Ikuti Kami
Jam Operasional: 08:00 - 22:00
info@farmaku.com
0812 1600 1600

Hipokalemia

Hipokalemia adalah kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan kalium. Hipokalemia juga dapat disebut sebagai ketidakseimbangan cairan elektrolit yang paling umum terjadi.

Kalium sebagai mineral berperan dalam mengatur cairan dan tekanan darah dalam tubuh.

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja. Namun, lebih sering dialami oleh penderita diare dan muntah-muntah.

Kadar Normal Kalium di Dalam Tubuh

Kadar normal kalium di dalam tubuh adalah antara 3, 5 – 5 mmoL/ L. Oleh karena itu jika kadar kalium dibawah jumlah normal maka kondisi bisa didefinisikan sebagai hipokalemia ( kekurangan kalium). Terlebih jika kadar kalium berada dibawah 2,5 mmoL, kondisi ini bisa diklasifikasikan sebagai hipokalemia berat.


Gejala hipokalemia

Sebagian besar pasien yang menderita hipokalemia ringan tidak mengalami gejala awal apapun. Meski begitu, gejala biasanya muncul ketika kadar kalium di dalam tubuh dibawah 3,5 mmoL/ L. Gejala hipokalemia antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Kram otot
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Merasa cemas
  • Stres
  • Kesulitan menelan dan berbicara
  • Tekanan darah menurun (hipotensi)  

Jika kondisi hipokalemia sudah cukup parah, umumnya gejala yang ditimbulkan seperti :

  • Mengalami kelumpuhan
  • Gangguan irama jantung (aritmia jantung) 
  • Henti napas

Kapan Harus Pergi ke Dokter ?

Segera periksakan ke dokter jika Anda merasa mengalami hipokalemia setelah diare atau muntah- muntah lebih dari 1 atau 2 hari. Hal ini akan membantu Anda agar terhindar dari risiko penyakit yang semakin parah.

Penyebab Hipokalemia

Kekurangan kalium atau potasium adalah penyebab utama hipokalemia terjadi. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh mengeluarkan banyak kalium dari dalam tubuh. Meski begitu kekurangan vitamin D mungkin sebagian besar terkait dengan kondisi ini. 

Adapun beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan hipokalemia antara lain:

  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Mengkonsumsi obat diuretik
  • Memiliki riwayat penyakit ginjal
  • Diet yang dilakukan tidak mencukupi asupan kalium dan vitamin D
  • Latihan fisik yang berlebihan

Pengobatan hipokalemia

Pengobatan hipokalemia dapat dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu mengobati berdasarkan penyebab, mengembalikan kadar kalium di dalam tubuh dan mengontrol kadar kalium.

Mengobati berdasarkan penyebab

Dokter mungkin akan memberikan obat seperti loperamide, bismuth subsalicylate jika kondisi yang dialami pasien disebabkan oleh diare.

Mengembalikan kadar kalium

Untuk mengembalikan kadar kalium didalam tubuh normal kembali melalui pemberian suplemen penambah kalium. Namun, konsumsi suplemen tetap harus sesuai dengan anjuran dokter. Apabila kondisi terbilang parah, pemberian infus kalium mungkin akan disarankan oleh dokter.

Memantau kadar kalium

Umumnya, dokter akan melakukan tindakan medis berupa tes darah atau tes urine. Selain itu untuk menjaga kadar kalium tetap normal, sebaiknya Anda mengkonsumsi bahan makanan yang tinggi kalsium seperti kacang-kacangan, bayam, dan salmon. 

Kesimpulan

Hipokalemia adalah kondisi tubuh kekurangan kalium yang paling sering dialami oleh penderita diare dan muntah-muntah.

Kondisi ini dapat terjadi jika kadar kalium di dalam tubuh dibawah batas normal yaitu kurang dari 3,5 mmoL/L, atau bahkan dibawah 2,5 mmoL/L (hipokalemia berat).

Baca juga: Artikel kesehatan lainnya 

Umumnya ditandai dengan mual, muntah, kelelahan, hingga detak jantung tidak beraturan. Hipokalemia dapat diobati dengan pemberian obat (didasari penyebab), konsumsi suplemen penambah kalium, disertai dengan konsumsi makanan yang mengandung tinggi kalium.

ncbi.nlm.nih.gov.
healthline.com.Hypocalcemia. Juli 2016
en.wikipedia.org. Hypokalemia.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya