Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Hirsutisme: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Hirsutisme adalah suatu kondisi yang menyebabkan tumbuhnya rambut berlebih di bagian tubuh, termasuk wajah, dada, dan punggung. Penyakit ini umumnya terjadi pada perempuan. Selengkapnya ketahui penyebab, gejala, pengobatan, hingga pencegahannya dalam ulasan di bawah ini.

Apa itu Hirsutisme?

Hirsutisme adalah suatu kondisi di mana wanita mengalami pertumbuhan rambut berlebihan baik di wajah, dada, dan punggung. Pertumbuhan rambut ini biasanya kasar dan gelap.

Pertumbuhan rambut berlebih pada penderita hirsutisme biasanya disebabkan oleh kelebihan hormon pria (androgen), terutama hormon testosteron.

Hirsutisme juga dapat terjadi pada pria , namun kondisi ini seringkali lebih sulit untuk diidentifikasi. Pada pria, penyakit ini mungkin terlihat seperti pertumbuhan rambut pada umumnya.

Baca juga: Penyebab Rambut Rontok pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Penyebab Hirsutisme

Hirsutisme dapat disebabkan sejumlah faktor, berikut di antaranya:

1. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS biasanya dimulai saat pubertas dan ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon seks. Selama bertahun-tahun, PCOS secara perlahan dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih, menstruasi tidak teratur, obesitas, infertilitas, dan terkadang banyak kista di ovarium.

2. Sindrom Cushing

Sindrom cushing terjadi ketika tubuh terpapar hormon kortisol tingkat tinggi. Penyakit ini dapat berkembang dari kelenjar adrenal yang memproduksi terlalu banyak kortisol atau akibat mengonsumsi obat-obatan seperti prednison dalam jangka waktu lama.

3. Hiperplasia Adrenal Kongenital

Hiperplasia adrenal kongenital adalah kondisi bawaan yang ditandai dengan produksi hormon steroid yang tidak normal, termasuk kortisol dan androgen, oleh kelenjar adrenal.

4. Tumor

Meskipun jarang terjadi, tumor yang mensekresi androgen di ovarium atau kelenjar adrenal dapat menyebabkan hirsutisme. Tumor adalah benjolan atau sekelompok sel abnormal yang terbentuk di dalam tubuh. Tumor bersifat jinak (bukan kanker), prakanker, atau ganas.

5. Obat-obatan

Beberapa obat dapat menyebabkan hirsutisme, termasuk minoxidil dasn danazol, yang digunakan untuk mengobati wanita penderita endometriosis, testosteron, dan dehidroepiandrosteron (DHEA). Jika pasangan wanita menggunakan produk topikal yang mengandung androgen, pasangan pria mungkin juga bisa terkena dampaknya melalui kontak kulit ke kulit.

Gejala Hirsutisme

Gejala utama hirsutisme adalah tumbuhnya rambut berwarna hitam yang berlebihan. Gejala lainnya adalah virilisasi, suatu kondisi di mana wanita mengembangkan ciri-ciri seks sekunder pria. Virilisasi terjadi ketika kadar androgen tinggi. Androgen adalah sekelompok hormon seks yang membantu orang memasuki masa pubertas dan menjadi dewasa secara fisik. 

Beberapa ciri seks sekunder yang mungkin wanita kembangkan akibat virilisasi meliputi:

  • Suara lebih dalam.
  • Ukuran payudara berkurang.
  • Peningkatan perkembangan otot.
  • Pembesaran klitoris (klitoromegali).
  • Peningkatan gairah seks.
  • Jerawat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda merasa memiliki terlalu banyak rambut kasar di wajah atau bagian tubuh, sebaiknya konsultasikan dokter tentang pilihan perawatannya.

Rambut yang tumbuh berlebih di wajah atau tubuh biasanya gejala dari masalah medis yang mendasarinya. Cobalah hubungi Jika Anda merasa memiliki terlalu banyak rambut kasar di wajah atau tubuh Anda, bicarakan dengan dokter Anda tentang pilihan pengobatan.

Rambut berlebih di wajah atau tubuh sering kali merupakan gejala dari masalah medis yang mendasarinya. Temui dokter untuk pemeriksaan jika dalam beberapa bulan mengalami pertumbuhan rambut yang parah atau cepat di wajah atau tubuh atau tanda-tanda virilisasi. Mungkin Anda akan dirujuk ke dokter spesialis kelainan hormon (ahli endokrinologi) atau masalah kulit (dokter spesialis kulit).

Baca juga: Cara Merawat Organ Intim Wanita Tetap Sehat dan Bersih

Diagnosis Hirsutisme

Untuk mendiagnosis, dokter akan memeriksa pertumbuhan rambut dan memeriksa tanda-tanda hirsutisme lainnya, seperti jerawat. Dokter mungkin akan mengesampingkan kondisi lain dengan tes berikut:

  • Tes darah untuk memeriksa kadar hormon.
  • Ultrasonografi (USG) untuk melihat ovarium dan rahim.
  • X-ray atau CT scan untuk memeriksa kelenjar adrenal.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) otak.

Setelah membuat diagnosis, dokter mungkin menggunakan skala Ferriman-Gallwey. Alat ini untuk membantu menentukan seberapa parah kondisi Anda dengan melihat pertumbuhan rambut di berbagai area tubuh. 

Untuk menghitung skor Ferriman-Gallwey, dokter menggunakan skala yang berkisar antara 0-4 untuk setiap lokasi tubuh. Skor yang lebih rendah berarti hirsutisme ringan, sedangkan skor inti yang lebih tinggi menunjukkan kondisi yang lebih parah.

Pengobatan Hirsutisme

Jika hirsutisme membuat Anda memiliki lebih banyak rambut di wajah atau bagian tubuh lainnya daripada yang Anda harapkan, ada beberapa cara untuk menghilangkannya, antara lain:

  • Penurunan berat badan. Jika kelebihan berat badan dan berat badan turun, tubuh Anda mungkin memproduksi lebih sedikit hormon pria.
  • Cukur. Cara ini dapat menghilangkan rambut yang tidak diinginkan dengan mudah menggunakan pisau cukur atau alat cukur listrik. Mungkin Anda perlu mencukur setiap hari untuk menghindari tumbuhnya janggut. 
  • Waxing. Cara ini termasuk cepat untuk menghilangkan banyak rambut yang tidak diinginkan hingga ke akar-akarnya adalah dengan menggunakan lilin khusus. Waxing biasanya dilakukan di salon. 
  • Krim. Beberapa krim khusus mengandung bahan kimia kuat yang disebut obat penghilang rambut. Anda dapat mengoleskan krim dan diamkan beberapa saat, dan saat menyekanya, rambut pun ikut rontok. 
  • Elektrolisa. Anda dapat menghilangkan rambut selamanya dengan elektrolisis, layanan yang menyetrum rambut hingga ke akar dengan arus listrik. Setelah Anda mengulangi proses ini beberapa kali, rambut akan berhenti tumbuh di area yang dirawat.
  • Penghilangan bulu dengan laser. Panas dari laser mampu menghilangkan rambut sampai ke akarnya, tetapi perlu diulangi prosesnya beberapa kali, dan terkadang rambut akan tumbuh kembali.
  • Obat-obatan. Dokter mungkin meresepkan obat yang mengubah cara tubuh menumbuhkan rambut. Namun jika berhenti menggunakannya, rambut akan tumbuh kembali.
  • Pil KB. Kontrasepsi oral ini membuat tubuh memproduksi lebih sedikit hormon pria. Dengan penggunaan pil KB secara teratur, rambut di wajah atau tubuh akan berkurang.
  • Anti-androgen. Ini dapat membantu tubuh membuat dan menggunakan lebih sedikit hormon pria, yakni testosteron.
  • Eflornithine (Vaniqa). Merupakan krim wajah yang dapat memperlambat pertumbuhan rambut di tempat Anda mengaplikasikannya.
  • Steroid dosis rendah. Ini mungkin diresepkan jika kelenjar adrenal Anda terlalu aktif.
  • Agonis hormon pelepas gonadotropin (GnRH) dapat menurunkan jumlah androgen yang diproduksi di ovarium. Obat ini diberikan melalui suntikan.
  • Obat penurun insulin. Ini termasuk seperti metformin atau pioglitazone, juga dapat menurunkan kadar androgen dalam darah. Namun karena dapat menimbulkan efek samping, biasanya obat ini tidak digunakan sebagai pilihan pengobatan lini pertama.

Komplikasi Hirsutisme

Hirsutisme dapat mengganggu secara emosional, karena dapat membuat beberapa wanita merasa minder akibat memiliki rambut yang berlebihan yang tidak diinginkan. Beberapa bahkan mengalami depresi. Selain itu, meskipun hirsutisme tidak menyebabkan komplikasi fisik, penyebab utama ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkannya.

Jika menderita hirsutisme dan menstruasi tidak teratur, kemungkinan Anda menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang dapat menghambat kesuburan. Wanita yang mengonsumsi obat tertentu untuk mengobati hirsutisme sebaiknya menghindari kehamilan karena berisiko mengalami cacat lahir.

Baca juga: Rekomendasi Produk Pembersih Kewanitaan yang Aman untuk Miss V

Pencegahan Hirsutisme

Pencegahan dan mengurangi risiko terkena hirsutisme bergantung pada penyebabnya. Apabila Anda menderita PCOS, menurunkan berat badan melalui pola makan sehat dan olahraga teratur bisa membantu mengurangi risiko. 

Jika Anda sedang mengonsumsi obat apa pun yang dapat menyebabkan hirsutisme, sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang cara mengurangi risikonya.

Demikian ulasan lengkap mengenai hirsutisme yang disebabkan oleh kelebihan hormon androgen pada wanita. Bila Anda mengalami kondisi ini dan mengganggu penampilan dan mental Anda, sebaiknya kunjungi dokter untuk mendapatkan penangan.

Chat dengan dokter rekanan Farmaku di sini untuk konsultasi seputar kesehatan secara keseluruhan, termasuk gangguan hormon dan pengobatannya.

Cleveland Clinic. Diakses pada 2 April 2024. Hirsutisme. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14523-hirsutism#diagnosis-and-tests

Mayo Clinic. Diakses pada 2 April 2024. Hirsutisme. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hirsutism/symptoms-causes/syc-20354935#complications

Medical News Today. Diakses pada 2 April 2024. What to know about hirsutism. https://www.medicalnewstoday.com/articles/182659#prevention

WebMD. Diakses pada 2 April 2024. Hirsutisme. https://www.webmd.com/women/hirsutism-hair-women

Sumber

Artikel Lainnya