminum sesuai resep dokter.

Selain itu, obat ini juga memiliki efek samping yang mungkin terjadi yaitu alergi, mual, ruam, muntah hingga  gangguan hematologi.

Beli Glurenorm Strip di Sini

Nah, itulah beberapa obat diabetes di apotek yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Semua obat diabetes di atas termasuk obat keras. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum membeli obat-obat tersebut. Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter secara online di sini.

Yuk, dapatkan dan tebus resep obat diabetes Anda di farmaku.com. Pesan obat di Farmaku lebih mudah, cepat, dan aman. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan