Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

6 Penyebab Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya

sakit kepala farmaku

Penyebab sakit kepala ada banyak, mulai dari penyakit, faktor genetik, hingga lingkungan. Rasa nyeri dapat berasal dari jaringan dan struktur yang mengelilingi tengkorak atau otak. 

Lapisan tipis jaringan yang mengelilingi tulang, otot yang membungkus tengkorak, sinus, mata, dan telinga, serta jaringan tipis yang menutupi permukaan otak dan sumsum tulang belakang (meninges), saraf, arteri, dan vena, semua ini bisa meradang atau teriritasi dan menyebabkan sakit di kepala.

Jenis-Jenis Sakit Kepala

Rasa sakit yang timbul bisa berupa nyeri tumpul, tajam, berdenyut, konstan, intermiten, ringan, hingga intens, tergantung jenisnya. Beberapa jenisnya seperti:

  • Sakit kepala tegang
  • Sakit kepala cluster
  • Sakit kepala migrain
  • Alergi atau sakit kepala sinus
  • Sakit kepala hormon
  • Sakit kepala kafein
  • Sakit kepala akibat aktivitas
  • Sakit kepala hipertensi
  • Sakit kepala rebound
  • Sakit kepala pasca-trauma

Penyebab Sakit Kepala

Faktor penyebab sakit kepala bisa karena penyakit, tekanan hidup, faktor lingkungan dan juga genetika. Sakit yang disebabkan oleh penyakit dapat meliputi infeksi, pilek, dan demam. Kondisi ini juga sering terjadi ketika mengalami sinusitis, infeksi tenggorokan, atau infeksi telinga. Pada beberapa kasus, dapat terjadi juga akibat pukulan di kepala atau merupakan tanda masalah medis yang lebih serius.

Stres dan depresi emosional serta penggunaan alkohol, melewatkan makan, perubahan pola tidur, dan minum terlalu banyak obat. Lingkungan juga bisa jadi pemicu, misalnya bau menyengat dari bahan kimia atau parfum rumah tangga, alergen, dan makanan tertentu.

Sakit yang disebabkan oleh genetika, seperti migrain, cenderung menurun dalam keluarga. Sebagian besar anak-anak dan remaja (90%) yang mengalami migrain memiliki anggota keluarga lain yang juga mengalaminya.

Pada wanita, nyeri kepala juga mungkin disebabkan oleh perubahan hormon. Perlu diketahui bahwa wanita lebih sering menderita migrain daripada pria. Siklus menstruasi mungkin juga terkait dengan migrain yang dialami oleh wanita yang lebih muda. Tingkat estrogen yang bervariasi selama perimenopause terkadang dapat memicu migrain pada wanita yang belum pernah mengalaminya sebelumnya.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kepala Pusing secara Alami

Kebiasaan Pemicu Sakit Kepala

Selain beberapa faktor diatas, beberapa gaya hidup yang Anda jalani ternyata bisa memicu rasa nyeri di kepala.  Berikut ini beberapa kebiasaan pemiicu nyeri kepala:

1. Konsumsi Kafein

Kafein dapat mempengaruhi aliran darah ke otak. Sehingga mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang tinggi  bisa menyebabkan rasa sakit di kepala. Begitu pula, dengan berhenti minum kafein.

Ketika terbiasa memaparkan otak pada sejumlah kafein, mungkin anda akan mengalami nyeri jika tidak mengonsumsinya. Hal ini mungkin disebabkan oleh kafein yang telah mengubah kimiawi otak. Menjaga asupan kafein pada tingkat yang stabil dan masuk akal dapat mencegah rasa sakit terjadi.

2. Aktivitas Fisik yang Intens

Lari, angkat beban hingga hubungan seksual adalah pemicu nyeri kepala saat beraktivitas. Aktivitas ini diduga menyebabkan peningkatan aliran darah ke tengkorak, yang dapat menyebabkan sakit berdenyut di kedua sisi kepala.

Sakit jenis ini biasanya sembuh dalam beberapa menit atau beberapa jam. Konsumsi obat atau analgesik, seperti aspirin dan ibuprofen dapat meredakan gejala yang timbul. Namun jika Anda sering mengalaminya, pastikan untuk menemui dokter. Sebab, dalam beberapa kasus, ini mungkin merupakan tanda dari kondisi pengobatan yang serius.

3. Kurang Tidur

Kurang tidur sering dikaitkan dengan migrain dan nyeri kepala karena tegang. Beberapa penelitian menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk memengaruhi migrain. Jadi penyebab sering sakit kepala yang sering Anda alami bisa jadi karena kebiasaan sering begadang atau memiliki kualitas tidur yang buruk.

Nyeri pada kepala juga dapat mengganggu kualitas tidur. Sehingga hal ini bisa memperburuk kondisi yang anda alami. Mendapatkan terapi tidur mungkin adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan memperbaiki kualitas tidur.

Baca Juga : Obat Tidur Herbal yang Aman untuk Atasi Insomnia

4. Stres

Stres dapat menyebabkan otot tegang di bahu dan leher, hal ini sering kali menimbulkan nyeri tegang. Ketika rasa sakit menjadi sering, nyeri di otot bahu dan leher dirasakan oleh otak sebagai nyeri di kepala. Tekanan emosional lain seperti depresi, atau kecemasan juga seringkali berkaitan.

5. Diet

Rasa lapar akibat diet yang terlalu ketat dan tidak tepat dapat memicu migrain. Namun, konsumsi makanan tertentu juga bisa memicu migrain. Bisa jadi hanya satu jenis makanan – seperti kacang-kacangan – atau banyak makanan, seperti alpukat, pisang, keju, coklat, jeruk, ikan haring, produk susu, dan bawang. “Makanan olahan dengan nitrit, nitrat, pewarna makanan kuning, atau monosodium glutamat bisa sangat bermasalah,” kata Dr. Ashina.

6. Mengkonsumsi Alkohol

Alkohol merupakan salah satu penyebab migrain dan cluster. Bagi sebagian orang, hanya beberapa ml alkohol yang diperlukan untuk memicu rasa sakit di kepala. Dalam hal ini, alkohol jenis apa pun dapat menjadi pemicunya. Walaupun masih belum jelas apakah alkohol itu sendiri yang menjadi penyebab migrain atau apakah komponen lain dalam minuman yang menyebabkan masalah.

Tips Mengatasi Sakit Kepala

Strategi perawatan tertentu dapat membantu mencegah atau mengurangi rasa sakit. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Mengonsumsi Obat

Salah satu cara yang paling umum adalah dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri over-the-counter (OTC) seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan acetaminophen. Anda harus bijak mengonsumsinya. 

Apabila Anda minum obat pereda nyeri yang dijual bebas lebih dari beberapa kali seminggu, maka bisa mengalami sakit ketika obatnya habis. Ini akan membuat Anda minum lebih banyak pil. Cobalah ubah kebiasaan mengonsumsi obat-obatan dengan minum lebih banyak cairan.

2. Tetap Terhidrasi

Usahakan untuk tetap terhidrasi setiap hari dengan minum sedikitnya enam gelas air per hari. Ketika mengalami dehidrasi, otak Anda berkontraksi karena tidak memiliki cukup cairan dan bisa menyebabkan rasa nyeri.

Baca Juga : Gejala Dehidrasi dan Cara Mengatasi Dehidrasi Saat Puasa

3. Kelola Stres

Penanganan terhadap stres yang Anda alami, dapat menjadi sangat bagus untuk kesehatan secara keseluruhan. Lakukan latihan pernapasan dalam, jalan-jalan untuk menjernihkan pikiran, yoga, pijat, atau berbicara dengan teman yang Anda percaya. Menurunkan stres dapat membantu meredakan nyeri kepala karena tegang.

Gunakan kompres panas atau kompres es di kepala atau leher, tetapi hindari suhu ekstrem, dan jangan pernah mengoleskan es langsung ke kulit.

4. Jalani Pola Hidup Sehat

Menjalani pola hidup sehat merupakan hal yang baik bagi kesehatan secara keseluruhan. Makan dengan teratur, mendapatkan tidur yang cukup tidur, serta berolahragalah secara teratur untuk menurunkan stres yang dapat mengurangi risiko nyeri kepala. Anda juga perlu membatasi asupan alkohol dan usahakan untuk lebih banyak minum air.

5. Hindari Pemicu Nyeri

Beberapa makanan mungkin dapat memicu sakit di kepala. Cobalah untuk membuat catatan untuk mengetahui makanan apa saja yang bisa menjadi pemicu dan cobalah menghindarinya. Beberapa pemicu paling umum adalah alkohol, cokelat, makanan olahan, monosodium glutamat (MSG), kacang-kacangan, kafein, daging olahan seperti hot dog dan daging makan siang, serta keju tua.

Jika rasa sakit yang Anda rasakan disertai mual muntah dan hal buruk lainnya, segera konsultasikan ke dokter. Hal ini bisa membantu Anda untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat.

What is causing this headache?. Diakses pada  november 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/73936#takeaway

10 Types of Headaches and How to Treat Them. Diakses pada  november 2020. https://www.healthline.com/health/headache/types-of-headaches#primary-headaches

Top 7 reasons you have a headache. Diakses pada  november 2020. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/top-7-reasons-you-have-a-headache

Lifestyle Habits That Could Be Contributing to Your Chronic Headaches. Diakses pada  november 2020. https://www.northviewmed.com/blog/lifestyle-habits-that-could-be-contributing-to-your-chronic-headaches#:~:text=Certain%20foods%2C%20additives%2C%20and%20drinks,lunch%20meat%2C%20and%20aged%20cheeses.

16 Surprising Headache Triggers and Tips for Pain Relief. Diakses pada  november 2020. https://www.medicinenet.com/headache_and_migraine_triggers_pictures_slideshow/article.htm

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Keuntungan Belanja di Farmaku

100% Produk Ori, dan Berkualitas

Pengiriman Cepat Sampai

Nikmati Promo Menarik

Nikmati Gratis Ongkos Kirim

Produk Kesehatan Terlengkap

Dapatkan Poin Setiap Transaksi

Artikel Terkait Kesehatan