Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Pengobatan Asam Urat

Penyakit asam urat adalah salah satu penyakit artritis yang dapat disembuhkan melalui penanganan medis. Penanganan penyakit asam urat ditujukan untuk dua hal, yaitu meredakan gejala serangan asam urat dan mengurangi kadar asam urat dalam darah agar serangan asam urat tidak terjadi di kemudian hari.

Obat Untuk Meredakan Gejala Serangan Asam Urat

Jenis obat yang biasa diresepkan dokter umumnya ada obat antiinflamasi -nonsteroid (OAINS) dan kortikosteroid. Kedua efek obat ini sama yaitu untuk membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit pada persendian.

Obat antiinflamasi non-steroid

Obat antiinflamasi non-steroid yang paling sering diberikan oleh dokter saat penyakit asam urat menyerang adalah Ibuprofen, diklofenak, dan naproxen.

  • Colchicine Obat ini masuk dalam kelas agen anti-gout, memiliki cara kerja mengurangi jumlah sel darah putih yang bergerak menuju area peradangan, sehingga efek inflamasi dapat diredakan. Colchicine tidak dapat digunakan untuk mengatasi rasa nyeri selain yang diakibatkan oleh serangan asam urat. Colchicine dapat ditemukan dalam merek seperti recolfar.  
  • Ibuprofen Ibuprofen adalah obat yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan dan pembengkakan. Obat ini juga dapat digunakan untuk menurunkan demam. Tergolong ke dalam obat antiinflamasi non steroid (OAINS) yang bekerja dengan cara menekan pembentukan enzim siklooksigenase yang menjadi pemicu terjadinya inflamasi atau peradangan, rasa nyeri, dan demam.  
  • Diklofenak Diklofenak adalah obat yang digunakan untuk menangani rasa nyeri, peradangan, dan sendi kaku akibat asam urat. Obat ini juga digunakan untuk mengobati nyeri pada otot, gigi, nyeri pasca operasi atau pasca melahirkan.  
  • Naproxen Naproxen adalah obat yang digunakan untuk mengurangi bengkak, gejala nyeri, dan kemerahan yang disebabkan oleh inflamasi atau peradangan. Obat ini juga dapat membantu mengatasi rasa sakit seperti sakit kepala, sakit gigi, tendon, nyeri otot, dan kram menstruasi. Obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi zat tertentu yang menyebabkan peradangan di dalam tubuh.

Obat Kortikosteroid

Pemberian obat kortikosteroid dilakukan apabila OAINS dan Colchicine tidak dapat mengatasi gejala asam urat. Golongan obat kortikosteroid memiliki fungsi yang sama dengan OAINS, yaitu sebagai penghilang rasa nyeri dan sakit. Beberapa contoh obat yang mungkin diberikan oleh dokter Anda adalah prednison dan methylprednisolone.

  • Methylprednisolone Methylprednisolone adalah salah satu obat kortikosteroid yang digunakan untuk mengatasi gejala peradangan seperti kemerahan, bengkak, nyeri hingga ruam. Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi peradangan pada penyakit asma, artritis reumatoid, atau alergi.  
  • Prednisolone Prednisolone adalah obat kortikosteroid yang digunakan untuk mengatasi sejumlah kondisi peradangan seperti asma, radang usus, penyakit otot dan sendi, dan alergi. Obat ini bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif sehingga mampu mengurangi peradangan.

Adapun cara lain yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi rasa nyeri adalah dengan kompresi es dan beristirahat.

Menangani Hiperuricemia (Kadar Asam Urat yang Tinggi)

Sedangkan pada penderita asam urat kronis yang umumnya sering mengalami serangan asam urat berulang, dokter mungkin akan memberikan obat, seperti allopurinol, yang berguna menurunkan atau mengendalikan kadar asam urat dalam tubuh agar pasien terhindar dari komplikasi.

Baca juga:Pencegahan Asam Urat

Allopurinol adalah obat yang digunakan untuk mengobati kelebihan kadar asam urat di dalam darah beserta komplikasinya. Obat ini digunakan dalam jangka panjang agar pengobatan lebih efektif. Allopurinol bekerja dengan mengurangi jumlah kadar asam urat yang dibuat oleh tubuh. Obat ini juga dapat ditemukan dalam beberapa merek seperti Isoric dan zyloric.

Komplikasi Asam Urat

Saat gejala awal, penderita asam urat akan mengalami rasa nyeri pada area tangan atau kaki terutama pada bagian jari-jari dan lutut, di pagi hari setelah bangun dari tidur atau tengah malam. Akan tetapi rasa sakit itu hanya berlangsung sebentar dan segera mereda seiring berjalannya aktivitas. Hal ini tidak jarang membuat orang mengabaikan gejala dari penyakit ini. Bila dibiarkan dan tidak diobati, asam urat dapat menimbulkan risiko penyakit lain yang membahayakan bagi tubuh penderita seperti:

  1. Batu ginjal Salah satu bahaya penyakit asam urat jika tidak segera diobati adalah batu ginjal. Asam urat yang menumpuk terlalu lama dapat membentuk batu ginjal, yang bila tidak ditangani dapat mengganggu kinerja ginjal dan dapat menyebabkan gagal ginjal.  
  2. Jantung Koroner Jantung adalah salah satu organ lain yang terancam ketika penyakit asam urat tidak segera diobati. Kondisi ini dapat terjadi karena kristal-kristal asam urat di dalam tubuh menyebabkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh nadi koroner atau arteri yang membawa darah menuju jantung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait Kesehatan